Agita adalah gadis sederhana yang mandiri, dia bekerja disebuah restoran sebagai waiter. karna dia adalah tulang punggung keluarganya, setiap harinya dia lalui dengan penuh keceriaan dan senyuman.
Angga Hendrawan adalah putra tunggal dari tuan Aji Hendrawan dan Ny.Amelia Amran.
Nyonya Amelia ingin putranya agar segera menikah karna ia ingin memiliki cucu mengingat umurnya dan suaminya tidaklah mudah lagi.
Apakah Angga akan memenuhi kemauan maminya ??
terus ikuti novelku ini
Dan jangan lupa Vote, like, coment dan rate ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ade Susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
Pagi telah datang pancaran sinar mentari terbit menunjukan bahwa pagi telah datang saatnya melakukan aktivitas di pagi hari.
Yang lainnya siap-siap dengan rutinitas mereka masing-masing dari berangkat kerja, sekolah, dan menyiapkan jualan mereka nanti bagi yang rutinitasnya penjual.
Berbeda dengan sepasang suami istri yang baru saja memadu kasih semalam kini dengan begitu nyamannya mereka saling mengeratkan pelukan satu sama lain tanpa memperdulikan di sekitar mereka. Waktu kini menunjukan pukul 07:00 pagi namun sepasang suami istri itu belum beranjak dari tempat tidurnya.
Angga yang mulai merasakan pancaran silau dari sinar mentari pagi itu, membuka matanya namun yang yang pertama di pandangnya pagi itu adalah sebuah ciptaan Tuhan yang tidak bisa ia hindari yaitu wajah polos istrinya yang memancarkan cantik alami di pagi hari. Angga tersenyum memandang wajah yang saat ini berada di depannya di sentuhnya pipi hingga bibir milik istrinya dengan pelannya ia mengecup bibir istrinya sambil berkata "Selamat pagi sayang".
Angga yang melihat Agita mulai bergerak ia berpura-pura menutup matanya agar istrinya tidak memergokinya kalau saat ini ia memandangi Agita istrinya.
Agita membuka matanya ia menatap wajah tampan suaminya yang tengah masih tidur saat ini menurut Agita, namun Angga saat ini hanyalah pura-pura masih tidur.
Agita yang mengingat jika pagi ini ia harus bekerja dan menjenguk ibunya, ia segera bangun dari tempat tidurnya namun tiba-tiba ia meringis kesakitan di area kewanitaannya. ia memaksa dirinya berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket dengan aktivitas semalam bersama suaminya.
Angga membuka matanya ketika Agita sudah berada di kamar mandi, ia mendengar rintihan Agita menahan rasa skit, Angga menahan niatnya untuk membantu Agita berjalan menuju ke kamar mandi.
Entah ada apa dengan pasangan suami istri itu, Angga yang tengah senyam senyum di tempat tidur sedangkan Agita pun sebaliknya ia tersenyum memandang dirinya di depan cermin yang ada di kamar mandi.
Agita menyelesaikan rutinitas mandinya ia keluar menuju tempat ganti setelah merasa sudah lengkap Agita menuju ke meja rias untuk mendandani wajahnya dengan polesan tipis tapi masih bisa di katakan terlihat cantik alami.
Sesekali Agita melirik suaminya dengan ekor matanya ia tidak berani melihat suaminya secara langsung, masih teringat di kepalanya apa yang terjadi semalam dan itu membuat Agita merasa malu jika harus berhadapan dengan suaminya di saat suaminya bangun tidur, sebelum itu terjadi Agita pergi lebih dulu dan ttidak sarapan pagi. ia masih belum bisa bertemu dengan suaminya karna rasa malunya.
Angga yang melihat istrinya berjalan keluar kamar rasanya ia ingin menyapa "Selamat pagi pada istrinya, dan menanyakan apakah terasa begitu sakit dengan apa yang di lakukannya semalam" namun biar terlihat Cool dan berwibawah di mata istrinya ia mengurungkan niatnya itu.
Angga mengawali rutinitasnya dengan mandi membersihkan tubuhnya, mengganti pakaian, dan sarapan, ketika ia hendak duduk di meja makan ia merasa ada yang kurang yaitu istrinya, kenapa istrinya tidak menunggunya agar bisa sarapan bersama-sama Angga bertanya pada pelayannya tentang istrinya di pagi ini, pelayan mengatakan "bahwa Agita tidak sarapan pagi, ia berjalan terburu-buru keluar bahkan minum susupun tidak"
Angga yang mendengar jawaban dari pelayannya bertanya-tanya ada apa dengan istrinya kenapa ia harus terburu-buru di pagi ini" batin Angga setelah ia memasukan satu sendok nasi goreng di dalam mulutnya dan mengunyahnya.
Pagi itu di lewati oleh sepasang suami istri dengan sikap malu-malu dan tersenyum bahagia namun mereka masih menutup kebahagiaan itu. satunya karna memikirkan wibawahnya sebagai seorang pria dan satunya memikirkan ia tidak boleh sampai memiliki perasaan lebih pada suaminya.
#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar aku lebih bersemangat lagi up nya.
terima kasih buat kalian yang masih setia dengan cerita novelku.🤗
ulet keket nemel bukan dibuang mlah dibiarkan
klasik x alasanmu angga
apakah ini seperti itu
dan sang penolong selalu gak terbalaskn cintanya alias kenak tinggal