NovelToon NovelToon
Takdir Cinta

Takdir Cinta

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Anak Kembar / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Triyani

Menikah dan bertahan dalam ikatan suci pernikahan karena Anak, tidaklah seburuk yang dibayangkan.

Bahkan, karena Anak lah...

Pernikahan yang awalnya tidak dilandasi oleh cinta, malah berbalik bucin.

Dan dua insan yang awalnya adalah orang asing dan tidak saling mengenal, kini bisa menjadi satu keluarga.

Yukk simak kisah mereka, Revan-Ana dan juga Ghafin-Clara hanya disini...🤗🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.31

***

“Istirahat lah, wajah mu terlihat sangat pucat sayang,” ujar Revan saat melihat wajah sang istri yang kini berubah pucat pasi.

Kini keduanya tengah berada di rumah sakit, tempat di mana putri mereka Riana akan memulai pengobatan nya.

Sesuai prosedur, Riana pun mulai menginap di rumah sakit kembali untuk menjalani serangkaian pemeriksaan untuk tubuh nya.

Gadis kecil itu tampak begitu tenang dan tegas, meski kadang rasa sakit akibat kemoterapi harus dia rasakan.

Namun gadis itu begitu tegar menghadapi semua itu, dengan selalu didampingi oleh sang ayah. Riana menjalani semua perawatan yang disarankan oleh sang dokter yang kini menangani nya.

“Nggak apa apa Mas, aku baik baik saja kok,” jawab Ana tanpa mau beranjak dari samping putrinya Riana yang baru saja tertidur pasca melakukan kemoterapinya.

“Tapi kamu harus istirahat sayang. Riana biar Mas saja yang jaga. Berbaring lah, jangan biarkan tubuhmu terlalu lelah,” ucap Revan lagi.

“Baiklah, aku titip Riana dulu.”

“Iya sayang, istirahat lah,”

Ana pun langsung bangkit dari duduknya, lalu berjalan ke arah ranjang yang ada di samping ranjang di mana Riana terbaring.

Namun baru juga dua langkah, pandangan Ana tiba tiba buram lalu seketika pandangan nya menggelap dan Ana pun jatuh pingsan tidak jauh dari Revan.

Bruuukkk

“Astagfirullah, sayang.” seru Revan yang kaget saat melihat tubuh istrinya terkulai lemas tak berdaya di lantai kamar rumah sakit.

Revan pun langsung berlari ke arah Ana yang tergeletak di lantai. Dengan sigap pria itu mengangkat tubuh istrinya untuk di pindahkan ke ranjang yang kosong.

Revan pun menekan tombol yang di peruntukan untuk memanggil dokter agar datang ke ruangan nya.

Tidak lama, seorang dokter pun mendatangi ruangan itu dengan di temani oleh dua orang suster yang biasa membantu nya dalam proses pemeriksaan.

"Apa ada masalah? Apa yang terjadi pada Riana?" tanya dokter Andreas, dokter yang saat ini menangani Riana.

"Maaf dokter, tapi bukan Riana. Tapi istri saya, istri saya tiba tiba pingsan. Tolong periksakan kondisinya," jawab Revan panik saat melihat sang istri pingsan.

"Oh begitu, baik lah. Suster tolong bantu saya,"

Dokter Andreas pun mulai memeriksa keadaan Ana. Dan setelah beberapa saat akhirnya sang dokter pun selesai memeriksa nya.

"Bagaimana? Apa yang terjadi pada istri saya Dok?" tanya Revan khawatir.

"Istri Anda baik baik saja. Tapi, biar lebih jelas lebih baik bawa istri anda ke dokter obgyn. Sepertinya istri anda hamil tuan," jawab dokter Andreas.

"Be_benarkah Dokter? I_istri saya hamil?" tanya Revan lagi terbata saking bahagia nya saat mendengar jika istrinya kembali hamil.

"Diagnosa sementara seperti itu tuan. Tapi, biar lebih jelas lebih baik di periksa ke dokter kandungan,"

"Ba_baik Dokter, terima kasih,"

"Baiklah jika tidak ada lagi yang bisa saya bantu, saya pamit dulu,"

"Baik Dokter, terima kasih."

Dokter Andreas pun kembali ke ruangan kerja nya setelah memberi tahukan jika Ana saat ini tengah hamil.

Setelah kepergian dokter Andreas, Revan mendekati Ana yang masih memejamkan matanya di atas ranjang.

Revan membelai lembut surai Ana yang saat ini tengah di kuncir kuda. Revan menatap penuh rasa haru. Perlahan tangan nya terulur mengusap lembut perut Ana yang masih rata.

"Be_benarkah kamu telah hadir di sini sayang? Anak Papa," gumam Revan mulai menitikkan air mata bahagia.

Sungguh, tidak terbayangkan sebelumnya oleh Revan jika dia akan memiliki anak dengan Ana. Selama ini, Revan benar benar di buat lelah oleh sikap Ana yang tidak peduli akan kehadiran nya.

Bahkan Revan hampir menyerah dengan hukuman nya dengan Ana. Namun takdir sepertinya tidak merestui mereka berpisah hingga sakitnya Riana menjadi jembatan untuk hubungan mereka menjadi jauh lebih baik.

Revan terus saja membelai lembut pucuk kepala Ana hingga wanita itu oun mulai terlihat mengerjapkan matanya lentiknya.

"Kamu sudah bangun sayang?" tanya Revan saat melihat Ana perlahan membuka matanya.

"Aku kenapa Mas?" tanya Ana dengan suara lirih.

"Tadi kamu pingsan sayang. Tapi, Dokter sudah memeriksa keadaan kamu dan semua baik baik saja. Hanya saja___,"

"Hanya saja apa?" tanya Ana saat Revan menjeda ucapan nya.

"Kamu harus banyak istirahat dan makan yang banyak. Agar kamu dan calon anak kita sehat hingga lahiran nanti," lanjut Revan dengan nada yang bergetar karena menahan haru akan kehadiran calon buah hati yang saat ini ada di dalam rahim Ana.

"Calon anak?" tanya Ana bingung.

Namun beberapa saat setelah nya Ana terlihat membulatkan matanya. Lalu menatap penuh tanya pada Revan.

"Iya sayang, dokter bilang. Saat ini kamu sedang hamil dan biar lebih jelas lagi, lebih baik kita periksa ke dokter kandungan," jawab Revan mengerti akan arti dari tatapan yang di layangkan oleh Ana pada nya.

"Benarkah? Aku hamil?" tanya Ana lagi meraba perut nya yang masih rata.

"Iya sayang, kamu hamil anak kita," lirih Revan yang tidak bisa lagi menahan air mata bahagia nya.

Revan langsung memeluk tubuh lemah Ana. Pria itu pun mulai terisak di dalam pelukan sang istri.

Ana sendiri membiarkan suami nya meluapkan apa yang dia rasakan. Ana mengusap lembut belakang kepala Revan hingga punggung pria itu untuk membuat suaminya merasa tenang kembali.

Cukup lama Revan menangis dalam pelukan Ana. Rasanya seperti mimpi saja jika dia akhirnya akan memiliki seorang anak dari wanita yang sangat dia cintai.

*

*

"Selamat ya Pak, Bu. Kalian akan memiliki seorang bayi, usia kandungan sudah memasuki minggu ke lima. Harap di jaga baik baik karena usia kandungan masih riskan. Jaga pola makan dan usahakan untuk tidak terlalu stress ya. Saya akan membuat resep vitamin dan penambah darah untuk ibu konsumsi." ucap dokter wanita bernama Michele yang saat ini membantu Ana memeriksakan kehamilan nya.

"Baik Dokter, terima kasih."

Revan dan Ana pun keluar dari ruangan dokter obgyn itu dengan rasa bahagia karena benar saja. Jika saat ini, Ana tengah hamil dari Revan.

Keduanya pun kembali keruangan rawat di mana Riana berada. Gadis kecil itu tampak tengah terduduk sambil mendengar cerita dongeng dari seorang suster yang tadi di mintai menemani Riana saat Ana dan Revan pergi ke dokter kandungan.

"Mama, Papa," seru gadis kecil itu saat melihat mama dan papa nya masuk kedalam ruangan rawat nya.

"Hey, lagi apa sayang? Kok ceria sekali anak Papa ini," tanya Revan saat masuk dan melihat putrinya tengah tersenyum sumringah.

"Suster Alice sedang menceritakan sebuah dongeng yang bagus sekali Pa, Riana suka ceritanya," Cerita gadis kecil itu.

"Oh ya? Baiklah, nanti Papa belikan buku dongeng yang banyak buat Kakak. Kakak mau?"

"Mau Pa. Mau banget."

"Suster boleh kembali, terima kasih atas bantuan nya," ucap Ana pada suster Alice yang tadi membantu menjaga Riana.

Suster itu pun hanya tersenyum sambil mengangguk, lalu pergi meninggalkan ruangan itu. Meninggalkan keluarga kecil Ana.

*

****

1
Aghitsna Agis
ini masi ada kelanjutannya nga cerita tentang clarissanya
Aghitsna Agis
masa tdk ada informasi pihal perempuan aneh padahal dri puhak perempuan tdk diangkat juaga masa hpnya kehabisannbatre srmua aneh ya
Mira Hastati
bagus
Sri Ariyanti
terima kasih othor. ok untuk dibaca
🌸 Triyani 🌸: sama sama Kak, terima kasih juga sudah mampir 🤗🥰
total 1 replies
Lismawati Salam
Luar biasa
gempi
v
Nurhayati Nia
mampir thor
Rossa Simangusong
si ana ini wanita tolol. udah janda malah ga tau diri,ngga ingat anak.
Nay Nayla
..
Sukesih Sukesih
Luar biasa
Luh Somenasih
semoga langgeng dan bahagia untuk pasangan rangga dan riana
Neng Siti
Luar biasa
Safa Almira
bagus
Sunny Kwok
Luar biasa
gita dewi
revan keluarga dr rey,jd dia juga punya hak dan tanggung jawab buat anak2 ana dan rey..
Mrs. Ketawang
Salahmu sendiri Risa,pergi tnp memberi pnjelasan... Jgn mnyalahkan Rangga atopun Riana,hidup hrus brjlan buat apa menunggumu tnpa kepastian
Mrs. Ketawang
Ketahuilah Ana,lebih baik di cintai dg spenuh hati trlebih dahulu...qt serasa di ratukan dan sgt brharga... maka rasa mencintai itu akan tumbuh dg sendirinya...
dg catetan buka hatimu,ikhlaskan masa lalu
Mrs. Ketawang
Dokter Claudia somplakkkk,,minta di bejeg" tuh mulut pake ulegan sambel rawit level 100😡😡😡
Mrs. Ketawang
Mas Revan tolong di kondisikan🙈
Mrs. Ketawang
Gasss plong rem blong Revan,5th bukan wktu yg sbentar untuk mnahan hawa nafsu trhadap Ana yg halal bagimu...
Skrang saatnya melepas dahaga🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!