Dia adalah satu-satunya pewaris di Niroga Group. Hidupnya nyaris sempurna, dia tampan, kaya, terkenal, dan mempunyai istri yang sangat cantik.
Suatu hari, Dilan telah mengalami nasib yang mengenaskan, dia dibunuh oleh seseorang, membuatnya menjadi arwah gentayangan.
Dilan harus menelan pil pahit ketika dia tahu ternyata selama ini sang istri yang begitu dia cintai telah mengkhianatinya dan berselingkuh, bahkan yang lebih menyakitkan ketika dia tahu istrinya adalah salah satu dalang dibalik penyebab kematian akan dirinya.
Dilan baru menyadari ternyata takdir membuatnya menjadi hantu adalah untuk membuka tabir misteri pembunuhan terhadap kedua orangtuanya pada 10 tahun silam, yang ada sangkut-pautnya dengan pembunuhan terhadap dirinya di tahun ini (2023).
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Puluh Satu
Masih Flashback sebelum datang ke pesta...
Siang itu sekitar jam 1 siang, Nathalie, Pengacara Kenzi dan lima orang pemegang saham telah mengadakan acara pertemuan di Restoran Niroga Signature. Disana disediakan sebuah ruangan VVIP yang bisa digunakan untuk meeting. Pengacara Kenzi sengaja ingin mengenalkan Nathalie kepada para pemegang saham di Niroga.
Nathalie datang kesana dengan menggunakan mobil mewah yang telah diberikan oleh Dilan kepadanya, kebetulan dia juga sudah bisa menyetir mobil ketika bekerja sebagai supir panggilan. Dan Nathalie memakai busana yang comfortable, sehingga terlihat begitu kasual dan cantik, bahkan Dilan pun beberapa kali mencuri-curi padangan memperhatikan penampilan Nathalie yang terlihat sangat cantik itu, mungkin karena biasanya Nathalie memakai pakaian biasa dan sederhana.
"Perkenalkan dia adalah Nona Nathalie Anastasya, yang akan menjadi CEO baru di Niroga Group." Pengacara Kenzi memperkenalkan Nathalie kepada kelima pemegang saham di Niroga.
Pemegang saham kedua dipegang oleh Bu Desi, sementara pemegang saham ketiga dipegang oleh Pak Adnan ( Pemegang saham yang berambisi ingin menjadi CEO di sana), pemegang saham keempat dipegang oleh Pak Immanuel, pemegang saham kelima dipegang oleh Bu Puspa, dan pemegang saham keenam dipegang oleh Pak Randi (Pemegang saham yang berambisi juga ingin menjadi CEO di Niroga Group)
Sementara pemegang saham pertama dipegang oleh Dilan Niroga. Selain menjadi pemegang saham terbesar atau pertama Di Niroga, Dilan juga adalah pemilik perusahaan itu.
Nathalie hanya bisa tersenyum dengan ramah kepada mereka, dia susah sekali harus berpura-pura bersikap dingin, seperti yang diajarkan oleh Dilan. Sementara Dilan, dia terlihat sedang berdiri dibelakang Nathalie.
Para pemegang saham nampak terkejut ketika Pengacara Kenzi memperkenalkan Nathalie sebagai CEO baru, padahal dalam meeting bersama Justin sebagai asisten pribadinya Dilan, Justin bilang CEO baru di Niroga adalah Selena, istri sahnya Dilan.
"Lho bukankah seharusnya CEO baru itu Nona Selena, istrinya Tuan Dilan?" protes Bu Desi.
Pengacara Kenzi segera menjawab pertanyaan dari Bu Desi. "Itu tidak benar, Tuan Dilan sama sekali belum menandatangani secara resmi surat kuasa tersebut. Kenyataannya Tuan Dilan telah mempercayakan jabatan CEO itu kepada Nona Nathalie, itu semua telah sah secara hukum dalam secara tertulis dan tandatangan diatas materai."
Pak Adnan, salah satu orang yang berambisi untuk menduduki jabatan itu, dia terlihat sangat kecewa sekali. "Apa dia tidak terlalu muda? Menjadi CEO itu bukanlah perkara yang gampang."
Nathalie mencoba meyakinkan mereka semua. "Saya tahu bahwa saya masih muda, tapi saya dari kecil sudah tau bagaimana caranya bekerja keras, dan saya tak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang telah Tuan Dilan selaku pemilik Niroga Group kepada saya. Kalian boleh menilai kinerja saya nanti, jika seandainya selama tiga bulan saya gagal menjadi CEO, saya akan mengundurkan diri. Tapi saya akan berusaha keras untuk menjadi seorang pemimpin yang baik untuk Niroga."
Tentu saja Nathalie berkata begitu karena mengikuti perkataan Dilan disampingnya.
Bu Puspa menjadi penasaran ada hubungan apa antara Dilan dan Nathalie, mengapa Dilan lebih mempercayakan Niroga Group kepada Nathalie dari pada istrinya. "Boleh saya tahu ada hubungan apa antara anda dan Tuan Dilan? Mengapa Tuan Dilan lebih menpercayaimu dari pada istrinya?"
Dilan memberikan instruksi lagi kepada Nathalie. "Menjadi CEO itu tidak perlu ada ikatan hubungan apapun, yang penting orang itu telah memenuhi persyaratan menjadi CEO dan kebetulan aku mempercayakannya kepadamu."
Nathalie mengikuti perkataan Dilan. "Saya rasa menjadi CEO itu tidak perlu ada ikatan hubungan apapun, yang penting orang itu telah memenuhi persyaratan menjadi CEO dan kebetulan Tuan Dilan mempercayakannya kepada saya."
Pak Immanuel mencoba memberikan pertanyaan kepada Nathalie, mungkin dia masih ragu jika Nathalie harus menjadi CEO di Niroga Group. "Apa yang akan anda lakukan jika anda memiliki masalah dalam pekerjaan anda, Nona Nathalie?"
Nathalie pura-pura berpikir, padahal dia sedang menunggu instruksi dari Dilan yang sedang berdiri dibelakang Nathalie.
Nathalie mulai menjawab setelah mendapatkan instruksi dari Dilan. "Saya akan mencari akar masalahnya terlebih dahulu, kemudian analisis masalah tersebut guna mendapatkan solusi yang terbaik dalam menghadapi permasalahan tersebut. Dari setiap masalah yang timbul, maka saya hendaknya menetapkan tindakan pencegahan dikenal dalam istilah preventif, supaya permasalahan-permasalahan tidak terulang kembali."
Pak Immanuel menganggukkan kepala, dia rasa jawaban dari Nathalie cukup memuaskan.
Pak Randy merasa keberatan ketika melihat latar belakang Nathalie, apalagi Nathalie hanyalah terdaftar sebagai lulusan SMA, walaupun dia sempat kuliah dua tahun tapi tak mendapatkan gelar sarjana apapun.
"Apakah kita harus mempercayakan perusahaan dipimpin oleh seseorang yang memiliki pendidikan rendah?"
Nathalie mulai menjawab ketika mendapatkan instruksi dari Dilan, dia pura-pura bersikap elegan, sesuai yang Dilan perintahkan, dan juga menjawabnya dengan begitu tenang. "Apa anda kenal pengusaha ternama Richard Branson? Dia adalah pengusaha yang berasal dari negara Inggris, pemilik Virgin Group itu mampu menjadi seorang CEO yang sukses walaupun tidak memiliki pendidikan yang tinggi, bahkan bisa membangun 500 anak perusahaan. Itu terbukti bahwa melihat suksesnya seseorang, layak atau tidak layak, bukan berdasarkan gelar atau apapun itu, tapi kemampuan menjadi seorang pemimpin yang lebih penting, dan kinerja adalah sebuah bukti yang nyata. Dan saya akan membuktikannya setelah saya menjadi CEO nanti."
Semua orang yang ada di sana nampak takjub dengan jawaban demi jawaban yang dijawab oleh Nathalie dengan begitu tenang dan nada yang begitu tegas.
Pengacara Kenzi mulai berbicara kembali. "Tujuan saya memperkenalkan Nona Nathalie adalah agar mendapatkan persetujuan dan dukungan juga dari anda semua sebagai pemegang saham disini."
Pak Immanuel mengangkat tangannya. "Baiklah saya setuju memberikan kesempatan kepada Nona Nathalie untuk menjadi CEO di Niroga."
Lalu diikuti oleh Bu Desi dan Bu Puspa, mereka mengangkat satu tangannya, pertanda setuju dan memberikan kesempatan kepada Nathalie untuk menjadi CEO di sana. Sementara Pak Adnan dan Pak Randy lebih memilih diam.
Tiga lawan dua, ditambah karena Dilan yang menunjuk Nathalie menjadi CEO di sana, sebagai pemegang saham terbesar di Niroga Group dan juga pemilik Niroga Group. Sehingga hasilnya menjadi empat lawan dua, sebuah keputusan yang mutlak bahwa Nathalie telah mendapatkan dukungan dari para pemegang saham.
...****************...
Malam ini telah diadakan sebuah pesta penyambutan CEO baru di Niroga Group, yang pastinya sangat meriah sekali, dengan dihadiri oleh banyak petinggi di Niroga Group, para pemegang saham, seluruh karyawan yang terpilih di Niroga Group, dan juga para selebritis yang bernaung di salah satu anak perusahaan dari bagian Niroga.
Mereka semua bertepuk tangan dengan sangat meriah ketika sang moderator menyebutkan nama CEO baru. "Nathalie Anastasya!"
Nathalia pun naik ke atas panggung, dia harus terlihat rileks, tidak boleh terlihat tegang. Dia berjalan dengan elegan. Lalu berdiri disamping Selena dan juga moderator diatas panggung sana.
Wajah Selena terlihat sangat memerah, malam ini dia sangat merasa dipermalukan, dan harga dirinya seakan jatuh sejatuh-jatuhnya, padahal dia sudah sangat percaya diri bahwa dialah yang akan menjadi CEO baru di Niroga.
Begitu juga Justin, dia nampak mematung, memperhatikan mantan cleaning servis itu, mengapa bisa menjadi CEO di Niroga Group?
Bukan hanya mereka, begitupun Nino, kebetulan dia hadir diacara pesta yang sangat penting itu, dia nampak tertegun, rasanya tak percaya bahwa wanita yang telah dia campakan itu mengapa bisa menjadi CEO di perusahaan induk tempat dia bernaung sebagai seorang aktor.
"Bukankah itu wanita yang ada di sebelah apartemen kamu, sayang?" tanya Rebecca kepada kekasihnya, Nino.
Nino tak menjawab pertanyaan dari Rebecca, dia langsung menarik tangannya yang dari tadi digandeng oleh sang kekasih, matanya fokus memperhatikan sang mantan kekasih yang sedang berdiri diatas panggung dengan begitu elegan dan sangat terlihat cantik, sebagai CEO baru dari Niroga Group.