NovelToon NovelToon
MAHAR LIMA MILIAR DARI SUAMI PENGANGGURAN

MAHAR LIMA MILIAR DARI SUAMI PENGANGGURAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Cinta setelah menikah / Romansa pedesaan / Konglomerat berpura-pura miskin / CEO / Nikahmuda
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Prettyies

Selina Saraswati, dokter muda baru lulus, tiba-tiba dijodohkan dengan Raden Adipati Wijaya — pria tampan yang terkenal sebagai pengangguran abadi dan kerap ditolak banyak perempuan.

Semua orang bertanya-tanya mengapa Selina harus dijodohkan dengannya. Namun kejutan terbesar terjadi saat akad: Raden Adipati menyerahkan mahar lima miliar rupiah.

Dari mana pria pengangguran itu mendapatkan uang sebanyak itu?
Siapa sebenarnya Raden Adipati Wijaya — lelaki misterius yang tampak biasa, tapi menyimpan rahasia besar di balik senyum santainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prettyies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mall

Adipati tiba-tiba bangkit dari ranjang, wajahnya merah menahan diri.

“Ayo mandi. Habis itu kita sarapan di luar… sekalian belanja perabotan rumah.”

Nada suaranya dingin, berusaha tetap tenang.

Ia cepat turun dari ranjang dan masuk kamar mandi, menutup pintu sedikit keras.

Selina memegang dadanya sendiri.

“Kenapa jantungku berdetak sekencang ini kalau lihat wajah dia…” gumamnya lirih.

Tak lama, pintu kamar mandi terbuka.

Adipati keluar hanya dengan handuk melilit pinggang, rambut masih basah, tetesan air mengalir di dada bidang dan perut sixpacknya.

Aroma sabun maskulin langsung memenuhi kamar.

Selina menoleh—lalu langsung menelan ludah.

“Ya Allah… itu perut atau papan catur…” ia panik dalam hati.

Adipati mengeringkan rambut sambil berkata dingin,

“Sana mandi.”

Ia mengambil pakaiannya tanpa menatap Selina.

Selina gugup turun dari ranjang.

“I-iya, mas…”

Ia masuk kamar mandi sambil membawa pikirannya yang semakin kacau.

Usai Mandi

Ketika keluar, Adipati sudah tidak ada di kamar.

Selina mengenakan pakaian, merapikan rambut, lalu turun ke lantai satu.

“Mas…?”

Ia mencari.

Adipati muncul keluar dari ruang kerjanya sambil memegang kunci mobil.

“Ayo.”

Ia berjalan ke arah mobil McLaren.

Selina mengerjap.

“Masih gak percaya mobil ini punya dia…” batinnya.

Adipati membuka pintu untuknya.

“Masuk.”

Selina duduk gugup.

“Makasih, mas…”

Adipati masuk ke sisi pengemudi.

Selina hendak memasang seat belt… tapi tangannya gemetar.

Gespernya tak masuk-masuk.

“Kenapa sih susah banget—”

Adipati mendesah pelan.

“Sini.”

Ia mendekat.

Tubuhnya condong menutupi Selina.

Aroma parfumnya kuat, hangat, maskulin—membuat Selina hampir lupa cara bernapas.

Tangan Adipati meraih seat belt perlahan.

Wajah mereka hanya beberapa sentimeter.

Mata bertemu.

Jantung dua-duanya langsung kacau balau.

Selina mematung.

Pipinya memerah seperti kepiting rebus.

Adipati yang pertama tersadar, cepat menekan sabuk pengamannya—

“Klik.”

Ia menjauh, wajahnya juga sedikit memerah.

“Sudah.”

Selina buru-buru menoleh ke jendela, menyembunyikan wajahnya.

“I-iya… terima kasih mas…”

Adipati menghela napas panjang lalu menyalakan mobil.

“Pegangan.”

Nada suaranya datar, tapi telinganya merah.

Selina meremas rok sendiri untuk menenangkan jantung yang berdegup kacau.

Mobil melaju dengan tenang di jalan raya. Di dalam kabin, suasana canggung menggantung di antara mereka.

Adipati akhirnya membuka suara.

"Kamu mau sarapan apa, Lin?"

Selina menatap keluar jendela.

"Apa aja, Mas. Aku ikut aja."

Adipati meliriknya sekilas.

"Kalau gitu… gimana kalau kita sarapan nasi goreng Soalria di mall? Kamu mau?"

Selina mengangkat alis.

"Di mall? Kamu yakin?"

"Iya. Emang kenapa?" Adipati tersenyum tipis.

"Mas punya uang, tenang aja. Biar rumah cepat rapi."

Selina menghela napas pelan.

"Aku bukan ngeraguin kamu… cuma takut uang kamu kurang."

"Hei," Adipati menoleh sebentar, "Santai aja aku punya uang kok. Aku yang ngajak, jadi ikut aja."

Mobil memasuki basement parkiran mall. Keduanya turun, berjalan berdampingan menuju eskalator. Selina menahan tasnya karena tangannya sedikit gemetar.

Adipati memperhatikan.

"Kamu dingin? Mau pegangan?"

Selina buru-buru menggeleng.

"Nggak, Mas. Aku cuma… belum biasa aja jalan berdua kamu di tempat ramai."

Adipati tertawa kecil.

"Nanti juga biasa. Ayo, lantai empat."

Mereka tiba di area foodcourt yang masih sepi. Seorang pelayan langsung menyapa dengan senyum ramah.

"Selamat pagi, Bapak Ibu. Mau pesan apa?"

Adipati melihat ke Selina.

"Kamu duluan, Lin."

Selina membaca menu sebentar.

"Aku… nasi goreng seafood. Pedasnya sedang aja ya, Mbak."

Pelayan mencatat.

"Baik. Minumnya?"

"Es lemon tea."

Adipati kemudian memesan.

"Saya satu nasi goreng spesial, pedas level dua. Minumnya air putih aja."

Pelayan mengangguk.

"Baik, pesanannya segera kami buat. Silakan duduk dulu."

Setelah pelayan pergi, Selina menatap meja, berusaha mencairkan suasana.

"Mas, kamu suka ya nasi goreng level dua?"

Adipati terkekeh.

"Suka. Tapi kalau kamu gak kuat pedas, jangan ikut-ikutan levelku, nanti aku yang repot."

Selina tersenyum malu.

"Aku kan gak manja seperti yang kamu pikir."

"Belum tentu," Adipati menyandarkan tubuh.

"Nanti ketahuan aslinya."

Selina pura-pura manyun.

"Mas suka yah ngegodain?"

"Kalau yang digodain kayak kamu, ya suka."

Selina tersedak napasnya sendiri.

"Mas… ngomongnya kok gitu…"

Adipati hanya menahan tawa.

"Biar kamu gak tegang. Dari tadi wajahmu kaku banget."

"Ya gimana… aku masih canggung."

"Santai. Kita makan dulu, nanti habis itu baru belanja perabot. Kamu pilih yang kamu suka."

Selina menatapnya, sedikit ragu.

"Beneran boleh pilih?"

"Beneran. Kamu kan yang bakal paling sering pakai semuanya di rumah."

Untuk pertama kalinya, Selina tersenyum lebih lebar.

"Makasih ya, Mas."

Adipati menatapnya sebentar, lembut.

"Sama-sama. Mas cuma mau kamu nyaman dengan hubungan kita."

1
Ayu
lanjut kak
Ayu
seru
wagiyah baru
ditunggu kelanjutannya kak
wagiyah baru
seru
Scarlett Rose
lanjut kak🤭
Scarlett Rose
lanjut kak
Anonymous
lanjut heeh
Anonymous
lanjut thor🤭
Scarlett Rose
lanjut kak
Anonymous
lanjut
wagiyah baru
lanjut kak
wagiyah baru
lanjut
Scarlett Rose
seru
Scarlett Rose
lanjut kak
Anonymous
lanjut
Scarlett Rose
lanjut kak
Anonymous
lanjut thor
Ayu
lanjut kak
Ayu
lanjut kqk
Bambang
lanjt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!