NovelToon NovelToon
Dalam Derasnya Hujan

Dalam Derasnya Hujan

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Duda / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:98.1k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Gemintang Dahayu mampu bertahan menghadapi gosip. Ia mampu bertahan menghadapi kematian suaminya, Guntur Rimba Buana, orang paling kaya di daerahnya yang Tiga Puluh tahun lebih tua darinya. Tapi ia takut dan tidak akan sanggup menghadapi Raden Matahari Terbit Buana, putra suaminya.

Bertahun-tahun sebelum ia menikah, ketika ia dan Raden masih remaja dalam derai hujan pria itu memperkenalkan Gemintang pada cinta pertama yang menggetarkan. Lalu pria itu pergi, membuat hatinya hancur.

Tapi sekarang Raden kembali…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

"SELAMAT PAGI.” Gemintang memasuki dapur dan langsung melangkah ke mesin pembuat kopi. Dituangkannya secangkir penuh kopi. Ketika ia berjalan menuju meja, matanya berusaha menghindari pandangan Raden, yang sudah duduk lebih dulu di ruangan itu.

“Aku menelepon dokter pagi ini,” ucap Heny, sambil membalik-balik telur di wajan.

“Dokter? Mengapa?”

“Wajahmu itu sangat pucat, itulah sebabnya,” jawab Heny. “Aku tahu kau kurang tidur. Lihat lingkaran hitam di bawah matamu, kau perlu obat tidur atau penenang atau obat sejenis itulah.”

“Tidak, aku tidak memerlukannya,” jawab Gemintang sambil duduk di seberang Raden.

“Kau tahu kau sedih dan berduka atas kepergian suamimu, tapi kau juga harus menjaga kesehatanmu."

Gemintang melirik Raden sepintas, rupanya Raden pun tengah menatapnya dari balik cangkir kopi. Gemintang membuang pandang lebih dulu. “Aku tidak perlu dokter.”

Heny menarik napas, tidak memedulikan penolakan Gemintang. “Hmmm, sarapan yang banyak, paling tidak,” ucap Heny. Ditumpuknya telur di piring, lalu disodorkannya ke hadapan Gemintang. “Ayo, makanlah. Aku akan ke atas, membangunkan Laura."

“Laura tidak ada di kamarnya,” jawab Gemintang, sambil mengaduk krim di dalam kopinya. “Tadi aku ke kamarnya sebelum turun.” Gemintang ingin turun bersama Laura, namun ternyata Laura tidak ada di kamarnya.

Raden meletakkan garpunya di piring. Heny berbalik, tangannya memegang piring berisi roti bakar. “Ke mana dia? Kau tidak melihatnya sepagian ini?” tanya Raden pada Heny.

“Aku tidak tahu, jika aku tahu tentunaku tidak akan berencana ke kamarnya?”

Raden melemparkan serbet ke meja dan bangkit. Ia melangkah ke pintu belakang.

“Raden!” teriak Gemintang sembari mengejarnya, ketika ia sampai di anak tangga teras, Raden tampak menuju kandang kuda. “Raden!” panggil Gemintang sambil terus mengejarnya dan mempercepat langkah.

Sesampainya di pintu kandang kuda, ia berbalik ke arah Gemintang. “Diam!”

“Kau tidak boleh memperlakukan mereka begitu, Raden!” cegah Gemintang, keberatan.

“Jangan ikut campur.”

Gemintang merasa harus ikut campur karena melihat Raden akan menghancurkan kesempatan Laura untuk mendapatkan kebahagiaan. “Laura bukan anak kecil lagi.”

“Berdasarkan kemampuan berpikirnya, ia masih kecil.” Raden membuka pintu, ia memasuki bangunan yang hanya diterangi lampur kecil itu, Gemintang mengikuti di belakangnya.

Laura dan Adit mendengar derap langkah Raden, mereka saling menjauhkan diri. Namun sialnya, Raden telah terlebih dahulu melihat Adit mencium Laura, adiknya, dengan mesra. Melihat tubuh Laura yang dirapatkan ke tubuh Adit, melihat Adit mengelus-elus payudara Laura.

Teriakan marah Raden membuat darah Gemintang serasa membeku seketika. Raden langsung menghampiri Adit, mencengkeram kemejanya, dan mengempaskannya ke lantai.

Gemintang yakin perbuatan Raden itu, hampir meretakkan kaki palsu Adit.

Raden mendaratkan tinjunya di perut Adit dan membuat Adit terpental ke sisi kandang. Kemudian, sebelum sempat ia berdiri, tinju Raden kembali menghantam dagunya.

Laura berteriak sembari mengentak-entakkan kaki. Ia menghambur ke arah kedua laki‐laki yang berkelahi itu, tetapi Gemintang menyambarnya dan menariknya ke tepi.

Naluri petarung Adit bangkit dan ia berdiri untuk membalas Raden. Ketika hantaman tinju bersarang di hidung Raden, membuat hidungnya mengucurkan darah, Laura kembali berteriak dan lari meninggalkan tempat itu.

“Hentikan!” teriak Gemintang. “Hentikan, kalian berdua!”

Tinju dan kaki saling hantam. Mereka bergulat di kandang kuda itu, saling mendaratkan tinju.

Gemintang menghambur di antara dua lelaki yang tengah berkelahi itu. “Hentikan. Kalian berdua. Apakah kalian sudah kehilangan akal sehat?” Akhirnya Gemintang berhasil berdiri di antara kedua petarung tersebut, yang megap-megap dan berlumuran darah.

Ketika Raden akhirnya bisa bernapas normal lagi, ia menatap Adit dengan penuh kebencian. “Aku ingin kau meninggalkan tempat ini sekarang juga.”

“Dia akan tetap tinggal di sini,” sergah Gemintang yang membelakangi Adit dan dengan tegas menghadapi Raden. "Dia akan tetap di sini sampai aku memecatnya. Daddymu yang memintaku mempekerjakannya di sini, jadi akulah satu-satunya orang yang boleh memecatnya. Paling tidak, sampai saat pembacaan surat wasiat dan kau mengambil hartamu, serta rumah ini. Sementara ini, sebagai janda dari daddymu, aku yang mengambil keputusan mengenai segala sesuatu yang menyangkut apa pun di sini.”

“Persetan denganmu,” jawab Raden. “Ini soal Laura, bukan rumah ini. Dia memang putri tirimu, tetapi dia adikku.”

“Aku tahu. Semua ini berkaitan dengan Laura.” Dada Gemintang turun-naik karena letupan emosi. Ketika menatap Raden dengan sikap menantang, ia justru merasa makin mencintai Raden dan ingin menghapus luka di wajahnya. Tetapi ia tidak mau menyerah oleh perasaan itu. “Adit sama sekali tidak memperalat Laura. Ia mencintainya, Raden. Laura juga mencintainya.”

“Laura tidak mengerti apa yang dilakukannya.”

“Tidak, ia tahu. Ia mencintai Adit. Apakah kau tak punya nurani? Kalau kau menyuruh Adit pergi, bayangkan apa pendapat Laura tentang dirimu. Kau orang yang dipujanya. Ia mengagumi setiap langkah yang kau lakukan. Segalanya akan hancur bila kau mematahkan hatinya dengan bertindak seperti itu. Tolong, jangan lakukan hal itu, kumohon.”

“Ini demi kebaikannya.”

“Bagaimana kau tahu apa yang terbaik untuk dirinya?”

“Aku tahu, aku kakaknya."

"Apakah kau akan memisahkan mereka seperti Guntur memisahkan kita?”

Raden seperti orang yang kena tinju, bahkan lebih mematikan dari pada hantaman Adit tadi. Matanya nanar menatap Gemintang, tetapi Gemintang bergeming, tanpa mengucapkan sepatah kata pun Raden pergi meninggalkan kandang.

Gemintang merasa seluruh jiwa raganya seperti terbang, ia merasa tubuhnya lemas. Beberapa saat lamanya ia berdiri di tempat, memandangi jerami yang berserakan di lantai dengan mata berkaca‐kaca. Ia berhasil menyudutkan Raden dan pria itu pasti sangat membenci tindakannya itu. Sambil menarik napas panjang, ia mengangkat kepala dan berbalik menghadap Adit.

“Kau tidak apa-apa?”

Adit mengangguk, sambil menyeka darah di bibirnya dengan sapu-tangan. “Ya seperti yang nyonya lihat.” Adit mencoba tersenyum tetapi kemudian meringis kesakitan.

“Biar kuminta Heny mengobati lukamu.”

Adit kembali mengangguk dan Gemintang berbalik. Ketika tiba di ambang pintu kandang, Adit berkata, “Nyonya.” Gemintang menatapnya. Dengan langkah terpincang-pincang Adit menghampiri Gemintang. “Terima kasih, saya sangat menghargai pembelaan Anda untuk saya.”

Gemintang tersenyum getir dan langsung menuju rumah. Dengan galau ia masuk lewat pintu belakang. Dilihatnya Raden duduk memangku Laura. Laura membenamkan wajah ke leher Raden dan menangis tersedu-sedu. “Kau marah padaku. Aku tahu kau marah.”

“Tidak sayang,” hibur Raden lembut sambil mengelus punggungnya. “Aku tidak marah. Aku hanya tidak mau hal buruk menimpa dirimu,Laura, hanya itu.”

“Yang dilakukan Adit padaku bukan hal buruk. Aku mencintainya, kak.”

Mata Raden bertemu mata Gemintang dari balik kepala Laura. “Aku tidak yakin kau mengerti apa arti mencintai pria, Laura. Atau apa makna laki-laki itu mencintaimu.”

“Aku tahu! Aku mencintai Adit dan Adit mencintaiku. Ia tidak akan menyakiti aku.”

Raden tidak mau mengakui kekeliruannya. “Kita akan bicara soal ini nanti. Maafkan aku, aku tadi kehilangan kesabaran.”

Laura tidak mau ditenangkan dengan cara itu. Ia mengangkat kepala dan mencengkeram kemeja Raden. “Kak Raden tidak boleh berkelahi dengan Adit lagi. Berjanjilah, kau tidak akan berkelahi lagi dengannya.”

Raden tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Ia menatap mata Laura dengan tajam dan akhirnya berkata, “Aku berjanji, aku tidak akan berkelahi dengan Adit lagi.”

Perlahan Laura melepaskan cengkeraman tangannya pada kemeja Raden dan dengan manis mencium pipi Raden. “Aku akan membantu Heny mengobati luka-lukanya.” Bagi Laura, persoalan sudah selesai. Ia meninggalkan dapur dan menaiki anak tangga.

“Aku tidak jadi pergi hari ini,” ucap Raden pada Gemintang.

Hati Gemintang melonjak kegirangan, tetapi itu hanya reaksi sementara. Dengan sikap angkuh ia menaikkan dagu. “Apa yang membuatmu berubah pikiran? Apakah kau takut, ketika kau tidak ada, aku akan memengaruhi adik perempuanmu dan menghancurkan reputasi keluargamu?”

Raden menatap Gemintang dalam-dalam, danmenjawab, “Seperti itulah.”

Mata Gemintang berkaca-kaca. Raden tahu persis bagaimana menyakiti Gemintang. “Bagimu, aku hanya barang mainanmu kan, Raden? Kau ciumku sepuasnya, tetapi aku tidak pernah cukup baik untuk menjadi anggota keluargamu.”

“Aku tidak jadi pergi.” Hanya itu yang Raden ucapkan sebelum ia melangkah ke luar ruangan.

1
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee💕
Kok Guntur bgitu yaa..
kalea rizuky
guntur emang gendeng anak gk di bagi warisan hadehh bapak setan
kalea rizuky
ne aki aki uda mati masih aja nyusain
kalea rizuky
ini aku aki g mau ngalah sama anak pdhl. uda mau modarrr
Ersa
jackpot
Ersa
Luar biasa
Ersa
jgn2 Guntur tidak pernah menikahi Gemintang & juga tdk pernah menyentuh Gemintang 🤔
Ersa
mungkinkah Guntur menikahi Gemintang untuk melindungu raden atau Gemintang sendiri?🤔
Evelyne
ini yang selalu gw suka dari Irma... selalu keren kalo bikin cerita dengan alur cerita yang jelas...walau kadang ada alur balik nya...tapi itu tetap jelas agar terbuka latar belakang cerita ini... konflik nya gak di bikin ribet tapi tetap bikin penasaran...ok gw makin suka...👍
Irma: Terima kasih, aku rekomendasiin untuk baca yang Enough sampai selesai karena menurutku ceritanya lebih bagus.😊
total 1 replies
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Wahhh Rendy juga ternyata menaruh hati pada Gemintang😊
Onie Lestary
happy ending ❤
bunda DF 💞
bagus
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
lakukanlah raden karena raden junior ada disana
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
bener gemintang hamil nih
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
mungkinkah akan tumbuh raden junior
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶
akhir yang manis untuk Ragem so sweet dah kalian😘😘😘😘
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶
uwuuuu manisss sekali semoga bahagia selalu ya 😘😘
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶
yuhuuu bener kan akhirnya ragem junior hadir anaknya kira2 dikasih nama siapa ya😄RAGEM aja kali ya 🏃🏃🏃
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶: nah pas kan
kan buat nya bersama2😄
total 2 replies
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶
nahloh gemi hamil nih kayaknya kok elus2 perut🙊
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Raden pergi tanpa menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!