NovelToon NovelToon
Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Rebirth For Love / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Wulandari

Zhen Nuo editor di salah satu platform novel online. Secara tidak sengaja terjebak di dalam dunia novel yang penuh intrik pernikahan. Dengan semua kemampuannya ia berusaha merubah takdirnya sebagai pemeran pendukung. Yang akan terbunuh di bab kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita sama dengan sikap berbeda

Pelayan Guyi memberikan arahan dengan perlahan kepada Selir Yu. Dengan begitu wanita itu bisa menghentikan pendarahan tepat waktu. Sebelum keadaan Kaisar Xiao Chen semakin fatal.

Selir Yu duduk dengan darah yang sudah memenuhi kedua tangannya. Dan gaun yang ia kenakan juga telah penuh darah. "Akhirnya dia terselamatkan. Jika pemeran utama terbunuh di bab awal. Bagaimana bisa ada bab-bab selanjutnya." Menyeka keringat dengan salah satu tangannya. "Zhen Nuo, kenapa kau bisa setanggap ini mengatasi situasi genting. Hebat..." Mengapresiasi dirinya sendiri.

Dia melihat keadaannya yang telah kacau. "Aishh... Percuma saja mandi penuh susu dan bunga juga wawangian. Belum genap satu jam semua sudah tergantikan darah." Bekas darah di tubuhnya sudah mulai mengering. Bau amis dan anyir juga telah menyeruak.

"Selir Yu, saya akan menyiapkan kembali air hangat."

"Tidak perlu. Jika sampai orang lain mengetahui hal ini. Keadaan di istana akan menjadi kacau." Berjongkok. "Aku mandi dengan air dingin yang sudah ada saja. Kau juga harus mandi untuk membersihkan diri," ujar Selir Yu.

"Bagaimana dengan anda jika saya pergi?" Pelayan Guyi menatap khawatir.

"Aku bisa mengatasinya." Selir Yu mantap kearah Kaisar Xiao Chen yang masih terbaring di lantai. "Tapi sebelum itu bantu aku mengangkatnya keatas tempat tidur." Wanita itu telah bersiap untuk mengangkat suaminya.

"Baik."

Di bantu pelayannya, Selir Yu bisa menempatkan Kaisar Xiao Chen ketempat yang lebih nyaman.

Setelahnya, pelayannya di berikan waktu untuk pergi membersihkan dirinya. Ia juga harus segera mandi karena tubuhnya telah berlumuran darah.

Melewati tengah malam wanita itu menarik empat kursi dan di jadikan satu. Dia tempatkan dua selimut untuk membuat kenyamanannya sendiri. "Ini jauh lebih nyaman." Selir Yu merebahkan tubuhnya di atas kursi yang di satukan. Lalu memejamkan kedua matanya.

Waktu silih berganti, dari malam gelap yang di temani cahaya temaram dari lilin-lilin di setiap ujung ruangan. Menjadi sinar matahari yang telah menerobos masuk melalui celah-celah kecil tembok kayu.

Pria yang ada di atas ranjang tempat tidur membuka kedua matanya. Keringatnya terus keluar memenuhi tubuhnya. Baju yang ia kenakan juga telah terbuka. Dan hanya menyisakan celana dalam saja. "Ini?" Dia melihat dari balik kelambu. Selir Yu masih tertidur lelap di atas empat kursi yang di satukan. Kaisar Xiao Chen berusaha untuk bangun dari tempat tidur itu. Namun tubuhnya terlalu lemah untuk bangkit.

"Aaahhh..." Selir Yu merenggangkan tubuhnya. "Ahh..."

Brkakk...

Wanita itu terjatuh dari kursi yang ia tiduri. "Issssttt..." Dia lupa jika dirinya hanya tidur di empat kursi kecil. "Aaa..." Di saat dia bangkit. Selir Yu melihat Kaisar Xiao Chen sudah membuka kedua matanya. "Kau sudah bangun." Mengibaskan gaun yang ia kenakan.

Selir Yu berjalan mendekat menyibak kelambu yang telah menutupi tempat tidur. Melihat tubuh pria itu di penuhi keringat, dia mengambil kain bersih berniat menyeka keringatnya.

"Tidak perlu, biar aku sendiri saja." Suara Kaisar Xiao Chen masih menahan rasa sakit. Bekas tusukan di bagian perut membuat luka yang cukup parah. Namun tatapan matanya seperti seorang perjaka yang telah kehilangan kesuciannya.

Wanita itu memandangi tubuh pria di atas tempat tidur dari ujung rambut hingga kaki. "Tenang saja, aku tidak sekejam itu. Kesucianmu masih aman." Menepuk pundak suaminya. Dari pandangan matanya saja Selir Yu tahu lintasan pikiran pria itu. Dia berusaha menahan tawanya.

Kaisar Xiao Chen berusaha untuk bangkit. Tapi tubuhnya di tahan Selir Yu. "Dengan luka separah ini. Apa kau pikir bisa melawan kekuatanku?Tetap diam sebelum aku mengerayangi bagian terpenting di tubuhmu."

Mendengar itu Kaisar Xiao Chen langsung diam seperti patung.

"Sangat patuh." Selir Yu segara mengusap perlahan dari wajah turun keleher. Lalu menuju perut sixpack yang penuh otot mengiurkan. Air liur wanita itu hampir saja jatuh melihat tubuh atletis Kaisar Xiao Chen. "Meksi hanya dua dimensi tapi tubuh sempurna ini terlihat sangat nyata," gumamnya pelan.

Tatapan Selir Yu yang sudah seperti serigala yang akan memangsa ayam. Membuat Kaisar Xiao Chen menghentikan pergerakan tangannya. "Jangan melampaui batas."

Selir Yu menatap malas. "Aku hanya membantu. Tapi kenapa ucapanmu seperti isi kepalaku di penuhi pikiran kotor."

"Bukankah memang begitu!"

Selir Yu memutar kedua matanya. Melemparkan kain bekas keringat di wadah gaun kotor. Wanita itu bangkit mengambilkan air minum untuk suaminya. "Masih hangat." Menyodorkan gelas berisi air hangat di dalamnya.

"Terima kasih." Kaisar Xiao Chen menerimanya lalu menghabiskan semua air yang ada di dalam gelas. Dia sesekali melihat kearah wanita yang terlihat berbeda. Dari raut wajah bahkan nada bicara semua berbeda. Sikapnya terhadap dirinya juga seperti telah berganti orang lain. "Kau sakit?"

Mendengar itu raut wajah Selir Yu berubah menjadi semakin jutek. "Kau yang sakit." Berjalan menuju kearah meja lalu mengambil teko. Tanpa gelas, teko di tuangkan langsung ke mulutnya. Membuat air meluncur bebas langsung masuk ke tenggorokannya.

Kaisar Xiao Chen bangun lalu menarik perlahan tubuhnya agar dapat di sandarkan pada pembatas tempat tidur. "Kabarkan kepada semua orang jika malam ini aku telah bermalam di kamarmu."

Selir Yu melirik sebentar lalu melihat kearah lain lagi. Dia memakan buah apel yang tersedia di atas meja. "Tidak mau."

"Kenapa? Bukankah pengakuan ini yang selalu kau inginkan dariku?" Ujar Kaisar Xiao Chen.

"Dulu mungkin iya. Tapi sekarang tidak perlu. Aku tidak ingin terlalu terikat denganmu. Jika sudah bisa bergerak kau bisa keluar dari kamar ini dari jendela." Melihat kembali kearah Kaisar Xiao Chen. "Kau mungkin butuh bantuan lain." Dia menarik salah satu kursi mengarahkannya tepat di bawah jendela. "Yang Mulia, silakan." Menunggu dengan tenang sembari mengunyah buah apel di tangannya.

Bibir Kaisar Xiao Chen menyungging. Dia benar-benar tidak pernah berpikir wanita yang selalu mengganggunya. Akan bersiap dingin dan acuh kepadanya di saat kesempatan itu datang.

Pria itu bangkit memakai bajunya lagi. Dia berjalan menuju kearah jendela. Dengan tatapan memelas dia mencoba bernegosiasi dengan wanita yang terlibat acuh akan dirinya.

"Yang Mulia, silakan." Selir Yu menatap santai sembari menghabiskan buah apel di tangannya.

Melihat sikap Selir Yu, Kaisar Xiao Chen juga tidak bisa berbuat banyak. Telah mendapatkan perawatan darinya sehingga nyawanya tidak melayang saja. Sudah sangat membuatnya bersyukur.

Demmm...

Kaisar Xiao Chen benar-benar melompat turun dari jendela kamar Selirnya. Dia segara pergi mencari jalan memutar agar bisa terhindar dari patroli prajurit penjaga istana.

Dree...

Pria itu juga masuk kedalam kamar utamanya melalui jendela.

Di dalam ruangan kamar, pengawal setianya telah menunggu dengan cemas. "Yang Mulia." Dia berlari menyerat jubah emas yang ia kenakan. Setelah Kaisar Xiao Chen kembali. "Apa anda menghadapi masalah? Kenapa sampai matahari terbit anda baru kembali."

Dia duduk di atas tempat tidur dengan menarik napas dalam. Baru menghembuskannya keluar di saat pantasnya telah menyatu dengan ranjang. Perlahan dia membuka baju yang ia kenakan. Sehingga memperlihatkan bekas luka yang telah mendapatkan perawatan.

"Siapa yang telah membuat anda terluka seperti ini, Yang Mulia?" Pengawal Zhu Wan menatap khawatir.

"Kediaman Paman Raja terlalu ketat dan sulit di tembus. Aku mendapatkan luka ini setelah melawan dua puluh penjaga tersembunyi yang ada di sana. Mereka terlalu kuat bahkan satu orang bisa melawan sepuluh prajurit terlatih," ujar Kaisar Xiao Chen.

1
Ai
crazy up donk thor😄
Susilawati
lanjut thor
Susilawati
tahan tahan diri mu selir Yu
Susilawati
selir Yu kenapa pingsan nya sebentar aja, seharusnya di lama2in sampai besok paginya baru sadar
Susilawati
seharusnya kaisar dan selir Yu bersatu utk menggulingkan ibu Suri agung
Susilawati
jgn lemah Yu Jian, keadilan harus di tegak kan
Susilawati
mantap selir Yu, kamu harus berani melawan ketidakadilan walaupun itu ayahmu sendiri
Susilawati
ckckck ternyata ayahnya selir Yu selain gila jabatan juga gila uang
Susilawati
yahhh kenapa gosip nya harus di hentikan padahal lagi seru2 nya
Ai
up nya yang banyak kak author, semangatttt💪
Susilawati
pantas saja selir Yu yg asli sangat kejam, krn dia terus di tekan oleh ayahnya.
mungkin sebenarnya selir Yu ingin melindungi adiknya makanya dia melarang ayahnya mengirim adiknya ke istana krn selir Yu tahu bagaimana sulit dan bahaya nya tinggal di istana
Susilawati
pantas saja kaisar masih membiarkan selir Yu hidup, rupanya ada yg dia ingin kan.
Susilawati
kebencian yg akan berubah menjadi kecintaan yg mendalam
Susilawati
jahat bangt sih kalo benar selir Zhang membunuh pelayan nya sendiri hanya utk memfitnah selir Yu.
Susilawati
tidak apa2 Zhen Nuo, ini hanya dunia novel, itu yg harus kamu ingat
Susilawati
dasar gila si selir Yu 😄😄😄
Susilawati
Untung aja Zhen Nuo atau selir Yu ingat adegan selanjutnya dan langsung berbalik ke kamar nya kaisar, tapi kok bisa pembunuh masuk ke kediaman kaisar, pasti ada pengkhianat nih dlm istana
Susilawati
hahaha saking takut nya si selir Yu, sampai sembunyi dikolong ranjang, ngejar katak lah sampai mau lompat ke danau segala,
Susilawati
bagus selir Yu, bikin kaisar penasaran dgn perubahan sikap mu biar dia yg ngejar2 kamu
Susilawati
apa sejahat itu selir Yu, hingga adik nya sendiri pun terlihat takut kepada nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!