Perjanjian antara sang Daddy dan Queena, jika dia sudah berusia 18 tahun dia diperbolehkan berpacaran.
"Daddy! Aku sudah mempunyai pacar! Aku sangat menyukainya."
Saat Queena mengatakannya, seakan dunia menjadi gelap. Vard Ramberd seketika emosi. Ia tak rela pria lain memiliki Queena, gadis itu adalah miliknya!
Dengan kasar Vard memanggul tubuh Queena di pundaknya, menjatuhkan gadis itu ke atas ranjang menindihnya. "Queena, kau selamanya adalah milikku!"
Setelah Vard menodai paksa Queena, gadis itu memandang penuh benci pada sang Daddy. "Aku membencimu, Vard Ramberd! AKU MEMBENCIMU!!!"
---Kuy ikuti kisahnya, lovers ♡
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jadi Dia Adalah Krystal.
Vard membawa Xavier berbicara di tendanya, ia menyuruh Taylor berjaga di depan tenda Justin menjaga Queena.
Setelah mendengar penuturan Vard tentang cerita Esther di masa lalu, tubuh Xavier bergetar hebat, " Krystal... Jadi dia adalah krystal... Esther adalah Krystal..."
Vard berdiri mengambil air minum lalu menyodorkan nya pada lelaki yang pernah menjadi tunangan Queena di masa kecil, saat mencari informasi tentang Xavier ia langsung mengetahui hubungan Xavier sebenarnya dengan Queena dan itu lah yang membuatnya semakin cemburu.
Xavier meminum dengan sekali teguk, berita itu membuat hatinya gembira sekaligus sedih karena dia tak ada di saat Krystal selalu membutuhkan nya dulu. "Vard, karena kau sudah jujur aku akan memaafkan mu karena pernah menyakiti Krystal. Aku akan mengembalikan Krsytal pada tempatnya. Kau harus berhati-hati dengan keluarga Sabrina, mereka-"
Drrtttttt Drttttttt.
Ponsel yang berada dalam kantong jas Xavier bergetar, ia merogoh ponsel mengangkatnya. Keningnya mengerut, baru saja ia mengatakan tentang keluarga Sabrina, kakak laki-laki Sabrina menelepon. "Ada apa, Dex?"
"Kakak! Kakak tolong aku... Argghttt! Tidak!"
"Jenny! Jenny!"
"Halo, Xavier. Adik ipar tercintaku, hahaha..."
"Dex, kau apakan adikku?!"
"Aku hanya membawanya bersenang-senang, kata adikku Sabrina kau telah menyakitinya. Sekarang aku hanya akan membalasmu! Kau sudah tau bukan akibat mempermainkan kelurgaku."
Xavier mondar-mandir memikirkan cara agar pria bajingan dari keluarga Oliver itu tidak menyentuh adik perempuan nya, "Dex, jangan gegabah. Jika kau macam-macam Papaku akan menghajarmu bahkan aku akan membunuhmu."
"Papamu takkan berani! Dia masih membutuhkan keluargaku, dan kau Xavier tidak akan pernah bisa membunuhku... Jadi? Apa kau ingin aku menyakiti adikmu atau kau meminta maaf pada adikku dan kembali bersamanya. Aku dengar dari Sabrina, kau sudah berani bermain wanita di belakangnya. Pertama aku akan menikmati tubuh adik perempuan mu lalu akan memburu wanita kekasih barumu itu dan membunuh mereka berdua. Bagaimana?"
"Aku akan meminta maaf pada Sabrina, jangan sakiti adikku dan wanita itu. Aku akan datang pada Sabrina! Kau dengar itu bajingan!"
"Hahaha... Tentu saja aku mendengar jelas, pergilah temui adikku. Setelah itu baru aku akan melepaskan adikmu-"
Tuuuuttt....
"Halo! Dex! Sialan!" Xavier menggenggam ponselnya erat seakan ingin meremukkan nya.
"Ada apa dengan adikmu? Dex berbuat macam-macam padanya?"
Xavier mengangguk, ia memijit kepala nya yang pusing. "Aku harus pergi, Krystal-"
"Tidak apa-apa, pergilah. Queena aman denganku, masalah adikmu mau aku bantu?" tawar Vard.
"Aku bisa menyelesaikan nya sendiri, Dex tidak akan berbuat sesuatu pada adikku jika aku berbaikan dengan Sabrina."
"Jika butuh bantuan, hubungi aku."
Xavier menatap Vard dan mengangguk, " Jaga Krystal, aku pergi. Aku tak bisa berpamitan padanya."
Vard menatap kepergian Xavier mengendarai mobil pergi dari perkemahan. Ia berjalan ke tenda Justin, melihat Taylor masih berjaga disana. Ia lalu melangkahkan kakinya ke tenda Taylor, membuka tirai pintu tenda masuk ke dalam.
Vard melihat putranya sedang berbaring tertidur, wajah anak nya sembab karena menangis. Saat mendengar kejujuran Justin tentang keahlian putra-nya itu, ia sama seperti Queena. Hatinya sakit, bocah yang baru berusia 7 tahun sudah harus memegang senjata untuk melindungi Mommy-nya, seharusnya dia lah yang lelaki dewasa yang harus melindungi Queena dan putra mereka. Dia menyesalinya, jika saja dulu dia dengan sabar menyatakan perasaan nya pada Queena, "Haaahhhh..."
Vard memangku tubuh putranya, memindahkan ke dalam tenda miliknya yang besar. Setelah itu ia keluar dari tenda kembali ke tenda Justin dimana ada Queena.
"Taylor, pergilah berjaga di tendaku. Aku memindahkan Justin kesana, biar aku berjaga disini."
Taylor mengangguk, ia masuk terlebih dahulu ke tendanya mengambil dua selimut dan memberikan satu selimut nya pada Tuan-nya.
Sejak pukul 2 pagi, Vard menunggu diluar tenda membungkus tubuhnya dengan selimut.
Sedangkan Xavier setelah menempuh perjalanan kembali selama 4 jam, dia membawa mobilnya ke hotel tempat Sabrina ingin bertemu. Dia sudah menyiapkan hatinya, dia tau apa yang akan terjadi antara dia dan wanita yang dibencinya itu.