Hidup Intan seketika berubah saat ia tiba-tiba harus menjadi seorang perawat bagi pria buta yang arogan.
Meskipun ia sudah melakukan cara agar pria itu memecatnya, namun pria itu justru mempertahankannya.
Kedekatan keduanya pun mulai menumbuhkan benih-benih cinta.
Apakah hubungan percintaan mereka akan berjalan mulus??, baca kisahnya di sini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Setelah menyelesaikan pembayaran uang kuliah Intan, Ibra mengantar Gadis itu ke ruang kelasnya. Sekali lagi Intan berterima kasih kepadanya, "Sekali lagi terima kasih, aku gak tahu kenapa kamu selalu ada saat aku membutuhkan pertolongan. Apakah kau adalah malaikat yang dikirim Tuhan untukku, aku tidak tahu. Yang jelas aku sangat senang bisa memiliki sahabat seperti dirimu," ucap Intan
"Jadi mulai hari ini kita berteman dekat?" tanya Ibra
Intan seketika mengangguk dan memberikan jari kelingkingnya. Pemuda itu segera mengaitkan jarinya hingga kedua jari kelingking mereka menyatu.
"Sekarang masuklah dan kerjakan soal dengan sebaik-baiknya agar kau dapat nilai yang bagus," ucap Ibra kemudian mengusap kepala gadis itu
Ia sengaja membukakan pintu ruangan itu dan mengantar Intan hingga duduk di dalam kelas.
Semua mahasiswa tampak terpukau melihat perhatian sang dosen tampan itu kepada Intan.
"Emm so sweat banget sih pak Anton?" ucap salah seorang mahasiswi
Ibra kemudian berpamitan dengan sang dosen pengawas ujian dan memberikan semangat kepada Intan dari kejauhan.
Sementara itu Kenzo yang baru selesai meeting langsung membuka ponselnya. Saat ia melihat begitu banyak panggilan masuk dari Intan ia segera menelpon balik gadis itu. Namun sayangnya ponsel Intan sengaja dimatikan karena sedang ujian.
"Astaga, maafin gue Intan, aku baru bisa buka hp," Kenzo segera berlari keluar dan membawa mobilnya menuju kampus Intan
Setibanya di sana, ia segera berlari menuju bagian administrasi. Namun Ken begitu terkejut saat mengetahui uang kuliah Intan sudah di bayar.
Ia semakin kesal saat tahu Ibra yang membayar uang kuliah gadis itu.
"Kenapa harus dia!" gerutunya
Ia menyempatkan diri melihat Intan yang sedang mengerjakan ujian sebelum pergi.
"Maaf aku tak bisa menjadi seseorang yang bisa kamu andalkan, tapi percayalah aku akan selalu ada untukmu kapanpun dan dimanapun. Semangat ya ujiannya," ucap Kenzo kemudian bergegas pergi.
Siang itu Kenzo mengunjungi sebuah mall di pusat kota untuk mengecek penjualan produk mie instan mereka.
Seorang manajer pemasaran Mall menyambut kedatangannya.
Mereka segera mengajak Kenzo masuk ke mall untuk melihat etalase dan berinteraksi langsung dengan para pembeli.
Saat melihat tatanan etalase produknya Kenzo merasa ada yang kurang. Ia juga melihat tak banyak pembeli yang membeli produk unggulannya tersebut.
"Kenapa etalasenya tidak di letakkan di tempat strategis?" tanya Kenzo
"Kami sudah meletakkannya sesuai dengan permintaan Direksi pemasaran Mega Bintang Group, Pak," jawab sang Manajer
Lelaki itu kemudian memberikan dokumen perjanjian pemasangan produk dengan pihak Mega Bintang Group.
Kenzo begitu kecewa dengan manajer pemasaran Mega Bintang Group yang sengaja memilih etalase yang tidak strategis hanya untuk menghemat biasa promosi.
Saat ia hendak merevisi isi surat perjanjian itu Amar melarangnya.
"Kau tahu kan kalau perusahaan kita sedang mengalami krisis, jadi biarkan saja seperti ini. Toh jika memang produk kita benar-benar bagus semua konsumen pasti akan membelinya," bisik Amar
"Tetap saja paman, sebagus apapun produk kita tanpa adanya promosi orang-orang tidak akan pernah tahu. Jadi aku rasa promosi itu sangat penting," jawab Kenzo
"Kalau begitu buatkan promosi yang menarik jangan memindahkan etalase karena kau tahu kan biaya etalase toko yang strategis itu harganya berapa?" tantang Amar
Lelaki itu tampak meremehkan Kenzo dan meninggalkannya.
"Jadi gimana Pak, apa anda jadi memindahkan etalasenya?"
"Emmm," Kenzo terlihat berpikir keras untuk memberikan jawaban yang sesuai
"Tidak jadi," jawan Intan tiba-tiba muncul diantara mereka.
"Intan??" Kenzo terperanjat melihat kedatangan gadis itu
Intan tersenyum dan duduk di sampingnya.
"Kenapa kau kesini, apa ujiannya sudah selesai?" tanya Kenzo
"Udah dong, aku tahu hari ini kamu sibuk banget makanya aku buru-buru kesini setelah ujian selesai," jawab gadis itu
*Deg
Seketika Kenzo merasa tak enak hati saat mengetahui gadis itu begitu peduli dengannya. Sedangkan ia bahkan tak menjawab telponnya saat ia mengharapkan bantuannya.
Maafkan aku Intan, kau begitu baik dan perhatian kepadaku, tapi apa yang aku lakukan padamu, bahkan aku tak sempat membalas pesan singkat mu ataupun mengangkat telpon darimu. Aku memang benar-benar jahat??
"Gimana Pak Kenzo??" tegas sang manajer pemasaran mall
"Oi, jawab jangan bengong aja!" seru Intan mengguncang tubuh pemuda itu
"Ah iya!" jawab Kenzo tampak gugup.
"Sepertinya dia sedang tidak fokus, kalau gitu biar aku yang mewakilinya, boleh kan?" jawab Intan
"Tapi...." sang manajer terlihat agak ragu, namun saat Kenzo mengangguk-anggukkan kepalanya wanita itu langsung mempersilakan Intan berbicara.
"Sepertinya kami tidak akan memindahkan etalase ini karena suatu alasan, tapi kami akan mengadakan event sebentar untuk mempromosikan produk kami, apa boleh?" tanya Intan
"Silakan saja, apa ada yang bisa kami bantu?" jawab sang manajer
"Kami hanya perlu beberapa booth produk kami dan dua orang karyawan untuk membantu kami," jawab Intan
"Baik, kami akan segera menyiapkannya?"
Manajer itu kemudian meninggalkan meraka berdua.
Sementara itu Kenzo terkejut dengan ucapan Intan.
"Kamu beneran mau ngadain event promo di sini??"
"Heem," jawab Intan kemudian berdiri dan menata ulang etalase mie instannya agar terlihat lebih menarik.
"Apa kamu gak cape?" tanya Kenzo lagi
"Sebenarnya cape sih, tapi demi kamu apapun akan aku lakukan," jawab Intan membuat Kenzo langsung terpukau mendengarnya.
"So sweat?" jawab pemuda itu dengan ekspresi terharu
"alay banget sih, kuy bantuin gue!" seru Intan
Ia meminta Kenzo untuk memeganginya saat ia sedang naik ke atas untuk memperbaiki tatanan produk-produk mie instannya.
Kedatangan dua orang SPG cantik membuat atensi Kenzo teralihkan hingga melepaskan kursi yang dinaiki Intan.
*Bruugghhh!!
Seketika ia langsung berbalik dan menghampiri Intan yang jatuh tersungkur ke lantai.
"Ops, sorry Intan, are you ok?" tanyanya sambil membantu wanita itu bangun
Intan seketika memasang ekspresi kesal saat melihat wajah Kenzo yang tersenyum melihatnya.
"Sudah ku bilang pegangin, tapi Kenapa di lepas!" seru Intan membuat Kenzo langsung ketakutan Ia segera mengalihkan perhatiannya dengan melambaikan tangan kearah Ibra yang baru tiba di tempat itu.
"Halo Bro, akhirnya kau datang juga," tukas Kenzo segera bergegas menghampirinya
"Dasar gak bertanggung jawab!" gerutu Intan kemudian membersihkan pakaiannya
Ibra yang melihat Intan kesakitan segera menghampirinya.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanyanya
"Dia baik-baik saja pasti, kau tahu kan kalai dia itu wonder woman jadi mustahil kalau dia kesakitan," sahut Kenzo
"Apaan sih, sakit tahu!" cibir Intan
"Mana yang sakit?" tanya Ibra
"Ini?" jawab Intan menunjukkan tangannya yang lecet
Seketika Ibra langsung meniup luka itu dan mengusapnya lembut.
Ia kemudian meminta seorang spg untuk mengambilkan kotak P3K dan mengobati gadis itu.
Kenzo seketika komat-kamit dan menggerutu kesal melihat keromantisan Ibra.
Melihat Ken yang mulai cemburu membuat Ibra semakin memperlakukan gadis itu semakin romantis.