NovelToon NovelToon
Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Perperangan / Persahabatan / Anime / Barat / Tamat
Popularitas:64k
Nilai: 5
Nama Author: Mirles

Perselisihan antara umat manusia dan bangsa siluman mengakibatkan perang besar yang meluluh lantakan daratan timur, kini perang itu kembali pecah di karenakan bangkitnya kembali siluman penguasa yang ratusan tahun silam dikurung dalam segel oleh seorang pemuda misterius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirles, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misteri di penginapan Seribu Bunga

Saat masuk kedalam penginapan seribu bunga, tetua Nuwa langsung disambut oleh seorang pelayan wanita yang berjaga di depan pintu masuk.

"Selamat sore nyonya, apakah nyonya mau memesan kamar atau nyonya mau menikmati hiburan?" tanya pelayan wanita itu.

"Saya mau memesan kamar, tapi sebelumnya apakah saya boleh melihat lihat penginapan ini sebentar?" tanya tetua Nuwa.

"Tentu saja boleh nyonya, setelah anda selesai melakukan pembayaran, maka nyonya bebas untuk melihat lihat pemandangan yang ada di penginapan seribu bunga," ucap si pelayan dengan sangat ramah.

Pelayan wanita itupun mengantar tetua Nuwa sampai ke depan meja kasir, setelah itu pelayan wanita itu pamit dan berjalan kembali untuk menyambut tamu lainnya yang baru memasuki penginapan seribu bunga.

"Selamat sore nyonya, apa nyonya mau memesan kamar?" tanya seorang kasir yang juga seorang wanita.

"Ya, saya mau memesan satu kamar untuk malam ini," jawab tetua Nuwa.

"Apa hanya untuk satu malam nyonya?"

"Ya, hanya untuk malam ini."

Setelah selesai melakukan pembayaran, kasir wanita itupun memberikan sebuah kunci kamar kepada tetua Nuwa.

"Ini kunci kamarnya nyonya, selamat beristirahat, jika nyonya membutuhkan sesuatu, nyonya bisa memanggil pelayan yang ada disini."

"Terimakasih."

Setelah menerima kunci kamar, tetua Nuwa tidak langsung pergi ke kamarnya melainkan berjalan menyusuri setiap ruangan yang ada di penginapan seribu bunga.

Banyak sekali lukisan indah dan juga beberapa kali grafi yang terpasang di setiap dinding, terdapat juga beberapa bunga menghiasi setiap sudut bangunan.

Tetua Nuwa terus melangkahkan kakinya sampai tiba di halaman belakang. Di halaman belakang penginapan seribu bunga tersedia taman yang sangat indah, taman itu di hiasi oleh berbagai macam tanaman bunga yang sangat cantik.

"Sejauh ini tidak ada tanda-tanda mencurigakan di penginapan ini, mungkinkah apa yang dikatakan ketiga lelaki paruh baya itu memang hanyalah sebatas rumor belaka?" batin tetua Nuwa.

Setelah puas berkeliling dan menikmati pemandangan di taman bunga, tetua Nuwa pun memutuskan untuk kembali kedalam bangunan dan beristirahat di dalam kamar.

Namun saat tetua Nuwa kembali masuk kedalam, tidak sengaja tetua Nuwa melihat utusan Lao Fu sedang menaiki tangga menuju lantai atas.

"Bukankah itu utusan Lao Fu? Kenapa dia juga ada disini? Mungkinkah dia datang untuk menikmati hiburan? Atau dia sedang dalam misi penyelidikan?" berbagai macam pertanyaan kini bersarang di pikiran tetua Nuwa.

Ingin sekali tetua Nuwa menghampiri utusan Lao Fu saat ini juga, namun tidak tetua Nuwa lakukan karena takut mengganggu urusan utusan Lao Fu.

Pada akhirnya tetua Nuwa pun memutuskan untuk beristirahat sejenak didalam kamar.

Setelah membersihkan diri, kini tetua Nuwa duduk di atas ranjang sambil memejamkan kedua matanya, tetua Nuwa membutuhkan ketenangan untuk menggunakan jurus Sound of eart, tetua Nuwa ingin mencari informasi tersembunyi yang ada di penginapan ini.

Banyak sekali suara-suara yang saling bertumpang tindih memasuki Indra pendengaran tetua Nuwa, suara dari beberapa gadis yang bernyanyi dengan sangat merdu di iringi lantunan musik yang begitu indah.

Suara tawa manja dari para gadis dan juga berbagai suara-suara ******* dari beberapa pasangan yang sedang melakukan penyatuan pun masuk kedalam Indra pendengaran tetua Nuwa.

Merasa tidak tahan mendengar berbagai macam suara-suara laknat dari beberapa pasangan yang sedang melakukan proses penyatuan, tetua Nuwa pun memutuskan untuk mengakhiri aktifitasnya.

Namun saat tetua Nuwa akan menarik kembali jurusnya, tetua Nuwa mendengar suara teriakan dari seorang pemuda.

"Aah... Tolong..... Ampun, tolong hentikan. Ini sangat sakit, ach..."

suara dari seorang pemuda masuk ke dalam indra pendengaran tetua Nuwa, meskipun terdengar agak samar, namun tetua Nuwa merasa yakin bahwa ada seorang pemuda yang sedang menahan sakit yang luar biasa. Terbukti dari suara pemuda itu yang terdengar sangat lirih.

"Ha... Ha... Ha.... Inilah bayaran yang setimpal atas kenikmatan yang telah kuberikan... Haha... ha...ha....."

Lengkingan suara tawa seorang wanita sangat memeka kan telinga tetua Nuwa, tetua Nuwa pun segera mengakhiri jurus Sound of eart nya.

Ingin sekali tetua Nuwa menolong pemuda itu, namun tetua Nuwa sadar bahwa tetua Nuwa hanyalah seorang diri, sedangkan tetua Nuwa tidak bisa memprediksi berapa banyak musuh yang nanti harus tetua Nuwa hadapi.

Dan mungkin saja kini si pemuda itu sudah tidak bisa lagi tertolong, mengingat suara dari si pemuda yang sangat memilukan pertanda si pemuda sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan.

"Mungkin saja semua penghuni penginapan seribu bunga ini adalah pelaku dari kejahatan, bahkan para pelayan yang ada disini juga pasti ikut terlibat," batin tetua Nuwa

"Tidak mungkin tidak ada satu orangpun yang menyadari kejanggalan yang ada di penginapan ini, sedangkan mereka setiap hari bekerja disini." tetua Nuwa pun memutuskan untuk segera meninggalkan penginapan seribu bunga.

Dengan cepat tetua Nuwa keluar dari dalam kamar dan melangkahkan kakinya keluar dari penginapan seribu bunga, namun seorang pelayan wanita menghentikan langkah tetua Nuwa dengan pertanyaannya.

"Nyonya, apa nyonya membutuhkan sesuatu?" tanya seorang pelayan wanita.

"Tidak, aku hanya ingin keluar sebentar," tetua Nuwa berusaha bersikap setenang mungkin agar pelayan wanita di depannya tidak merasa curiga.

"Baiklah nyonya, silahkan."

Beruntung si pelayan wanita itu tidak mempersulit tetua Nuwa, sehingga tetua Nuwa bisa keluar dari penginapan seribu bunga dengan mudah.

Tetua Nuwa terus berjalan di kegelapan malam, setelah lama berjalan akhirnya tetua Nuwa sampai di gerbang desa bunga.

Melihat seorang wanita berjalan di malam hari membuat penjaga gerbang merasa heran, penjaga gerbang itupun bertanya pada tetua Nuwa.

"Hei nyonya, anda mau kemana malam-malam begini berjalan sendirian? di luar sana sangatlah berbahaya, sebaiknya nyonya kembalilah dan lanjutkan perjalanan nyonya besok pagi!" salah satu penjaga gerbang mencoba memberi nasihat.

"Aku adalah Nuwa, salah satu tetua di akademi pedang dan sihir." tetua Nuwa pun mengeluarkan tanda pengenalnya sebagai tetua di akademi pedang dan sihir.

Untuk sesaat para penjaga gerbang pun saling melempar pandang pada sesama rekannya, salah satu penjaga gerbang menerima kartu identitas yang tetua Nuwa berikan dan langsung memeriksanya.

Setelah memastikan keaslian dari tanda pengenal yang tetua Nuwa berikan, penjaga gerbang itupun mengembalikan kembali tanda pengenal yang telah ia periksa kepada tetua Nuwa.

Pada akhirnya penjaga gerbang pun membuka sedikit pintu gerbang yang baru saja mereka tutup dan mempersilahkan tetua Nuwa untuk keluar dari desa bunga.

"Silahkan tetua Nuwa, berhati hatilah dalam perjalanan," ucap salah satu penjaga gerbang sambil membukakan pintu gerbang untuk tetua Nuwa.

"Terimakasih."

Tanpa mengenal lelah, tetua Nuwa melakukan perjalanan ke akademi pedang dan sihir tanpa beristirahat.

Setelah hari mulai terang, tetua Nuwa bertemu dengan tiga siswa senior yang sengaja ditinggalkan Jing Mi di atas gunung selatan untuk menunggu tetua Nuwa kembali.

"Salam master."

Ketiga siswa senior langsung memberi hormat setelah melihat kedatangan tetua Nuwa.

"Dimana Jing Mi dan yang lainnya?" tanya tetua Nuwa.

"Senior Jing Mi beserta yang lainnya telah kembali ke akademi, kemarin kami mendapat kabar bahwa tuan muda Guan telah di temukan!"

"Lin'er telah ditemukan? Benarkah itu? Lalu kenapa kalian masih tetap disini!" tetua Nuwa sangat senang mendengar kabar bahwa anak semata wayangnya telah ditemukan.

"Sebenarnya kami semua mencari master Nuwa dari kemarin, namun tidak juga bisa menemukan master, pada akhirnya senior Jing Mi memutuskan untuk kembali ke akademi untuk melapor pada ketua dan meninggalkan kami disini untuk menunggu master jika saja master kembali kesini," salah satu siswa senior menjelaskan.

"Kalau begitu, tunggu apalagi? ayo kita segera kembali ke akademi!" ucap tetua Nuwa dengan penuh semangat.

Di sepanjang perjalanan, tetua Nuwa terus saja mengeluhkan para siswa senior yang berjalan sangat lambat, pada akhirnya tetua Nuwa sudah tidak bisa menunggu ketiga siswa senior lagi dan memutuskan untuk meninggalkan mereka.

Seorang siswa senior perempuan tersenyum penuh misterius saat melihat tetua Nuwa semaki menjauh, kedua teman di sampingnya tidak menyadari bahwa kini satu temannya sedang tersenyum dengan penuh arti.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
apa yg di bisikkan burung cantik itu ke Kien Hua 🤔
🪷🍾⃝ʙᴀʙͩʏᷞ ɢᷰᴇᷠᴍᷧᴏʏ𝓐𝓷𝓷𝓪࿐
mampir kak
𝓐𝔂⃝❥Ŝŵȅȩtŷ⍲᱅Đĕℝëe_👻ᴸᴷ
Apa yang di katakan tetua betul, yakin pada diri sendiri yang utama. Kalau kalian ngga yakin dan percaya pada diri sendiri ya ngga akan bisa
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Zhi lin sangat baik walaupun kamu setengah siluman 😣
Nuri
gaun Lin akan jadi pahlawan dimasa depan 👍
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
siluman rubah itu dah tau akan kalah kali makannya tertawa hihi
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
wah wah kejam kenapa kau melakukannya hah emang ada salah kah dia padamu
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
nah bener kan ngek ujungnya terlalu percaya sih jadi orang kena kan ngalamat sudah nyawa mu
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ♉🏫⃟Sᵐᵖ
ngebayangin bikin merinding & mual apa lg yg melihat didepan mata mu sendiri y Mingshu, itu serigala berebutan makan mayat orang 🤢
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ♉🏫⃟Sᵐᵖ
gak Puy penglihatan pasti km mempunyai kelebihan yg lain y Lien Hua, yg gak bs dimiliki oleh manusia normal
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
haish Tian Bao pegu ini nih karena dah terlanjur cinta ma tuh rubah sampai kagak ada rasa curiga nya sama sekali, titeni sih pas mendekat pasti siluman rubah langsung menebas nya
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
dusta kau mengatakan itu semua wahai siluman rubah, jangan percaya itu cuma siasat dia aja tuh
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
haish dasar rubah licik dah jadi sifatnya mau kalah kaya apa ha pasti akan ada ide liciknya ja yang muncul
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
Jangan tinggalkan aku dengan jurus berdoa nya biar kalian menang hihihi 😁
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
gimana kagak mental itu kibasan bukan sembarang kibasan, mana gede banget lagi bentuknya pasti. Ku harap bangsa manusia bisa mengalahkan nya kembali
Ney 🐌
knp udh meninggal kah🤔🤔
Ney 🐌
🤗🤗🤗🤗
Alan Bumi
bentar jadi Tian Zhi itu pemimpin Kota Timur apa Kota Utara?
Alan Bumi
kok Tian Zhi?
Alan Bumi
lah kok Tian Zhi?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!