NovelToon NovelToon
Aku Tidak Mandul

Aku Tidak Mandul

Status: tamat
Genre:CEO / Janda / Nikah Kontrak / Cerai / Tamat
Popularitas:607.9k
Nilai: 5
Nama Author: aisyah az

Elena Wilson, seorang wanita cantik berusia 28 tahun. Harus mendapati sebuah kepahitan dalam rumah tangganya, dan tepat di hari ulang tahun pernikahannya yang keempat, dia melihat dan menyaksikan dengan kedua mata dan kepalanya sendiri, jika suami dan juga sahabatnya Anna, sedang bercumbu.




"Kalian jahat! Apa salahku padamu, Mas? APA!" teriak Elena dengan deraian air mata.



"Salahnya, kau tak bisa hamil. Dan kau wanita mandul!" jawab Jordi, suaminya Elena.


"Aku tidak mandul, Mas!"


Perselingkuhan itu, membuat Elena menutup hatinya untuk pria manapun. Bayangan-bayang rasa sakit itu masih membuat Elena tak siap untuk membuka hatinya kembali dan menjalin kisah asmara. Aalagi, bukan hanya Jordi saja yang menekannya selama ini, tetapi juga Ibu mertuanya.


Akankah Elena membuka hatinya kembali? Atau, afakah pria yang mampu membuat Elena jatuh cinta kembali?


Simak di sini yuk!!! JANGAN LUPA TEKAN FAV, LIKE DAN KOMEN NYA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Katakan Itu

Happy reading.........

Elena bangun dari tidurnya, lalu dia pun meregangkan tubuh-tubuh ototnya yang terasa begitu lelah. Kemudian dia berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang terasa begitu lengket.

Selesai membersihkan diri, Elena pun turun ke bawah, karena dia merasa tenggorokannya begitu kering.

Saat berada di lantai bawah, Elena berpapasan dengan Rio yang saat itu tengah meminum kopinyatut di meja makan. Akan tetapi, Elena tidak perduli. Dia langsung menuju kulkas dan mengambil air minum dan menuangkan nya ke dalam gelas.

Satu tetes air menetes ke leher Elena, membuat Rio menelan ludah nya dengan kasar. Karena selow motion itu begitu seksi dan menggoda di mata Rio. Apalagi saat mengingat kejadian tadi pagi, di mana Elena memegang pusaka nya.

'Kenapa saat dia minum seperti itu, begitu menggoda ya? Membuat aku ingin saja,' batin Rio sambil meremas pinggiran meja makan.

Elena duduk di hadapan Rio, lalu mengupas jeruk yang ada di atas meja dan memakannya, tanpa memperdulikan kehadiran Rio di hadapan dia.

"Kenapa melihat ku seperti itu?" tanya Elena saat melihat Rio terus menatap ke arahnya, sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

"Apakah kau tidak menghapus dulu ilermu itu? Jorok sekali," ledek Rio sambil mengangkat satu alisnya dengan senyuman miring di bibir tampan nya.

Mendengar ucapan Rio, Elena tergagap. Dia kemudian berjalan ke arah wastafel dan langsung mencuci mulutnya. Dia takut jika memang ucapan Rio ada benarnya.

Rio yang melihat itu malah tertawa terbahak-bahak, dia menertawakan kelucuan Elena. "Apa kamu ngerjain aku?" kesal Elena sambil menatap Rio dengan tajam.

Elena berjalan mendekat ke arah Rio, lalu berdiri di samping pria tampan itu, dan menatap Rio dengan tajam. "Jawab! Kamu ngerjain aku betul?" kesal Elena sambil berkacak pinggang.

"Lagian, jadi cewek kok polosnya kebangetan. Tapi ya siapa tahu saja kan, memang benar ada iler kan di bibir kamu," kekeh Rio sambil meminum kopi nya.

Elena mengerucutkan bibirnya, wajahnya ditekuk, lalu dia menghentakan kakinya dengan kesal, kemudian dia duduk di sebelah Rio.

"Aku kalau tidur tuh, nggak pernah iler. Ada nya juga kamu tuh, kamu tiap tidur bikin pulau di bantal," celetuk Elena sambil makan jeruknya kembali.

"Kapan aku ngiler? Aku tidak pernah ngiler kalau tidur," bantah Rio sambil menatap Elena dengan dahi mengekerut.

"Pakai nggak ngaku lagi," cebik Elena sambil memanyunkan bibirnya.

Elena pun bangkit berdiri hendak meninggalkan meja makan, tetapi dengan cepat Rio memegang tangan Elena, lalu menarik tangan wanita itu hingga jatuh di atas pangkuan Rio.

Tatapan keduanya saling terkunci satu sama lain, bahkan Elena tidak bisa mengalihkan pandangannya dari kedua mata tegas milik Rio, namun terasa begitu hangat.

Bik Marti, yang akan memasak beras tiba-tiba saja kaget saat melihat Elena duduk di pangkuan Rio. Dia pun kembali lagi ke belakang, tidak ingin mengganggu dua sejoli itu.

Elena segera tersadar dan bangkit dari pangkuan Rio. "Apaan sih narik narik. Kebiasaan, sukanya narik narik," ketus Elena sambil pergi meninggalkan Rio dengan pipi yang merah.

Rio tersenyum melihat wajah malu Elena. 'Aku akan mendapatkanmu Elena. Sebelum janur kuning melengkung, maka kamu masih milik bersama,' batin

Rio sambil meminum kopi nya kembali.

 

Hari ini Elena sudah masuk kerja, dia berangkat seperti biasa dengan Ratu menuju kantor. Elena juga sudah mempelajari berkas-berkas yang dikirim ke emailnya oleh Evan

"Eh, El. lu tahu nggak? Kemarin itu pak Evan aneh banget! Masa seharian marah-marah mulu, sampai semua karyawan kena semprotnya? Kira-kira kenapa sih?'' heran Ratu bertanya kepada Elena.

Elena yang sedang merapikan riasan di wajahnya seketika menoleh ke arah Ratu.

''Kenapa lo nanya sama, gue? 'Kan kemarin gue nggak masuk kerja. Ya, mana gue tahu pak Evan marah-marah kenapa," ujar Elena sambil kembali merapikan riasan di wajahnya.

"Tapi aneh aja sih El, soalnya kemarin 'kan lu nggak masuk. Eh, pak Evan marah-marah. Jadi, kayaknya dia marah-marah gara-gara lu nggak masuk kerja deh? Gara-gara lo nggak ada di sisi dia," ledek Ratu sambil cengengesan.

Mendengar itu Elena hanya menggelengkan kepalanya saja, dia tidak mau menanggapi ledekan sahabat itu. Hingga tidak terasa mobil pun sudah sampai di halaman kantor MQ Group.

Elena masuk ke dalam kantor, dan langsung menuju lift untuk menuju lantai di mana ruangan yang berada. Dengan langkah semangat, Elena pun masuk ke dalam ruangannya dan menyiapkan berkas-berkas untuk meeting satu jam lagi.

Berkas untuk meeting telah selesai, dia juga menelepon Evan jika pekerjaannya sudah beres. Kemudian, Elena pergi kerjangan Evan.

Elena mengetuk pintu ruangan Evan, lalu dia pun masuk ke dalam. "Pak, kita akan segera berangkat untuk meeting," ujar Elena pada Evan.

Tanpa menjawab ucapan Elena, Evan berdiri lalu berjalan ke arah Elena, dan berdiri tepat di hadapan wanita itu. Kemudian menatap Elena dengan tatapan tajam dan juga mata menyipit.

"Kemarin kamu ke mana?" tanya Evan dengan nada introgasi dan tatapan mengintimidasi.

"Sa-ya 'kan sudah bilang Pak, kalau saya ada acara keluarga. Memangnya ada apa, Pak?" tanya Elena dengan tatapan heran.

Evan semakin mendekatkan tubuhnya kepada Elena, dan melihat itu Elena pun memundurkan tubuhnya hingga mentok di pintu ruangan Evan. Kemudian Evan mengungkung tubuh Elena.

"Pak, kita mau meeting," gugup Elena sambil menatap kedua bola mata Evan

"Acara apa yang kamu maksud? Kenapa kamu bersama dengan Rio? Ada hubungan apa kamu dengan pria itu? Apa kamu lupa, kita akan menikah dan kamu tidak berhak jalan bersama dengan siapapun!'' tegas Evan dengan sorot mata yang begitu tajam, memancarkan jika dirinya sangat marah.

Elena kaget saat mendengar ucapan Evan. "Bapak tahu dari mana kalau saya pergi bersama dengan Rio? Dan Bapak tidak berhak untuk melarang saya. Kita memang akan menikah, tapi pernikahan kita itu cuma--"

Ucapan Elena terhenti saat Evan menahan tengkuknya, lalu melumaat bibir Elena. Dia tidak membiarkan wanita itu menjelaskan kepadanya. Dengan ganas Evan menghisaap, melumaat dan menjelajahi setiap rongga mulut Elena.

Merasa Elena tidak membuka mulutnya, Evan pun menggigit bibir bawah Elena, hingga membuat wanita itu membuka mulutnya, dan dengan leluasa Evan memasukkan lidahnya ke dalam mulut Elena dan mulai mengeksplor rongga mulut Elena yang terasa begitu manis di bibirnya.

Elena ingin menolak, tetapi entah kenapa tubuhnya bereaksi lain. Seakan tubuhnya menginginkan hal itu, dia mendorong dada Evan, tetapi tidak sebanding dengan kekuatan Elena. Akhirnya Elena pun pasrah, dia meremas kemeja Evan saat pria itu menghisap bibirnya sedangkan satu tangannya menekan tengkuk Elena agar tidak banyak bergerak. .

Setelah 3 menit mereka berciumaan, Evan melepaskan pangutan mereka, hingga keduanya bernafas terengah-engah. Evan dengan lembut mengusap sisa-sisa air liurnya yang berada di bibir Elena.

"Maksud Bapak apa sih? Kenapa Bapak mencium saya begitu aja Pak? Pernikahan kita itu--"

"Stop! Jika kamu berani untuk berbicara seperti itu lagi di hadapan saya, dan saya mendengarnya. Maka bukan hanya ciumaan ini yang akan kamu dapatkan. Tapi kamu akan berakhir di atas ranjang." Evan sengaja, mengancam Elena dengan tatapan yang begitu tajam.

Elena meneguk ludahnya dengan kasar, saat mendengar ancaman Evan. Dia tidak mau jika sampai dia dan Evan melakukan itu. Karena di perjanjian juga tidak ada.

Setelah itu Evan pun keluar dari ruangannya, sedangkan Elena menggerutu dengan kesal atas sikap Evan barusan yang mencium bibirnya tanpa izin.

Tetapi tidak Elena pungkiri, jika dia menikmati setiap sentuhan bibir Evan yang begitu mahir memainkan bibirnya..Sehingga membuat Elena merasa mabuk kepayang dan melayang.

'Shiit, dasar kau Elena. Masa cuma gara-gara ciumaan seperti itu saja, kau jadi tunduk pada pria seperti itu,' batin Elena menggerutu pada dirinya sendiri.

Bersambung. ...... .

1
Eva Nietha✌🏻
Kesel sih .. baru Happy eh d kasih sedih tp mo gmana namanya jg novel suka2 othor deh
Eva Nietha✌🏻
Yes hamidun ..
Eva Nietha✌🏻
🌷
Eva Nietha✌🏻
Klakuan Ana keterlaluan ih
Eva Nietha✌🏻
🤣🤣🤣 dasar Evan
Eva Nietha✌🏻
Uhuy deh ratu
Eva Nietha✌🏻
Asikkk dah bilang cinta lanjut nih perang selimut
Eva Nietha✌🏻
Kocak
Eva Nietha✌🏻
Wah kayany Billy Jd jodoh nya Ratu nih
Eva Nietha✌🏻
Ketemu sm mantan
Eva Nietha✌🏻
Awal kontrak trus Jd beneran deh 😁
Eva Nietha✌🏻
Mulai jatuh 🩷 nih
Eva Nietha✌🏻
Seru lanjut 🌷
Eva Nietha✌🏻
Ada kesempatan .. 😄😄 lumayan
Eva Nietha✌🏻
Semangat Elena
Eva Nietha✌🏻
Merapat
NBF
,
debby harahap
Luar biasa
Dwi Setyaningrum
ya mdh2an Mutia ini bnr2 sahabat yg ga mau menikung sahabatnya sndr kyk si ana ana itu..
Dwi Setyaningrum
sama Rio aja Thor dg pak kapten hehehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!