NovelToon NovelToon
Satu Imam Dua Makmum

Satu Imam Dua Makmum

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Adiba Aza hra

Bagi Azam, satu-satunya wanita yang berhak bersandar di bahunya hanyalah Aira Humaira, istri sekaligus sahabat sejatinya.Namun, sebuah kesalahan yang tak di sengaja.kini berubah menjadi hantu yang menuntut penebusan. Safira kini hidup sebatang kara dan hidup menderita akibat kelalaian Azam. Ketika uang tak lagi mampu membasuh rasa bersalah, Aira justru menyodorkan madu pernikahan sebagai jalan keluar."Aku ikhlas, Mas..." kata-kata Aira terdengar tegas, meski hatinya sendiri hancur.Terjebak di antara tuntutan istri yang dicintainya dan penolakan hatinya untuk mendua, keputusan apa yang akan diambil Azam? Siapkah Aira menyaksikan suaminya bersanding dengan wanita lain, ketika ego dan rasa bersalah bertabrakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adiba Aza hra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Perasaan yang Membingungkan

"Mas, tolong beliin aku boneka...?"

"Besok udah sampai rumah, Sayang."

Aira cemberut. Perempuan itu tahu pasti Azam sudah meminta anak buahnya untuk mencari boneka kucing, makanya suaminya itu tidak mendengarkan kalimatnya sampai selesai.

"Kalau aku minta aku pengen pulang gimana?" tanya Aira cemberut.

Azam yang sedang memotong buah langsung menoleh.

"Kalau aku dokternya, pulang sekarang juga gak apa-apa, Sayang."

Aira makin dibuat bad mood oleh Azam. Entah kenapa laki-laki itu bisa saja mendapatkan jawaban yang sukses membuat Aira kesal.

Azam yang menyadari kekesalan istrinya langsung mencubit pipi Aira.

"Jangan ngambek dulu lah, Dek. Lihat siapa yang datang," kata Azam. Tak lama kemudian, pintu kamar dibuka dari luar.

Aira menatap ke arah pintu. Seorang perempuan berusia 40 tahunan masuk.

Aira mencengkeram erat selimut tebalnya. Entah kenapa Aira seperti pernah melihat wajah perempuan itu, dan Aira merasa tenang saat menatap senyuman perempuan berusia empat puluh tahun itu.

"Bunda..." bisik Aira pelan.

"Assalamualaikum, Aira."

"Waalaikumussalam. Tante siapa, ya?" tanya Aira polos.

Tante Tina merasakan jantungnya berdebar sangat cepat. Entah kenapa seolah-olah ada dorongan kuat untuk memeluk tubuh mungil Aira.

"Ini mama aku, Ra," sahut Kinan yang baru masuk.

Azam menghela napas lega. "Gue kira siapa, Nan. Lihat tuh muka bini gue, kelihatan banget kalau lagi kebingungan," bisik Azam.

Kinan mencubit keras pinggang Azam.

"Apaan sih! Wajar lah, namanya juga pertama kali ketemu," omel Kinan lalu menggandeng tangan Mama Tina dan mengajaknya untuk mendekat ke arah Aira.

Mama Tina tersenyum hangat ke arah Aira. Entah kenapa melihat mata bulat Aira, melihat wajah cantik Aira yang sedikit pucat, membuatnya merasa sedih.

"Tante..." kata Aira lirih.

Tante Tina mengangguk pelan.

"Boleh Tante peluk kamu, Nak?" izin Tante Tina.

Aira melirik ke arah Kinan, dan Kinan membalas dengan anggukan dan senyuman yang begitu tulus.

"Boleh, Tante," jawab Aira berkaca-kaca.

Azam hanya terdiam. Laki-laki itu memilih duduk di sofa yang lumayan jauh dari brankar Aira.

'How can they be so similar? Or is it just a coincidence?'

(Kok bisa mereka semirip itu? Atau ini cuma kebetulan?) batin Azam sembari mengetukkan jari-jarinya di atas meja.

Azam bergegas menuju kamar khusus untuk keluarga pasien.

"Cepat cari tahu identitas asli seseorang yang baru saja saya kirimkan ke nomor kamu," perintah Azam dingin dan tegas.

"Baik, Tuan," jawab laki-laki dari seberang telepon.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Azam langsung mematikan sambungan teleponnya dengan sekretaris pribadinya.

"Bunda... Tante mirip sekali sama bundaku," bisik Aira pelan.

Tante Tina yang mendengar bisikan halus Aira tiba-tiba merasa sesak di dada.

"Bundanya Aira sudah meninggal, Ma. Waktu penerbangan dari Turki ke Indonesia. Katanya sih sejak Aira berusia satu tahun lima bulan," kata Kinan menjelaskan.

"Yang sabar ya Sayang, semoga Bunda kamu bahagia dan tenang di..."

Tiba-tiba, pintu kamar inap Aira dibuka dari luar. Dengan langkah tegap, Ayah Fikri memasuki kamar inap sang putri.

"Ada yang..."

Entah kenapa, tiba-tiba Ayah Fikri terdiam di tempat saat melihat sosok Tante Tina. Kantong plastik yang berisikan martabak cokelat pesanan Aira sampai jatuh ke lantai.

"Fina..."

Dengan cepat dan tanpa aba-aba, tiba-tiba Ayah Fikri berlari menghampiri Tante Tina, lalu memeluk perempuan berhijab itu dengan sangat erat. Tante Tina yang terkejut sontak saja langsung memberontak.

"OM, LEPASIN MAMA SAYA!!!" teriak Kinan mencoba menjauhkan tubuh Ayah Fikri dari sang ibu.

"Ayah!"

Azam yang baru datang langsung menarik tubuh kekar ayah mertuanya.

"K... ka... kamu Fina, kan? K... kamu istri saya," kata Ayah Fikri dengan tubuh bergetar hebat.

Tante Tina merapikan hijabnya, lalu menatap heran ke arah Ayah Fikri.

"Maaf Mas, Anda salah orang. Saya Tina, bukan Fina," kata Tante Tina cepat.

Ayah Fikri menggeleng kuat, lalu berlari meninggalkan kamar inap sang putri, menyisakan sejuta pertanyaan di benak semua orang yang ada di ruang inap Aira.

1
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Lanjut 👍🙏
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Lanjut 👍
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Lanjut👍
Saddam Husein
lanjut👍
Saddam Husein
Semangat terus kak 😎👍
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
hubungan sama orang tua atau saudara terasa asik biasanya kebanyakan kn nya fokus ke pemeran utama yg ini nih asikkkk gokil /Drool//Joyful//CoolGuy/
pokok lanjut bro Apa lagi pas di suruh masak nasi ngakak. habis hahaa lanjutkan bos kuhh
Tempat resep ide jajanan Sekolahan
Mantap gw yg cowo aja ngakak bca nya 🤣😄
Adiba Azahra
Wah, terima kasih banyak, Kak! 😍 Semoga makin baper ke depannya, ya. Ikuti terus kelanjutan ceritanya! 🔥🚀
Ridwan Hasan: Dari judul nya udah nyesek 🙏 Bagus kak semangat siap menyemak 👍
total 3 replies
Redmi
Lanjuttttttttttt 😍
Redmi
Aaaa ikut baper 😍🙏
gk kebayang aku punya suami kayak azam 🤣 😍
Redmi
Lanjut kak Bagus
Adiba Azahra: Terima kasih banyak, Kak! 🥰 Ditunggu kelanjutannya, ya, secepatnya! 🚀🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!