"Siapa kamu? Kenapa kamu masih virgin?" teriak Zico saat malam pertamanya dengan Nirmala yang ia sangka adalah Viola, istrinya. Jika kebanyakan laki-laki akan marah jika mengetahui istrinya sudah tidak virgin lagi, tapi Zico malah marah saat mengetahui istrinya masih virgin.
Bagaimana tidak marah kalau sebelum dirinya menikah dengan Viola, mereka sudah sering melakukan hubungan suami istri.
Lalu kenapa bisa Viola berganti menjadi Nirmala? Mari kita ikuti cerita Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Dua puluh menit kemudian.
Emerald baru tiba di ZG Mansion, dia langsung masuk ke ruang kerja Zico dimana Zico dan Paman Dru sudah menunggu kedatangannya.
Sesampainya Emerald di ruang kerja Zico, cctv Mansion langsung di buka.
Bukan hanya cctv sekitaran Mansion, tapi juga cctv yang ada di tempat fasilitas umum yang ada di daerah itu.
"Ini dia orangnya." Ucap Emerald.
"Yang mana?" tanya Zico dan Paman Dru seraya melihat ke arah laptop.
"Ini, kalian lihat wanita tua ini. Wanita tua ini selalu ada di setiap Anda mendapatkan paket." Emerald menunjuk sesosok wanita yang memakai topi turban hitam serta long coat hitam.
Zico dan Paman Dru makin memajukan wajah mereka ke layar laptop untuk melihat sosok wanita tua yang Emerald curigai.
"Kau yakin Em?" tanya Paman Dru sedikit meragu.
"Aku yakin Paman." jawab Emerald.
"Tunggu, biar aku tunjukkan pada Paman hasil cctv yang lain." ucap Emerald lagi.
Emerald pun mengeluarkan tabletnya dari dalam tas lalu membuka hasil cctv yang menunjukkan keberadaan wanita itu setiap Zico menerima paket dn menunjukkannya pada Zico dan Paman Dru.
"Wanita tua itu memang berada sangat jauh dari tempat Tuan Muda berada, tapi setiap Tuan Muda mendapatkan paket, pasti wanita tua itu pasti ada di sekitaran tempat Tuan Muda berada.
"Iya, kau benar wanita tua itu selalu ada setiap Tuan Muda mendapatkan paket teror, walaupun berada jauh dari tempat Zico berada." lirih Paman Dru.
"Tidak mungkin kan wanita tua itu hanya kebetulan berada disitu? Kalau hanya satu atau dua kali, mungkin kebetulan tapi ini setelah aku perhatikan dengan jeli, wanita tua itu selalu berada di setiap Tuan MUda menerima paket. Dan sekarang, untuk apa juga wanita tua itu berada di taman ramah anak di daerah ini. Kecuali wanita tua itu juga tinggal di daerah ini. Tapi aku rasa tidak karena yang tinggal di daerah ini hanya bisa tak lebih dari sepuluh Mansion." ucap Emerald mengutaraan pendapatnya.
Paman Dru mengalihkan pandangannya ke arah Zico yang sejak tadi tidak mengeluarkan suara apapun sambil matanya terus fokus ke layar laptop.
"Apa Anda meengenal wanita tua itu, Tuan?" tanya Paman Dru karena melihat raut wajah Zico yang nampaknya sedang berusaha mengingat wanita tua itu.
"Aku tidak mengenalnya, tapi aku seperti pernah melihat wajahnya." jawab Zico tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari layar laptop.
Paman Dru dan Emerald pun memberikan waktu pada Zico untuk mengingat sosok wanita tua itu.
Lima belas menit kemudian.
"Ah.. aku ingat!!!" pekik Zico.
Paman Dru dan Emerald yang sudah mulai bosan karena Zico lama sekali mengingat, maklum saja Zico daya ingat Zico untuk mengingat wajah orang sangatlah rendah.
(kayak othor 😅😅)
"Siapa? Siapa? Siapa?" tanya Paman Dru dan Emerald tidak sabaran.
"Saya juga tidak tahu siapa wanita tua itu, Paman..." jawab Zico dan jawaban Zico itu langsung membuat Paman Dru dan Emerald yang bersemangat menjadi lemas.
"Tapi saya ingat, wanita tua ini sangat persis dengan wanita yang ada di foto keluarga Nirmala." lanjut Zico.
"Foto keluarga Nona Nirmala? Maksud Anda kemungkinn besar wanita tua ini masih ada hubungan dengan Nona Nirmala." tanya Paman Dru.
Zico menggelengkan kepalanya.
"Tidak, tapi wanita itu hanya tak sengaja terfoto saat orangtua Nirmala berfoto." jawab Zico.
Haish!! Lama menunggu, aku pikir Tuan Muda mengetahui siapa wanita tua itu.
Gerutu Emerald dalam hatinya.
"Em, apa kamu tidak bisa mendeteksi wajah wanita tua ini?" tanya Zico.
"Saya sudah mencobanya Tuan, tapi entah kenapa nama yang keluar adalah nama wanita yang sudah lama meninggal. Itu lah yang menjadi kendala buat saya Tuan. Kecuali mencari datadengan sidik jari, seperti yang saat itu kami lakukan pada Nona Viola, baru bisa Tuan," jawab Emerald.
"Bagaimana kalau fotonya disaat masih muda. Mungkin saja bisa." timpal Zico memberi ide.
"Saya rasa itu akan sama saja Tuan, karena data yang dimanipulasi adalah data sebelum dia dinyatakan meninggal sampai dia dinyatakan meninggal, dan data itu hanya sebatas itu. Yang kita perlu cari tahu sekarang data setelah dia dinyatakan meninggal.
"Bisa saja selama itu dia menggunakan identitas palsu? Makanya hasil yang keluar juga hasil palsu." balas Zico.
"Em, turuti saja kemuan Tuan Muda, siapa tahu ide Tuan Muda bisa mengungkap identitas wanita tua itu." potong Paman Dru.
"Baik Paman." jawab Emerald pasrah.
Mau tidak mau Emerald mengikuti ide Zico.
Zico pun menghubungi Nirmala untuk meminta Nirmala mengirimkan foto orang tua Nirmala dimana ada wanita muda dan anak laki-lakinya yang Zico duga itu adalah foto wanita tua yang di duga melakukan peneroran pada Zico.
Saat panggilan telepon sudah terhubung, belum juga Zico mengucapkan satu patah kata, NIrmala langsung melayangkan aksi protesnya karena tiba-tiba banyak didatangi orang-orang yang bekerja dengan Zico dan mereka memaksa Nirmala dan keluarganya untuk segera ke kota besar namun setelah Zico menceritakan pada Nirmala apa yang terjadi, akhirnya Nirmala pun menuruti kata-kata Zico. Ia tidak mau kejadian buruk yang pernah menimpanya itu terulang kembali.
Dan setelah perdebatan yang menggemaskan itu selesai, barulah Nirmala mengirimkan foto yang Zico minta.
TRIING..
Bunyi notifikasi pesan masuk di ponsel Zico, pesan dari NIrmala.
Cepat-cepat Zico membuka pesan itu.
"Ini fotonya." Zico menyerahkan ponselnya pada Emerald.
"Yang mana? Yang ini?" tanya Emerald sambil menunjuk foto Ibu Aruni.
"Bukan!! Itu foto Ibu mertua ku!!" jawab Zico.
"Tapi yang ini." Zico menunjukkan foto wanita muda dengan anak laki-lakinya.
"Oh.." Emerald hanya membulatkan mulutnya.
Ia pun kemudian langsung bekerja menganalisis wajah wanita itu. Agak susah memang karena foto itu adalah foto yang gambar yang sedikit pecah.
Tapi untungnya berkat keahlian Emerald, akhirnya Emerald berhasil menganalisis wajah wanita muda itu serta mendapatkan data-datanya.
Cassandra Greenish.
Itulah nama yang muncul di layar laptop dan rentetan data diri wanita muda itu juga muncul di bawahnya.
"Tunggu sebentar, Cassandra Greenish?? Namanya tidak asing bagi ku." Lirih Zico.
"Iya Tuan, saya juga sepertinya tidak asing dengan nama itu." sahut Paman Dru.
Tak sampai satu menit..
"Ibu Viola!!!" ucap Zico dan Paman Dru bersamaan.
"Benarkah?? Tapi disini Cassandra Greenish tidak memiliki anak perempuan, ia hanya memiliki satu anak laki-laki yang bernama.." Emerald menggantung kata-katanya lalu memutar wajahnya perlahan ke arah Zico kemudian ke arah Paman Dru.
"Tidak mungkin itu Ibu-ku!! Umur kami saja tak beda jauh!!" Ucap Paman Dru seraya menampar pelan pipi Emerald karena keponakannya itu menatap aneh padanya.
"Hish!! Yang bilang itu Ibu Paman siapa!!" Balas Emerald.
"Jadi siapa nama anak laki-laki itu!! Cepat katakan jangan membuat penasaran seperti ini!!! Digantung itu tidak enak tau!!" Omel Zico.
• • • • •
Bersambung...
(Dan omelan para readers 🤣🤣)