NovelToon NovelToon
Jodohku Di Kampung Kakek

Jodohku Di Kampung Kakek

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Badboy / Romansa-Teen school / Cintapertama / Teen Angst / Diam-Diam Cinta / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:231.5k
Nilai: 5
Nama Author: ¶`(₡ ฿úñgšù)ᵛⁱᵛⁱ•_•`FIIII

Season 1:

Dena, gadis yang baru saja menginjak bangku sekolah menengah atas. Ia harus pasrah saat sang Papa mengirimnya ke perkampungan? ya, tepatnya kampung sang Kakek. Di sana ia akan bertemu dengan seorang pemuda yang terkenal di desanya. Terkenal bukan karena sifatnya yang kalem tapi nakal.


Diselingi kisah sang papa yang statusnya sebagai duda dipertemukan dengan seorang wanita yang juga sebagai karyawan di kantornya. Tidak disangka, putrinya lebih dahulu mengenal wanita itu. Dimulai dari perdebatan hingga berujung percintaan. Wira, sebagai papa Dena harus berjuang mendapatkan restu dari calon mertuanya. Statusnya sebagai duda yang menjadi permasalahan. Duda anak satu sedangkan sang wanita masih berstatus lajang.




Bagaimanakah Dena merajut kisah asmaranya dengan seorang pemuda dari kampung kakeknya?


𝗦𝗲𝗮𝘀𝗼𝗻 𝟮: (𝗠𝘆 𝗙𝗶𝗲𝗿𝗰𝗲 𝗕𝗼𝘀𝘀)

.

.

.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ¶`(₡ ฿úñgšù)ᵛⁱᵛⁱ•_•`FIIII, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

"PAPA!! CEPETAN, NANTI DENA TELAT BERANGKATNYA..." teriak seorang gadis yang berdiri di ujung tangga menuju kamar Papanya.

"PAPA!" panggilnya sekali lagi.

"Iya, Sayang. Bentar, Papa nyari dokumen Papa dulu. Aish! Di mana sih naruhnya?" balas Wira juga ikut berteriak, lalu memelankan suaranya di ujung kalimatnya.

Dena yang penasaran akhirnya menaikan anak tangga dengan sedikit berlari. Kemudian membuka kamar Papanya yang sudah seperti kapal pecah. Sebagian dokumen-dokumen berserakan di lantai.

"Astaghfirullah, Papa!" ucapnya menggelengkan kepala sembari berkacak pinggang.

"Iya, Sayang. Maaf, kamu berangkat aja dulu sama Pak Haryo." balas Wira sibuk sendiri.

"Papa nyari apa sih?" tanya Dena ikut berjongkok membuka dokumen-dokumen penting.

"Nyari dokumen Papa itu loh, Sayang. Yang mapnya warna biru."

"Ini bukan sih?" tanya Dena menyerahkan sebuah map persis berwarna biru.

"Mana, Sayang? Oh ya, ini dia!" pekik Wira sedikit lega.

"Dih! Barang segede itu gak keliatan. Mata Papa udah rabun ya? Perlu Dena temenin nanti ke rumah sakit?" ledek Dena mengejek Papanya sendiri.

"Maaf, Sayang. Tadi Papa kan ribet jadi gak keliatan."

"Ckckck! Ayo, Pa. Berangkat sekarang, nanti telat."

"Iya, Sayang. Ayo!"

Papanya itu sudah seperti ling-lung. Belum lagi wajahnya yang sedikit pucat membuat Dena urung memarahinya. Setelah adegan dokumen hilang itu, keduanya langsung berangkan meninggalkan rumah.

Sepanjang perjalanan, Dena diam melihat Papanya yang sedikit kerepotan. Laki-laki itu sibuk dengan laptopnya bahkan di dalam perjalanan.

"Papa ngerjain apa sih?" tanya Dena ikut mengintip.

"Ini, Sayang... semalam Papa lupa nyalinnya ke flashdisk." ujar Wira menoleh sebentar.

Dena hanya mengangguk-angguk. Setelahnya tidak sampai 5 menit Wira telah menutup laptopnya lagi sambil menghembuskan nafasnya lega.

Dena yang melihat itu sontak mendekat, menaruh telapak tangannya tepat di atas dahi sang Papa. Wira hanya memandang putrinya bingung.

"Kamu ngapain, Sayang?"

Kembali Dena tarik tangannya dari dahi Papanya lalu duduk ke posisi semula. "Enggak. Cuman mau ngecek Papa aja soalnya pucat."

"Pucat? Masa sih? Tapi Papa baik-baik aja loh. Emang sih sedikit lemes." ujarnya memelankan suara.

"Tuh kan. Nanti di kantor minum obat ya langsung? Biar nanti Dena telfon Om Steve."

"Gak pa-pa, Sayang. Gak usah. Papa gak pa-pa kok, mungkin efek begadang semalam."

"No penolakan, Papa!"

Tidak terasa mobil telah berhenti tepat di depan gerbang sekolah yang masih terbuka. Dena segera meraih tangan Papanya manyalim.

"Semangat belajarnya, anak Papa. Nanti pulang sekolah dijemput Pak Haryo."

"Huuum, Pa. Papa juga. Dena masuk ya? Assalam'alaikum, Papa. Love you."

"Wa'alaikumussalam, Sayang. Too."

Selepas kepergian Dena masuk ke area sekolah, Wira menghembuskan nafasnya lega.

"Tuan gak pa-pa?" tanya Pak Haryo di kursi depan.

"Nggak, Pak. Cuman sedikit pusing saja."

"Kalau sakit mending istirahat di rumah saja, Tuan. Jangan memaksakan diri." saran Pak Haryo.

"Iya, Pak." Wira hanya mengiyakan. Hari ini memang ia sedikit lemas, efek bergadang semalam mengerjakan pekerjaannya. Belum lagi pagi ini ia mendapat kabar bahwa kontrak kerja samanya dengan perusahaan RC telah dibatalkan karena direbut oleh perusahaan saingannya. Membuatnya sedikit emosi, belum lagi pemilik perusahaan itu adalah musuh bebuyutannya.

"Sudah sampai, Tuan."

"Ah ya! Terima kasih, Pak. Saya duluan."

"Baik, Tuan."

Wira mulai memasuki gedung pencakar langit itu. Semuanya menundukkan kepala hormat melihat bos mereka. Terutama Steve yang sudah menunggu kedatangannya.

"Bagaimana perkembangan selanjutnya, Steve? Apakah perusahaan RC akan tetap membatalkan kerja samanya? Apakah tidak bisa dinegosiasikan?" tanya Wira yang sibuk dengan tab ditangannya. Keduanya berjalan dengan langkah lebar.

"Mungkin saja, Tuan. Semalam saya sudah berusaha, tapi, syarat yang mereka berikan itu..."

"Apa?" Wira menghentikan langkahnya tiba-tiba menunggu lanjutan perkataan Steve.

Steve mendekat, lalu berbisik.

"APA!!?"

"Maaf, Tuan. Itu syarat yang mereka berikan."

Wira memijit pelipisnya, kepalanya pening. "Apakah hanya itu satu-satunya cara?"

"Tidak ada pilihan lain, Tuan."

"Baiklah. Nanti aku pikirkan lagi."

"Baik, Tuan."

Keduanya kembali melanjutkan perjalanan. Wira berdiri di depan lift khusus sembari menunggu lift itu terbuka. Bersamaan lift disebelahnya juga terbuka.

Bruk

"M-maaf, P-pak."

Wira memandang karyawannya dengan tatapan tajam. Badannya yang kekar ini masa tidak terlihat? Apakah dia rabun?

Beruntung tadi barang-barang penting yang Wira pegang sudah ia serahkan pada Steve. Sedangkan karyawannya itu menunduk sembari merapikan berkasnya yang sempat terjatuh tadi.

1
GZone Reborn
walaupun yang like sedikit tapi tetap semangat
GZone Reborn
papa wira kena prank 🤣
GZone Reborn
karyanya bagus banget. cerita yang simpel tapi penuh dengan pesan moral. apalagi othor masih pelajar. saya yakin skill menulisnya masih bisa meningkat. semangat ya adek othor 👍
GZone Reborn
karya ini ditulis oleh othor yang masih sekolah, jalan ceritanya bagus, konflik simpel nggak berat, mengusung tema kehidupan anak muda pada umumnya. tapi sayangnya like nya kok sedikit yah. semangat terus adek othor untuk berkarya
Tri Susanti
bagus ceritanya aku suka thor... dari pertama aku baca sampe selesai ada sedihnya senangnya bucin nya ok semangat thor
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
ni kapan sich laucing cerita barunya🙈🙈
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ: jgan lama" donk berTAPAnya
total 2 replies
auzi
kpn ni crta ya dena di mulai
Station Liakolia
lanjut cil...
abdan syakura
yaah kecewa deh...
kykny keluar dr judul ya,Thor...
{°-@f!t-°》
Eh kok samaan🙃agk nyesek juak tok nong🤣hibur dong
Bungsu_Fii: apatuhh👀
total 3 replies
auzi
lnjt lgi dong up ya
abdan syakura
aisshhhhh baper dah....
🥰😊😊
Semangat tetap& Ttp semangat,Kak Thor!!!!💪💪🤺
Bungsu_Fii: hehe😅😂😂
total 1 replies
auzi
lnjt lgi dong up ya
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
semngat ya dena karena jalanmu masih panjang karena kakek slalu ada didekatmu yaitu hatimu kamu harus bangkit dan buat lembaran baru supaya kakek tenang dialam sana
auzi
lnjt lgi dong up ya.
udh dong mewek ya.
skrg bhgian ya plk dong thor
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
😭😭😭😭turut sedih dan mewek bacanya ,,,,, lanjut thor
auzi
lnjt lgi dong up ya.
kok melo ya eps yg in
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
jgan labjut dilapak lain dong thor disini aja
auzi
lnjt lgi.
lain judl pun gak ap2 thor.
yg pnt arel sma dena
abdan syakura
isshhhhh gitu deh Author
Disini aj laaa Ampe habis cerita Dena&Fairel..
Bungsu_Fii: sengaja d bikin judul yg berbeda kak🤣soalnya takut babnya numpuk, aku ga suka bab yg banyak²🤭 dan juga biar bacanya enak 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!