NovelToon NovelToon
Dokter Tampan Itu Ayah Anakku

Dokter Tampan Itu Ayah Anakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Dokter / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dewi Risnawati

Lyra Ayudia adalah seorang gadis yatim piatu, ayah dan ibunya meninggal dunia karena kecelakaan tunggal, sehingga membuat dia hidup sebatang kara.

Lyra mencoba untuk merantau ke kota besar untuk merubah kehidupannya, karena dia tidak ingin merepotkan Pamannya yaitu adik dari ayahnya.

Namun dia dihadapkan oleh kenyataan yang begitu pahit, berawal dari perkenalan tidak disengaja dengan seorang dokter, sehingga membuat dia lupa diri.

Dan pada akhirnya ada benih cinta satu malam tumbuh dirahimnya, yang sangat memilukan adalah disaat Dokter tampan itu tak mau bertanggung jawab atas kehamilan Lyra.


Akankah Lyra menanggung aib itu sendiri dan bagaimanakah tanggapan dari Paman satu2nya itu?



Yuk baca alur cerita selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di pabrik

Kini kami telah sampai di pabrik karet milik mas Arman. aku kembali tercengang melihat bangunan pabriknya yang begitu luas.

Aku melihat mobil yang membawa karet mentah begitu antri untuk pembongkaran di pabrik. bangunan yang mungkin memakan tempat sekitar satu setengah hektar lahan ini masih tidak muat menampung banyaknya mobil pembawa Karet mentah sehingga mereka parkir sampai di luar area pabrik Karena tidak ada tempat parkir di dalam.

"Ayo sayang kita masuk." ajak mas Arman sambil menggandeng tanganku.

"Ini pabrik milik mas Arman?" tanyaku penasaran

"Iya sayang, disini menampung karet mentah dan di olah menjadi getah /latex, dan setelah itu kembali di olah untuk menjadi bermacam-macam. seperti benang, tali, Ban, dan juga untuk alat kesehatan dan juga farmasi." mas Arman menjelaskan bahan dasar dari getah mentah hingga bahan jadi. dan aku yang buta dengan ilmu tentang itu hanya bisa mendengarkan dan memahami apa yang mas Arman jelaskan.

"Selamat siang Pak Arman." sapa seluruh karyawan yang sedang sibuk dengan aktivitas dan mereka berhenti sejenak untuk menyambut kedatangan bos pemilik pabrik ini.

"Ah selamat siang semuanya!. sudah jam dua belas, lima menit lagi segera matikan mesin produksinya dan istirahat lah." perintah mas Arman sambil melihat jam di tangannya. sikapnya yang tegas penuh dengan kedisplinan membuat para karyawannya sangat menyeganinya.

"Baik pak Arman." jawab mereka bersamaan. dan mas Arman kembali membawaku untuk masuk kedalam dan menuju ruang kerjanya yang ada di lantai dua. semua mata karyawan disana menatapku dan tersenyum sambil berbisik. aku menjadi malu dan serba salah karena mas Arman masih menggandeng tanganku.

Sekarang kami masuk di sebuah ruangan yang cukup bersih dan nyaman.ada sofa yang ukurannya lumayan panjang terbentang. didalam ruangan itu mempunyai bilik kecil dan kebetulan pintu bilik itu terbuka aku melihat ada tempat tidur di dalam sana.mungkin itu tempat mas Arman istirahat saat ia berada disini. semua barang dan buku tersusun rapi. diatas meja sudah ada laptop dan lengkap dengan semua peralatan kerja seorang bos.

"Ayo istirahatlah disana, mas mau cek barang yang masuk di pabrik bersama manejer sebentar, dan kamu tunggulah disini." jelas mas Arman sambil menunjuk sofa yang ada disana. aku hanya mengangguk mengikuti perintah pak pol ini.

Mas Arman segera menelpon manejer pabrik untuk menunggunya dibawah.sebelum keluar dari ruangan itu,dia kembali menghampiri aku yang sedang duduk sambil menatap keluar jendela dan memandang gempulan asap produksi pabrik yang keluar dari corongnya dan bertaburan ke udara. ah pantas saja lokasi pabrik ini agak jauh dari pemukiman warga.karena asap pabrik ini termasuk polusi udara. tapi tentu saja mas Arman telah membayar pajak yang cukup lumayan besar untuk pabriknya ini.

"Sayang, mas tinggal sebentar ya. kalau kamu capek kamu tidur saja disana. itu tempat tidur aku saat lagi malas pulang. ah jika kamu bosan nih kamu mainin ponsel mas saja. passwordnya nama kamu." dia memberikan ponselnya kepadaku dan memberi tahu passwordnya.

Pria baik ini benar-benar membuat aku selalu merasa di istimewa kan.apakah sikap dan perhatiannya akan selamanya begini? semoga saja dia benar-benar mencintai aku dengan tulus.

"Tidak usah mas, aku tidak enak harus membuka ponsel mas Arman. kesannya aku tidak sopan mas." jawabku dengan jujur, karena aku sangat merasa tidak enak dan canggung karena itu milik pribadi, sedangkan pasangan suami istri saja jarang yang mau memberikan ponselnya kepada pasangan mereka.

"Tidak apa-apa Sayang, tidak ada rahasia besar disana. pegang saja ponsel itu. kamu nanti bisa lihat sosial media atau shareing2 seputaran info tentang ibu-ibu hamil. dan nanti sekalian pulang kita beli ponsel untuk kamu. maaf ya mas tidak kepikiran dari kemaren untuk membelikan kamu ponsel." jelas mas Arman. aku memang tidak mempunyai ponsel lagi semenjak aku di tahanan Waktu itu, ponselku tertinggal di rumah Bu Ratna.

Kembali aku hanya bisa menuruti perintah pak polisi ini. aku mengambil ponselnya dan dia segera keluar dari ruangan itu.

Setelah dia keluar dari ruangan itu, aku masuk ke bilik yang ada tempat tidurnya itu. aku segera merebahkan tubuhku sebenarnya aku sangat mengantuk aku ingin tidur tetapi aku penasaran dengan benda pipih yang ada di tanganku saat ini.

Aku memasukkan password namaku sendiri di ponsel mas Arman. dan wajahku terpampang di layar utama ponselnya. aku tersenyum, entah sejak kapan ia mengambil gambarku.

Aku mulai membuka aplikasi sosial media yang ada di ponsel mas Arman, dan tiba2 aku teringat oleh sahabatku Nadia, kira2 dia online ngga ya. aku segera masuk ke akun ku sendiri dan kucari nama sahabatku itu. aku mengirimkan pesan kepadanya. aku sangat merindukan dia, aku hanya ingin tahu kabar tentang dirinya.

Setelah mengirim pesan, aku melihat beberapa pemberitahuan teman yang meng add aku. dan kulihat siapa saja orang itu. namun aku terperanjat saat membaca nama salah satu yang minta pertemanan kepadaku. jantungku berdegup kencang saat mengetahui akun sosial media orang yang minta untuk aku konfirmasi itu.

"Dia! untuk apa dia add akun sosial ku? apakah dia sengaja ingin mencari tahu dimana keberadaanku? ah tidak. tidak! aku tidak boleh terpancing oleh semua ini. aku sudah berjanji tidak akan mengecewakan mas Arman lagi."

Aku bicara sendiri dan kembali keluar dari akun sosialku. aku kembali mengingat semua kebaikan mas Arman padaku. aku tidak akan sanggup membuat pria baik itu untuk kecewa. biarlah dia sekarang telah menjadi masa laluku. aku akan berusaha menghapus namanya di dalam hatiku.

Lama aku memainkan ponsel itu.tetapi mataku terasa sangat berat dan akhirnya aku tertidur dengan ponsel yang masih di tanganku.

***

"Sayang, kita pulang sekarang yuk! nanti tidurnya sambung lagi dirumah." ucap mas Arman yang membangunkan aku.

"Hmm.. iya mas. mas udah selesai urusannya?" tanyaku dengan mata yang masih berat.

"Sudah.ayo mas antar kamu pulang setelah itu mas ada dinas sore di kantor." jawabnya sambil membantuku untuk duduk. kenapa dia begitu menyayangi aku. padahal dia tahu aku ini wanita yang sudah tidak suci lagi. terkadang aku malu pada diriku sendiri. ada sesal tumbuh dihatiku. dan terkadang aku menyalahkan takdir. kenapa aku tidak di pertemukan dengan mas Arman terlebih dahulu.

Ah sudahlah apapun penyesalanku saat ini itu sudah tidak berguna. yang terpenting sekarang aku harus belajar untuk menerima mas Arman di dalam hidupku. dia cukup sempurna bagiku, aku tidak akan sanggup membuat dia kecewa.

"Sudah bisa kita jalan sekarang? kepala kamu tidak pusing lagi kan?" tanya mas Arman sambil memperbaiki rambutku yang kusut karena bangun tidur. aku hanya diam saja menerima perlakuan lembut pria ini, selagi itu dalam batas wajar aku tidak ingin melarangnya karena aku takut dia merasa aku tidak nyaman bersamanya.

"Hmm.. tidak mas. aku tidak ada merasa pusing lagi. kalau begitu mari kita jalan sekarang." ajakku kepadanya.

Bersambung...

Jangan lupa koment dan dukungannya agar Author semangat Update, terimakasih 🙏🥰🥰😘

1
Sweet Girl
hmmm telat wes Bang...
Sweet Girl
Lhaaa piye thoooo
emang Wanita Ular itu pilihanmu sendiri atau karena perjodohan...
Sweet Girl
Jujur banget kamu Lyr...
Sweet Girl
Semoga kamu baik baik saja Lyr...
Sweet Girl
yaaa rumahnya Lyra dijual untuk nyalon Kades
Sweet Girl
Yakin tuuuu
Sweet Girl
Si Tunang dokter nie...
Sweet Girl
Kenapa Ndak si Yandra aja yg mual dan pusing Tor...
Sweet Girl
Ih ngapain juga di sobek Ra...
Sweet Girl
Dia merasa semua wanita pasti memujanya.
Sweet Girl
Nasibmu Ra....
Sweet Girl
Wes cucok Ra... kucing kok ditari iwak asin...
Sweet Girl
Resiko dr keberanian mu Ra...
Sweet Girl
Yaaaa Ra... gimana... nasibmu nanti
Sweet Girl
Kasihan Kamu... kenak rayuan gombal si dokter cabul.
Sweet Girl
Anda ada yg melarang kau Berkhayal.
슈가
Lumayan
슈가
𝒎𝒂𝒎𝒑𝒊𝒓 𝒕𝒉𝒐𝒓𝒓
Si Memeh
Luar biasa
Jonjong
ceritanya seru dan menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!