Apa jadinya hidupku menikah dengan orang yang tidak pernah aku cinta dan meninggalkan tunanganku dan hidup bersama Andra sahabatku.
"Jangan mengaku cinta!! kalau kamu tidak bisa menjaga perasaan wanita mu dengan sangat baik!!"
_Andra Angkasa_
🥳 Update Hari Rabu Dan Minggu.😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31 // Kediaman Keluarga Angkasa
Perhatian!!!
Mampur juga yuk!! di novel aku yang lain.
CEO Tampan itu Suamiku 💞
Mobil Andra memasukki area perumahan, rumah yang luas, desain dan interiornya seperti istana, cat berwarna putih mulus, menambah anggun rumah bak istana tersebut.
"Sayang!!" Mita merasa ada yang aneh dengan suasan tempat yang sedang di tujunya, pasalnya ini bukan rumah Andra, rumah ini lebih besar dari rumah suaminya.
Andra memandang ke arah Mita dengan tersenyum manis, pria itu mengetahui pasti istrinya akan menanyakan tentang rumah ini.
"Hem.... Aku akan menjawabnya nanti di dalam," balas Andra memeluk pinggang Mita posesif.
Mita mengangguk, membalas senyuman Andra, gadis itu yakin, rumah itu bukan rumah sembarangan, karena penjaga rumah itu begitu banyak dan rapi, belum juga suasana rumahnya, seperti mencekam tanpa ada suara dan orang berisik.
'Kenapa aku jadi kepo gini sih?' batin Mita menggerutu memukul kepalanya.
"Kepala kamu kenapa sayang? apa sakit?" tanya Andra panik.
"Ah, tidak sayang, tad_tadi ada nyamuk yang lewat."
"Nyamuk? di sini ada nyamuk Riko?" panggil Andra kepada sahabatnya.
"Ngak tau."
"Besok kita beli mobil baru sayang, aku ngak suka nyamuk gangguin kamu, tadi mana yang di gigit?" tanya Andra khawatir.
"Ngak ada sayang, nyamuknya hanya lewat ajha," balas Mita tersenyum.
"Tenang sayang, besok aku janji ngak ada makhluk sekecil itu yang bisa nyentuh sayangku ini, aku janji, aku akan selalu jagain kamu, walaupun nyawa taruhannya," ucap Andra serius.
'Ya ampun, lebay banget nih pengantin tua, nyamuk lewat ajha dipermasalahin, adeh,' batin Rio melirik sini ke arah pasangan yang ada di belakangnya.
"Kan nyamuknya hanya lewat sayang, ngak gigit aku."
"Walaupun hanya lewat, tapi dia gangguin ketenangan kamu kan?"
"Tapi kan yang!"
"Udah, besok kita beli mobil baru lagi."
"Mobil lo masih baru Andra Angkasa, mending uang lo di tabung ajha," cerocos Rio bergabung.
"Kalau lo mau mobil ini, gue kasih sekarang juga, dan untuk nyamuk itu gue akan bunuh."
"Ya ampun Andra, lo kok lebay banget sih, nyamuk masih mau di bunuh, mending lo bunuh orang ajha, kalau lo mau mengasah jiwa fsic_" Rio langsung memotong perkataanya, bisa gawat kalau Mita mengetahui kalau suaminya itu gila.
"Tunggu!!! Rio kamu tadi bilang fsichofat kan? bukannya fsichofat itu orang yang sering jahatin orang ya?" tanya Mita penasaran, walaupun Mita sempat mengetahuinya sedikit, tapi ia akan memastikan apakah Andra benar, memiliki jiwa gila itu.
"Rio hanya bercanda sayang, jangan di dengerin, tau kan dia itu stress, karena sudah tua begini, masih belum punya istri."
"Rio!! pertanyaan aku di jawab!!" cetus Mita masih penasaran.
"Ngak Mit, aku beneran hanya bercanda kok, ampun!!"
"Udah sayang, itu hanya canda ajha, suamimu yang tampan ini bukan seorang fsichofat, mana tega aku bunuh orang," Andra menatap tajam ke arah Rio, bisa jadi korbannya Andra hari ini Rio, walupun katanya Andra udah tobat, tapi Rio tidak mempercayai hal itu.
Rumah Besar Keluarga Angkasa
Krekkk
krekkk
krekkk
"Selamat datang tuan muda dan nyonya muda!!"
Para pembantu yang berjumlah 10 orang tersebut tersenyum ramah, menunduk sopan dengan kedatangan tuannya, Andra Angkasa. Walaupun Andra jarang ke rumah tersebut.
Dari kejauhan, terlihat seorang wanita paruh baya menggunakan kursi roda menghampiri Andra, di sertai Arsya dan Fikram menyambut mereka berdua.
"Selamat datang cucu kesayangan
oma," wanita paruh baya tersebut langsung memeluk Andra, begitu juga dengan Andra membalas pelukan omannya dengan lembut, pasti keluarga besarnya akan membicarakan suatu hal yang besar, sehingga menyuruhnya langsung ke sini.
Beberapa menit kemudian...
"Kamu yang namanya Mita?" Tiara memegang lembut tangan Mita dan berhadapan langsung dengan gadis itu, sekarang mereka berada di ruang keluarga, duduk bersama tanpa ada suara yang keluar tidak penting.
"Hem, iya oma," balas Mita tersenyum.
"Kamu sudah mengandung?" pertanyaan yang membuat Mita tercengang, pasalnya Andra belum pernah menyentuhnya sama sekali.
"Ma_maaf oma!! belum," menunduk gemetar.
"Kok belum sayang?" tanya oma mengelus perut rata Mita.
"Mita masih muda oma, kami belum ingin punya anak, Mita katanya mau lanjut kuliah dulu," sambung Andra menjelaskan kepada omanya, atau sering di panggil dengan nama oma Ti.
"Tunggu dulu!! apa kalian belum melakukannya sama sekali?" tanya Arsya penasaran.
"Iya," balas Andra datar dan singkat.
"Kenapa kalian belum melakukannya?"
"Karena aku tidak ingin menyakiti
istriku."
"Andra!!" cetus Arsya geram mendengar perkataan Andra.
Arsya mempunyai rencana kecil untuk anaknya, pasti rencananya akan berhasil, Andra akan melakukan malam pertama, malam ini juga, dan memberikannya cucu, kalau di paksa pasti Andra akan membangkang, untuk itu, Arsya terpaksa melakukan rencana kecil ini.
"Mita!!" panggil Arsya tegas.
"Iya ma," menunduk.
"Apa kamu masih perawan?"
Pertanyaan yang membuat Mita merasa tidak di hargai, namun pertanyaan itu juga ada benarnya, mana ada ibu yang tidak ingin anaknya bahagia mendaptkan seorang gadis dan perawan, apalagi ini keluarga Angkasa, keluarga terhormat.
"Jawab mama?" bentak Arsya terpaksa.
"Perawan ma, Mita masih gadis."
"Jangan kasar kepada istriku!!" sinis Andra merasa geram dengan mamanya.
"Mamamu ada benarnya sayang!! ingat keluarga kita itu tidak akan menerima gadis tidak perawan, itu sungguh hal yang hina."
"Baiklah, tapi aku percaya kepada istriku oma."
"Iya, kamu jangan marah dulu, kita peduli dengan kalian," jelas oma Ti lembut.
"Kemarin kamu di culik oleh Alpian Atmaja kan?" sambung Arsya mengintrogasi.
"Iy_iya ma, tapi dia tidak pernah menyentuhku dan bahkan menyakiti Mita."
"Mama tidak percaya," cetus Arsya.
"Cukup ma!! mama tidak berhak berkata kasar kepada istri Andra, mau dia perawan maupun tidak, Andra cinta kepada Mita, Andra tidak mempersalahkan itu semua," tegas Andra kejam.
"Kalau dia tidak perawan, berarti dia selingkuh di belakang kamu Andra, atau dia berani melakukannya dengan pria lain, kamu memang tegas, tapi bodoh."
"Cukup ma!! sayang ayok kita pergi dari tempat ini!!" memegang tangan Mita hendak berdiri, namun Mita menepisnya pelan.
"Tunggu Ndra!! aku akan membuktikannya, kalau aku memang tidak pernah selingkuh dan aku masih perawan, aku tidak ingin menjadi sumber masalah di keluarga suamiku."
"Okey silahkan!! kamu buktikan kepada suamimu," tersenyum sinis.
"Hem baik ma, Mita akan buktikan semuanya."
"Sayang!! aku percaya sama kamu," lirih Andra memegang tangan Mita.
"Ini sudah menjadi kewajiban aku sayang," balas Mita tersenyum.
"Kamu sudah siap?" tanya Andra khawatir.
"Iyaa sayang."
"Tunggu apalagi buktikan," tegas Arsya geram.
Mita memegang tangan Andra, lalu menaiki tangga, memilih salah satu kamar yang ada di sana, siap tidak siap, itu kewajiban Mita menjadi seorang istri, walaupun Andra sedikit khawatir karena keadaan Mita yang masih lemah, namun ini juga demi kebaikan keluarganya walaupun Andra tidak peduli.
"Bagaimana akting Arsya ma?" setelah Mita dan Andra pergi susana kembali tenang.
"Kamu hebat nak, bentar lagi Andra akan punya anak, keluarga Angkasa akan segera mempunya keturunan.
"Semoga ajha Andra melakukannya ma," sambung Fikram hanya terdiam mendengar rencana istri dan mamanya.
Mertua dan mamanya benar-benar kompak mengiginkan seorang bayi, sampai harus menyakiti hati Mita seperti yang tadi.
jangan lupa vote and like
kakak-kakak💞💞😎
Tq Thor aku suka banget karya mu ini,
Semoga outhornya SEHAT dan SUKSES selalu iya,,Teruskan berkarya💪🏻💪🏻💪🏻👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺☕️☕️☕️☕️☕️☕️☕️
Mampir thor,,ikut nyimak🙋🏻♀️🙋🏻♀️🙋🏻♀️