Rendika Mahendra lelaki tampan dan mapan tapi di usia nya yang sudah menginjak 33 tahun dia tak juga mau menikah karena ada hal rahasia yang di sembunyikan nya..
akhirnya orang tua nya menjodohkan nya pada Selena perempuan cantik tapi sangat manja dan sombong, pernikahan mereka terjadi tapi tak ada kebahagiaan sedikit pun,Selena sibuk dengan dunianya begitu juga dengan Rendika..
karena tinggal di rumah mertua nya Selena malah tertarik pada Gio,anak kedua dari keluarga Mahendra..
bagaimana dengan nasib Rendika akan kah ada sosok perempuan yang akan menemani nya nanti untuk membuka Rahasia yang selama ini di sembunyikan nya...
bagaimana kisah selanjutnya baca di novel terbaru ku...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bukan Impoten
Seperti nya Selena benar-benar butuh dokter untuk berjalan keluar kamar saja kepala nya pusing...
saat Rendika hendak berangkat terdengar bunyi sesuatu yang jatuh dari arah kamar nya, mungkin saja itu Selena tebak Rendika,dia berlari kearah kamar dan di ikuti yang lain
" na...." pekik bu Sintia yang melihat Selena terjatuh di lantai
Rendika segera mengangkat tubuh Selena lalu membaringkan nya di ranjang,Niken mengalihkan pandangan tak ingin terlihat cemburu saat Rendika mengangkat tubuh Selena
" hubungi dokter ma" pinta Rendika tapi tak ada gurat panik di wajah lelaki tampan ini dia masih bisa menarik nafas nya karena tubuh Selena sedikit berat
" makanya mas punya istri di urus jangan sibuk dengan tunangan orang" ketus Gio yang memang cemburu dengan Rendika karena sering membawa Niken pergi
Rendika tak membalas sindiran Gio karena dia memang tak ingin ribut pagi ini akan membuat Mood nya buruk seharian nanti
Bu Sintia mengusap wajan Selena pelan terlihat pucat sekali
" bik tolong bawakan sarapan dan air hangat, mungkin tadi Selena lapar makanya dia keluar"ucap Bu Sintia
" kenapa kamu tidak bilang Ren kalau Selena sakit" ucap Pak Hardian
" aku tidak tahu pa, semalam masih baik-baik saja" elak Rendika karena dia tak mau di bilang sebagai suami yang meninggal kan istri nya semalam dan pergi bersenang-senang dengan istri lain,tapi Rendika mencurigai kalau Selena tengah hamil kelakuan nya akhir-akhir ini berbeda,dia tak suka Rendika menyemprotkan parfum di dalam kamar dia tak menyukai bau nya
tak lama sang dokter yang di tunggu pun datang,dia segera memeriksa keadaan Selena yang sedang terbaring tak berdaya di atas ranjang
" seperti nya nyonya Selena sedang hamil" ucap Sang dokter
" Alhamdulillah" ucap pak Hardian berbeda dengan raut wajah Bu Sintia yang terkejut bagaimana mungkin Rendika dan Niken akan menikah di saat Selena hamil anak Rendika
" bukan nya Selena memang hamil" ucap Gio bingung deh pernyataan sang dokter
" kenapa kamu bisa berbicara Selena hamil...!!" tembak Rendika yang melihat wajah Gio sedikit panik
" mas...." ucap Niken pelan dia sendiri belum percaya penuh kalau anak yang di kandung Selena bukan anak Rendika mengingat permainan Rendika semalam tak sedikit pun seperti orang Impoten apa Rendika membohongi nya agar mereka bisa menikah tapi Niken sendiri melihat bagaimana hubungan Gio dan Selena di belakang Rendika
Rendika menatap Niken seolah berbicara dari hati kehati meminta Niken percaya pada nya,bu Aida sendiri pun tengah ragu saat ini
Selena terbangun dan menatap sekeliling kamar melihat semua anggota keluarga berkumpul mengelilingi nya
" aku kenapa?" tanya Selena pelan
" kamu hamil...!!!" jawab Rendika ketus, Rendika berharap Selena bisa berbicara jujur agar semua permasalahan ini selesai dan dia bisa segera meresmikan pernikahan dengan Niken
" hamil...." ucap Selena menangis bahagia memang ini yang dia ingin kan agar Gio mau menikahi nya,dia sangat mencintai Gio
" kamu tidak bercanda mas?" tanya Selena lagi
" katakan itu anak siapa...!!" ujar Rendika lantang
" Rendika apa kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan,itu anak mu....!!! Selena istri mu Ren,jangan bilang kalau kalian tak pernah berhubungan intim" jawab Pak Hardian emosi mendengar pertanyaan Rendika yang tak masuk akal baginya
" benar pa,aku tak pernah menyentuh nya sekali pun"
" jika mas Rendika tak pernah menyentuh Selena siapa yang mengambil keperawanan nya" batin Gio ketakutan
" Rendika memang tak pernah menyentuh ku pa, karena dia Impoten" ucap Selena ketus membuat semua nya terdiam mendengar penuturan Selena
" jangan sembarang bicara kamu,anak ku tidka mungkin impoten" bantah Bu Sintia
" memang itu ada nya ma,aku tak sekalipun di sentuh oleh mas Rendika,ini bukan anak nya" jawab Selena bangga sambil memegang perut nya,kini Selena Merasa dia menang karena tidak mendapat kan keadilan dari Rendika dia merasa kalau Rendika lah yang bersalah karena sudah memiliki penyakit memalukan itu
" Ren,,benar kamu impoten??" tanya Mama nya menatap wajah Rendika yang tertunduk dia bingung dari mana Selena tau tentang itu
" Ren,,jawab mama" bentak bu Sintia
" tidak.....!!!! Suami ku bukan Impoten" jawab Niken kuat dia tak tega melihat Rendika di pojokan dengan Selena apalagi Selena sudah mengakui kalau anak yang dia kandung bukan anak Rendika sudah pasti itu anak Gio pikir Niken
semua mata tertuju pada Niken yang menyebutkan bahwa Rendika Suami nya..,