NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Badboy / Cintamanis / Nikahkontrak / Romantis / Tamat
Popularitas:22.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Meylani Putri Putti

" Kumohon Tuan! lepaskan aku! aku tahu kau tak pernah mencintai ku, kau hanya mencintai kakak ku, dan menganggap ku hanya bayang-bayang dari Kakak ku Sania."

"Aku tak ingin terjebak pernikahan ini selamanya! aku menikahi mu karna kakak ku yang memintanya, bergitu pun diri mu, tak akan pernah terjadi cinta di antara kita! lepaskan aku Tuan, aku juga ingin bahagia!"


Barley dan Sania sudah merencana kan pernikahan mewah, mengingat Barley adalah putra tunggal dari milioner bernama Hasta Raja Prawira.

Disaat pernikahanya tinggal menunggu waktu,.Barley harus kehilangan Sania, calon pengantin yang sangat ia cintai.

Selain itu Barley mengalami patah kaki karna tulangnya yang retak hingga harus menggunakan kursi roda.

Barley menjadi putus asa, keluarga juga memutuskan untuk menjodohkan Barley dan Santi, selain menjadi istri,.tugas Santi adalah merawat anak mereka yang cacat sementara karna mengalami keretakan tulang pada kakinya.

Sanggupkah Santi bertahan dalam menghadapi sikaf arogan dari suaminya tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merindukan mu 2

"Akh!!! " teriak Santi ketika mobil Aldo mulai mendekat kearahnya, Dengan secepat kilat ia menghindar menepi di balik tempat sampah yang terbuat dari beton yang ada sampingnya.

Aldo terus melaju kearah Santi dengan kecapatan yang tinggi hingga kehilangan keseimbangan dan menabrak tong sampah yang ada di pinggir jalan.

Bruk.... kecelakaan tak dapat di hindarkan lagi, mobil Aldo menghantam bak sampah yang terbuat dari beton tersebut.

Seketika kaca depan mobilnya pecah.

Kepala Aldo menghantam stir mobil hingga terkena pecahan kaca, Aldo meringis kesakitan karna saat itu ia masih sadar.

Melihat mobil Aldo yang mengalami kecelakaan, Santi langsung mendekat kearah Aldo, berupaya untuk menolong pria tersebut.

"Mas! Mas anda tidak apa-apa?"tanya Santi ketika melihat wajah Aldo bersimbah darah.

Aldo meringis kesakitan, "Akh! kaki ku Sakit, " keluh Aldo.

Karna tak tega, Santi membuka pintu mobil kemudian ia memeluk Aldo dan menyeret tubuhnya untuk keluar dari mobil tersebut.

Saat itu keadaan jalanan memang sepi hanya beberapa pengendara motor yang lewat mereka pun berhenti untuk menolong Aldo.

"Mas!mas!" Santi menepuk pelan pipi Aldo agar membuatnya tetap sadar sementara seorang pengemudi motor menelpon ambulan.

Santi duduk di trotoar untuk memangku kepala Aldo, ia pun meneteskan air matanya melihat darah segar yang terus mengalir pada luka di kening dan sekujur tubuh Aldo.

"Mas bertahan ya," ucap Santi seraya membersihkan darah yang mengalir di kening Aldo.

Aldo yang masih sadar melihat sendiri Santi yang tulus membantunya, bahkan gadis yang hampir saja ia celakai tersebut rela memangkunya dan membersihkan lukanya.

Aldo hanya diam dengan sesekali meringis merasakan sakit pada sekujur tubuhnya.

"Bagaimana pak?" Tanya Santi pada seorang pengemudi motor yang menelpon ambulan.

"Sebentar lagi ambulannya datang Neng," jawab orang tua tersebut.

"Iya Pak kasihan Mas ini,sepertinya mobilnya mengalami masalah karna hampir saja dia menabrak saya Pak,"papar Santi.

"Semoga saja mas ini bisa segera di tolong dan bisa di selamatkan," pengemudi lain.

"Semoga saja Pak," tutur Santi dengan sedih.

Beberapa saat kemudian ambulan dan polantas pun datang hampir bersamaan.

Aldo di evakuasi ke rumag sakit sementara mobilnya langsung di derek menuju pos polisi terdekat.

Santi ikut kedalam ambulan tersebut.

"Bang sabar ya Bang, " ucap Santi lembut ketika Aldo meringis merasakan nyeri pada bagian kening dan kakinya.

Dengan lembut Santi mengusap dan membersihkan darah yang keluar dari lukanya.

Sesampainya di rumah sakit Santi juga mengurusi semua admistrasinya, hingga Aldo bisa langsung di operasi untuk menutupi luka-lukanya.

***

Barely berada di ruangan kantornya sedang memeriksa file-file dan email yang masuk.

Hatinya begitu gelisah, sudah tiga hari ia coba untuk menahan rasa rindunya terhadap Santi.

Rasa anggkuhnya membuat dirinya lebih memilih mengabaikan perasaannya dari pada menepiskan ego.

Barley meraih telpon yang ada di ruanganya kemudian menghubungi seseorang.

"Chandra datang ke ruangan ku sekarang," titah Barley di sambungan telponnya.

Tak berapa kemudian Candra datang menghampiri Barley.

"Ada apa tuan memanggil saya?"tanya Chandra.

"Iya aku butuh teman malam ini, kau tahu selera ku bukan?"tanya Barley seraya mencondongkan tubuhnya kearah depan.

"Ehm baik tuan, saya tahu persis wanita seperti apa yang tuan perlukan." Chandra.

Setelah mengerti dengan tugas yang di berikan oleh Barley, Chandra pun pamit undur diri.

Barley tersenyum meyeringai ia pun menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi kebesarannya.

"Ehm, kau pikir kau siapa Santi, aku bisa membeli perempuan sepertimu, jika aku mau aku juga bisa menikahi beberapa gadis yang lebih cantik dari mu, tapi aku tak akan dengan mudah melepaskan mu karna kau telah mempermainkanku,"papar Barley dengan tatapan mata penuh dendam.

***

Mentari perlahan beranjak meninggalkan langgit jingga yang sedang merona, dengan perlahan dunia semakin terasa gelap seiring detik-detik pergantian waktu.

Barley tiba di sebuah hotel berbintang lima, tapi bukan hotel miliknya, seorang wanita hasil bokingan Chandra telah menunggunya untuk memberikan servise terbaiknya.

Setibanya di sebuah kamar, Barley mengetuk pintu kamar dan di buka kan oleh seorang gadis muda yang cantik dan seksi , sedang tersenyum menggoda kearahnya.

Barley membalas senyum tersebut dengan senyuman menyeringai.

Ia pun segera masuk kedalam kamar hotel tersebut dan langsung mendaratkan bokongnya pada sofa empuk yang ada di dalam kamar.

Melihat ketampanan dan kegagahan dari Barley, perempuan tersebut merasa senang, ia seperti mendapat rejeki durian runtuh

"Ehm udah ganteng, keren, gagah,.kaya pula, beruntung sekali aku bisa melayani tuan muda yang terkenal dengan keperkasaannya," batin perempuan tersebut.

Wanita tersebut mendekat kearah Barley dengan dengan senyuman menggodanya, ia pun duduk di samping Barley.

"Tuan muda, anda mau minum apa ?" tanya gadis seksi tersebut kepada Barley.

Barely menggelengkan kepalanya menatap wanita cantik dan seksi tersebut, namun tak sedikitpun ia bergairah.

Gadis itu mulai menjalankan aksinya, dengan perlahan ia mendaratkan kecupan pada pipi Barley dengan tangan yang perlahan membuka satu persatu kancing kemeja Barley.

Reaksi Barley terlihat biasa saja, ketika wanita tersebut menggesekaan dua buah pepaya yang menggantung dan tersebul di balik gaun tipis dan mininya.

Wanita tersebut tak kehabisan cara untuk menggoda Barley, tangannya mulai menyentuh senjata laras panjang yang ada di balik celana denimnya.

"Wah besar dan panjang, : bisik wanita tersebut seraya menggigit bibir bagian bawahnya, pikirannya sudah jauh berkena membayangkan percintaanya dengan pria tampan yang memiliki senjata tempur mematikan tersebut.

Barley mencoba menikmati sentuhan dan rang*sangan yang di hadirkan oleh wanita penggoda tersebut, namun yang terbayangkan justru wajah cantik Santi.

"Tuan apa kita mulai sekarang, " ucapnya dengan suara yang men*desah menggoda.

Tubuh Barley sudah bertelanjang dada, bulu-bulu halus namun sedikit lebat tersebut menambah gairah bagi wanita mesum itu.

Wanita tersebut menarik lengan Barley menuju ranjang.

Ia pun membaringkan tubuhnya di atas ranjang embuk, dan menarik tubuh Barley agar berada di atas tubuhnya.

Barley mencoba menuruti wanita tersebut, ia pun mendaratkan kecupan demi kecupan pada ceruk leher, dan melakukan seperti yang biasa ia lakukan, mencoba menikmati sentuhan dari lawan jenisnya tersebut.

Namun ketika ia mulai melepas penutup tubuhnya nya yang terakhir dan hendak menggujamkan senjata tumpul miliknya pada area bawah tubuh sang gadis penggoda.

Bayangan Santi pun kembali mengusik ketenangan jiwanya, hingga senjata tempur yang awlanya mengembang gagah perkasa kembali menguncup bak bunga yang mekar dan layu dengan tiba-tiba, sementara tubuh yang ada di bawahnya mengeliat-ngeliat menahan hasrat.

Barley menarik tubuhnya dan langsung berdiri dengan tegap, ia memunguti semua pakaianya dan mengenakannya dengan rapi.

Melihat Barley kembali memakai pakaianya dengan bergeges, wanita tersebut bangkit dan duduk di atas tempat tidur.

"Tuan, tuan mau kemana?"tanya wanita tersebut kepada Barley dengan nada kecewa.

Barley tak menjawab, setelah mengenakan pakaianya dengan rapi kembali, ia menarik amplok coklat yang berisi sisa uang DP bookingnya.

"Ini aku bayar lunas," ucap Barley langsung melempar uang segepok tersebut tanpa menoleh kearah wanita itu.

Barley berjalan mantap meninggalkan wanita yang sudah bugil tersebut tanpa menyentuhnya.

"Huh, dasar, wajah tampan senjata besar, tapi sayang impotent, " degus wanita ****** tersebut, yang mengira jika Barley imponten.

Barley berjalan cepat melewati koridor hotel, "Sial, kenapa aku selalu memikirnya, aku bisa gila, jika terus menunda hasrat ku "dengus Barley kesal.

Barley memasuki mobil, dengan tetap bersungut-sungut," Apa iya aku harus mengemis meminta dan memohon padanya."

Barley melajukan mobilnya keluar dari hotel, ia begitu ingin menuntaskan hasr*atnya tapi kenapa ia tak bisa melakukannya selain bersama Santi.

Barely melaju menuju sebuah rumah untuk bertemu seseorang, mau tak mau ia harus menepiskan ego dan keangkuhannya.

Bersambung, tolong dong Rate lima kasi komentar, like dan vote hadiah juga boleh

1
Suis miyatun
Andini si miskin teriak miskin.
Elisabeth Thai
semoga Andra dan Asiyah berjodoh
Ndinlisaa
Lumayan
Denni Siahaan
bagus ceritanya ♥️
Denni Siahaan
jangan seremthor
Denni Siahaan
buat kejahatan siamora itu terbongkar ya Thor
Denni Siahaan
tuan muda kok gak ada pengawal
Elisabeth Thai
ceritanya cinta dan dendam yang bikin seru
Jeissi
harusnya pakai cara lain kenapa juga harus mengorbankan perasaan istri.
Jeissi
Padahal bisa pakai cara lain untuk menjebak chintya, kenapa harus sentuh² dan ciuman segala sih 😏
sama aja barley nyakitin santi, menggunakan kesempatan yang ada.
Jeissi
kalau sampai santi tau apa yang barley lakukan bakalan ada perang dunia sih
Fadhil Rayhandi
luar biasa
Ry
kocak
Yanti Yulian
Luar biasa
Dapur Mami
Amora si nenek lampir ,kok malah di jodohkan Ama anakmu Andini ..Andini
Dapur Mami
suka di kabari tian muda nya
Dapur Mami
mampir
Yeni Wahyu Widiasih
Luar biasa
tri kutmiati
karena bukan karna
terjeda bukan terjedah
tri kutmiati
aldo kan di penjara...bukanya di penjara gak boleh pegang hp.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!