NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta : Maduku Saudara Tiriku

Berbagi Cinta : Maduku Saudara Tiriku

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Katrina jaeyadi

Aira Maharani seorang gadis yang baru saja lulus sekolah SMU itu, terpaksa menikah dengan seseorang atas perintah ayahnya dengan pengaruh ibu tirinya. Namun dalam pernikahannya dia tak pernah mendapat perlakuan yang baik dari suaminya, dan dalam pernikahannya yang sudah berjalan 3 tahun lamanya tak dapat keturunan seperti yang diinginkan suaminya Aira kerap mendapat hinaan dari suaminya. Dan pada hari ulang tahun pernikahannya yang ke 3 tahun dia mendapat kabar bahwa suaminya telah menduakannya. Dan madu yang dibawah masuk oleh suaminya ke dalam rumahnya adalah saudara tirinya sendiri. Akankah Aira bisa bebas dari hinaan dan siksaan dari suaminya. Dan akankah Aira akan hidup bahagia bersama suamindan madunya, atau suaminya akan berubah menyayangi dan menghormatinya.








Halo... saya pendatang baru, butuh dukungan dari kalian semua. Dan . . Dan jangan lupa untuk meninggalkan Like 👍kalian, terus comment ✍️ kalian juga ya.... Biar saya lebih semangat lagi, hadiah 🎁 dan vote ✌️dari kalia juga ku tunggu 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Katrina jaeyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karna dia adalah istriku

"mama Ira kok lama ke toiletnya, antri ya ma?" tanya kayla pada aira yang baru datang dan duduk lagi disampingnya, sementara aira hanya merespon dengan senyuman dari pertanyaan putrinya.

Saat mereka turun dari pesawat aira berjalan menuju taxi yang sudah terparkir di pintu keluar bandara, namun tiba - tiba supir dari kakek gustaf menghampiri dan menyapa aira.

"Halo nyonya Aira." sapa supir kakek Gustaf pada aira dengan sopan.

"Loh, pak? Apa bapak ke sini mengantar atau menjemput kakek?" tanya aira yang terkejud melihat supir kakek Gustaf.

"Saya mengantar tuan besar untuk ketemu dengan kelainnya." jawab supir kakek Gustaf sambil menunjuk ke arah kakek gustaf yaang sedang berbicara dengan seseorang di ruang tunggu bandara.

Aira melihat ke arah yang ditunjuk oleh supir kakek Gustaf, dan mata aira membulat saat tau siapa orang yang sedang diajak bicara oleh kakek Gustaf. "Nenek Prapti?" gumam aira.

"Tunggu ya sayang." aira menyerahkan kayla pada yunita, dan dia melangkah ke arah kakek Gustaf dan nenek prapti yang sedang berbicara.

"Kakek?" tegur aira dengan nada bertanya saat dia sudah berdiri dibelakang kakek gustaf.

"Aira?" kakek gustaf menoleh dan terkejud mendapati aira dibelakangnya.

"Jadi kalian saling kenal?" tanya aira pada dua orang yang tadi tengah asyik berbicara.

"Tidak Aira, kami kenal saat ada pertemuan pemegang saham 2 minggu lalu." jelas nenek prapti.

"Kamu sendiri dari mana kok 2 hari toko tutup dan sekarang muncul di sini?" tanya kakek gustaf.

"Aira habis dari liburan bersama dengan Kayla. Kalo begitu Aira permisi dulu, takut mengganggu pembicaraan kalian. Aira tadi hanya ingin menyapa." jelas aira dan dia mau pamit.

"Tidak mengganggu sama sekali sayang." ucap kakek gustaf dan nenek prapti berbarengan. Dan aira tersenyum menatap mereka, dua orang yang selalu ada dipihaknya selama ini.

"Jadi kamu kenal dengan tuan Gustaf Aira? Kalian kenal dimana?" tanya bu prapti pada aira. Karna selalu ini aira tak pernah menceritakan soal gustaf pada dirinya.

"Dia adalah istri saya, tentu saja dia mengenal kakek sayang." jawab daniel dengan nada percaya dirinya yang melengkah dengan lebar mendekati 3 orang yang lagi bicara di ruang tunggu bandara.

"Loh, jadi aira? ka..." kalimat bu prapti terpotong oleh aira yang dengan cepat menjawab pertanyaan bu prapti.

"Kami tidak lagi bersama, dan kami berada dalam peroses perceraian." jawab aira secara langsung.

Mendengar itu bu prapti tidak heran, karna dia sudah mendapati aira sejak awal sendiri dalam kehamilannya dan kelahiran anaknya. Namun tidak dengan kakek gustaf yang terperanjat kaget karna dia tak menyangka kalo aira benar akan mengambil jalan itu untuk menghindari cucunya yang dulu telah melakukan ketidak adilan atas dirinya.

Setelah mengungkapkan kalimat itu aira tersenyim menatap kakek gustaf yang merasa terkejud, dan aira juga langsung pamit karna kayla sudah mulai rewel minta pulang karna lelah. Dan supir kakek gustaf mengantar aira serta putri dan sahabatnya pulang, atas perintah kakek gustaf.

*

*

*

Saat dalam perjalanan pulang, daniel yang sedang menyupiri kakeknya diam tak bersuara, dan suasana mobil terasa begitu sunyi serta dingin.

"Kau benar - benar laki - laki yang bodoh. Kau terlalu sombong dengan segala kekayaan yang kau miliki, dan sangat bodoh karna memilih orang yang salah." suara kakek gustaf memecah keheningan dalam mobil itu.

"Aku tak tau harus bagaiman, aku hanya ingin mempertahankan aira." jawab daniel dengan ragu - ragu.

"Haaaah...!" kakek gustaf menghela nafas dalam.

"Kau baru merasakan dan menyadari arti kehadiran aira setelah dia lepas dari gengganmu." ucap kakek gustaf lagi dengan mata tertutup dan kepala bersandar disandaran kursi mobil.

"Aku tak akan kehilangan dia jika kakek tak menghalangiku waktu itu.!" geram daniel menekan kata menghalangi pada kakeknya.

"Jadi kau menyalahkan aku?" tanya kakek gustaf. Dan daniel hanya diam membisu.

"Aku sengaja melakukan itu agar kau tau kalo aku tak memilih wanita bungsung untukmu." ucap kakek gustaf.

"Aira bagai batu mulai, jika kau merawatnya dengan benar makan dia akan menunjukkan keindahannya. Dan kau bisa memasangkannya dengan berbagai hiasan yang cocok." jelas kakek gustaf pada daniel.

"Apa kakek yang membantunya selama dia dalam pelarian?" tanya daniel karna kaleknya selalu menghalangi usaha daniel untuk menemukan aira.

"Tidak, karna aku juga ingin tau dia akan berubah jadi gimana. Jadi aku membiarkan itik itu dalam benas." kakek gustaf berkata dengan senyum dibibirnya.

"Itik? Maksud kakek apa?" daniel bingung dengan kalimat kakeknya.

"Ya, Aira adalah seekor itik yang tak berdaya. Dan aku ingin tau akankah dia bisa berubah jadi angsa atau dia akan kalah dengan dunai yang kejam ini."

"Tapi aku sangat senang saat dia kembali dan menunjukkan sayapnya dengan anggun, apa lagi dia juga membawah serta angsa kecil yang menawan. Namun aku agak kecewa karna angsa kecil itu nampak mirip dengan gorila sepertimu."

"Maksud kakek aku adalah gorila?" daniel bertanya dengan melirik kakeknya yang berada disampingnya tak menjawab dan tetap menutup matanya.

"Kalo begitu, kakek adalah kakeknya gorila.!" ucap daniel kesal.

"Kalo kamu memang ingin mempertahankannya, aku tak akan ikut camput. Tapi lakukan dengan baik dan benar, jangan sakiti dia lagi, kar..." kalimat gustaf tertahan, dan dia melihat ke arah daniel yang menyetir.

"Jika sampai kau menyakiti dia lagi, makan aku akan turun tangan. Dan aku sendiri yang akan memisahkan kamu dirinya. Ingat itu.!" ancam kakek gustaf pada daniel.

Daniel tersenyum dan merasa legah, karna jika sampai kakeknya ikut campur lagi makan dia pasti gagal, namun jika kakeknya diam saja dia bisa yakin 100 persen akan berhasil mendapatkan aira kembali kesisinya.

"Tentu saja, kali ini aku akan melakukannya dengan benar. Karna dia adalah istriku." ucap daniel penuh dengan keyakinan menatap kakeknya yang juga sedang menatapnya.

"Sudah sampai, kakek bisa turun." daniel berkata dengan senyuman saat memarkirkan mobilnya tepat dihalaman rumah kakeknya.

"Baik, ku tunggu kabar baik darimu. Jangan sampai aku yang turun tangan. Karna ini kesempatan terakhirmu.!" ancam kakek gustaf lagi pada daniel sebelum dia keluar dari mobil daniel. Dan daniel membalasnya dengan anggukan serta senyuman.

*

*

*

"Terima kasih ya pak? Bapak tidak mau masuk untuk minum dulu?" tawar aira pada supir kakek gustaf yang mengantarkannya pulang dari bandara.

"Tidak nyonya muda, saya takut ditungguin tuan besar. Lain kali saja saya kesini bersama dengan tuan besar." tolak supir kakek gustaf dengan sopan pada aira, lalu dia pamit pada aira untuk balik.

"Hati - hati ya pak, dan terima kasih. Tolong juga sampaikan bungkusan tadi pada kakek dan yang satu untuk bapak." ucap aira dan mengantar kepergian supir kakek gustaf.

"Haaaah, lelah banget rasanya." gumam aira saat dia berjalan masuk kedalam rumah.

"Kayla sudah mandi sayang?" tanya aira pada putrinya yang sudah membungkus tubuhnya dengan handuk.

"Belum, tapi nungguin mama Ira, mau mandi bareng." jawabnya dengan mengangkat kedua tangan minta digendong.

"Mama Yuni kemana?" tanya aira dengan menggendong kayla berjalan menuju kamar mandi di dalam kamar kayla.

"Mama Yuni sudah mandi duluan." jawab kayla yang dimasukkan dalam bathtub.

1
Nenie Chusniyah
luar biasa
septii..
Kecewa
배도은
Biasa
Iyas Masriyah
Luar biasa
💓 KJ: trm kasih dukungannya kak
total 1 replies
Henny Aprilaz
lumayan ok
💓 KJ: makasih kak
total 1 replies
Henny Aprilaz
ending nya begini thor...bikin nyesek 😭😭😭
💓 KJ: oh Uda baca sampai selesai ya. baca karyaku yg lain juga ka
total 1 replies
Henny Aprilaz
Nangis aqu thor 😭😭😭
💓 KJ: maaf kak, makasih dukungannya
total 1 replies
Henny Aprilaz
kenapa aira berkata² seakan mo mati yaaaa...
Henny Aprilaz
hadeuh kelamaan kau aira....kemaren2 lembek lemah lebih tepatnya bodoh
Henny Aprilaz
BODOH KAU AIRA
Henny Aprilaz
si goblok aira
Henny Aprilaz
danieeeeellll😡😡😡😡
💓 KJ: kenapa ka?
merasa kesal ya
total 1 replies
fares Faresya
terlalu gaul bahasanya hhhh gelay bet sih
Rus Meri
iya kelamaan koma nya KL setahun apa 6 bln wajar ini 15 th nggak masuk akal Thor hhh
Syifana Nurrahma Kusumasticha
keren
Dini Else
sangat berkesan ceritanya sbg pelajaran di kehidupan nyata.
Yayah Karuniati
EGOIS 😠😠😠
Yayah Karuniati
Benci sama Daniel dari dulu tidak pernah berubah yang di pikirin cuma nafsunya saja tidak mau mengerti Aira
ainunika2011
💕💕💖
Kiki Ade Lina
ck dasar enak ajaa setelah perlakuan kejammu Masi dengan tidak tau malunyaa mau kembali lagi , cih dasar magadir kau Daniel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!