Satrio seorang laki - laki yang membawa amanah ke barat dan amanah itu di berikan oleh Allah yang sepanjang perjalanan nya di kawani 3 syeh dan para leluhur, lalu apa saja rintangan yang di hadapi dan mengapa sehingga Satrio dipingit alam ikuti kisah nya hingga mengetahui jawaban nya 😊😄
Mau tau kehidupan sang Satrio ikuti terus perjalanan nya hingga dia menemukan pujaan hati nya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syarifullah ellang maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ILMU BUMI
Apa bila kita memiliki sebuah ilmu sama saja saat itu kita sedang memegang pisau bermata dua dengan kata lain ilmu itu bisa menjadi perisai dan juga bisa juga menjadi penghancur dan pilihan ada di tangan kita akan kita gunakan sebagai apa ilmu itu ?? untuk membantu orang lain kah atau malah untuk menindas orang lain dan pasti nya kedua hal itu memiliki konsekuensi nya masing - masing.
Sering kali kita mendengar orang mencari ilmu setengah mati tapi setelah mendapat kan ilmu itu yang terjadi malah di salah gunakan untuk hal yang merugikan orang lain maka sering di sebut ilmu hitam, saat ini saya ingin bertanya siapa kah yang hitam sebenar nya ilmu nya kah atau pikiran orang yang menggunakan ilmu itu untuk ke egoan semata ?? pikir kan lah hal itu 😊
...................
Malam itu Satrio terlihat sangat marah melihat Ani tangan nya di sentuh oleh Faizal serasa ada getaran dalam hati yang begitu kuat hingga jiwa bringas Satrio tiba - tiba timbul lagi dan serasa ingin mengejar Faizal dan mencabik - cabik tubuh Faizal saat itu namun untung nya Faizal segera pergi dari hadapan Satrio saat itu bila tidak entah apa yang di alami Faizal dan hal itu pasti nya akan membuat Ani menjadi takut kepada Satrio, tidak hanya Ani namun semua orang yang melihat nya akan mengguncingkan Satrio.
Sedang kan Ani sesampai nya di rumah dinas nya segera masuk kedalam rumah tanpa menegur kepada Faizal dan kawan - kawan nya yang lain, Ani segera masuk ke kamar nya dan menjatuhkan tubuh nya di atas kasur sambil menangis, entah apa yang membuat Ani menangis saat itu namun di rasa kan sesak di dada nya.
Mas Satrio maaf kan aku Mas...........aku sudah berusaha menjaga hati ku untuk mu Mas yang entah sampai kapan yang pasti aku akan selalu menunggu mu datang dan mengungkap kan semua rasa yang ada..........bodoh nya aku mengapa aku mau di ajak jalan dengan Faizal dan hal itu lah yang membuat Mas Satrio marah.........memang di antara aku dan Mas Satrio tidak ada ungkapan kata cinta namun aku tau bahkan paham betul bahwa kita memiliki rasa yang sama ya itu saling menyayangi dan menghargai.............
Gumam dalam hati Ani sambil menangis merasa bersalah atas apa yang ia laku kan kepada Satrio malam itu hingga membuat Satrio marah besar, di sisi lain ada Satrio yang mulai bingung dengan diri nya sendiri yang setiap diri nya emosi alam pun bereaksi begitu mengerikan dan saat sesampai nya di pasar tempat biasa Satrio tidur di gudang beras milik Bang Iwan, Satrio tidak segera tidur namun Satrio duduk di bawah sebuah pohon beringin besar.
Siapa diri ku........?? mengapa di setiap aku merasa terusik alam pun merespon nya dengan gemuru petir, angin yang begitu kencang dan tanah bergetar ada apa sebenar nya di dalam tubuh ku......?? lalu mengapa begitu banyak yang memusuhi ku apakah salah bila aku menyayangi semua mahkluk Allah......?? dan mengapa jiwa ku marah di saat aku melihat Ani di lamar seseorang sedang kan aku sadar diri siapa aku dan siapa Ani.........di antara kita ada tembok yang begitu tinggi dan aku hanya mampu mengagumi Ani tidak sepantas nya aku marah seperti tadi..........maaf kan aku Ani..........
Gumam dalam hati Satrio sambil melihat lengan nya dan mengelus kening nya yang terasa panas saat itu, lalu tiba - tiba Satrio di kejut kan oleh suara yang tidak asing lagi di telinga nya ya itu suara Syeh Mahdi, Syeh Samandari, Syeh Qori' dan Syeh Malaya yang mendatangi nya.
" Assalamualaikum anak ku..........."
Kata Syeh Samandari sambil tersenyum di hadapan Satrio yang sedang duduk saat itu.........
" Wa'allaikumusallam Syeh..........subhanallah anda semua bisa datang kemari dan bagaimana bisa anda semua tau keberadaan saya di mana......?? "
Kata Satrio sambil tersenyum dan bangkit berdiri untuk menyalami mereka satu persatu...........
" Kami semua tau di mana pun kamu berada nak........sebab sesungguh nya kami semua ada di setiap denyut nadi mu selama detak jantung mu masih bisa mengucap asma Allah di situ kami ada......"
Jawab Syeh Malaya sambil tersenyum ramah kepada Satrio yang terlihat masih bingung.........
" Anak ku selama ini kami sudah memberi mu berbagai ilmu dan mengajarkan mu tentang mengenal Allah.......kini usia mu sudah 25 tahun pasti nya bukan usia anak kecil lagi kini diri mu sudah dewasa........"
Kata Syeh Qori' kepada Satrio sambil menepuk pundak Satrio.........
" Kini tanggung jawab mu akan bertambah nak.......maka kami memberikan ilmu bumi kepada mu untuk menjadi senjata mu di saat mara bahaya mengintai mu........"
Kata Syeh Mahdi kepada Satrio yang masih bingung.....
" Apa itu ilmu bumi Syeh bisa kah anda menjelaskan sebab saya tidak mengetahui nya.......?? "
Kata Satrio dengan segala kepolosan nya.........
" Ilmu bumi adalah ilmu cosmic manusia menyebut nya, ilmu itu adalah ilmu di mana kamu bisa berkomunikasi dengan angin, air, tanah, udara dan api anak ku......."
Kata Syeh Samandari sambil mengajak Satrio duduk di bawah pohon...........
" Dengan apa saya berkomunikasi Syeh ?? dan saya merasa bingung mengapa di saat saya merasa terusik maka alam juga bereaksi dengan petir, angin dan hujan yang sangat lebat Syeh........siapa sebenar nya saya Syeh ?? saya hanya ingin jadi manusia biasa saja Syeh.....?? "
Kata Satrio sambil menetes kan air mata nya sebab merasa sedih bila melihat orang lain sampai terluka......
" Anak ku Satrio........kamu lah yang terpilih menjadi penjaga kesetabilan bumi ini dari ke zaliman manusia.......maka kamu harus ridho dengan ketentuan Allah.........saat ini lah kamu harus mengendalikan semua kemampuan mu itu nak........"
Jawab Syeh Malaya sambil mengelus kepala Satrio.......
" Belajar lah meluruskan antara hati mu, pikiran mu dan ucapan mu nak maka kamu pun akan mampu mengendalikan bumi ini dengan ilmu itu........selama hati, pikiran dan ucapan mu sudah mampu selaras maka semua indra di tubuh mu akan terbuka dengan sendiri nya........"
Kata Syeh Qori' menjelas kan kepada Satrio..........
" Mata mu akan mampu melihat yang akan terjadi, telinga mu akan mendengar apa yang belum terucap, penciuman mu akan mampu mencium kebohongan dari manusia yang zalim........."
Kata Syeh Mahdi sambil meletak kan tangan nya di atas kepala Satrio...........
" Kami telah titip kan pusaka di tubuh mu di kepala mu ada batu merah delima untuk menajam kan insting mu, di hati mu ada Qur'an dan hadist, di lengan tangan kiri mu trisula untuk menumpas ke zaliman, di lengan kanan mu ada cemeti untuk membangun kan jiwa - jiwa yang kosong dan di kedua telapak kaki mu ada sepatu kebenaran serta api di lidah mu untuk menghangus kan orang - orang munafik........"
Kata Syeh Qori' sambil meletak kan telapak tangan nya di dada Satrio..........
Sebenar nya saat itu Satrio benar - benar tidak mau seperti itu ia hanya ingin menjadi manusia biasa yang menjalani hidup dengan apa ada nya namun kehendak Allah lain yang terjadi dan mau tidak mau Satrio harus menjalani semua itu dengan ikhlas di hina, di remeh kan dan tidak di anggap kata - kata nya.
Setelah ke empat Syeh itu mengatakan semua nya dan saat Satrio membuka mata ke empat Syeh itu hilang dari hadapan nya dan yang ada hanya ke dua teman nya yang sedang membangun kan nya bukan lain Kang Biran dan Kang Tarjo.
" Tio.........Tio........bangun Tio........kamu ngapain semalaman tidur di luar sini apa tidak dingin kamu tio........?? "
Kata Kang Tarjo sambil menepuk - nepuk pipi Satrio......
" Iya Jo.........sudah gitu kok bisa - bisa nya Satrio tidur sambil duduk seperti orang bertapa saja cara duduk nya.........?? "
Kata Biran sambil melihat posisi Satrio duduk yang di mata Biran itu aneh.........
Tidak lama kemudian Satrio pun terbangun sambil bingung melihat kedua kawan nya itu yang sedari tadi sudah berdiri di hadapan nya.
" Kang ngapain di sini bukan nya tidur di dalam Kang.......?? "
Kata Satrio sambil menurun kan kaki nya.......
" He........Tio lihat ini sudah mau sholat subuh maka nya kita membangun kan mu kok malah kita di suruh tidur lagi.......?? "
Kata Kang Tarjo sambil menunjuk kan jam di tangan nya...........
" Wah..........kesambet ini bocah seperti nya Jo perlu kita bawa ke tukang tambal biar di tambal........"
Kata Kang Biran sambil duduk di samping Satrio yang terlihat masih linglung...........
" Ayo Tio.........segera mandi sana, kita tunggu di sini setelah itu kita sholat subuh ke masjid........"
Kata Kang Tarjo sambil menepuk pundak Satrio........
Sedang kan Ani sedang bermimpi berjumpa dengan Satrio namun Ani merasa Satrio tidak memaafkan nya.
Mas Satrio tunggu Mas........aku bisa jelas kan kejadian tadi.........Mas Satrio dengar kan aku Mas............
Di dalam mimpi Ani saat itu Satrio tersenyum dan berjalan pergi melepas kan genggaman tangan Ani sehingga Ani sampai terbangun memanggil Satrio yang tidak mau menoleh kepada nya.
.....................
Seperti nya semakin berat saja tugas Satrio yang harus di emban nya, bila sudah seperti itu yang pasti Satrio harus membunuh semua sifat manusiawi nya, memang tubuh nya hidup namun jiwa nya mati untuk kesenangan diri nya sendiri, Satrio harus rela mengorbankan kebahagian nya demi kebahagian orang banyak.
Kira - kira bila Ani mengetahui semua itu apakah Ani masih mengagumi dan menyayangi Satrio atau kah Ani lebih memilih menerima Faizal saja yang manusia biasa dan bisa menjalani hidup dengan normal ?? lalu apakah arti mimpi Ani itu sesungguh nya ???
Reader seperti nya penasaran ya dengan apa yang akan terjadi kepada Satrio selanjut nya ??? ikuti terus perjalanan Satrio dalam menjalan kan amanah nya, jangan lupa selalu dukung author dengan like, komen, rate dan favorit agar saat update kalian lah pembaca pertama nya 😊🙏