NovelToon NovelToon
Penakluk Para Legenda

Penakluk Para Legenda

Status: tamat
Genre:Fantasi / Pendekar / Perubahan Hidup / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sigi Tyo

Seorang Dewa Perang yang terbuang dari Alam Dewa karena ulah nya yang dianggap "nakal", hingga membuat kaisar Dewa memohon kepada sang pencipta untuk membuang nya ke alam manusia.

Jalan takdir yang membawa nya ke alam yang baru dengan ingatan yang hilang dan kekuatan yang tersegel.

Mampukah Sang Dewa Perang menemukan jati dirinya..? ikuti kisah ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sigi Tyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Musuh yang Aneh

Keempat orang itu sudah memasuki kawasan hutan yang cukup lebat, hutan yang penuh dengan pohon pohon yang menjulang tinggi dengan semak belukar yang sangat rimbun.

Hutan yang termasuk hutan angker tersebut selalu di hindari oleh para pelintas karena ke"wingit"an nya itu.

Namun Randu Sembrani dan Nyai Nilam Sari tak memperdulikannya, mereka yang termasuk tokoh legenda tak takut akan semua itu.

"Waah..hutan yang lebat, sangat lebat malah," kata Jaya Sanjaya.

"Lebih lebat dari hutan di tempat kita kakang," sahut Pelangi.

"Hmm."

"Hati hati..., kalian ingat..!, jika memasuki hutan seperti ini, biasanya akan ada bahaya yang mengintai," kata Randu Sembrani mengingatkan.

"Tetap waspada jangan sampai hilang konsentrasi."

Mereka makin masuk ke dalam hutan, yang bahkan kini terlihat gelap karena sorot sinar matahari tak mampu menembus hingga ke dasarnya.

"Berhenti ..!!," kata Randu Sembrani pelan, mengangkat tangan menandakan semua harus berhenti.

Nampak di depan terlihat segerombolan orang dengan dandanan aneh sudah menghadang di tengah jalan, menghentikan rombongan itu.

Sekelompok orang dengan wajah penuh coretan warna hitam, dengan baju yang juga seadanya dan terlihat aneh itu menatap garang ke arah kelompok pelintas itu.

"Siapa kalian..?ada apa kalian menghadang kami..?," seru Randu Sembrani menatap tajam ke arah kelompok tersebut.

Salah satu dari penghadang maju ke depan, "Kami Gagak Hitam..!." penguasa hutan Gondo Mayit ini.

"Ooh..kau kelompok itu..!," balas Nyai Nilam Sari tak menunjukan rasa takut sedikitpun.

Padahal biasanya orang orang yang mendengar nama Gagak Hitam penguasa Gondo Mayit akan lari terbirit-birit, bahkan terkencing kencing.

"Kalian tak takut dengan kami..?." sentak salah satu orang tersebut, nampaknya mungkin pimpinan nya.

"Buat apa kami takut kepada kalian..?, kalian hanya sampah masyarakat yang menggangu orang lain saja..!." balas Randu Sembrani masih dengan tenang tanpa turun dari kuda nya.

"Kau belum tau tentang kami rupanya..!," seru salah satu dari Gagak Hitam tersebut.

"Jaya dan Pelangi saat ini kalian boleh berlatih ilmu Kanuragan yang kalian miliki selama ini..tebas sesuka hati kalian..," seru Randu Sembrani memerintahkan kepada dua anak muda itu.

"Baik Guru..!," seru Pelangi segera turun dari kudanya dengan semangat.

"Jangan ragu keluarkan pedangmu dan gunakan sebaik mungkin..!," perintah Randu Sembrani.

**

Wereng Ireng kembali memerintahkan anak buahnya yang masih dalam formasi Badai Api Menerjang kembali menghantamkan pukulannya.

"Hiaaaaa...!!."

Teriakan dan Pukulan serentak dari anggota Api Suci itu kembali menjauhkan ular ular tersebut dari Zirah pusaka tersebut.

"Hiaaaaa....!!."

Kembali teriakan komando bersama untuk memukulkan gelombang Api Menerjang memaksa ular ular tersebut makin menjauh.

Dengan cepat Wereng Ireng meloncat ke arah baju Zirah tersebut dan mengambilnya.

Seeet...!

"Hua..ha..ha... akhirnya baju ini bisa aku kuasai..!," teriak Wereng Ireng langsung memakai baju zirah tersebut, begitu dia berhasil mengambilnya.

Meski tak melekat pas di badannya namun kini penampakan Wereng Ireng makin penuh wibawa.

Dan entah bagaimana ular ular itu kini terlihat meninggalkan tempat tersebut secara pelan tapi pasti setelah Zirah tersebut di pakai oleh Wereng Ireng.

"Ayo kita keluar dari sini..!," kata Wereng Ireng memimpin anak buahnya keluar dari gua tersebut dengan sikap jumawa.

**

Pelangi sudah memainkan pedang nya, saat pasukan Gagak Hitam mengurungnya.

Begitu pula dengan Jaya sudah menarik pedang yang sengaja dia simpan di pinggang nya, dia sengaja membawa pedang karena tak akan sembarangan mengeluarkan tombak andalannya dari ruang dimensi.

Kedua anak muda itu kini sudah di kelilingi oleh anggota Gagak Hitam.

Sriing....!!

Salah satu anggota Gagak Hitam sudah melesat maju menebaskan pedangnya ke arah Pelangi.

Dengan segera Pelangi menghadang tebasan pedang lawan dengan pedang yang di miringkan.

Traaang...!

Dentangan senjata dua pedang itu terdengar nyaring, lalu di susul oleh sambaran pedang lainnya mengarah ke arah dua anak muda itu.

Jaya sudah memutar pedang nya menangkis-kan senjatanya menepis senjata senjata lawan yang mengarah kepada nya.

Traang...! traaang...!!

Puluhan senjata yang mengarah ke badannya tertepis dengan ayunan pedang Jaya Sanjaya.

Pelangi pun mulai menari memainkan jurus Manggar Pecah dengan pedangnya.

Sriing ...! sriing...!!

Traaang.... traaang....!!

Sabetan senjata lawan berhasil di tangkis dengan mudah oleh Pelangi.

Hingga suatu kesempatan Pelangi berhasil menyabetkan pedang nya menebas perut lawannya hingga usus nya terburai.

Craaassh...!!

"Aaarcchhh...!!."

Suara jeritan dari anggota Gagak Hitam terdengar pilu.

Namun anehnya anggota yang lain tak ada yang berempati, mereka malah tertawa melihat temannya tertebas pedang lawannya.

Mereka seakan menertawakan kawannya, akibat kesialan nya itu.

"Ha..ha..ha..rasain tuh bleh...!!," teriak temannya sambil tertawa, mengolok olok kawannya yang biasa di panggil Dobleh.

"Dobleh...ayo..cepetan bangun...jangan pura pura kau..!!," teriak yang lainnya saat korban sabetan pedang Pelangi masih tertelungkup, seperti mati dengan perut menganga dan usus terburai.

Jaya Sanjaya dan Pelangi yang mendengar hal itu sedikit ternganga, apalagi saat melihat musuh yang tadi sudah di tebas oleh Pelangi kini sudah bangkit berdiri dengan perut pulih seperti sedia kala.

Dobleh bangkit berdiri dan tertawa terbahak bahak.

"Hua..ha.ha..kalian kaget bukan..? dengan kehebatan kami..!, kau pikir kami bisa semudah itu di kalahkan..?." kata nya dengan sombongnya.

Randu Sembrani nampak tertawa, "Aku bilang apa..tak perlu ragu, saat inilah kesempatan kalian mengeluarkan jurus andalan kalian..he..he..he..itung itung latihan..!." teriak Randu Sembrani dari pinggiran.

Mendengar hal itu Jaya yang penasaran mulai memainkan jurus jurus andalannya, dia bergerak makin cepat dengan pedang di tangannya.

"Hiaaaa....!!."

Craaassh...!!

Craaassh...!!

Sabetan pedang dari Jaya Sanjaya mengoyak, merobek dan membelah musuhnya dengan ganas.

Demikian juga dengan Pelangi dengan jurus "Manggar Pecah" nya hasil didikan dari Kakek Jayeng Rono, sudah mecabik, menebas dan memotong tubuh lawannya dengan beringas.

Dua anak muda tersebut seakan bermain dengan tubuh tubuh lawan yang berkali kali di potong, di belah, di robek namun dalam waktu sesingkat itu mampu balik ke ujud aslinya.

Mereka hanya butuh menyatukan potongan tubuhnya kembali untuk pulih seperti sedia kala.

Itulah kelebihan dari Kelompok Gagak Hitam yang menguasai hutan Gondo Mayit ini, mereka tak bisa mati, karena setiap di tebas tubuhnya maka akan bersatu kembali, bahkan jantungnya di tembus pedang pun mereka masih bisa hidup lagi.

"Edaan... makhluk apa mereka..!!," gumam Jaya Sanjaya mulai murutuk.

"Ayoo.... serang kami..!!," teriak salah satu dari anggota Gagak Hitam makin menantang.

Sebenarnya mereka juga kesakitan saat badannya tertebas meskipun tidak mati, dan sebenarnya mereka juga jerih dan amat tersiksa karena berkali kali di hajar.

Bukankah orang yang di pukuli terus menerus juga akan kapok meskipun tidak mati, bukan..?

Randu Sembrani makin tergelak melihat pertempuran itu.

Baginya dengan melihat pertarungan dua anak muda tersebut dia bisa mengukur sejauh mana kemampuan keduanya.

Bisa di lihat jika kemampuan Pelangi sangat jauh jika di bandingkan Jaya Sanjaya.

Jika Pelangi tingkat kependekaran nya ada di level Raja Perunggu pertengahan, maka Jaya Sanjaya ada di tingkat Raja emas akhir.

"Hmm...cukup hebat juga Jaya Sanjaya ini, usia nya masih terlihat muda namun tingkat kependekaran nya sudah setinggi ini ( tingkat kependekaran bisa di lihat di chapter Ingin mengembara)." kata Randu Sembrani mengagumi anak muda di depan nya.

"Ya..aku yakin dia benar benar bukan pemuda biasa kakang," sahut Nyai Nilam Sari yang ada di samping suaminya tersebut.

Pertempuran masih terus berlangsung hingga matahari sudah mulai menggelincir ke barat.

"Jaya ..!, Pelangi...!!, kalian bersiap..!!," teriak Randu Sembrani memberikan aba aba, sambil melakukan sesuatu untuk melindungi kuda tunggangan.

CLAAAAPP....!!

Sebuah sinar terbentuk dengan cepat membentuk bulatan bola yang transparan melingkupi semua orang yang ada di sana.

Semua Anggota Gagak Hitam langsung melambat gerakannya, termasuk Pelangi.

Jaya Sanjaya yang tak terpengaruh langsung bergerak kian cepat menebas seluruh lawannya sementara itu Nyai Nilam Sari sudah membopong Pelangi di dudukan di kudanya dan semua melesat pergi meninggalkan tempat tersebut tanpa menggubris anggota Gagak Hitam yang sudah terpotong potong oleh serangan terakhir Jaya Sanjaya.

"Ayo cepat sebelum mereka pulih raga nya dan pulih dari efek Mata Dewa..!," teriak Randu Sembrani memberikan perintah.

Kuda kuda itu melaju dengan cepat meninggalkan hutan Gondo Mayit, berharap segera meninggalkan tempat tersebut atau setidaknya menjauh dari area Gagak Hitam.

"Ada apa dengan raga mereka kakek..? tanya Jaya Sanjaya masih penasaran dengan kemampuan dan kehebatan lawannya tadi.

"Kita lanjutkan perjalanan dulu, nanti akan aku ceritakan tentang mereka setelah semua aman." kata Randu Sembrani sambil memacu kuda tunggangan meninggalkan kawasan hutan yang sangat lebat dan angker tersebut.

___________

Jangan lupa tinggalkan jejak nya....

1
Raysonic Lans™
duh duh
Reza bima
iya,musuhnya lari ga dibunuh, terus bikin perguruan lagi bikin ulah lagi.. begitu seterusnya...ya orangnya itu2 saja
Reza bima
berhenti,tunjukkan surat2nya.. dewa kok begini
Markinyo
rasa kemanusiaan apa? gimana dengan korban yg di bantai oleh perusuh itu?

jgn naif dunk thor..
Markinyo
kelamaan, knp tdk langsung d ikuti ke markas penjahat, langsung d tumpas sekalian..?
Reza bima: bertele-tele..ceritanya
total 1 replies
Markinyo
katanya pembela kebenaran? kelompok pemeras di biarkan..
Markinyo
katanya kl ketemu zirah sayapnya, akan kembali ke Jaya, krn ada roh di zirahnya..
lha ini ktmu kok g kembali ke Jaya thor..

yg bnr mn thor?
Bagian Pendaftaran Cristal Biru Meuligo
Luar biasa
Iskandar Yunaeni
Sepertinya mau jadi kuat nih
Iskandar Yunaeni
Baru mulai
Iskandar Yunaeni
WAH RAME NIH
muh syahlan
mantap.............,/Good//Good//Good//Good/
teguh andriyanto
Luar biasa
Irfan tejo laksono
top
Agus Susanto
Lumayan
left
Luar biasa
left
Lumayan
Dewi Yani
mcnya gila jalan makan istrahat....jalan makan istrahat....lha pusaka udah diambil semua orang...
Zacky yulianto
Luar biasa
Zacky yulianto
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!