Henry, seorang pria yang berumur 45 tahun dengan status duda beranak satu. Suatu ketika takdir mempertemukan dirinya dengan seorang gadis.
Kejadian ini berawal dari dia menolong tragedi kecelakaan pada seorang wanita muda nan cantik yang bernama Renata.
Seiring berjalan nya waktu Renata tinggal dirumah Henry, sehingga membuat Henry jatuh cinta kepadanya kemudian dia mengajak untuk segera menikah dengan nya.
Suatu ketika kejadian miris menimpa Renata kembali, hingga ia ditolong oleh seorang pemuda yang bernama Kellan.
Singkat cerita, sejak awal bertemu dengan Renata Kellan sudah jatuh cinta terhadap nya. Namun sayangnya, wanita yang dicintainya itu terpaksa harus menjadi ibu sambung nya.
Akankah Kellan terus mengejar cintanya dengan sang ibu sambung?
Akankah Henry mengetahui hal ini? dan jika tahu apa yang akan diperbuat olehnya?
Penasaran? mari kita simak cerita nya!
Jangan lupa vote, komen, dan like dari kalian ❤️❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke makam Isabella
Hari ini Kellan, aunty berserta suami nya tampak semangat berkerja di ladang gandum.
Meskipun mereka mempunyai para tenaga kerja tapi bukan berarti mereka harus oncang-oncang kaki, mereka pun juga berperan aktif dalam mengelola nya.
Semakin lama hasil panen gandum tersebut semakin melimpah ruah tak heran banyak sekali yang ingin menjadi pemasok nya.
"Kellan, kau bawakan gandum ini pada mobil truk disebelah sana." Perintah suami Anne pada nya.
"Baik, Paman!" Sahut nya sambil memanggul gandum seberat 25kg.
Dilain arah Anne merasa kagum dengan kegigihan keponakan kesayangan nya, lalu ia menghampiri suami nya yang sedang menghitung beberapa stok gandum,
"Semakin hari Kellan semakin semakin semangat ya, Pah."
"Anak itu memang sangat gesit dalam berkerja, tapi kalau sudah main dengan teman-teman nya sampai lupa daratan." Gurau nya.
"Hush! Jangan begitu, Pah. Kan kamu sendiri yang bilang dia itu lagi dalam masa pemberontakan sedang mendidih-mendidih nya tuh darah nya." Protes Anne.
"Ya, maaf. Aku tadi tidak sengaja."
Seketika pikiran Anne menjurus pada kejadian beberapa tahun silam.
°Flashback On°
Kejadian diruang tamu tepat nya dirumah Anne.
"Isabel, kau serius ingin bercerai dengan Henry?" Tanya Anne dengan heran.
"Iya. Aku serius!" Pungkasnya.
"Apa tidak ada cara lain, selain cerai. Kau tidak kasihan melihat Kellan dia masih anak-anak." Protes Anne.
"Bukan nya aku tidak peduli dengan nya. Tapi ini semua sudah menjadi keputusan bersama."
"Jika kalian bercerai lalu Kellan ikut dengan siapa?"
"Sudah pasti dengan ku. Karena dia masih dibawah umur dan dia butuh pendamping sosok ibu." Perjelas nya.
"Lalu apakah Henry masih ada hak untuk sekedar mengunjungi nya?"
"Aku tidak mempersulit nya, itu semua tergantung dari Kellan."
"Baiklah. Terserah pada mu saja."
°Flashback Off°
"Mah, kamu kenapa bengong?" Ucap suami Anne dengan mengagetkan nya.
"Agh... Tidak, Pah. Aku hanya teringat dengan mendiang Isabel." Balas nya dengan pilu.
"Sudah lah jangan dipikirkan. Dia sudah tenang disana!"
"Aku heran Pah, dengan hubungan Henry dan mendiang kakak ku. Mereka harta punya sangat melimpah, anak di anugerahi, tapi masih saja diantara mereka mengeluh kekurangan. Sedangkan keadaan kita dulu sangat pas-pasan bahkan sudah 15 tahun ini belum dianugerahi seorang anak, belum lagi mendapat cemoohan dari orang sekitar." Gurau nya dengan pilu seketika tangis Anne pecah
"Sabar, Ann. Tiap orang itu memiliki kebahagiaan nya masing-masing, yang terpenting sekarang aku tetap berada disisi mu." Sahut nya.
Anne mengusap air mata nya kemudian ia merasa terhibur dengan perkataan haru dari suami nya,
"Aaaa... Kamu so sweet banget. Sini peluk dulu!" Ujar nya dengan nada manja.
"Ih... Apaan sih kamu seperti anak muda saja!" Balas suami Anne dengan malu-malu menerima pelukan manja dari istrinya.
Tiba-tiba datang lah Kellan....
"Aunty, Paman, ngapain kalian berpelukan ditengah ladang. Memang nya kalian tidak malu dilihat orang." Celetuk nya sambil menggelengkan kepalanya.
"Tahu, nih! Aunty kamu lagi manja. Ann lepasin malu dilihat sama keponakan mu."
"Huh! Anak muda kau menganggu saja, tidak boleh Aunty nya senang sedikit. Makanya segera cari pacar supaya kamu tidak iri dengan yang lebih tua." Celoteh dengan ejekan nya serta candaan.
"Sudah ada kok pacar nya!" Sahut nya dengan percaya diri.
"Siapa orang nya, kenapa tidak dibawa kerumah?" Tanya Anne penasaran.
"Sudah Aunty jangan cerewet, pokok nya ada dan dia cantik seperti mamah ku." Ujar nya lalu menghilang dari pandangan mereka.
~~
~~
"Kellan, ini sudah malam kau ingin kemana?" Teriak Anne dari arah pintu kamar nya saat Kellan ketahuan tertangkap basah karena mengendap-endap ingin keluyuran bersama kawan-kawan nya.
"Aku ingin pergi sebentar, Aunty." Alasan nya, sejenak langkah kakinya berhenti.
Tap...Tap...
Anne melangkah kearah nya terlihat raut wajah curiga disana,
"Ini sudah malam waktu nya tidur." Tegas nya.
Kellan melihat kearah jam dinding,
"Ini masih jam 22.00 Aunty." Tangkas nya.
"Tapi kan besok pagi kita harus ke makam mendiang Ibumu, Aunty tidak mau kalau kita sampai terlambat."
"Aku jamin akan tepat waktu, aku janji nanti malam jam 12 aku akan pulang." Celetuk nya dengan sorot bola mata berwarna kebiruan terlihat meyakinkan.
"Baiklah kalau begitu Aunty izinkan ingat janji mu kalau sampai melanggar tak segan aku marah pada mu." Gumam Anne memperingatkan.
"Siap Auty ku sayang!" Goda kellan dengan pelukan manja nya.
Tak lama kemudian Kellan izin kepada Anne untuk bermain bersama teman-temannya.
Rupa nya ia sudah ditunggu didepan dengan masing-masing kawan nya saling mengendarai motor satu sama lain.
Segera lah Kellan mengeluarkan motor sport dari dalam garasi, lalu ia menaiki nya pada punggung motor tersebut tak lupa memakai helm untuk menjaga keselamatan, kemudian ia tancapkan gas dan pergi kearah tujuan yang diiringi oleh 5 kawan nya tepat dibelakang nya.
°°°°°°°
Kini sampai lah mereka pada tempat tujuan nya, lebih tepat nya ia berada disebuah arena permainan bowling.
Sebelum memulai permainan nya mereka membayar nya dahulu pada loket pembayaran. Kini mereka sudah berada didalam arena bowling tampak terlihat sangat luas area tersebut serta ada beberapa orang yang sedang bermain pada saat itu.
Terdapat disana beberapa area yang kosong, masing-masing telah diberikan pembatas antar pemain serta tata letak antar pin yang sudah berdiri tegak sejumlah 10 buah.
Kini saat nya Kellan memulai permainan nya.
Sorot mata birunya fokus pada arah lurus ke depan, tak lupa ia memegang bola pada salah satu tangan nya.
Terlihat 10 pin didepan sudah tersedia seperti siap untuk diluncurkan dengan sebuah bola, lalu ia mulai mengatur posisi tubuh nya, tangan kanannya sudah siap memegang bola.
Ia pun sudah yakin dengan sesuai titik fokusnya dengan gerakan cepat segera ia meluncurkan bola yang ada ditangan nya.
Dan.....
Jebret.....
10 pin yang berdiri tegak disana akhirnya luluh lantah seketika mengenai bola dalam satu luncuran, terlihat Kellan merasa puas dengan permainan nya.
Seperti perkataan Anne waktu semalam, pagi ini tepat nya jam 09.00 ia akan mengunjungi ke makam mendiang kakak nya yang tak lain ibu kandung Kellan.
Seperti nya mereka sudah siap untuk segera pergi ke sana, terlihat Kellan penampilan nya nampak nyentrik dengan kacamata berwarna hitam yang menghalangi kedua mata nya.
"Kalian sudah siap. Ayo! Kita berangkat sekarang." Sahut suami Anne yang sudah duduk didalam mobil.
Sampailah mereka disebuah pemakaman. Terlihat disana banyak sekali jumlah makam pada masing-masing tempat serta bertuliskan nama satu sama lain.
Area sekitar terbilang sepi hanya mereka saja yang datang pada waktu itu.
Terdapat salah satu makam tepat di bawah pohon tumbuh dengan rindang yang tak lain makam mendiang ibu kandung Kellan, Anne segera menyingkirkan dedaunan yang berserakan di atas kuburan Isabella.
Setelah dibersihkan Kellan membawa seikat bunga yang kebetulan kesukaan ibunya semasa hidupnya, lalu ia meletakkan di atas makam Isabella.
Masing-masing dari mereka menelengkup kan kedua tangan nya serta panjatkan doa didalam hati.
Sambil berdoa dengan khusyuk Kellan menutupkan kedua matanya dari dalam hati ia berkata,
"Mamah, apa kabar mu ku harap engkau baik-baik saja disisi Tuhan. Mamah kau tak usah khawatir, aku disini baik-baik saja Paman serta Aunty menjaga ku dengan baik."
"Mamah, maafkan aku. Sampai saat ini aku belum bisa berdamai dengan Papah ku. Entahlah sampai saat ini aku masih menganggap nya sebagai musuh terbesar ku, ku harap mamah mengerti perasaan ku."
"Mamah, ada satu hal yang ingin ku sampaikan. Aku sedang mengincar seorang gadis namun aku tidak tahu identitas nya, ini pertama kali nya aku jatuh hati pada seorang gadis. Ku harap mamah merestui ku dengan cara mempertemukan kembali dengan nya."
Mereka telah selesai berdoa, tak lama kemudian mereka berjalan menuju mobil yang terparkir berhenti.
Masing-masing dari mereka sudah berada didalam mobil kini saat nya mereka kembali menuju arah pulang.
Mati aja lu Kellan 😛😕
Renata, Kellan itu suka sama kamu peka dong . masa kamu gk tau sih 😕
🌟💗💜💜💜💜🌟
🌟💗💜💜💜💜🌟
🌟✨💜💜💜✨🌟
🌟✨✨💜✨✨🌟
✨🐬✨🐬✨🐬✨
🌊🌊🌊🐬🌊🌊🌊