ketika cowo cuek jadi kang bucin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fransiska simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab#31
dia lebih baik melawan para gengster mafia 100 orang sekaligus dari pada menghadapi para wanita genit dan sexy seperti ini.
Tapi itu tidak berlaku pada Lawra, Rafa justru sangat menginginkan Lawra perpakaian seperti itu.
sejak pertama kali bertemu..Rafa sudah dibuat penasaran oleh seorang Lawra..bisa-bisanya Lawra terlihat acuh dan tidak memiliki ketertarikan saat melihat Rafa..itulah yang disukai Rafa dari Lawra.
"kenapa Rafa? harusnya kamu senang, saya kasih kamu pemandangan indah seperti ini." ucap Marco menggodai Rafa.
Reynaldi supir keluarga Mahendra mulai menyebut satu persatu nama wanita itu, yang dibacanya dari data-data para wanita itu dari layar laptop di depannya.
para wanita itu pun menunjukkan aksi aksi gila dan liarnya dengan berbagai macam aksi serta Central centilnya dengan dandanan menor mereka masing-masing.
ada yang mencoel-coel dagu dan pipi Rafa, ada juga yang berani-beraninya mencium pipi, tangan dan bagian tubuh lainnya.
rasanya Rafa ingin keluar dari ruangan itu, tapi tidak berani melewati kerumunan para wanita-wanita itu.
dengan samar-samar Rafa melihat ayahnya berjalan ingin keluar, dia dapat melihat dari celah-celah kerumunan wanita gak ada akhlak itu. "AYAAAHHHHHHH!!.. JANGAN TINGGALIIINN!!" teriak Rafa dengan sangat keras, ketakutan berlari menuju ayahnya tapi wanita berdandan menor itu tidak memberikan celah untuk Rafa melarikan diri.
bahkan air mata Rafa sudah keluar, sejak Sekian lamanya, terakhir kali ia menangis pada umur 6 tahun.
refleks ayah Rafa datang tergesa-gesa dan menarik Rafa ke dekatnya. "HENTIKAN!!" teriaknya seketika para wanita berdandan menor itupun menunduk dan menghentikan aksi-aksi gilanya.
dia melihat Rafa gemetar hebat dengan wajah pucatnya dan yang paling terkejutnya melihat Rafa mengusap air matanya yang tidak berhenti- gantinya keluar.
Rafa berjalan ke belakang ayahnya dan berdiri di sana sambil menarik napas menelan ludah dan melap keringatnya yang bercucuran.
"ayolah keluar Raf.." dengan kecewanya Marco pun mengajak Rafa keluar dari ruangan itu.
para wanita berdandan menor itu sempat mengejar langkah Rafa yang hendak keluar dari ruangan itu, Untung saja langsung dihentikan oleh Reynaldi dengan susah payah nya. " owh, maaf nona.. Sepertinya kalian tidak terpilih, saya akan membagikan poster saja, bisa puas peluk cium di rumah dan di kamar atau kalian apakan juga boleh.'' ucap Rinaldi sambil menghalangi para wanita-wanita itu.
ayah Rafa menghela nafas dengan kasar, Sekarang dia sudah mem-positifkan bahwa anaknya itu memang benar-benar gay. jika sudah seperti ini akalnya untuk membuat Rafa segera menikah sudah buntu.
bahkan rencananya untuk menggendong cucu dengan secepatnya itu sudah hancur lebur.
dia pun tidak menyangka Mengapa para wanita-wanita itu genit dan liar, Padahal pas dia melakukan tes pertama wajah mereka seperti polos-polos saja.
sedangkan rinaldy Sekarang sudah hampir putus asa, dia tidak tahu bagaimana caranya mengeluarkan para wanita-wanita itu dari rumah.
dia sudah menyarankan supaya mereka segera pulang sekarang, tapi tidak ada yang mendengarkan, karena ributnya ruangan itu meski dia sudah menjerit-jerit, menepuk-nepuk tangannya..
entah bagaimana nasibnya sekarang.
"bagaimana pah?? siapa yang terpilih??" bu Rini, Ibu Rafa yang melihat Pak Marco berjalan menuju meja makan, langsung sumringah. "dimana Rafa dan calon mantu ku?? kenapa kamu nggak ajak calon mantuku kesini? aku sudah menyiapkan makanan untuk merayakannya..banyak lo ini pah" oceh ibu Rafa yang membuat Marco semakin lesu.
yuk semangt yuk up nya kak