NovelToon NovelToon
Key And Bian

Key And Bian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: LaSheira

Selamat Membaca kisah Key And Bian 💖💖

Takdir masa lalu Presdir Adiguna Group dan seorang model bernama Jesika, telah membuat sebuah benang kusut untuk kehidupan anak-anak mereka.

Key dan Bian dua manusia yang mengenal arti cinta dengan cara berbeda. Semua terasa sederhana jikalau itu hanya tentang rasa mereka berdua. Tentang cinta berbeda status, tentang orang ketiga. Namun takdir masa lalu orangtua telah menyeret mereka dalam hubungan rumit tentang penghianatan, tentang ibu yang tersakiti, tentang kebencian yang diwariskan.


Dan bagaimana kalau takdir masa lalu itu memunculkan seseorang, anak yang tak diketahui. Dari situlah rumitnya takdir masa lalu itu akan terurai.

Akankan cinta Key dan Bian bersatu menuju perayaan?

Akan ada banyak tawa dan bahagia, namun juga akan ada airmata.

selamat membaca 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaSheira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anjas sebagai Penengah (Part 2)

Key berlari kecil ketika melihat

mobil Anjas sudah ada di mulut gang, apalagi saat melihat laki-laki itu keluar

dari mobilnya. “ Maaf kak menunggu agak lama.”

“ Baru sampai kok. Masuklah!” dia

membukakan pintu. Key tersipu malu, pakai acara membukakan pintu seperti di

drama saja batinnya. Key masuk ke dalam mobil, lalu Anjaspun menyusul.

“ Jadi kak Anjas mau makan dimana?” masih mengatur nafasnya.

“ Hemm, apa boleh makan apa saja.”

Tanyanya dengan nada yang membuat Key curiga.

“ Boleh.” Key menjawab ragu.

“ Bener boleh?” tanyanya lagi.

“ Ia.” Semakin mencurigakan saja

sikapnya Kak Anjas pikir Key.

“ Bagaimana kalau ke Royal steak.”

Wajah key langsung pias. Itukan restoran steak terkenal. Bahkan restorannya ada

iklan di tv, berbagai daging impor di sediakan di sana. Daging selembut keju

kalau iklannya di tv. “ Haha, bercanda kok.” Anjas tertawa saat melihat wajah

Key sudah berubah pias.

“ Kak Anjas bikin orang mau

pinsang, untungnya key semalam aja belum tentu cukup buat beli satu porsi.”

“ Haha, wajahmu itu Key.”

“ Apa si kak.”

Anjas melajukan mobilnya. Jadi ini

ya, inilah gadis itu, gadis bermata polos dan berwajah ceria itu. Penjaga kasir

yang bisa mengusir semua kebencianmu pada banyak hal. Anjas bergumam pada

dirinya sendiri, memikirkan Bian.

“ Jadi kita mau makan dimana ni?”

Anjas bertanya lagi.

“ Terserah kak Anjas tapi yang

bujednya gak lebih dari 350.000.”

“ Key suka makan bebek bakar gak.”

“ Suka.”

“ Ya udah, makan bebek bakar aja yuk.”

Meluncur ke resto bebek bakar, yang

murah meriah, perut kenyang. Lapar hilang, uangpun aman. Begitulah Key

berkesimpulan.

Sambil menunggu pesanan mereka

mulai mengobrol. Anjas hanya bertanya beberapa hal, memancing pembicaraan

tentang perayaan pesta Grand mall kemarin. Mengalirlah cerita key, dari

persiapan membuat somai, acara yang begitu megah, sampai betapa berutungnya dia

bisa bertemu dengan Aryamanda. Idoalnya dan ibunya. Ada banyak yang dilewatkan

Key dalam ceritanya, tidak seperti biasanya yang detail pada setiap sisi

cerita.

“ Bagaimana dengan Bian.” Anjas

bertanya datar. Wajah Key langsung berubah muram, Anjas menyadarinya dengan

sangat jelas. Bahwa memang ada sesuatu diantara mereka, ah betapa bodohnya dia,

mengapa sama sekali tidak menyadari reaksi kecil semacam ini. Sekarang dua

orang terluka dengan cara mereka sendiri karenanya. Ya, walaupun ia sendiri tak

tahu, bahwa idenya untuk membawa somai key pada acara besar seperti semalam

akan benar-benar menjadi bumerang bagi kehidupan Bian.

“ Kenapa tiba-tiba menanyakan itu.”

Key mengambil gelas air minumnya, meminumnya beberapa kali, lalu meletakannya

kembali.

“ Apa kau mau mendengar sedikit

ceritaku.” Anjas menarik nafas, apakah dia benar-benar ingin terlibat diantara

dua orang ini atau tidak. Namun jika ia membiarkannya ia yakin, Bian juga tidak

akan mengambil reaksi apa-apa. Setidaknya selama seminggu ini. Pria itu akan

tengelam dalam dunianya yang ntah bermuara dimana. Sedangkan Grand mall sedang

benar-benar membutuhkan otak dan tenaganya untuk proyek baru.

“ Kak Anjas tidak perlu menjelaskan

apa-apa, jika memang ada yang ingin menjelaskan sesuatu, aku rasa itu adalah

orang lain. Tapi, aku juga tidak terlalu berharap apa-apa kak, karena memang

tidak perlu ada yang diperjelas.”

Pesanan datang, pembicaraan mereka

terhenti. Dua orang pelayan meletakan semua isi nampan ke atas meja.  “ Selamat menikmati.”

“ Terimakasih mba.” Ucap key dengan

senyuman cerianya. “ Silahkan kak, selamat makan.”

“ Aku akan menikmatinya, kamu juga makanlah.”

“ Baik.” Key mengunyah dan mulai berfikir, jadi ini kenapa kak Anjas minta traktir, seharusnya aku sudah

menyadari hal seperti ini, kalau saja Basma ikut suasana tidak akan menjadi

secanggung ini.

“ Key, bisakah kau mendengarkan apa

yang aku katakan, pada akhirnya aku tidak akan mempengaruhimu mengambil sikap

apapun. Itu terserah padamu.” Key diam. Dia masih berfikir sebentar. “ Aku

tidak mewakili Bian untuk minta maaf padamu, aku hanya ingin kamu mendengar apa

yang ingin aku katakan ini.”

Key berhenti makan, menyedot

minumannya. “ Bicaralah kak, aku akan mendengarkan.”

Anjas tersenyum tulus. Seperti

seorang kakak laki-laki yang merasa lega. “ Beberapa tahun lalu dia berkenalan

dengan seorang gadis yang manis dan polos sepertimu, ya sebenarnya kamu itu

memang tipe idealnya.” Wajah Key memerah. “ mereka bertemu di sebuah gelanggang

olahraga, gadis itu tidak tahu siapa Bian sebenarnya, dan Bianpun tidak hendak

menceritakan apapun tentangnya. Kau tahu kenapa?”

“ Karena orang lain selalu

menginginkan sesuatu dari kak Bian. Itu yang dia tanyakan padaku waktu itu.”

“ Bian bertanya padamu.”

Key ragu, ingin menceritakannya

atau tidak tentang pristiwa malam itu di gudang minimarket, saat pertama kali

Bian bicara padanya, saat itu dia masih menyimpan kebencian dan kemarahan.

“ Aku tidak akan memaksamu

menceritakan apapun.” Kata Anjas pelan. Karena dia melihat sorot maya Key yang

tidak ingin berbagi. Key masih diam. “ saat itu mereka akhirnya pacaran.”

Wajah Key dipenuhi keterkejutan,

dan juga rasa kecewa.

“ Ya, mereka pacaran pada akhirnya,

Bian menemukan seseorang yang bisa menyukainya apa adanya, tanpa embel apa-apa.

Hubungan mereka berjalan sangat baik pada waktu itu. Sampai...” Anjas berhenti

bicara, lalu memakan makanannya. “ Sampai gadis itu tahu siapa Bian

sebenarnya.”

“ Apa dia marah?” tanya key.

“ Tidak, gadis itu tidak marah. Dia

memanfaatkan hubungannya dengan Bian dengan sangat baik, ya, gadis manis dan

polos itu berubah. Dia benar-benar menjadi orang lain, bukan orang yang pernah

begitu dikagumi Bian. Dia tak ubahnya dengan wanita-wanita lain yang selama ini

mendekati Bian. Itulah yang membuat Bian marah dan merasa kecewa. Yang akhirnya

membuatnya bahkan tak pernah lagi jatuh cinta.” Anjas memandang key. “ Sampai

dia bertemu denganmu sepertinya.”

“ Haha, apa dia takut aku akan

menjadi gadis itu kak. Kalau aku tahu bahwa dia CEO Grand Mall apa lantas aku

akan minta di buatkan gerai di mall dia, atau tidak, kalau aku tahu dia CEO

Grand mall aku akan minta kupon diskon untuk belanja di mallnya.” Key berubah

ketus. Rasanya harga dirinya tercabik-cabik. Atas dasar apa, laki-laki itu

mengambil kesimpulan semacam itu. Kenapa Bian bisa begitu mudahnya mengambil

kesimpulan bodoh semacam itu. Apa dia perlu tahu, bagaimana perjuangan hidupku

untuk bertahan hidup setelah semua hancur berkeping saat orang tuaku meninggal.

Huh, untuk apa. Aku sudah merasa sangat marah. Key, bahkan menahan geram.

Tangannya terkepal kesal.

“ Bukan seperti itu key.” Aduh bagaimana ini, kenapa semuanya menjadi runyam. Anjas tidak menduga reaksi Key akan sedemikian keras. “ Bian menyukaimu, dan dia tidak ingin kehilanganmu.”

Key menyeringai. Tidak mau kehilangan, memang dia ini apa. Selama ini hubungan yang terjalin antara mereka juga hanyalah sebuah tali persahabatan. Teman, kapanpun bisa putus bahkan hanya

karena masalah sepele saja. “ Kami hanya berteman kak. Tidak lebih.” Memang

seperti itulah adanya. “ Kak Anjas sebenarnya tidak perlu repot-repot

menjelaskan apapun. Kak Bian juga tidak perlu menjelaskan apa-apa padaku.

Baiklah, aku sudah selesai, kak Anjas sudah selesaikan. Kita akhiri saja

pembicaraan ini kak. Sungguh, aku senang bisa bicara dengan kak Anjas dan aku

sangat berterimakasih atas kesempatan yang di berikan Grand mall untuk terlibat

pada perayaan ulang tahunnya. Aku sungguh sangat berterimakasih kak. Namun

mengenai kak Bian, aku rasa kita cukupkan sampai di sini saja.”

Key tiba-tiba berubah menjadi begitu

tegas. Dia benar-benar merasa marah dan tersinggung harga dirinya. Key membayar

makanannya setelah semuanya selesai. “ Aku bisa pergi sendiri kak. Kak anjas

pasti sibukan.”

“ Tidak, aku antar key.”

“ Tidak usah kak, terimakasih banyak.”

“ Kumohon!” katanya dengan suara pelan, Key luluh melihat wajah itu akhirnya.

“ Baiklah, tapi janji, jangan membahas kak Bian lagi.”

“ Baiklah.”

Akhirnya key masuk ke dalam mobil.

Anjas melajukan kendaraannya pelan, dia menoleh ke arah key. Gadis itu terdiam

dan memandang ke luar jendela.

“ Maaf key.” Key menoleh kepada

Anjas, laki-laki itu masih fokus melihat jalan di depan. “ Maafkan aku, aku

membuat semuanya malah menjadi semakin rumit.”

“ Tidak kak, jangan merasa bersalah

atas apapun yang terjadi, kak Anjas tidak bersalah apapun di sini. Aku saja

yang agak sensitif sepertinya. Tapi sungguh, terimakasih sudah menghawatirkan

ku kak. Dan aku sungguh berterimakasih atas kesempatan berharganya semalam.”

“ Sama-sama Key, kau sudah tidak

berhutang apapun, kau sudah mentraktirkukan.”

Senyum gadis itu merekah, kemudian

dia kembali terdiam, memilih menoleh lagi ke luar jendela. Sampai tiba di gang

menuju rumahnya.

“ Terimakasih kak, sampai jumpa

lagi.” Key turun dari mobil, melambaikan tangannya saat mobil Anjas melaju. Dia

baru berjalan menuju rumahnya saat mobil itu sudah tidak terlihat.

“ Apa! Apa aku akan berubah jadi

gadis materialistis saat tahu kamu itu CEO Grand mall? Kenapa? Kenapa

membandingkanku dengan gadis itu, mantan pacarmu. Seenaknya saja. Kau tahu

tidak, aku bahkan rela bekerja siang dan malam dengan tenagaku sendiri dari

pada harus meminta belas kasihan dari orang lain. Dasar bodoh!” sepanjang

perjalanan key marah-marah dan bicara sendiri. Dia sibuk mengerutu, sampai

tidak menyadari kalau ada orang yang berjalan ke arahnya.

“ Maaf pak, saya benar-benar tidak sengaja.”

“ Tidak apa-apa dik, saya yang kurang hati-hati.”

Key mengeryit, siapa pria itu, sepertinya bukan tetangganya. Pakaiannya juga terlihat bagus, ah mungkin tamu

salah satu tetangga pikirnya. Diapun melanjutkan perjalannya. Orang itu

sepertinya dari arah sekitar rumahnya. Dia bertemu dengan beberapa tetangganya,

ibu-ibu yang sedang mengobrol.

“ Permisi tante.”

“ Sudah pulang Key, gak jualan ya.”

“ Ia tante, masih libur.” Key mendekat kearah mereka, saat seseorang memberi isyarat

lambaian tangan memintanya mendekat. “ kenapa tante?”

“ Tadi ada orang yang tanya-tanya

tentang orang tuamu, bapak-bapak berpakaian jas.” Key teringat laki-laki yang

ditabraknya tadi. “ Dia bilang kenalan ayahmu.”

“ Ohh, ia tante. Mungkin kenalan

ayah, aku sudah lupa dengan wajah teman-teman ayah. Haha.” Mereka sadar, selalu

ada perubahan airmuka Key dan juga intonasi bicaranya jika sudah membiacarakan

orang tuanya. “ permisi ya tante.”

“ Ia key, pulang dan istirahatlah,

kamu sudah bekerja dengan keras.” Key hanya tersenyum. Lalu dia beranjak masuk

kerumah.  Melihat ke kamar Basma, pria

muda itu sedang tertidur sambil memegang ponselnya. “ kebiasaan deh,

radiasinyakan  bahaya, ini nempel di

kepala lagi.” Key mengambil ponsel dan meletan  diatas menja, membelai kepala Basma beberapa kali. Ah, adik kecilku

sudah tumbuh dewasa. Tidak perduli, siapa orang tuamu, tidak perduli darah

siapa yang mengalir dalam nadimu, kau adalah adikku. Kata key berulang, sambil

terus membelai kepala adiknya lembut.

Bersambung.................

1
Nurma Sadiah
cie yang seneng di posesif🤣
Abizar Alfarizki
hadeeh bian 🫩
Nurma Sadiah
wow ternyata bian dan basma adik kakak😄
Nurma Sadiah
mau bakso🤤 apalagi makannya bareng orang kaya bian
Septi Msi Yogyakarta
halo kak author
aku rindu dgn krya2 mu
Nurma Sadiah
amanda sama anjas aja, cocok👍
Nurma Sadiah
ih sakit banget sih klo jadi manda/Sob/
Nurma Sadiah
happy ending😍
Mahendra Sari Anwar
kak,,ko blm ada lg cerita yg baru?
aku selalu tgu lohhh cerita nya🔥🔥🫶
love love love berkobon² nanas kan🫶
Mahendra Sari Anwar
maui lagiii🔥🫶
Maryam Husain
luar biasa
Putriani
izin mampir yah😍
☠Arin_
aku suka final ending yg bahagia gini
☠Arin_
the end🙏
☠Arin_
waaaah mau pamer🤣🤣🤣
☠Arin_
Senengnya🤣🤣🤣
☠Arin_
Sedih aja
☠Arin_
plong
☠Arin_
wah kena deh🤣🤣🤣
☠Arin_
😭😭😭😭masih berlanjot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!