NovelToon NovelToon
One Piece : Sistem In The Shinobi World

One Piece : Sistem In The Shinobi World

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Naruto
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RabilMuhammadTahir

Seorang penggemar anime tiba-tiba terbangun di sebuah pulau terpencil di dunia Naruto. Saat kebingungan mencari jalan keluar, sebuah sistem misterius muncul.

One Piece System.

Dengan sistem ini, ia dapat memperoleh karakter-karakter dari dunia One Piece sebagai bawahannya. Namun, untuk mendapatkan mereka, ia harus membangun reputasi dan pengaruh.

Bajak laut, Angkatan Laut, hingga tokoh-tokoh besar One Piece—semuanya bisa menjadi bagian dari kekuatannya.

Di dunia Naruto yang penuh konflik, ia harus menentukan jalannya sendiri.

Membangun kekuatan dari balik bayangan, atau menjadi legenda yang dikenal seluruh dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Langkah Menuju Pelabuhan Bebas

Empat hari berlalu sejak peristiwa tenggelamnya kapal patroli Kirigakure pimpinan Chunin Kaji.

Markas Tebing Barat kini telah beroperasi sepenuhnya sebagai basis rahasia faksi Gale. Celah karang luar sudah diperkuat dengan barikade kayu tebal yang tersamar oleh semak belukar liar, sementara bagian dalam gua telah ditata rapi menjadi ruang logistik, gudang senjata, dan area istirahat.

Johnny menghentikan latihan sore anak buah Dogo di lapangan karang. Pria bertelanjang dada itu menyapu keringat di keningnya seraya berjalan mendekati Rian yang sedang berdiri mengamati peta wilayah di atas meja kayu aula utama.

"Aniki," panggil Johnny seraya menyandarkan katananya di bahu. "Anak-anak buah Dogo sudah jauh lebih mendingan sekarang. Mereka setidaknya sudah bisa memegang pedang dengan benar dan mengerti instruksi formasi dasar."

Rian mendongak dari petanya. "Bagus, Johnny. Kita akan membutuhkan kesiapan mereka."

Di saat yang sama, Dogo melangkah masuk ke dalam gua dengan terburu-buru. Wajahnya yang memerah terkena angin laut menunjukkan bahwa ia baru saja kembali dari dermaga selatan.

"Tuan Rian!" panggil Dogo seraya membungkuk hormat di depan meja. "Jaringan informan yang kita bentuk di dermaga timur dan selatan sudah memberikan hasil."

"Laporkan," respon Rian tenang.

"Hilangnya kapal Kaji secara resmi dianggap sebagai kecelakaan laut oleh pengelola dermaga Pulau Ren," terang Dogo dengan nada lega. "Namun, suasana di pasar justru makin memanas. Kapal-kapal dagang dari luar makin takut berlabuh karena mengira ada monster laut atau badai aneh di perairan utara."

Dogo menarik napas sejenak lalu melanjutkan, "Selain itu, informan kita melaporkan bahwa di Pulau Hagi—pulau yang jauh lebih besar sekitar delapan belas mil laut ke arah barat daya—sedang berlangsung pelelangan barang-barang pasar gelap. Banyak pedagang independen, Nukenin, dan kelompok bajak laut kecil berkumpul di sana. Termasuk pedagang kapal yang menjual sloop bekas."

Rian menatap titik Pulau Hagi di peta sistemnya. Pulau Hagi adalah salah satu pusat perdagangan bawah tanah terbesar di perairan pinggiran Negara Air.

"Sloop bekas..." gumam Rian.

Sebuah kapal sloop bertiang dua adalah apa yang dibutuhkan faksi Gale untuk melakukan mobilisasi pasukan dan mengarungi lautan lepas dengan aman. Perahu kayu kecil yang terikat di Dermaga Timur #14 terlalu sempit untuk mengangkut lebih dari enam orang beserta pasokan logistik.

"Berapa estimasi harga sebuah sloop bekas di pelelangan Pulau Hagi?" tanya Rian.

"Sekitar 30.000 hingga 40.000 Ryo untuk ukuran sedang yang masih layak layarnya, Tuan," jawab Dogo presisi.

Dengan simpanan uang kas sebesar 53.200 Ryo di tangan, faksi Gale memiliki dana yang lebih dari cukup untuk membeli kapal tersebut tanpa melumpuhkan keuangan organisasi.

"Kita berangkat besok pagi ke Pulau Hagi," keputusan Rian mantap. "Johnny, kau dan Dogo akan ikut denganku. Sisakan delapan anak buah untuk menjaga markas Tebing Barat di bawah komando dua anggota paling berpengalaman."

"Siap, Aniki!" seru Johnny penuh semangat. "Akhirnya kita berlayar lagi!"

Keesokan harinya sebelum fajar menyingsing, kabut pagi masih tebal menyelimuti lautan.

Rian, Johnny, dan Dogo menaiki Perahu Layar Kayu Kecil milik Rian di Dermaga Timur. Rian menyerahkan plat nomor tambat #14 kepada pengelola dermaga dan mengarahkan perahunya membelah gelombang menuju arah barat daya, mengikuti petunjuk kompas kuningan dan kemampuan Navigation (Basic)-nya.

Perjalanan melintasi laut lepas sejauh delapan belas mil laut memakan waktu sekitar lima jam.

Menggunakan kombinasi arus udara yang dibaca secara presisi oleh Rian, perahu kayu kecil itu melaju stabil menembus gelombang sedang tanpa hambatan berarti.

Jelang tengah hari, terik matahari memecah kabut tebal dan memperlihatkan daratan luas Pulau Hagi di garis cakrawala.

Pulau Hagi jauh lebih ramai dan sibuk dibandingkan Pulau Ren. Di teluk utamanya, membentang pelabuhan kayu raksasa yang dipenuhi puluhan kapal dagang, kapal layar independen, dan armada pelaut dari berbagai wilayah. Kota pelabuhan Pulau Hagi membentang hingga ke lereng bukit batu, dipenuhi bangunan dua lantai berbahan kayu dan batu tebal.

Rian memandu perahunya merapat di dermaga sewa sektor barat yang diperuntukkan bagi pendatang independen.

Seorang petugas pelabuhan berpakaian kain kulit menyambut mereka. "Biaya tambat perahu kecil: 200 Ryo sehari."

Rian menyerahkan dua koin perak dari saku mantel hitamnya.

[Uang Tunai Berkurang: 53.200 Ryo → 53.000 Ryo]

Petugas itu menyerahkan penanda kayu dan membiarkan mereka melangkah ke daratan Pulau Hagi.

Kota pelabuhan Pulau Hagi dipenuhi oleh hiruk-pikuk manusia. Pedagang rempah-rempah, pelaut berwajah kasar, hingga para petarung bersenjata lalu-lalang di jalanan berbatu yang lebar. Di beberapa sudut jalan, beberapa pria dengan jubah tertutup tampak memegang senjata ninja secara terbuka—mengindikasikan keberadaan Nukenin yang menjadikan pulau ini sebagai tempat perlindungan sementara.

Rian, Johnny, dan Dogo berjalan menyusuri kawasan pasar utama. Dengan mantel hitam bertudung yang menutupi tubuh Rian dan ketenangan Johnny yang berjalan santai di sampingnya, kehadiran mereka tidak memancing kecurigaan berlebih dari warga lokal.

Denting suara sistem berdenting halus di kepala Rian.

[SISTEM NOTIFIKASI: Memasuki Wilayah Baru]

Wilayah Terkonfirmasi: Pulau Hagi (Pusat Perdagangan Bawah Tanah Perairan Luar Negara Air).

Tingkat Pengaruh Faksi: 0 (Belum Teridentifikasi).

Dogo memimpin jalan menuju kawasan dermaga selatan Pulau Hagi, tempat dilaksanakannya pasar lelang barang-barang maritim dan kapal bekas.

"Tuan Rian, tempat pelelangan kapal dikelola oleh seorang pedagang pasar gelap bernama Gordo," bisik Dogo seraya berjalan di samping Rian. "Gordo adalah orang netral yang membayar upeti kepada faksi-faksi besar agar bisnis lelangnya tidak diganggu."

"Bagus. Kita hanya butuh transaksi yang bersih," jawab Rian datar.

Mereka tiba di sebuah galangan kapal kayu yang luas di tepi pantai selatan. Di sana, beberapa kapal layar dari berbagai ukuran ditambat di sepanjang dermaga kayu khusus lelang. Puluhan calon pembeli—mulai dari pedagang independen hingga kelompok bajak laut—sedang berkumpul mengelilingi panggung lelang kayu.

Di atas panggung lelang, seorang pria gemuk berkumis melengkung dengan pakaian sutra mewah sedang berteriak seraya mengetukkan palu kayu.

"Selanjutnya! Item nomor empat belas!" teriak Gordo sang juru lelang. "Sebuah kapal sloop bertiang dua berukuran empat belas meter! Lambung kayu oak kokoh, dilengkapi empat ruang kargo dan dua kanon portabel di bagian geladak! Penawaran awal dibuka pada angka 25.000 Ryo!"

Rian mengamati kapal sloop yang ditunjuk Gordo. Kapal itu ditambat persis di samping panggung lelang. Lambung kayunya tampak masih sangat kokoh tanpa kerusakan struktur yang berarti, dan layarnya baru saja diganti dengan kain kanvas abu-abu yang bersih.

Kapal yang sangat ideal untuk faksi Gale.

"28.000 Ryo!" teriak seorang pedagang independen di barisan depan.

"30.000 Ryo!" saut seorang pria berwajah seram dengan luka garut di pipinya.

Rian mengangkat tangan kanannya dari balik mantel hitam. "35.000 Ryo."

Suasana di sekitar panggung lelang mendadak hening sejenak. Lonjakan penawaran sebesar 5.000 Ryo dari Rian membuat beberapa calon pembeli berpaling menatap pemuda bertudung hitam itu.

Pria berwajah seram yang menawar 30.000 Ryo menengok tajam ke arah Rian, menggeram pelan, lalu mendecih seraya memalingkan wajah karena tidak memiliki simpanan uang tunai yang cukup untuk menaikkan penawaran.

Gordo sang juru lelang mengetukkan palunya dengan penuh semangat. "35.000 Ryo dari Tuan bertudung di belakang! Apakah ada penawaran lebih tinggi?!"

Hening menyelimuti kerumunan.

Ketuk! Ketuk! Ketuk!

"Dijual! Kepada Tuan di belakang seharga 35.000 Ryo!" seru Gordo gembira.

Rian melangkah maju menuju panggung lelang bersama Dogo dan Johnny untuk menyelesaikan pembayaran administrasi.

[Uang Tunai Berkurang: 53.000 Ryo → 18.000 Ryo]

[SISTEM NOTIFIKASI: Perekrutan Aset Terkonfirmasi]

Memperoleh Armada Laut: Kapal Sloop Bertiang Dua (1 - Status: Layak Jalan).

Gordo menyerahkan dokumen kepemilikan kapal dan kunci kabin utama kepada Rian seraya tersenyum lebar. "Transaksi yang sangat menyenangkan, Tuan! Kapal sloop itu milik Anda sekarang."

Rian menerima kunci tersebut, merasakan dinginnya logam besi di tangannya.

Ia dan Johnny berjalan menyusuri tangga dermaga lelang, memanjat naik ke atas geladak kapal sloop yang baru saja menjadi milik faksi Gale. Johnny mengusap roda kemudi kayu kapal dengan wajah berseri-seri.

"Wah, Aniki! Ini baru dinamakan kapal!" puji Johnny penuh gairah. "Geladaknya luas, layarnya kokoh, dan aromanya sangat segar!"

Denting suara sistem berdenting nyaring di dalam kepala Rian.

[ACHIEVEMENT UNLOCKED: Fleet Expansion]

Memiliki kapal layar bertiang resmi pertama untuk mendukung pergerakan organisasi di laut lepas.

Reward: +100 System Point.

[MISSION TRIGGERED: Ancam di Pelabuhan Bebas]

Tujuan Misi: Amankan keberangkatan kapal sloop baru faksi Gale dari Pulau Hagi setelah menarik perhatian kelompok kejahatan lokal akibat transaksi lelang.

Hadiah Misi: +150 System Point, +50 Underworld Reputation.

Rian menyapu pandangannya pada kerumunan pasar lelang dari atas geladak sloop barunya. Kenbunshoku Haki-nya menangkap beberapa aura kehidupan yang dipenuhi niat jahat sedang mengawasi mereka dari balik bayangan dermaga—termasuk pria berwajah seram yang kalah bertaruh tadi.

Rian merapatkan mantel hitamnya seraya memanggil antarmuka status sistem di pandangannya.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

SYSTEM STATUS

Nama: Rian Usia: 20 Level: 1

Strength: 12 Speed: 9 Vitality: 8 Stamina: 8 Intelligence: 14

System Point: 250 SP (150 + 100) Reputation:

Public Reputation: 150 (Pulau Ren)

Underworld Reputation: 100

Skills:

Rokushiki: Kami-e (Basic)

Navigation (Basic)

Kenbunshoku Haki (Basic)

Characters:

Johnny (Uncommon - Bounty Hunter) - Lokasi: Geladak Sloop (Pulau Hagi)

Inventory:

Basic Hunting Knife (1)

Kapak Besi Kecil (1)

Kompas Kuningan (1)

Tali Tambang Rami (Sisa 3 meter)

Pelindung Dahi Kirigakure Tergores (1)

Jurnal Pelayaran Kuno (1)

Kantong Air Kulit (2 Liter)

Roti Gandum Kering (2)

Kunai Standar Kiri (10)

Senbon (20)

Ninjato Standar Kiri (5)

Peti Material Logam Tempa & Obat-obatan (2)

Uang Tunai: 18.000 Ryo

Perahu Layar Kayu Kecil (1 - Terikat di Dermaga Barat Pulau Hagi)

Plat Nomor Tambat Dermaga Barat (1)

Dokumen Kepemilikan & Kunci Kabin Sloop (1)

Achievement:

First Survival

World Discovery

Tactical Advantage

Civilized Footprint

Founder

Naval Dominance

Fleet Expansion

Organization: Gale (Level 1 - Organisasi Rahasia) Territory: Markas Tebing Barat (Pulau Ren)

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Rian menatap 250 System Point dan kapal sloop baru di bawah pijakan kakinya. Ujian berikutnya di pelabuhan bebas Pulau Hagi sudah menanti di balik remangnya lorong-lorong dermaga.

1
SR07
kebetulan sekali ygy🗿
SR07
anak buah dogo🗿,itu udh jadi bawahan lu, panggilan yang cocok harusnya anggota fraksi atau apapun itu asal cocok🗿
SR07
masih heran kenapa MC nya malah summon karakter di kapal dah, kan seharusnya itu rahasia yang tidak boleh diketahui 🗿
SR07
langsung Balik modal😅
SR07
iya lah jir, lu dipantai brok bukan kamar, pertanyaan macam apa itu, kalau lu bangun di kamar yang beda baru pertanyaan gitu🗿
Tahir Muhammad
upp terus
Rem Suzuki
upp terus thor
Sub Zero
lanjut bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!