Aaron Lisin pria yang berambisi membalaskan dendam akan kematian orangtuanya. Hingga bertahun-tahun lamanya akhirnya Aaron menemukan orang itu.
Karena yang dendam yang begitu membara di hatinya, putri dari musuhnya ikut menjadi sasaran pembalasan Aaron. Berbagai penderitaan dan kekejamannya telah membuat gadis belia bernama Evelyn begitu tersiksa. Evelyn gadis cantik yang tidak mengetahui apa-apa, mau tidak mau harus terjerat dalam pernikahan yang Aaron buat.
Seiring berjalannya waktu, apakah Aaron bisa luluh akan kepolosan gadis itu. Ikuti terus ceritanya.
Note: Karya ini sudah dirilis di akun lama aku Terpaksa dipindahkan karena adanya suatu kendala. Dan untuk kelanjutannya akan aku rilis di lapak ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novia Butera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal mula
Diusianya yang masih muda, Aaron sudah berhasil melambungkan kejayaan kerajaan bisnisnya, bahkan melebihi dari apa yang dirintis ayahnya dulu.
Dengan bimbingan Paman Lee, ditambah dengan tekadnya yang kuat, Aaron bisa mencapai kejayaan itu dengan mudah.
Dengan kejayaan yang dia miliki, menjadikan Aaron ditakuti dalam dunia bisnis, karena siapa saja yang berani melawan sedikit saja, dipastikan perusahaan itu akan sirna dalam sekejap mata.
Aaron berubah menjadi sosok yang kejam jika berhubungan dengan pekerjaannya, dan berubah menjadi sosok hangat kepada orang tersayangnya.
Walau sudah belasan tahun setelah kejadian itu, dendam dalam diri Aaron masih membara dalam hatinya. Aaron masih tidak terima dengan apa yang terjadi pada Ayahnya dan Zen. Lelaki itu akan memastikan orang yang membunuh Ayah dan Zen hancur, hancur berkeping keping. Tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja.
"Bagaimana penelusuranmu?" suara lelaki itu menggelegar di dalam ruangan yang begitu luas itu. Lelaki gagah nan rupawan itu duduk dengan gagahnya di kursi kebesarannya sambil memperhatikan pria di depannya.
"Saya sudah menemukannya Tuan Aaron." Ya, lelaki itu adalah Aaron, Aaron Leonid Vladimir Lisin, anak lelaki yang dulu hampir jatuh ke dalam jurang kematian.
Pria bernama George itu diam sejenak, menunggu perintah selanjutnya.
"Katakan!"
"Namanya Alexander Shura Mashenka, pemilik perusahaan SC atau Shura Company. Perusahaan ini memiliki kontrak kerja sama dengan kita." jelas George, asisten pribadi sekaligus tangan kanan Aaron.
"Huh, beraninya dia melakukan kerja sama dengan perusahaanku, setelah apa yang dia perbuat pada Ayahku dulu. Tidak akan kubiarkan, aku akan menghancurkanmu, sehancur-hancurnya." Aaron menggeram marah mendengar penuturan George.
"Saya pikir, Tuan bisa membalaskan dendam Anda dengan mudah, mengingat perusahaan mereka terikat kontrak dengan kita." usul George.
"Lanjutkan dulu, kita lihat saja nanti." perintahnya setelah dapat menguasai emosinya.
"Istrinya bernama Anastasia Mashenka, mereka memiliki seorang putri, Evelyn Sasha Mashenka, berusia sembilan belas tahun. Ini fotonya Tuan." lanjut George.
"Seorang putri?"
"Ya Tuan."
Aaron tersenyum menyeringai, "Aku rasa ini akan sangat menyenangkan, terlalu mudah bagi bajingan itu jika hanya menghancurkan perusahaannya saja. Mari kita lihat kehancuran bajingan itu saat menyaksikan putrinya hancur di tanganku. Permainan dimulai." Aaron meremas foto ketiga orang itu dengan kuat hingga foto itu tak berbentuk lagi.
"Kerja bagus George. Selanjutnya kau tau harus melakukan apa bukan?"
George mengangguk, "Iya Tuan, saya mengerti. Secepatnya akan saya lakukan."
"Pergilah, lanjutkan pekerjaanmu."
Aaron mengambil foto lain yang dibawa asisten pribadinya, wajah seorang gadis rupawan terpatri dalam kertas itu.
Aaron memandang foto itu, "Sayang sekali gadis secantik dirimu akan hancur di tanganku. Salahkan saja orangtuamu yang membuat kesalahan di masa lalu." tersenyum menyeringai menyentuh figura itu.
***
Siang itu, seorang gadis cantik dengan seragam SMA-nya keluar dari gerbang sekolahnya dengan wajah ceria.
Nampaknya gadis itu sangat bahagia hari ini, kenapa tidak? Hari ini merupakan hari kelulusannya setelah tiga tahun menimba ilmu di sekolah ini. Dan baru saja kepala sekolah mengumandangkan namanya sebagai siswa lulusan terbaik seangkatannya. Mommy dan Daddy-nya pasti akan senang mendengarnya.
Gadis itu memasuki mobil yang dikemudikan oleh supir pribadinya, dengan wajah berbinar-binar. Dia tidak sabar ingin menunjukkan keberhasilan ini pada orang tuanya. Membayangkan wajah orangtuanya yang tertawa bangga kepadanya membuat gadis itu tersenyum sendiri selama perjalanan pulang.
Dari jauh, gadis itu melihat rumahnya yang terbilang besar dan mewah. Dirinya semakin semangat ingin cepat-cepat sampai ke rumah. Saat turun dari mobil, gadis itu dibingungkan dengan beberapa mobil berlambang polisi parkir di halaman rumahnya.
Apa yang terjadi? Hatinya bertanya tanya.
TBC ☘️☘️☘️