Cerita ini mengisahkan tentang dua wanita (GxG, Lesbian ) jangan di baca kalau tidak suka, skip saja... 🥰🥰
Eli Sharafina seorang gadis berusia 18 tahun, dengan sifat rendah hati, ceria dan baik. ia memiliki Sahabat yang sangat baik yaitu Cherly Angeline seusianya dari keluarga orang kaya, Dengan sifat pendiam, baik dan datar.
Saat Eli dengan sahabat baiknya, Cherly. di sekolah yang sama kehidupan mereka berdua terasa baik-baik saja. Tidak ada yang membuat mereka pecah dengan orang ketiga. namun saat kelulusan sekolah sudah selesai. Eli dapat kabar bahwa Cherly akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolahnya masuk kuliah universitas kedokteran. setelah dapat kabar itu, kehidupan Eli terasa kosong, hampa dan kesepian, tidak ada ketawa ceria, bercanda dan kebersamaan.
5 tahun kemudian saat Eli usia 23 tahun di kaget kan berita heboh di televisi, ia terkejut melihat sahabatnya, Cherly. bertunangan dengan seorang pria pilihan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4 Dengarkanlah sayang hidupku hanya kamu
Dari sejak itu untuk pertama kalinya Eli berciuman dengan seseorang yang belum ia rasakan, itu adalah momen tidak pernah ia lupakan dalam hidupnya. hingga sekarang pun terus ia ingat.
Ada alasan mengapa Eli memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Gavin.
di mana ketika itu acara pesta kelulusan sekolah terjadi ia melihat Gavin sedang bercumbu di kelas ruang kosong saat dirinya mencari keberadaan Gavin dengan Becky teman sekelas sekaligus teman dekat ternyata menghianatinya dari belakang. betapa Eli shock melihat kelakuan mereka berdua sesak di hati dada Eli merasa terluka melihat kejadian itu. hingga amarah tidak bisa ia pendung melangkah menghampiri mereka berdua untuk menabrak.
"HEY!! KALAU INGIN BERCINTA DI HOTEL SANA!!! ". Sentak Eli marah
Sontak mereka berdua kaget menoleh, bergegas beranjak dengan ekpresi panik
" Eh.. aku bisa jelaskan ". Ucap Gavin gegep
"Aku sangat tidak mengerti. Banyaknya wanita di dunia ini kenapa harus dia.. haaah.. kenapa dia...!? " Serentak Eli sangat kecewa apa yang ia lihat hingga meneteskan air mata tidak bisa tertahankan
"Eli.. " Becky berusaha untuk mendekat namun di tolak
"Jangan mendekat.. jujur saja padaku Becky... apa kamu sudah lama mengincar Gavin!? hah?? katakan padaku. apa kamu suka dengan Gavin!? JAWAB!!! ". Sentak marah Eli menekan dengan kasar
Dengan nafas berat Becky pun menganggukkan pelan sambil menangis berseduh-seduh..
" Ouhh... gitu iya... ok. baik. Sekarang kamu memilikinya.. ambil saja dia... apa yang kamu mau... dan aku tidak akan merebut apa yang kamu mau. aku tidak seperti kamu... ". Sentil Eli tegas
" Eli... bisa aku jelas kan ". ucap Gavin
" APA!!! SEMUA SUDAH JELAS... KAMU ADALAH LAKI-LAKI BERENGSEK!!! ". Ucap Eli tunjuk cari depan wajah Gavin menatap tajam dengan mata merah
Eli berbalik melangkah jalan keluar dengan meneteskan air mata tangan kanan mengusap air mata di wajah pipinya dengan berjalan cepat, saat berjalan di lorong kelas membelok ke kanan____
Bung
"Hikss... .. ".
Eli pun jatuh kebawa lantai dengan posisi duduk, dan semakin ingin menangis.
Cherly pun terkejut melihat Eli menangis kejer, padahal hanya sekedar jatuh membuat Cherly sangat bersalah
" Kamu kenapa?? ".
" Hikss.... aaahhhh mereka berdua tega padaku.... hikss... mereka selingkuh... di belakang ku...hikss ". seketika Eli langsung menangis histeris di depan Cherly
Cherly pun semakin bingung entah apa yang terjadi padanya, ia beranjak mendekat tangan kanan menyentuh bahunya mengelus dengan lembut.
Eli pun memeluk Cherly dengan erat sambil menangis
Seketika Cherly terdiam saat dirinya di peluk ada sesuatu di perasaan Cherly.
Tampak Eli jauh lebih baik melepaskan pelukannya.
"Maaf". Ucapnya cemberut
" Iya. tidak apa-apa. apa jauh lebih baik!? ". Tanya Cherly
" hmm! ". Sambil mengganguk
" Iya sudah kita pergi dari sini, ayo". Ajak Cherly membantu untuk bangkit,
Mereka berdua pun melangkah jalan pergi. Kemudian sorenya mereka berdua ada di atap atas gedung sekolah melihat matahari terbit kebawah berwarna jingga pemandangan yang sangat indah untuk dilihat.
"Eli... ".
" hmmm! ". Menoleh
Dengan hati yang berat Cherly ingin mengatakan sesuatu tapi melihat Eli lagi patah hati tidak sanggup. Cherly pun hanya terdiam bingung
" Katakan ada apa!? "
"Maaf, setelah sekolah lulus aku akan pergi keluar negeri, aku di suruh ayahku untuk sekolah di sana. maaf kita tidak bisa bersama ".Ujarnya dengan ekpresi murung
Eli tersenyum "Tidak apa-apa, aku senang kita saling kenal. aku juga bahagia bersama dengan mu. aku akan menunggu sampai kamu kembali lagi kesini". Ucap Eli dengan hati yang berat
"Ini untuk mu sebagai kenang-kenangan mungkin suatu saat nanti kita akan bertemu lagi". Cherly memberikan sebuah kalung berbentuk dua burung merpati sangat indah tampaknya kalung itu terlihat mahal.
" Itu... kalung!? ".
" iya... ini buatan ku, dengan ukiran yang aku pikirkan ".
Eli mengambil kalung di tangan Cherly
" Tapi ini asli.. pasti mahal".
"Bukan di lihat harganya tapi lihat lah... yang buat dari hatinya itu lebih berharga". Ujarnya
" Ok, akan aku jaga. "Senyum senang Eli memakai di lehernya di bantu Cherly untuk di pasangan kan di lehernya. " Sebelum itu, ayo kita berfoto bersama untuk kenang-kenangan kita berdua "Ucapnya lagi
" Ayo".
Saat mereka berdua sibuk berfoto bersama di atap atas gedung sekolah dengan matahari terbit kebawah, Eli beranjak naik berdiri, membuat Cherly panik takut jatuh kebawah.
"Hati-hati" Ujarnya pegang tangan Eli
saat melangkah pelan dengan keseimbangannya____
"Argghh!! ".
Bung
Eli pun jatuh, kini dirinya ada di atas tubuh Cherly saling menatap satu sama lain. Jantung Eli dan Cherly bersamaan berdetak kencang saat saling menatap mata.
Lirik kan mata Cherly mengarah bibir Eli yang lembut pucat, sebuah keinginan ingin merasakan sentuhan bibir Eli yang lembut. Berlahan Cherly mendekat dengan nafas berat dan____
Cup....
Cherly pun mencium bibir Eli dengan lembut berlahan membuka mulutnya. kedua tangan Cherly menyentuh punggung Eli
Eli pun tidak melawan atau menolak ia merasakan lembutnya bibir Cherly yang hangat membuatnya penjam kan mata sambil menikmati. ia pun membalas ciuman Cherly dengan gairah, Lidah Eli mejelajah di dalam sana.
Mereka berdua terus bercumbu dengan matahari terbit tengelam...
Dari kejadian itu Eli mulai jatuh cinta pada Cherly ciuman pertama itu membuatnya tidak bisa ia lupakan akan selalu ia kenang. Eli terus tersenyum pada layar ponselnya melihat bersamaan dengan Cherly di fotonya.
Tera yang dari tadi berdiri samping Eli, hanya menggeleng kepala dengan kedua tangan melipat di bawah dadanya melihat Eli terus melihat ponsel kenangannya itu. Tera colek telinga kiri Eli
"Ihhh... "..Eli tepis tidak menoleh terus memandang layar ponselnya tanpa ia sadari Tera ada di samping dirinya.
Tera colek lagi, namun di tepis lagi. kini ketiga kalinya yaitu tarik telinga dan___
" Ahh.. adu, adu, aduh sakit, apaan sih. " Saat ingin kesal Eli berubah menjadi senyum kekeh melihat tera ada di sampingnya. "Eh.tera... hehehe".
" udah beres kerjaannya!? ".
Seketika Eli panik ia baru inget "Aduhhh... aduhh... ". Eli pun terpaksa pura-pura sakit perut
" Kamu kenapa!? "tanya tera panik
" Sakit perut aku... aduhh... "
"Kamu kenapa"
Teman pria sekantor Eli duduk di belakangnya yang sedang sibuk berkerja hanya tersenyum menggeleng kepala, ia tahu Eli suka banyak alasan agar terhindar dari masalah kerjaannya.
"Sakit tera... sebentar iya... aku ke toilet dulu". Pamit Eli melangkah pergi
Tera hanya terdiam bingung.
Di kamar mandi tampak Eli sedikit lebih lega bisa kabur walaupun dengan beralasan karena sakit perutnya setidaknya tidak kena marah oleh Tera.
"Aduuuh.... bisa-bisa ngamuk kalau tahu belum beres itu berkas. ini gara-gara kau Cherly" Kesal Eli pada ponselnya yang ia pegang
hai kak, mampir juga di novelku ya,😊