NovelToon NovelToon
Cintai Aku Sekali Saja

Cintai Aku Sekali Saja

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Askararia

Raisa meninggalkan rumah mertuanya di malam hujan, pernikahan yang kata suaminya "tanpa cinta" itu harus kandas setelah kedatangan saudara tirinya yang bernama Arni yang mana sebelumnya adalah mantan kekasih suaminya. Lima tahun bertahan dengan lelaki lumpuh yang memiliki temperamen buruk itu bahkan membuat Raisa kehilangan dirinya sendiri, malam itu disaat ia mengajukan perceraian pada Angga, ia pergi ke makam ayahnya untuk meluapkan seluruh isi hatinya sebab jika ia kembali kerumah ia hanya akan mendapat cacian dari ibu sambungnya. Namun seiring berjalannya waktu Raisa tak lagi mampu bertahan dengan semua penderitaannya. Apakah pada akhirnya suaminya akan mencintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Askararia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Angga meninggalkan Raisa seorang diri disana tanpa mengatakan sepatah katapun yang menjadi alasan ia berbuat seperti itu. Sementara Raisa tengah gemetar manahan takut sekaligus amarah, belakang mobil Angga kini tak terlihat lagi olehnya, sementara cincin yang semula dilemparkan Angga tak lagi ia ketahui entah sudah dibawa oleh ombak pantai ke arah mana.

"AAAAAAA!" Raisa berteriak dengan lantang, dengan puas ia menangis tersedu-sedu mengadukan seluruh isi hatinya pada alam.

"Aku benci kamu Angga, aku benci kamu!"

"Selamat karena telah hidup di lingkaran dendamku!" Ucapnya setengah berteriak menunjuk kearah mobil Angga melaju.

Raisa mencoba turun ke pinggiran pantai usai ia puas menangis, dengan bertelanjang kaki dan memakai rok tentunya perjalanannya tidak mudah, tebing curam itu juga sesekali melukai kaki dan tangannya.

"Aku takut sekali, ya Tuhan!" Ucapnya menatap kebawah, mengukur-ukur seberapa jauh lagi jarak yang akan ia lalui untuk sampai ke bawah sana.

"Tuhan, tolong lindungi aku!" Batinnya

Beberapa jam percobaan namun Raisa masih jauh berada ditengah-tengah tebing, lelah dan dehidrasi sebab matahari semakin terik membuat Raisa kehilangan keseimbangan dan tak sengaja ia tergelincir.

"AAAAAA!"

Bhukkkkkk

Tubuh Raisa berguling kebawah menghantam bebatuan curam dibawah sana, kemudian ombak yang berdebur silih berganti membawa tubuh mungil Raisa semakin jauh terombang-ambing. Tak berapa lama kemudian hujan deras mengguyur seluruh kota disertai angin yang berhembus kencang.

Angga baru saja merebahkan tubuhnya diatas kasur saat tirai di jendelanya berhembus mengantarkan angin dingin kearahnya.

"Bi!" Panggilnya.

Salah satu pembantu rumah tangga yang kebetulan sedang melintas di lorong mendengar panggilan Angga dan segera membuka pintu kamar lelaki itu.

"Ada apa tuan Angga?"

"Tutup jendela dan tirainya, saya kedinginan!" Titahnya.

"Baik, tuan" jawab pembantu itu, setelah jendela dan tirai tertutup wanita tersebut pamit undur diri.

Angga memeriksa ponselnya, sudah empat jam sejak ia meninggalkan istrinya dijalanan dan belum ada satu pesan pun dari Raisa. Angga menggigit jemarinya khawatir terutama saat ia mendengar suara angin dan hujan yang semakin lama semakin deras saja.

Jari jempol Angga kemudian menekan panggilan telepon pada kontak nomor Raisa namun tak ada jawaban sebab nomornya tengah berada diluar jangkauan.

"Kemana dia pergi? Dia tidak benar-benar melompat kesana untuk mencari cincinnya bukan?" Batin Angga khawatir.

***

Tiga hari berlalu dan kabar tentang Raisa tak lagi terdengar oleh Angga, lelaki ini juga tak memberitahu siapapun tentang kejadian di mana ia meninggalkan Raisa di jalanan tiga hari lalu. Dengan membayar seseorang yang dapat melacak keberadaan ponsel milik Raisa, Angga mendapatkan informasi kalau ternyata lokasi terakhir ponsel Raisa berada dibawah jalanan diatas pantai tersebut. Namun hingga saat ini tak ada tanda-tanda Raisa ada disana.

"Bos, kalau pun istri anda melompat ke air, mayatnya kemungkinan besar akan mengambang setelah lima sampai tujuh hari!" Ucap salah seorang suruhannya.

Lelaki ini dapat merasakan dadanya berdegup kencang saat membayangkan bagaimana Raisa melompat pada pantai berombak itu hanya untuk mencari cincin yang ia lemparkan waktu itu.

"Teruskan pencarian dan jangan memberitahu siapapun tentang hal ini!" Titahnya lalu ia menutup kaca jendela mobilnya.

Angga kembali kerumah dengan perasaan kesal, pikirannya yang berkecamuk membuatnya tidak fokus, sementara itu Tina dan Arni baru saja tiba saat Angga masuk kedalam rumah.

"Bagaimana, Angga? Apa sudah ada kabar tentang Raisa?" Tanya Tina melangkah terburu-buru mengejar Angga di ikuti oleh Arni.

"Belum, Ma" jawab lelaki ini lemas.

"Aduhhh, kamu ini bagaimana sih? Masa kamu ditinggal pergi begitu saja sama istrimu? Apa kamu sudah memeriksa ponselnya? Bisa saja dia pergi dengan selingkuhannya, atau bahkan dia membawa lari uang milikmu. Kau harus periksa itu!" Ucap Tina yang terus menerobos masuk kedalam rumah.

"Uang, uang, uang. Selalu saja membahas uang, aku sudah muak dengan kalian" batin Angga pergi menjauh dari ruang tamu.

Laluna menyilangkan kedua tangannya di dada sambil tersenyum sinis, ia melirik Arni dan Steven bergantian.

"Baguslah kalau Raisa memilih untuk pergi secara mandiri, melihat keberadaannya di rumah ku membuat emosiku tidak stabil sepanjang hari. Lagipula Angga tidak mencintainya bukan? Aku yakin dengan wajah tampannya, Angga masih dapat memilih gadis cantik yang lebih berwibawa, bahkan dari Arni sekalipun" batinnya.

Sementara itu Steven menghampiri Angga yang baru saja tiba di kamarnya, tanpa mengetuk pintu kamar kakaknya terlebih dahulu, Steven menerobos masuk tanpa izin membuat Angga mengerutkan keningnya keheranan.

"Ada apa?"

"Kak, aku ingin berbicara empat mata denganmu!" jawab Steven.

Angga mengubah posisinya menghadap Steven meski pada akhirnya ia tetap berpindah ke atas kasur dengan bantuan Steven.

"Ada hal yang ingin kau katakan, Steven?" Tanya Angga.

"Begini, Kak. Aku ingin meminta izin padamu untuk menikahi Arni. Kuharap kakak tidak keberatan, sebab.... "

"Untuk apa juga aku keberatan? Kau tahu sendiri Steven, aku dan Arni tidak memiliki hubungan apapun sejak dia membatalkan rencana pernikahan kami lima tahun lalu" jawab Angga.

"Iya, aku tahu itu, tapi... "

"Tapi sebagai mantan pacarnya aku ingin memberikan sedikit nasihat atau wejangan padamu, terlebih lagi kau adalah adikku" ucap Angga yang kembali memotong perkataan Steven.

Lelaki muda itu mendengarkan setiap kalimat yang diucapkan oleh kakaknya.

"Sebaiknya kau berhati-hati, karena aku punya firasat kalau Arni memiliki niat lain selain menikah dengan mu!"

"Maksudnya?"

Sontak Steven berdiri dari tempat duduknya, keningnya terlipat sempurna kala kakak semata wayangnya tersebut mengucapkan sebuah kalimat yang tak ia mengerti.

"Maksudmu bagaimana kak?" Tanyanya.

Ekspresinya menunjukkan kalau ia tak menyukai perkataan Angga yang seakan menuduh Arni hendak melakukan sesuatu yang salah.

"Yaaa, sudah kuduga kalau kau akan terkejut setelah mendengar perkataanku barusan. Tapi, cepat atau lambat kau akan mengetahuinya. Ahhh iya, ingin kuberi tahu sebuah rahasia, adikku?"

Lagi dan lagi Angga membuat Steven mengerutkan keningnya bahkan kini Steven melangkah mundur. Tetapi karena Steven tak ingin menebak-nebak apa yang saja yang belum ia ketahui soal Arni, maka ia tetap berdiri disana untuk mendengar penjelasan Angga.

"Pernikahan ku dengan Raisa adalah rencana Arni dengan Ibunya, mereka menjebak Raisa untuk dijadikan sebagai ladang uang. Aku tahu kau tidak akan percaya, tapi aku ingin kau mengetahuinya sebelum kau memutuskan untuk menikahi wanita licik itu. Dan aku mengatakan hal ini bukan semata karena aku ini mantan pacarnya, aku berbicara sesuai fakta, ya.... tentu saja, dengan buktinya juga" ujar Angga lalu mengeluarkan ponselnya serta membuka aplikasi galerinya, disana terdapat sebuah gambar dari tangkapan layar tentang percakapan Arni dan Raisa bulan lalu.

"Jangan berharap kau bisa bersenang-senang dengan statusmu sebagai menantu dari anak pertama keluarga Wijaya. Ingat, tugasmu adalah menguras harta kekayaan mereka dan memindahkannya kepada kami, dan juga kamu berani melawan atau bahkan melaporkan hal ini ke polisi, aku akan mengirim mu segera bertemu dengan ayahmu" isi pesan dari Arni untuk Raisa.

Steven menutup mulutnya tak percaya saat mengetahui hal tersebut, tak hanya sampai disana, Angga kembali menunjukkan vidio kelicikan Arni tiga hari lalu pada Raisa dihalaman belakang, yang mana ternyata Angga mengambil rekaman video kejadian saat Arni berpura-pura jatuh untuk menindas Raisa.

"Calon istrimu bahkan lebih mengerikan dari seorang psikopat. Dia terlalu iri pada istriku, terlebih lagi sampai hari ini Raisa tidak ada kabar sama sekali, ponselnya mati dan tak seorangpun melihatnya. Aku curiga kalau mereka melakukan sesuatu padanya"

"Tapi terkahir orang yang bersama dengan Raisa itu kan, kamu kak"

"Benar, tapi itu dari sudut pandangmu bukan? Setelah aku membelikannya cincin berlian yang sangat ia inginkan saat ia bersamamu dulu, dia pamit pulang kerumah orangtuanya untuk menyampaikan kabar bahagia itu, tapi lihat sekarang, tak lagi terdengar kabar tentangnya!" Ujar Angga.

Steven memegangi kepalanya dengan kasar.

"Apa mungkin?"

"Aku ingin kau menyelidikinya, Steven"

"Tapi, kak"

Tok tok tok

"Kamuuuu?" Steven dan Angga melihat kearah pintu yang baru saja terbuka itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!