NovelToon NovelToon
Salah Pilih Pengawal Tiga Nona Muda Tak Tahu Siapa Jarot Sebenarnya

Salah Pilih Pengawal Tiga Nona Muda Tak Tahu Siapa Jarot Sebenarnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Penyelamat
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Jarot, sang penguasa dunia bawah tanah yang sedang menyamar untuk menikmati masa pensiun santainya, tanpa sengaja terseret ke dalam masalah saat ia menyelamatkan seorang pengusaha wanita bernama Nisa dari kepungan preman. Terkesima oleh kemampuan bertarung Jarot, Nisa langsung menyewanya dengan bayaran fantastis untuk menjadi pengawal pribadi tiga putri angkatnya—Lyly, Tata, dan Melly—gadis-gadis keras kepala yang selalu sukses mengusir pengawal mana pun dalam hitungan jam. Di balik kemewahan rumah tersebut, sebuah permainan rahasia yang konyol namun mematikan dimulai; ketiga nona muda itu berusaha menggunakan kemampuan rahasia mereka sebagai ratu Wall Street, master bela diri, dan peretas dewa untuk mengerjai Jarot, tanpa sadar bahwa pria santai yang sedang mereka hadapi adalah monster paling ditakuti di dunia bawah. Kini, sambil meladeni tingkah laku mereka, Jarot harus menggunakan insting pembunuhnya untuk membantai ancaman nyata dari rival bisnis Nisa yang mulai mendekat dari balik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Klak.

Suara kunci pintu bunker bawah tanah berputar dari luar.

Pintu besi tebal itu ditarik terbuka oleh Jarot hanya dengan menggunakan satu tangan.

"Kalian sudah boleh keluar sekarang, tamunya sudah pulang dengan kaki bolong," lapor Jarot santai dari ambang pintu.

Lyly, Tata, dan Melly menghembuskan nafas lega dan segera melangkah keluar dari ruangan sempit itu.

"Mereka tidak sempat masuk ke dalam rumah kan?" tanya Lyly memastikan keamanan asetnya.

"Jangankan masuk ke rumah, menginjak teras saja tidak sempat karena langsung terkena pasak besiku," jawab Jarot sambil berjalan menuju dapur.

Tata berjalan di belakang Jarot dengan raut wajah yang terlihat sangat tidak puas.

"Kenapa kamu tidak membunuh orang itu sekalian di halaman depan tadi?" protes Tata dengan nada kesal.

"Karena aku tidak mau mengotori taman Mbak Lyly dengan mayat orang asing pagi-pagi," jawab Jarot beralasan dengan sangat tidak masuk akal.

"Kamu ini terlalu meremehkan musuh, Jarot! Mereka itu pembunuh bayaran internasional," omel Tata merasa Jarot terlalu santai.

"Justru karena mereka profesional, membiarkan satu orang terluka parah akan lebih merusak mental tim mereka daripada membunuhnya," jelas Jarot memberikan taktik psikologis perang.

Tata mendecih pelan karena merasa selalu kalah berdebat dengan pria urakan tersebut.

Dua hari berlalu sejak kejadian penyusupan subuh itu.

Rumah mewah Nisa benar-benar ditutup rapat layaknya sebuah benteng militer dengan penjagaan tingkat tinggi.

Jarot melarang siapa pun keluar dari gerbang rumah dengan alasan apa pun tanpa terkecuali.

Bahkan kebutuhan makanan sehari-hari dipesan melalui layanan pesan antar yang diambil oleh Jarot sendiri di depan pagar.

Bagi Lyly dan Melly, mengurung diri di rumah bukan masalah besar karena mereka bisa bekerja dan memantau lewat internet.

Tapi bagi Tata yang hiperaktif dan terbiasa bergerak bebas di luar, kurungan ini terasa seperti penjara neraka.

"Aku bosan sekali! Ototku rasanya mau menyusut kalau cuma latihan di halaman belakang terus," teriak Tata mengacak-acak rambutnya di ruang keluarga.

Melly yang sedang fokus mengetik di laptopnya hanya melirik sekilas ke arah kakaknya.

"Sabar saja Kak, Jarot bilang ini cuma sementara sampai situasi di luar benar-benar aman," hibur Melly mencoba menenangkan Tata.

Tata melihat jam dinding besar di ruangan itu yang menunjukkan pukul empat sore.

Ia tahu ini adalah waktu di mana Jarot biasanya sedang mandi sore di kamarnya setelah memeriksa halaman depan.

"Aku harus ke dojo sebentar untuk mengambil buku panduan latihan murid baruku," alasan Tata berbicara sendiri dengan suara sangat pelan.

"Lagipula jarak dojo dari sini cuma dua blok, aku bisa lari ke sana dan kembali dalam waktu sepuluh menit saja," pikir Tata meyakinkan dirinya sendiri.

Tanpa pikir panjang lagi, Tata melangkah mengendap-endap menuju pintu belakang rumah.

Ia memakai jaket olahraga hitam dan topi untuk menyamarkan identitas wajahnya.

Kriet.

Pintu belakang terbuka pelan dan Tata langsung berlari kecil menuju pagar tembok belakang rumah yang tinggi.

Sebagai ahli bela diri, melompati tembok setinggi dua meter setengah adalah hal yang sangat mudah baginya.

Syuuut. Tap.

Tata mendarat dengan mulus di gang sempit belakang perumahannya tanpa menimbulkan suara bising.

Ia menarik nafas panjang menikmati udara bebas yang sudah dua hari tidak ia hirup dengan leluasa.

"Aman, aku akan kembali sebelum orang menyebalkan itu selesai sabunan di kamar mandi," gumam Tata tersenyum penuh kemenangan.

Tata mulai berlari menyusuri trotoar jalanan dengan kecepatan sedang menuju tempat dojo miliknya.

Namun tanpa ia sadari, sebuah mobil van hitam pekat sudah mengikutinya dari kejauhan sejak ia melompat dari tembok.

Brummm.

Suara mesin mobil van itu terdengar semakin dekat di belakang punggung Tata.

Gadis tomboy itu mulai merasakan firasat buruk dan langsung menoleh ke belakang.

Ckiit.

Mobil van itu tiba-tiba memotong jalan dan mengerem mendadak tepat di depan langkah kaki Tata.

Pintu samping mobil bergeser terbuka dengan sangat kasar hingga menimbulkan suara decitan logam.

Dua orang pria asing berbadan besar melompat turun dari dalam mobil van tersebut.

Pria pertama memiliki rambut pirang pendek dan wajah yang penuh dengan bekas luka goresan pisau.

Pria kedua berkepala plontos dan memiliki tato beruang di lengan kanannya yang berotot luar biasa besar.

"Halo Nona manis, kamu mau jalan-jalan ke mana sore-sore begini sendirian?" sapa pria berambut pirang dengan bahasa Indonesia yang sangat kaku.

Mata Tata langsung melebar menyadari bahaya besar yang kini menghadang di depannya.

Ia langsung memasang kuda-kuda bertarung yang kokoh dan mengangkat kedua kepalan tangannya di depan dada.

"Minggir kalian! Atau aku akan mematahkan tulang rusuk kalian berdua sekarang juga," ancam Tata mencoba menggertak meski jantungnya berdebar kencang.

Kedua pria Rusia itu malah tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman dari gadis kecil di depan mereka.

"Bos Naga bilang anak perempuan ini memang jago bela diri, mari kita lihat seberapa hebat pukulanmu," ejek pria berkepala plontos sambil melangkah maju.

Wusss.

Pria plontos itu melayangkan pukulan tangan kanan yang sangat besar ke arah wajah Tata.

Pukulan itu terlihat sangat lambat dan mudah ditebak oleh mata terlatih seperti milik Tata.

Sret. Bugh.

Tata merunduk menghindari pukulan itu dan langsung membalas dengan pukulan telak ke arah ulu hati pria Rusia tersebut.

Pukulan Tata mendarat dengan sangat sempurna dan bertenaga penuh.

Tapi anehnya, pria Rusia itu sama sekali tidak bergeming atau kesakitan menerima serangan mematikan itu.

Tubuh pria itu terasa sekeras dinding beton bertulang saat kepalan tangan Tata menghantam dadanya.

"Aduh!" ringis Tata karena buku-buku jarinya justru terasa nyeri setelah memukul target.

"Pukulanmu lumayan juga untuk ukuran anak perempuan manja, Nona," seringai pria plontos itu menatap Tata dengan tatapan meremehkan.

Sret.

Pria itu langsung mencengkeram bahu Tata dengan tangan kirinya yang besar seperti beruang.

Cengkeraman itu begitu kuat hingga Tata merasa tulang bahunya hampir remuk ditekan paksa.

1
Eko🍤
cerdik 👍😀
Eko🍤
hehehehe...aroma pembantaian nih
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii kasih paham mereka🤣🤣👍
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
hehehehe... bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
hahahahaha🤣🤣
Eko🍤
🤣🤣🤣👍
Eko🍤
hehehehe...baru datang udh pemanasan 👍🤣🤣
Eko🍤
bermain petak umpet semua nya😀🤣👍
Eko🍤
alur ceritanya bagus
Eko🍤: insya Allah suka Thor ..lanjut terus semangat 👍👍
total 2 replies
Hendra Saja
semangat thor
kiyoe: Terimakasih kak Hendra Saja atas dukungan 🥰
total 1 replies
Inez Putri
critanya lama² membosankan thour. maaf seblmnya🙏🙏 dr awal kanyak nya menarik. tp smpe sni mlh kurang menarik.
kiyoe: sekali lagi othor ucapkan terimakasih banyak kak dan semoga kaka selalu 🥰
total 3 replies
lili Permatasari
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
kiyoe: wah terimakasih kaka atas Bintang Lima nya semoga sehat selalu yaa kak 🙏
total 1 replies
Hendra Saja
gazzzzzz 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!