Setelah mati di kecelakaan pesawat Shen Yu mendapatkan kehidupan kembali dan terlempar ditahun 80 sebagai orang bodoh. Tanpa sengaja dia mendapatkan keterampilan warisan keluarga yang sudah terputus dan mulai merintis usaha dari nol.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dimas upss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
Shen Yu masuk kedalam rumahnya namun dia langsung melompati tembok Fei Sie, kedepannya dia akan membuat jalan rahasia agar jauh lebih praktis dan setelah semuanya aman Fei Sie akhirnya membuka pintu.
"Syukurlah kau tidak apa-apa... Apakah ada yang terluka ?" Tanya Fei Sie sambil memeriksa tubuh Shen Yu.
Shen Yu meletakkan senapan diatas meja dan berkata, "Jangan khawatir aku bunuh empat ekor serigala jika bukan karena senapan yang kau pinjamkan mungkin aku tidak akan mengusirnya."
"Baguslah." Fei Sie merasa lega.
Shen Yu menggendongnya dan berkata, "Ayo lanjutkan apa yang tertunda sebelumnya."
"Kau ini pelan-pelan ya." Fei Sie tersipu malu dan melihat tatapan Shen Yu yang bernafsu.
Shen Yu membawanya masuk kedalam kamar dan melepaskan semua pakaiannya, Fei Sie memang punya tubuh yang bagus dan Shen Yu tidak tahan untuk bermain dengannya.
Shen Yu meraba dada Fei Sie dan mencium bibirnya, dia mendorongnya berbaring ditempat tidur dan Fei Sie memeluk Shen Yu. Sepanjang malam mereka bercinta dengan liar dan Fei Sie merasa Shen Yu terlalu hebat.
Keesokan paginya Fei Sie membuatkan semangkuk sup ayam untuknya, Shen Yu berbaring malas ditempat tidur dan meminumnya. Fei Sie menemaninya dan bersandar didada Shen Yu untuk bersantai.
"Aku tidak menyangka kau begitu hebat tadi malam sampai membuatku kesulitan." Fei Sie menggoda Shen Yu.
"Jangan menggodaku lagi takutnya aku tidak tahan. Aku sudah janji akan pergi ke kantor desa membahas masalah serigala tadi malam, setelah kembali aku akan membawakan daging untukmu dan juga nanti malam kita akan menyelesaikannya sekaligus." Shen Yu mengusap dagu Fei Sie dan menciumnya.
Fei Sie mengerti dan merasa sangat senang ketika ada pria disisinya. Terlebih Shen Yu ini sangat tampan dan punya keterampilan yang bagus, dibandingkan Suaminya perbedaan mereka sangat jauh dan dia tidak masalah jika hanya sebatas hubungan seperti ini.
Setelah selesai mandi Shen Yu pergi ke kantor desa dengan pakaian yang rapi. Gui Yuan dan para Tetua Desa sudah menunggunya dan Shen Yu duduk menunjukan sikap yang santai.
"Anak bodoh ini benar-benar sudah sembuh." Beberapa Tetua melihat kearah Shen Yu.
Gui Yuan mengangkat tangan, "Shen Yu sudah sembuh dan tidak perlu diragukan lagi. Serigala turun gunung menyerang desa, semalam kerugian sudah dihitung kandang domba pak lim semuanya diacak-acak dan itu semua domba setoran untuk pajak pemerintah. Terpaksa kita harus mengganti dengan hasil panen tapi sekarang masalahnya adalah para serigala."
Gui Yuan melanjutkan, "Shen Yu kau terlihat ahli waktu itu jadi aku ingin dengar pendapatmu ? Apakah mungkin kau bisa mengusir para Serigala agar tidak masuk ke Desa lagi ?"
"Ini belum musim dingin dan serigala turun itu berarti ada yang tidak beres. Kemungkinan besar ada hewan buas yang sudah membuat mereka takut sampai digiring kemari. Aku mungkin tidak bisa mencegah mereka masuk ke Desa saat malam tapi jika memburu mereka satu persatu itu bukan hal yang mustahil." Shen Yu berkata dengan serius.
"Kalau begitu Shen Yu mewakili warga desa aku meminta bantuanmu, tentu saja kau mengambil resiko mempertaruhkan nyawa dan kami siap membayar uang." Gui Yuan memohon agar Shen Yu mau membunuh kawanan Serigala.
"Kepala desa aku ini bukan orang yang tidak masuk akal. Desa sudah mengalami kerugian dan juga aku tinggal didesa ini tentu saja selama aku bisa bantu maka aku akan turun tangan. Tapi untuk memintaku maju kalian juga harus mau menyetujui permintaanku." Shen Yu ingin membuat aturannya.
"Lalu apa yang kau mau ?" Tanya Gui Yuan kepada Shen Yu.
"Senapan ada tapi pelurunya terbatas... Aku butuh lebih banyak peluru semakin banyak semakin bagus. Juga hasil yang aku dapatkan di gunung semuanya adalah milikku, desa tidak bisa mengeklaim buruanku dan hal apapun yang aku dapatkan dengan usahaku sendiri."
Shen Yu menegaskan aturannya, "Maaf saja tapi disini aku yang mempertaruhkan nyawa sendirian dan aku tidak mau ketika mereka melihat kulit atau barang mahal terus berusaha merebutnya dengan alasan nama Desa. Jika anda setuju maka tulis hitam diatas putih dan aku akan melakukannya."
Seorang Tetua memukul meja dan berkata, "Si bodoh apa maksudmu kau mengajukan syarat seperti itu apakah dimatamu kami terlihat seperti pencuri ?"
"Tua bangka jika kau bukan pencuri kenapa harus protes. Aku tahu kau aman dari serigala bahkan sekalipun kau bertemu dengan serigala dengan tubuh kurusmu itu mereka tidak akan tertarik." Shen Yu tersenyum mengejek.
"Kau ? Apakah begini caramu berbicara dengan seorang Tetua ?"
"Kau menyebutku bodoh kenapa aku tidak boleh menyebutmu tua bangka. Aku hanya meniru sikapmu apa itu salah ?" Shen Yu berdebat dan menyindir dengan halus.
Gui Yuan harus mengakui setelah kebodohan Shen Yu sembuh dia bukan hanya punya keberanian tapi juga sangat pintar. Tindakannya sangat hati-hati dan dia tidak mau ditindas oleh siapapun.
"Sudah cukup tidak perlu berdebat lagi... Keselamatan orang jauh lebih penting Shen Yu aku menyetujui persyaratanmu. Sejak awal memang tidak ada aturan semacam itu dan jika kau masih ragu aku akan membuat suratnya dengan stempel resmi Desa." Gui Yuan menyetujui permintaan Shen Yu.
"Kepala desa memang bijak dan aku jauh lebih tenang jika ada surat resminya." Shen Yu akhirnya mendapatkan jaminan keamanan.