NovelToon NovelToon
Aku Pergi Setelah Kau Mendua

Aku Pergi Setelah Kau Mendua

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:434.3k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Naya selalu diabaikan Aslan, suaminya. Hingga suatu hari Aslan pergi dinas dan tak pulang selama tiga bulan.

Naya yang khawatir memutuskan untuk menyusulnya, Namun dia justru mendapati Aslan telah menikah siri dengan wanita lain secara diam-diam.

Tanpa marah dan tanpa meminta penjelasan, Naya memilih pergi dari kehidupan suaminya.
Namun, ketika Naya benar-benar menghilang, Aslan justru mulai menyadari bahwa kehilangan istrinya adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Liza dan Ranti tiba di lobi perusahaan Aslan sekitar pukul sebelas siang. Keduanya berpakaian rapi, Liza mengenakan dress pastel yang menonjolkan perutnya yang belum terlalu kelihatan, sementara Ranti memakai blus formal dan tas kulit di tangan. Mereka melangkah masuk dengan percaya diri, seolah sudah hafal seluk-beluk tempat itu, lalu langsung menuju lift tanpa mengisi buku tamu atau meminta izin.

Belum sampai di depan lift, seorang penjaga berbadan tegap menghampiri dan menghalangi jalan mereka. “Maaf, Anda berdua siapa? Ada kepentingan apa datang ke kantor ini?” tanyanya tegas, satu tangan terangkat sebagai isyarat agar mereka berhenti.

Liza menghentikan langkahnya. Ia menatap penjaga itu dari atas ke bawah, lalu tersenyum sombong. “Kalian tidak tahu siapa saya? Saya itu istri bosmu,” ucapnya dengan nada tinggi, seolah pernyataan itu cukup untuk membuat siapa pun menyingkir.

Satpam itu mengerutkan kening, wajahnya penuh kebingungan. Ia sudah bekerja di gedung itu selama hampir lima tahun. Meski Naya jarang sekali datang ke kantor, seluruh karyawan tahu betul siapa istri sah Aslan. Dulu, ketika pernikahan Aslan dan Naya dilangsungkan, foto dan beritanya sempat beredar di kalangan internal perusahaan. Nama Naya tertera jelas di banyak dokumen resmi.

“Ibu jangan bohong,” tegas satpam itu, suaranya tetap sopan tapi tidak goyah. “Istri Tuan Aslan itu Nyonya Naya, bukan Anda.”

Liza langsung memasang wajah kesal. Ia melangkah satu langkah lebih dekat, dagu terangkat. “Naya itu hanya mantan istri. Saya istrinya yang sekarang,” ngeyelnya, nada suaranya semakin tinggi. “Kalau tidak percaya, telepon saja tuan mu itu. Bilang istrinya sudah datang.”

Ranti yang berdiri di belakang ikut menimpali dengan wajah tidak senang. “Apa-apaan ini? Kami datang menemui menantu saya, kok dihalangi seperti orang asing?" sentak Ranti dengan wajah sombongnya.

Penjaga itu tidak langsung bergerak. Ia melirik ke arah meja resepsionis di sisi lobi. Wanita di balik meja itu sudah memperhatikan keributan sejak tadi. Ketika pandangan penjaga bertemu dengannya, resepsionis itu mengangguk kecil, lalu segera mengangkat telepon internal dan menekan nomor telpon di ruangan Faris.

Sementara menunggu, suasana di lobi menjadi canggung. Beberapa karyawan yang kebetulan lewat ikut melirik ke arah Liza dan Ranti dengan ekspresi heran. Bisikan samar mulai terdengar. Liza merasakan tatapan itu, tapi ia memilih mengabaikannya dengan menyilangkan tangan di dada.

Beberapa menit kemudian, Faris muncul dari lift dengan wajah tegang. Ia berjalan cepat mendekati satpam, lalu melirik ke arah dua wanita yang berdiri penuh kesal. “Ada apa ini?” tanyanya pelan.

Satpam itu menjelaskan singkat. Faris menghela napas, lalu menatap Liza dengan hati-hati. “Bu Liza, Tuan Aslan sedang dalam rapat penting. Sebaiknya Ibu menunggu di ruang tamu, atau saya sampaikan saja keperluan Ibu nanti.”

Liza langsung menajamkan suara. “Saya tidak mau menunggu. Saya istrinya. Suruh dia keluar sekarang.”

Faris menahan diri untuk tidak memperpanjang perdebatan di lobi yang ramai. Ia memberi isyarat pada satpam agar mengizinkan mereka masuk ke ruang tunggu VIP, lalu berbisik pada resepsionis untuk segera menghubungi Aslan.

Di ruang tunggu, Liza duduk dengan kaki tersilang, wajah masih penuh kejengkelan. Ranti duduk di sampingnya sambil mengomel pelan tentang sikap penjaga yang menurutnya tidak tahu diri.

Sementara itu Faris kembali ke lantai atas menemui Aslan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di dalam ruang meeting yang tertutup rapat, diskusi sedang berjalan tegang. Layar proyektor menampilkan grafik penjualan kuartal terakhir, dan beberapa kepala divisi sedang bergantian menyampaikan laporan. Aslan duduk di ujung meja dengan wajah serius, jari-jarinya sesekali mengetuk pena di atas blok note. Ia sudah hampir dua jam berada di ruangan itu dan belum ada tanda-tanda rapat akan segera selesai.

Tiba-tiba pintu diketuk pelan.

Tok

Tok

"Ceklek...."

Faris masuk dengan langkah hati-hati, mendekati Aslan, lalu berbisik di sampingnya.

“Ada apa?” tanya Aslan pelan, tidak ingin mengganggu jalannya meeting.

“Di ruang tunggu ada Nyonya Liza dan ibunya, Tuan,” jawab Faris lirih. “Mereka ingin bertemu Anda.”

Aslan mengerutkan kening. Ia tidak menoleh, matanya tetap tertuju pada layar. “Suruh mereka menunggu. Kita sedang meeting. Tidak bisa dihentikan begitu saja.” Suaranya datar, tapi jelas menunjukkan ketegasan. Di kepalanya, rapat ini jauh lebih penting daripada kedatangan istri siri yang tiba-tiba muncul di kantor tanpa pemberitahuan.

Faris masih berdiri di sampingnya, terlihat ragu. “Mereka tidak mau menunggu, Tuan. Sejak tadi mereka marah-marah di lobi. Penjaga sempat menghalanginya pun sempat di marahi mereka, dan sekarang suasana di ruang tunggu agak tegang.”

Aslan menghela napas panjang, penuh kejengkelan. Ia menutup mata sejenak, menekan rasa kesal yang naik. Liza memang selalu seperti ini, memaksa, tidak mau mengalah, tidak pernah bisa menunggu dengan sabar. Sangat berbeda dengan Naya yang dulu bahkan tidak berani menelepon ke kantor kecuali dalam keadaan mendesak. Naya selalu penurut, selalu mengerti kapan harus menahan diri. Liza sebaliknya. Wanita itu datang seolah seluruh perusahaan harus berhenti demi kehadirannya.

Aslan membuka mata, lalu menatap Faris. “Bubarkan meeting,” putusnya akhirnya, nada suaranya rendah tapi tegas. Ia tidak mau risiko keributan di kantornya semakin besar. Kalau Liza dan Ranti terus membuat onar di lobi, berita itu bisa cepat menyebar ke seluruh lantai.

Faris mengangguk cepat, lalu berbalik ke arah peserta rapat. “Mohon maaf, meeting hari ini kita tunda sementara. Ada urusan mendesak yang harus diselesaikan Tuan Aslan. Kita lanjutkan besok pagi.”

Beberapa kepala divisi saling melirik, tapi tidak ada yang berani bertanya. Mereka berdiri, mengumpulkan berkas, lalu keluar satu per satu dengan wajah bingung. Dalam hitungan menit, ruang meeting yang tadi ramai menjadi kosong.

Aslan masih duduk di kursinya beberapa detik, mengusap pelipisnya yang mulai berdenyut. Ia sudah cukup pusing dengan urusan gugatan cerai Naya, aset yang berpindah tangan. Sekarang Liza menambah masalah dengan datang ke kantor tanpa izin dan membuat keributan.

Ia berdiri, merapikan jasnya, lalu berkata singkat pada Faris. “Ayo. Kita temui mereka sebelum suasana semakin kacau.”

Faris mengangguk dan berjalan di depan, menuntun Aslan menuju ruang tunggu VIP di lantai lobi. Di dalam lift, Aslan menatap layar angka yang berubah. Di kepalanya, satu perbandingan terus muncul. Ada sedikit rasa penyesalan yang dia rasakan.

Sekarang, wanita yang menggantikannya justru memaksa dia keluar di tengah meeting hanya karena tidak mau menunggu.

Ting

Lift terbuka. Aslan melangkah keluar dengan wajah yang sudah dipasang datar, mereka menemui Liza di ruang tunggu.

Ceklek......

"Sayang" seru Liza ketika melihat kedatangan Aslan. Dia bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan cepat menghampiri suaminya, dan memeluknya.

"Kenapa kamu kesini?" tanya Aslan tanpa membalas pelukan Liza.

"Aku mau minta uang buat belanja, sayang. Semua persediaan bahan makanan di rumah sudah habis" pinta Liza manja.

Aslan menghela nafas panjang. Hanya untuk meminta uang saja dia sampai harus membubarkan meeting.

1
Rini Maryani
lanjut thoor semangat
Cicih Sophiana
semoga bahagia Naya lupakan masa lalu mu bersama si Aslan... sosong masa depan mu bersama Erlan..
Cicih Sophiana
masih kurang tuh penderitaan Aslan dan si Liza seharus nya anak nya tdk selamat... kan kasian sama anak nya krn dia jd anak haram...
Cicih Sophiana
hak kamu apa Liza? nikah pun nikah siri yg gak punya hak... anak nya pun gak ada hak krn tdk terdaftar di negara... kamu mau nuntut siapa ? gak akan bisa biar kepengadilan pun
Cicih Sophiana
semoga yg jahat mendapat balasan yg setimpal... yg baik kedepan nya bahagia
Cicih Sophiana
yah awasin aja terus....
Cicih Sophiana
nih Aslan Liza..🤛🤛
Sholawat Nariyah
AUTHOR GUOBLOK membiarkan tokohu utamanya tdk tegas, dan tenggelam dlm kebodohan yg berlarut 👎
Cicih Sophiana
knp selamat... dulu Naya di larang punya anak... seharus nya keguguran dong si pelakor nya jgn di kasih bahagia mereka
Cicih Sophiana
terus lah begitu semakin hancur, rumah tdk terbayar, si Liza keguguran 😂 si Aslan bangkrut
Cicih Sophiana
sukur lah akhir nya rumah itu terjual... wah si Liza klo tau langsung stres dan langsung keguguran
Cicih Sophiana
untuk si Aslan cobalah sadar diri... itu emang sdh hak nya Naya... dia bukan merehut tp menganmbi hak nya Aslan..
Cicih Sophiana
hancur kan mereka... mereka yg serakah dan mereka yg zolim sama istri sah tapi mereka sll menyalah kan Naya...
Cicih Sophiana
perempuan yg aneh dia yg merebut kok di tuduhkan Naya yg merebut 😂😂😂😂😂
pake so kuasa pula... Naya bertahun tahun pernikahan nya yg hanya di jadikan pembantu gratisan... dia yg tinggal enak nya doang menikmati... nikah pun hanya nikah siri sekarang so kuasa
Cicih Sophiana
eh pelakor kamu tuh cuma nikah sirih jd gak ada tuh undang undang nya mendapat kan harta gono gini... anak kamu pun gak akan bisa mendapat kan apa apa... sekarang gigit jari aja yah sampe putus 😂😂😂
Cicih Sophiana
wah ternyata aset nya si Aslan banyak... pantesan dia ngamuk gak rela Naya ngambil...
Cicih Sophiana
ayo bahagialah kalian... karena kalian pantas untuk mendapat kan nya...
Cicih Sophiana
susah Nay cari mertua yg langsung baik seperti mama Erlan... mulai sekarang jgn menyia nyiakan nya...
Cicih Sophiana
wah ini sih langsung di terima jadi menantu kesayangan mama...😊😍😍
Cicih Sophiana
aneh banget si pelakor... ya wajar lah Naya dapat 50 % wong yg mendampingi si Arlan selama ini kan Naya... klo kamu siapa? kamu cuma pelakor yg di pungut setelah si Arlan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!