NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:20.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Aisyah dokter 23 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang awalnya dia pikir semua baik-baik saja, tetapi ternyata kecelakaan 5 tahun lalu di saat dirinya masih remaja mengakibatkannya terikat dalam pernikahan itu.
Rahasia besar yang disembunyikan banyak orang kepadanya. Pria yang dia nikahi, ternyata menerima perjodohan dari orang tuanya karena memiliki maksud tertentu darinya.
Lalu bagaimana Aisya menjalani pernikahannya, di saat dia merasa semua baik-baik saja dan ternyata pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan yang menyakiti hatinya, karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Mari harus membaca karya saya dari awal sampai akhir, jangan lewatkan sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4 Perjodohan

"Ada apa? kenapa Mama dan Papa melihat ku seperti itu?" tanya Kaivan.

"Bagaimana Aisyah?" tanya Lidya.

"Apa maksud Mama?" tanyanya kebingungan.

"Kamu menyukai Aisyah bukan!" tebak Lidya.

"Saya tidak pernah mengatakan itu," jawab Kaivan datar sembari meneguk air putih.

"Kaivan, dari tatapan mata kamu menatap Aisyah sudah sangat berbeda, Papa juga pernah muda, jadi jangan berbohong kepada kami. Mama dan Papa sebenarnya juga punya rencana untuk menjodohkan kalian berdua," ucap Toni.

Kaivan mengerutkan dahi, memastikan dengan melihat kedua orang tuanya secara bergantian.

"Menjodohkan!"

"Apa ini zaman Siti Nurbaya?" tanyanya merasa tidak masuk akal.

"Kamu mengetahui, Papa dan Om Dharma berteman, untuk menjalin silaturahmi, bukankah lebih baik kamu menjaga hubungan yang serius dengan Aisyah," ucap Toni mempertegas keinginannya.

"Tidak masuk akal, silaturahmi tidak harus dilanjutkan dengan adanya perjodohan. Saya tidak suka," sahut Kaivan benar-benar tidak tertarik.

"Kaivan kamu sudah waktunya menikah, kamu mau sampai kapan seperti ini terus. Mama sama Papa sudah semakin tua dan sebentar lagi adik kamu juga memasuki usia yang cocok untuk berumah tangga," sahut Lidya.

"Ma, sudahlah, saya tidak tertarik untuk menjalin hubungan dengan siapapun dan jangan menjodohkan saya," ucap Kaivan dengan tegas.

Kaivan merasa cukup berbicara dengan kedua orang tuanya dan kemudian membuat Kaivan langsung berdiri.

"Kamu belum bisa melupakan wanita itu?"

Langkah Kaivan terhenti.

"Ini sudah 7 tahun, semenjak kepergiannya, Kamu tetap seperti ini, tidak punya gairah dan ketertarikan untuk menjalin hubungan dengan wanita manapun. Kaivan orang yang sudah tiada tidak mungkin bisa hidup lagi, jangan menghancurkan diri kamu karena seorang wanita yang sudah pergi!" tegas Lidya.

Kaivan terdiam dengan kesulitan menelan ludah, tidak banyak yang dia katakan dan kemudian melanjutkan langkahnya.

"Kaivan..." panggil Lidya.

"Sudah. Ma, kita tidak harus memaksanya, Mama juga tidak harus mengungkit almarhum Cindy," sahut Toni.

Lidya menghela nafas, berusaha untuk menyenangkan diri, walau sedikit kesal karena ulah dari putranya yang menimbulkan masalah.

******

Aisyah seperti biasa menjalankan rutinitasnya memeriksa pasien.

"Ibu jangan lupa meminum obatnya," ucap Aisyah dengan sangat lembut berbicara pada pasien sekitar berusia 60 tahunan itu.

"Apa dokter cantik ini sudah punya suami?" tanyanya.

"Kenapa tiba-tiba mempertanyakan pasangan?" tanya Aisyah tertawa kecil.

"Kalau tidak, menikah saja dengan cucu Nenek," jawabnya secara berterus terang.

Aisyah menanggapi dengan tersenyum, saat pasiennya menjodoh-jodohkan dirinya.

"Ibu istirahat ya. Saya permisi dulu," ucap Aisyah berpamitan dengan sangat sopan.

Ini bukan pertama kali bagi Aisyah diminta oleh pasien rumah sakit untuk menjadi menantu, jadi cucu menantu dan lain sebagainya.

Aisyah memang memiliki kecantikan yang berbeda, wajahnya tampak anggun dan teduh, pembawaannya yang lembut dan siapa juga yang tidak suka pada wanita sempurna secara fisik dan pasti hatinya juga baik.

Langkah Aisyah terhenti di koridor rumah sakit.

"Kak, Kaivan!" ucapnya ketika Kakak sahabatnya itu terlihat kebingungan seperti mencari-cari.

"Aisyah," sahut Kaivan menghadap Aisyah.

"Hmmmm, Kakak sedang mencari Amira?" tanyanya memastikan.

"Iya, tadi Mama menitipkan bekal untuk Amira, kebetulan lewat dari rumah sakit dan tidak ada salahnya untuk mampir memberikan, tetapi ponselnya tidak aktif," jawab Kaivan.

"Amira sedang berada di ruang operasi. Sini. Kak, biar Aisyah saja yang memberikan," ucap Aisyah.

"Baiklah!" Kaivan memberikan paperbag tersebut kepada Aisyah.

"Terima kasih, maaf sudah merepotkan," ucap Kaivan.

"Tidak apa-apa," ucap Aisyah tersenyum.

"Saya permisi! Assalamualaikum!" sapa Kaivan dengan menundukkan kepala dan kemudian langsung pergi.

"Walaikum salam," sahut Aisyah melihat kepergian Kakak dari sahabatnya itu.

*****

Amira baru saja keluar dari ruang operasi dan ternyata Aisyah menunggu sahabatnya sejak tadi.

"Ini titipan dari, Kak Kaivan," ucap Aisyah berdiri dari tempat duduknya dan memberikan paper bag tersebut.

"Kak Kaivan datang ke rumah sakit?" tanya Amira memastikan membuat Aisyah menganggukkan.

"Ini langsung diberikan kepada kamu atau kamu mendapatkannya dari orang lain?" tanya Amira memastikan.

"Ya, ini diberikan langsung, secara tidak sengaja aku bertemu dengan Kak Kaivan dan memberikan bekal ini kepada kamu karena ponsel kamu tidak aktif," jawab Aisyah.

"Itu bukan secara tidak sengaja, tetapi itu adalah putaran takdir sehingga kalian bertemu," jawab Amira.

"Apa sih," sahut Aisyah lagi-lagi digoda oleh sahabat.

"Bagaimana? jantung kamu berdebar saat berpapasan dengan Kakakku yang tampan itu?" goda Amira lagi.

"Stop Amira!" tegas Aisyah.

"Heh, percaya padaku kalau kak, Kaivan itu menyukai kamu, dia itu menatap kamu sangat berbeda," ucap Amira.

"Ayo kita makan siang!" sahut Aisyah laki-laki tidak ingin membahas masalah pria.

Amira menghela nafas, sahabatnya memang tidak aktif jika sudah diajak berbicara tentang Kakaknya.

Amira sepertinya akan sangat bahagia jika kakaknya menikah dengan sahabat.

*****

Aisyah dan Amira saat ini berada di taman dengan keduanya yang membaringkan tubuh menatap langit, kepala mereka saling berdekatan sampai-sampai bersentuhan, keduanya hanya merefleksikan diri ketika banyaknya tugas di rumah sakit.

"Lalu kenapa tidak menerimanya? Mungkin saja Ayah kamu kembali ingin membangun kedekatan dengan kamu, ingin menumpahkan perhatiannya," ucap Amira.

"Terlambat, ayah sudah mengkhianatiku sejak aku lulus SMP, dia sudah tidak mencintai Bunda, dia pergi menikah dengan wanita lain secara diam-diam, sampai akhirnya Bunda mengetahui hal itu, Bunda menerima dan tetap sabar, menyembunyikan dari ku dan aku harus mengetahui ketika kelas 3 SMA, di saat ayahku sudah memiliki istri lain dan lebih parahnya anaknya lebih besar dari ku," ucap Aisyah tersenyum getir saat menceritakan pengalaman yang sangat pahit dalam hidupnya.

"Aisyah, tetapi kamu tidak pernah mendengar penjelasan ayahmu sebelumnya," sahut Amira.

"Untuk apa? Entah sejak kapan dia berhubungan dengan wanita itu, mungkin saja sudah ada hubungan gelap sejak pertama kali menikah dengan Bunda," ucap Aisyah.

"Amira, aku benar-benar iri dengan keluarga kamu, mama, papa kamu tetap harmonis, kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan," ucap Aisyah.

"Lalu ini yang membuat kamu tidak mudah percaya dengan laki-laki dan apalagi harus menjalin hubungan serius dengan laki-laki?" tanya Amira.

"Entahlah, menurutku semua laki-laki itu sama," jawab Aisyah.

"Jangan mengatakan seperti itu. Kakakku, bukan laki-laki yang seperti itu," sahut Amira.

"Mulai lagi, membicarakan hal yang lain," sahut Aisyah.

"Aisyah, aku sangat mengenal siapa Kakaku, dia hanya sibuk bekerja sampai-sampai tidak memiliki waktu untuk menjalin hubungan dengan wanita manapun, terakhir aku mengingat dia hanya memiliki mantan kekasih dan itu juga sudah lama, aku juga bahkan tidak mengenal siapa kekasihnya waktu itu, karena sepengetahuanku kekasihnya tinggal di Singapura dan Kakak juga membangun bisnis di sana, aku tidak pernah bertemu dan setelah itu kakak tidak pernah pacaran dengan siapapun lagi,"

"Kamu tahu, ketika dia beberapa kali pulang ke Jakarta dan tidak sengaja bertemu dengan kita berdua, dia selalu menatap kamu secara diam-diam, bisa menduga-duga kalau dia memiliki perasaan kepada kamu dan hanya saja segan kepadaku dan menutupi perasaannya," jelas.

"Sok tahu," sahut Aisyah.

"Aku serius Aisyah," ucap Amira.

"Stop membicarakan beliau," sahut Aisyah dengan tegas.

"Oke, tapi menyinggung tentang istri lain dari ayah kamu dan anak dari beliau, apa kamu pernah bertemu dengan anaknya?" tanya Amira.

"Tidak dan tidak berharap untuk bertemu dengannya," jawab Aisyah dengan simple.

Bersambung....

1
Oma Gavin
terlalu sombong jadi orang biarkan saja aisyah merasakan akibat kesombongan yg merasa bisa melakukan apa saja tanpa bantuan orang lain orang waras melek saja butuh orang lain apalagi dia buta
falea sezi
klo jd aisyah mending cerai najis aja di jadiin ban serep setelah Sindy meninggal🤭
falea sezi
pergi aisyah😕
Herman Lim
moga Aisyah dpt donor mata lagi dan berkumpul lagi sama kaivan
Herman Lim
bgs u buta selama nya aja
Oma Gavin
cindy ingin bisa segera melihat karena dia terobsesi untuk kembali mendapatkan kaivan mimpi terus saja cindy seperti ibumu karmila yg egois
Herman Lim
gimn bayi Aisyah klo dia dah operasi mata lagi apa Masi aman
Oma Gavin
itu lebih baik dan adil ngga ada lagi yg perlu diperdebatkan tinggal kaivan silahkan mata aisyah segera dikembalikan ke cindy dan nikahi cindy ending gitu aja ngga perlu ribet dan saling menyalahkan
Herman Lim
lanjut Thor
Herman Lim
kaivan di ty cinta aja ga BS jawab dasr laki2 ga becus😔
Haura Az Zahra
👍👍👍
Herman Lim
ribet bgt serius ntah gimn akhir nya puyeng aku min 😔
Oma Gavin
cerita nya makin ruwet mbundet ngga relevan udah salah satu tokoh utama nya dibikin mati saja biarkan aisyah mati dan kembali mata cindy dan dharma pada cindy biar kaivan dan karmila bahagia
Oma Gavin: bener kak ceritanya jadi bertele-tele
total 2 replies
Oma Gavin
kenapa bisa cindy hidup lagi lantas siapa yg dikubur di makam cindy banyak drama dan aisyah kembalikan saja mata cindy sekarang sudah ketemu biar impas
Herman Lim
lanjut kak kasian Aisyah yg begitu hancur
Milla
next kk
Oma Gavin
pergi yg jauh aisyah tinggalkan kaivan dan ayahu yg penuh kebohongan
Fauziah Rahma
poor aisyah
Herman Lim
nah kaivan u bakal bgs kejer klo Aisyah bakalan pergi jauh 😔
Herman Lim
kaivan kamu bakal menyesal TDK blg ke Aisyah soal mata Cindy dan pasti Aisyah mikir klo kamu nikahi dia karna ada mata Cindy di tubuh nya 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!