Xan Yiran adalah polisi bagian kriminal, suatu ketika dia berhadapan dengan kelompok gengster. Apesnya Yiran tertembak oleh ketua gangster itu, kemudian dia terbangun di dunia yang berbeda, dunia zaman kerajaan. Yiran reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh yang selalu di permainkan oleh orang orang yang ada di kerajaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayo kita bermain-main.
"Yang mulia Ratu!" seru dayang Lin Dan pelayan Yura.
"Berisik." jawab Chang-yu.
"Yang mulia!!!" seru dayang Lin Dan pelayan Yura yang kemudian memeluk Chang-yu.
"Jadi mereka ini orang-orang kepercayaan Ratu bodoh ini, Dan sekarang aku menjadi Ratu bodoh yang selalu dipermainkan di kerajaan ku sendiri. Baiklah, ini adalah kesempatanku yang kedua kalinya, aku diberi kesempatan hidup di dunia anta beranta ini. Kalau begitu aku tidak mau mati untuk yang kedua kalinya, jadi.. aku akan menjadi ratu Chang-yu. Ratu yang selalu di-bully oleh orang-orang yang ada di istana ini, aku pasti akan membalas mereka satu persatu." ujar Chang-yu dalam hati, nama itu akan dipakai oleh Yiran di kehidupan yang kedua ini.
"Huaaaaa....," tiba tiba Chang-yu menangis histeris.
"Ada apa ratu?" tanya dayang Lin.
"Sakit..," jawab Chang-yu.
"Isteriku..," panggil kaisar Xen-dong.
"Hemmm...," jawab Chang-yu.
Kaisar Xen-dong merasa lega ketika melihat Chang-yu dalam kondisi baik-baik saja, jika terjadi sesuatu kepada Chang-yu.. maka dialah sasaran pertama yang akan disalahkan oleh para menteri dari sayap kanan. Walaupun kaisar Xen-dong tidak mencintai Chang-yu, tapi dia masih memiliki belas kasih kepada Chang-yu.
Selir Xima tidak pernah mengira kalau Chang-yu masih hidup, dia nampak begitu kesal dengan beberapa kalimat umpatan yang dia ucapkan dalam hati.
"Dasar wanita gila, bagaimana dia bisa hidup lagi? seharusnya dia itu sudah mati, sudah masuk ke liang kubur. Kenapa dia bisa hidup seperti ini? ternyata para dewa masih mempunyai belas kasihan padanya." gumam selir Xima dalam hati, setelah itu dia bergegas meninggalkan paviliun rembulan setelah tahu kalau Chang-yu masih hidup.
"Syukurlah kalau begitu, Ratu telah kembali dari kematian, biarkan Ratu istirahat terlebih dahulu." kata Kaisar Xen-dong.
Dayang Lin dan pelayan Yura menangis tersedu-seduh, mereka nampak begitu bahagia karena Chang-yu masih hidup. Kaisar Xen-dong meninggalkan paviliun rembulan tempat Chang-yu, dia tidak ingin terlalu mencolok karena setiap gerakannya selalu dipantau oleh mata-mata para menteri sayap kiri.
Para menteri sayap kiri nampak begitu marah setelah mereka mengetahui Chang-yu masih hidup, dengan segala cara mereka berusaha untuk menyingkirkan Ratu bodoh itu, namun para dewa masih berbelas kasih kepada Chang-yu.
Di dalam kamar Chang-yu, dayang Lin dan pelayan Yura terus berbicara hingga membuat Chang-yu yang hendak tidur itu dia benar-benar begitu kesal.
"Berisik sekali sih kalian ini, bisa diam tidak?aku ini ingin tidur." kata Chang-yu dengan nada tidak terlalu keras.
"Ratu, apakah Ratu baik-baik saja?" tanya dayang Lin.
"Ya baik-baik saja, aku ini masih bisa bicara, masih bisa bernafas dan sekarang perutku sekarang kelaparan." jawab Chang-yu yang kemudian membuka matanya.
"Aku akan segera mempersiapkan makanan untuk Ratu." Yura yang langsung pergi untuk membuat makanan di dapur istana.
"Yang mulia Ratu, apa yang terjadi?" tanya dayang Lin.
Chang-yu membuka matanya kemudian menatap wanita tua yang ada di sampingnya. "Ya apalagi, tentu saja semuanya ini ulah dari selir jahat itu." jawab Chang-yu.
Dayang Lin terdiam sembari mencerna semua perkataan Chang-yu, Dia sedikit terkejut karena nada bicara Chang-yu seperti orang normal. "Kenapa cara bicara yang mulia Ratu seperti orang yang waras? kenapa bicara Ratu seperti tidak bodoh lagi?" gumam dayang Lin dalam hati.
"Kenapa dayang Lin diam saja? apakah kamu terkejut karena aku tidak bodoh lagi?" tanya dayang Lin langsung memohon maaf.
"Kenapa kamu terkejut ya? aku itu sudah tidak bodoh lagi, tidak gila lagi, aku sudah waras kok. Aku sudah sembuh." kata Chang-yu, seketika air mata dayang Lin mengalir. Dia kemudian memeluk Chang-yu dengan perasaan begitu bahagia dan dia benar-benar bersyukur kepada para dewa.
"Oh dewa.. terima kasih atas semua karuniamu ini, satu benar-benar sudah sembuh, dia benar-benar sudah sembuh." ucap dayang Lin.
"Rahasiakan semua yang kamu ketahui ini, dayang Lin, jangan biarkan semua orang tahu kalau aku sudah sembuh." kata Chang-yu.
Dayang Lin menganggukkan kepalanya.
"Aku pasti akan membalas orang-orang yang sudah menyakitiku, aku pasti akan membalas orang-orang yang sudah membuatku bodoh dan hampir gila. Hutang ini akan kalian bayar dengan tunai." gumam Chang-yu dalam hati.
"Apakah hamba boleh memberitahu Yura? karena dia pasti akan sangat bahagia saat tahu Ratu sudah sembuh." ucap dayang Lin.
Chang-yu menganggukkan kepalanya, setelah itu dia meminta dayang Lin untuk membuatkan teh.
"Aku akan bermain-main dengan mereka, mereka harus tahu apa itu karma instan." kata Chang-yu yang kemudian bangun dari ranjangnya. dia menatap wajahnya di cermin perunggu itu.
"Dayang, bukankah aku punya cermin kaca peninggalan orang tuaku? di mana cermin itu?" tanya Chang-yu.
Dayang Lin kemudian mengambilkan cermin peninggalan permaisuri terdahulu.
"Ayo kita balas semua kelakuan jahat mereka, dayang. Aku benar-benar menantikan waktu itu." kata Chang-yu.
Kabar mengenai Ratu Chang-yu yang sudah kembali dari kematian itu menyebar hingga keluar istana, rakyat banyak yang membicarakan mengenai kembalinya sang ratu dari Kematian.
"Apa kalian dengar kalau Ratu sudah kembali dari kematian? katanya waktu dia mau di makamkan dia bangun." kata beberapa orang. kabar itu menyebar seperti angin yang berhembus kencang.
Beberapa hari kemudian.
Pagi itu Chang-yu bersama dayang Lin dan Yura sedang berada di taman istana, Chang-yu duduk dengan begitu santai sembari menatap hamparan bunga yang harumnya tercium begitu menenangkan.
"Yang mulia, lihatlah selir licik itu berjalan kemari." kata Yura.
"Biarkan saja, kita akan lihat apa yang akan mereka lakukan." jawab Chang-yu yang kemudian makan kue yang dibuatkan oleh dayang Lin.
Selir Xima menatap Chang-yu yang sudah berada di taman istana, wanita licik itu nampak tersenyum dengan semua rencana licik yang selalu dia miliki.
"Ternyata wanita bodoh itu sudah ada di taman, lihat aja aku pasti akan mengerjainya lagi." ucap selir Xima yang kemudian berjalan menuju tempat Chang-yu.
"Kenapa kamu diam saja, Cepat beri hormat kepada selir agung!" bentak An-an, pelayan selir Xima.
"kenapa aku harus memberi hormat kepada selir agung aku ini bukan pelayannya dan dia itu cuma selir." jawab Yura.
Plakk..
An-an menampar pipi Yura,
melihat itu Chang-yu langsung berdiri, Dia berjalan mendekat An-an.
"Kenapa kamu ke sini, wanita bodoh? apa kamu mau aku tampar juga!" ujar An-an.
Chang-yu nampak tersenyum, Dia kemudian mengangkat tangannya dan menampar wajah An-an berulang kali.
Plakk!!
Plakk!!
Plakk!!
Tiga tamparan di berikan oleh Chang-yu.
"Apa yang kamu lakukan, dasar wanita bodoh!" teriak An-an. Dia hendak melayangkan tangannya untuk menampar Chang-yu namun sayangnya dia belum sempat menampar Chang-yu, malah Chang-yu langsung menendang tubuh An-an dengan sangat keras.
*bersambung*