NovelToon NovelToon
Ingat! Kita Itu Mantan

Ingat! Kita Itu Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:591
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Update setiap hari!

Bianca, putus dengan pacarnya yang sudah bertahun-tahun bersama. Namun, setelah putus bukannya asing, mereka justru terus dipertemukan dalam kejadian yang tak terduga.
Entah ini kebetulan? atau memang sengaja di buat oleh Arsen.

"Bagaimana bisa, bos baruku ternyata adalah dia?! Arsenio sialan! Bagaimana caranya kami menjadi mantan jika terus seperti ini?!" geram Biancca yang sudah frustrasi.

"Aghh, dia benar-benar tidak tahu bagaimana caranya menjadi mantan!" --Arsenio Kendrick

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 03

Hingga sampailah pada bulan ke 3, setelah mereka putus, mereka dapat jauh lebih santai. Meski kadang masih sering bertengkar saat bertemu.

Bianca kini tengah berada di kantor atasannya. Raut wajahnya tampak murung dan pucat, bagaimana tidak. Antonio, bos Bianca, kini telah memecatnya.

Ia di pecat dari pekerjaannya sebagai Asisten pribadi di anak Perusahaan, atau cabang dari Kenderick grub.

“Apa maksud bapak, bukannya saya sudah mendedikasikan hidup saya selama ini. Anda bahkan tidak membiarkan saya untuk mengambil cuti selama 3 bulan ini. Bagaimana pak Antonio bisa setega ini pada saya pak? Apa Anda hilang ingatan? Ayolah pak, jangan pecat saya. Saya masih butuh pekerjaan ini." Desak Bianca, namun desakan itu tak cukup untuk meyakinkan Antonio.

“Terserah saya dong, direktur di sini saya atau kamu?.”

Bianca pun mengangguk, ia mengambil rak sampah yang penuh dengan kertas, gadis itu kini mengangkatnya ke atas lalu membuangnya di atas meja kerja Anton.

“Apa-apaan ini?” Ucap Anton yang tak terima dengan apa yang di lakukan oleh Bianca.

“Terserah saya dong, Anda juga bukan lagi atasan saya,” Bianca yang kesal benar-benar membalik ucapan Antonio begitu saja, setelahnya ia juga mengacak-acak meja kerja Anton. Membuat beberapa barang jatuh ke lantai dan membuat Anton semakin marah.

Bianca kini berjalan ke arah kursi Anton, tempat pria itu kini tengah duduk, memutar kursi itu 90° ke samping agar Anton menatapnya.

“Rasakan, dasar tidak tahu berterima kasih. Lihat saja, saya akan cari bos yang 100 kali lebih baik dari pada Anda. Camkan itu!" Bianca kini keluar dari ruangan Anton dengan penuh amarah. Ia bahkan membanting pintu ruangan itu dengan begitu keras.

“BRAKKKKKKK” Suara bantingan pintu itu keras, membuat Anton terkejut.

“Aish, dasar wanita gila itu.” Anton mengambil rak sampah, dan mulai memunguti kertas yang sempat Bianca taruh di atas meja. Ia kemudian mengambil ponselnya, yang tergeletak di atas meja kerja, setelah sebuah panggilan telepon masuk ke ponselnya.

Tak ada satu menit telepon itu sudah tersambung, “semua sudah beres, aku sudah lakukan sesuai dengan perintah mu,” Ucap Anton pada seseorang di sambungan telepon miliknya.

***

Bianca kini tengah kacau, ia berjalan dengan rasa penuh kesedihan dan kekecewaan sepanjang jalan trotoar.

Ia bahkan mengacak-acak rambutnya sendiri benar-benar seperti orang banyak pikiran. langkahnya lalu terhenti, gadis itu kini duduk di atas trotoar dengan banyak pedagang kaki lima di sana.

Tempat itu tak jauh dari pusat alun-alun kota, Bianca benar-benar terlihat sangat frustrasi. Ia tak peduli jika orang-orang di sekitar harus menganggapnya aneh lantaran kini ia tengah mengumpati mantan bosnya yang gila itu.

“Aishhh, Ini benar-benar melelahkan. Lalu bagaimana dengan Lucia, ini benar-benar menjengkelkan, dasar Antonio, sialan kau..." Bianca melihat kaleng bekas minuman di samping sepatunya, Ia pun memungut kaleng itu.

“SIAL”

“Trangggg.” Bianca melemparkan kaleng bekas itu ke jalanan dan tepat mengenai jendela mobil seseorang.

Mobil itu seketika terhenti, tepat di samping Bianca.

“Astaga, mampus aku” Ucap Bianca yang panik dan terkejut saat kaleng itu benar-benar mengenai mobil mahal milik seseorang.

Pengemudi mobil itu, kini menurunkan kaca mobilnya, menampakkan sang pemilik mobil yang tampan dengan kaca mata hitam di matanya.

Pria itu pun menurunkan kacamatanya, dan saat itu pula betapa syoknya Bianca, saat ia mengetahui siapa orang di dalam mobil itu. Bahkan kini, ia sampai menutup mulut nya dengan kedua tangan, saking syoknya.

“Cih, cewek ini lagi,” ucap pria di dalam mobil itu, dengan kacamata hitam di wajah nya.

“Arsenio” ujar Bianca sambil sebari menunjukkan ekspresi terkejut.

“Bagaimana bisa?” Bianca pun seketika mematung di tempat.

Rupanya pria itu adalah Arsenio, mantan kekasihnya beberapa bulan lalu yang sempat ia campakan.

Arsen pun sebenarnya masih sayang pada mantannya, namun gadis itu selalu enggan menatapnya bahkan berlari ketika melihatnya, dan jika tak berlari maka mereka pasti punya pembahasan untuk bertengkar.

Ia tahu Bianca tak akan suka bertemu dengan-nya, jadi ia pun langsung memalingkan muka dan menunjukkan raut wajah jutek saat melihat Bianca.

Kaca di mobil itu ia tutup Kembali, dan pergi dari tempat itu. Bianca yang sempat syok pun masih berada di tempat yang sama. Ia membeku di tempat itu, tak bergerak satu senti pun dari tempat ia berdiri.

“Benar-benar sial, sekarang bagaimana cara aku untuk benar-benar bisa move on darinya? kenapa harus ada Arsen di saat seperti ini?.” Bianca kini meringkuk, ia menekuk kedua kakinya dan berjongkok, menangis di pinggir jalanan sehingga membuatnya menjadi pusat perhatian beberapa orang yang melewati jalan itu.

"Kenapa hidupku harus seburuk ini sih," Meratapi nasipnya, ia benar-benar sudah sangat lelah dengan kondisi yang berantakan seperti ini.

Arsen kembali menghentikan mobilnya, pria itu menghentikan mobilnya tak jauh dari tempat Bianca. Menatap mantannya yang sudah tampak seperti orang gila itu dari kaca spion mobil.

"Bianca-Bianca, nyatanya kau sendiri yang tidak tahu cara menjadi mantan. Aku tahu, kau masih sayang padaku. Ke mana lagi kau bisa menemui pria yang tampan berkarismatik dan kaya raya seperti ini." Ujar Arsen tengil membanggakan dirinya sendiri.

***

Di cafe, Bianca kini tengah meneguk sebotol soda bersama temannya yang bernama Kayla, “Jadi setelah itu kau bertemu dengannya? lagi...?” ucap Kayla dan di balas anggukan kepala oleh Bianca.

“Wahhhh, sial, ini benar-benar terjadi. Aku rasa kalian itu memang berjodoh” Cetus Kayla sambil memutar piring kecil berisikan cake strawberry di atasnya.

“Aku benar-benar sangat kesal,”

“Kau tahu Kayla, aku benar-benar ingin move on darinya. Ini benar-benar bisa membuat ku jadi gila.” Bianca mengacak-acak rambutnya frustrasi.

“Hem, kenapa kalian tidak balikan saja?.”

“O, ayo lah Kayla, aku sudah pernah kata kan ini pada mu, bukan soal balikan. Kau tahu sendirikan, nasib keluarga ku ada di tangan ku sendiri.”

“Hahaha, aku bahkan masih ingat saat itu, kalian bahkan masih saling curhat setelah putus 2 bulan yang lalu,” Kayla benar-benar tak habis pikir dengan kedua mantan yang tiada habisnya ini.

“O, iya tak hanya itu. Aku bahkan ingat, kalian masih saling sleep call saat 1 minggu putus. Lalu saling ejek dari dari pertama sampai ke 6, lalu Arsen mencarimu saat pulang kerja mabuk, dan memelukmu sangat erat seakan kau itu boneka beruang, dan itu benar-benar membuatku merinding begidik ngeri.” Ucapan Kayla itu membuat Bianca geli jika ia mengingatnya lagi.

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!