NovelToon NovelToon
PENGUASA ABSOLUTE

PENGUASA ABSOLUTE

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Sistem / Action
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Not men

Dijuluki sosok yang ditakuti bahkan oleh para dewa, ia menghabisi segalanya tanpa emosi selama masa hidupnya yang panjang. Tapi setelah pembantaian besar terakhirnya, sesuatu berubah emosinya yang lama terkubur akhirnya bangkit. Detik berikutnya, ia membuka mata di bumi, dalam tubuh baru, memulai kehidupan yang benar-benar berbeda dari masa lalunya yang kelam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 : SANG PENGUASA

Ding Dong!!

[Tuan jangan terlalu banyak berpikir. Jangan melawan. Biarkan tubuh dan pikiran Anda melakukannya.]

---------------

Mahendra yang mendengar suara sistem tersebut pun terdiam sejenak. "Apa maksudmu jangan melawan?"

[ Efek obat perangsang yang berada di dalam tubuh Nyonya Evelyn telah mulai bekerja. Sistem menyarankan Tuan untuk tidak memaksakan kesadaran Anda dan membiarkan efek tersebut berjalan secara alami....]

Mahendra masih terlihat bingung, namun perlahan pikirannya mulai terasa semakin berat. "Apa yang sebenarnya terjadi...?"

[ Tidak perlu khawatir, Tuan. Sistem akan menjaga kondisi tubuh Tuan dan Nyonya Evelyn....]

Perlahan pandangan Mahendra mulai kabur. Kesadarannya terasa seperti ditarik menuju tempat yang sangat jauh. Suara di sekitarnya pun semakin lama semakin menghilang. Hingga akhirnya... Mahendra kehilangan kesadarannya.

Namun pada saat yang sama, sebuah perubahan terjadi di dalam pikirannya. Di dalam kesadaran Mahendra, Evelyn terlihat sedang melayang di sebuah ruang yang gelap dan luas.

"Apa... ini?"

Di dalam kesadaran Mahendra, Evelyn sedang melayang dengan bingung dan kemudian dia melihat begitu banyak ingatan tentang Mahendra, dan kini wajah nya terlihat sangat pucat dan takut

“apa ini nyata..?" tanya Evelyn dengan tidak percaya

"ini nyata, ini adalah diri ku yang sebenarnya.." Ucap Mahendra

Namun saat dia sama sekali tidak percaya Mahendra sudah berada di sisi nya dan dia tampak sedang meringkuk

"Dulu aku hanya lah manusia biasa, namun mereka yang memiliki kekuatan yang besar melakukan hal yang begitu tidak masuk akal, mereka menjadikan aku seorang manusia biasa sebagai pengorbanan bagi kultivasi mereka sendiri dan sejak saat itu aku.."

Mahendra pun mulai menceritakan kisah hidup nya dari awal hingga akhir, dan Evelyn juga tampak melihat semua ingatan Mahendra yang perlahan lahan semakin kuat dan tentang dia yang diburu oleh satu dunia dan menerima begitu banyak luka

“Nyonya harap jaga tuan, dia adalah sosok yang tidak berperasaan saat itu, namun itu bukan salah nya.." Namun saat Evelyn sedang ke bangunan dengan apa yang dilihat oleh nya tiba tiba sosok misterius muncul di hadapan nya.

-----------------

Evelyn yang dipindahkan ke ruangan lain kini tampak menjadi sangat bingung

“siapa kamu dan apa maksudmu..?," tanya Evelin dengan bingung

Namun tak lama kemudian ribuan sosok jiwa pun langsung berlutut di hadapan Evelyn dan semua nya kini menatap ke arah Evelyn

"Nyonya mohon untuk menjaga tuan, dia memang sudah melupakan kami, namun karena kematian kami lah yang membuat tuan menjadi monster yang tidak berperasaan dan kini dia telah mendapatkan emosi nya kembali..!!" suara para jiwa itu langsung menggema

Evelyn yang sempat bingung pun langsung tertegun dan sebuah kejadian yang di mana Mahendra dan orang orang itu masih hidup dengan tenang

"Guru saat aku kuat nanti aku akan membawamu jalan jalan menjalani seluruh dunia.."

Mahendra yang sedang mengajari para murid untuk berkultivasi sering kali di sekali oleh banyak murid dan terutama para gadis

Evelyn yang menyaksikan semua itu terlihat cukup tenggelam, namun tiba tiba dia mengepal kan tangan nya saat melihat keadaan suaminya yang tidak berdaya saat berada di hadapan musuh nya.

"kalian bajingan apa salah para murid ku sehingga kalian membunuh mereka semua..!!" teriak Mahendra yang kini sudah berlutut di bawah kaki orang orang misterius

Tubuhnya gemetar, bukan karena ketakutan, melainkan karena kemarahan dan rasa bersalah yang memenuhi dadanya. Namun orang-orang misterius itu tidak memberikan jawaban. Satu per satu sosok mereka mulai memudar seperti kabut yang tertiup angin.

“Jangan...!” Mahendra mencoba bangkit dan mengejar mereka, tetapi tubuhnya seolah tidak mampu bergerak.

“Tunggu! Jangan pergi...!” Suara Mahendra terdengar semakin lemah.

Dalam sekejap, seluruh pemandangan di hadapannya pun berubah menjadi kegelapan,

-------------------

Evelyn yang sejak tadi hanya bisa menyaksikan semuanya akhirnya tersentak.

“Hah...?”

Dia mengedipkan matanya beberapa kali. Pemandangan yang sebelumnya memenuhi ruangan telah menghilang. Tidak ada ribuan jiwa, tidak ada orang-orang misterius, dan tidak ada Mahendra yang sedang berlutut di hadapannya. Yang tersisa hanyalah ruangan yang sunyi. Evelyn menatap kedua tangannya sendiri dengan wajah bingung.

“Apa... yang baru saja kulihat?” ucap Evelyn

Ia tidak mengetahui bahwa kejadian tersebut bukan sekadar bayangan biasa. Jauh di dalam pikirannya, sosok Mahendra yang menangis sambil memohon agar murid-muridnya tidak dibunuh terus terbayang, Untuk pertama kalinya, Evelyn melihat sisi lain dari suaminya.

Seseorang yang selama ini terlihat begitu tenang dan tidak berperasaan ternyata pernah kehilangan begitu banyak orang. Evelyn kemudian menghela nafas pelan.

“Mahendra... sebenarnya apa yang pernah kamu alami selama ini?” Batin Evelyn

Singkat cerita keesokan nya pun tiba

Mahendra dan Evelyn kini sedang saling bertatapan di atas tempat tidur dan kedua nya sama sekali tidak menggunakan busana, Cahaya matahari perlahan masuk melalui celah jendela.

Evelyn membuka matanya dengan perlahan. Ia terdiam beberapa saat sambil menatap langit-langit kamar. Mimpi itu masih teringat dengan jelas di dalam pikirannya. Namun ia tidak mengatakan apa pun. Di sisi lain tempat tidur, Mahendra juga sudah terbangun. Tatapannya diam-diam tertuju kepada Evelyn.

Beberapa saat keduanya hanya saling bertatapan.

“Kenapa kau melihatku seperti itu?” tanya Mahendra akhirnya.

Evelyn terdiam sejenak. “Tidak apa-apa.”

“Benarkah?”

“Ya.”

Mahendra menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya tersenyum tipis. “Kalau begitu jangan menatapku seperti orang yang baru saja melihat hantu.”

Evelyn memalingkan wajahnya. “Siapa yang menatapmu?”

Mahendra terkekeh kecil. Suasana yang sempat terasa berat perlahan mencair.

“maafkan aku, aku adalah seorang pembunuh yang kejam dan telah mengambil masa depan mu dengan menikah dengan ku.." ucap Mahendra dengan lembut dan merasa Hina dengan dirinya sendiri

Evelyn yang mendengar itu pun terlihat memasang wajah dingin dan dia masih terlihat sangat tenang, Namun di dalam hati Evelyn, satu pertanyaan masih belum mendapatkan jawaban.

Siapa sebenarnya Mahendra ini?

Namun setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Mahendra dia pun langsung menghela nafas dan memegang tangan Mahendra

"Aku memang belum mencintai mu, namun aku akan berusaha untuk itu, dan untung masalahmu, itu tidak perlu dipikirkan setiap orang memiliki beberapa sisi gelap.." ucap Evelyn dengan lembut

"namun sebelum itu apa kau bisa berjanji satu hal untukku.." tanya Evelyn dengan tenang

"aku akan melakukan nya.." ucap Mahendra dengan lembut

"jika begitu ku mohon jangan lakukan hal seperti membunuh lagi jika tidak diperlukan.." ucap Evelyn dengan lembut

Mahendra yang mendengar itu pun langsung mengangguk dan kemudian dia pun langsung mendekap wanita itu ke dalam pelukan nya

“aku berjanji akan selalu mengikuti apa yang kau inginkan.." ucap Mahendra dengan lembut

Evelyn yang merasa di peluk pun hanya meringkuk dan terlebih lagi dia telah kehilangan kesucian nya oleh Darius

[ Note: hanya 0,1% saja yang telah dilihat Evelyn dari ingatan Mahendra…]

-----------------

satu Minggu pun berlalu begitu saja

"Mahendra kau sudah berada di villa selama satu minggu, apa kau tidak ingin mencari pekerjaan atau apa gitu..?" tanya Evelyn dengan tenang

Mahendra yang sedang berbaring di pangkuan Evelyn kini terlihat sangat santai dan dia pun kembali duduk

“sayang menurutmu pekerjaan apa yang harus aku lakukan..?” tanya Mahendra dengan penasaran

“dengan keterampilan mu yang sekarang kau cocok nya bertugas menjadi seorang polisi atau tentara.." ucap Evelyn dengan lembut sambil memegang dagu nya

Mahendra yang mendengar itu pun langsung mengangguk dan kemudian dia pun langsung berdiri

"baiklah jika begitu, aku sudah memutuskan akan menjadi seorang polisi yang adil dan membunuh siapa saja yang membuat.." Namun setelah berbicara dia langsung bungkam karena bibir nya di pegang oleh Evelyn

"kau jangan sembarang berbicara, ini negara hukum bukan seperti dunia mu yang dulu jadi jangan melakukan hal tidak diinginkan.." ucap Evelyn dengan tenang

Mahendra yang mendengar itu pun langsung mengangguk dan kemudian dia pun langsung memegang tangan Evelyn

"baiklah sesuai dengan apa yang diinginkan oleh istri ku.." ucap Mahendra dengan penuh kasih sayang

"bagus jika begitu aku akan mendaftarkan mu melalui jalur dalam.." ucap Evelyn

“wah, ini sangat enak bisa lewat jalur dalam, memiliki istri yang berkuasa itu memang yang terbaik.." ucap Mahendra dengan senang

Evelyn yang melihat tingkah lakunya itu pun hanya bisa tersenyum simpul dan kemudian dia pun langsung melakukan panggilan terhadap orang yang akan mengatur tempat untuk Mahendra

“aku sudah mendapatkan satu tempat untuk mu dan lima hari lagi kau akan dipanggil dan langsung menjadi anggota kepolisian.." ucap Evelyn dengan tenang

Mahendra yang mendengar itu pun langsung berjalan ke arah Evelyn dan kemudian mengecup keningnya

“sayang terima kasih telah mau menerima orang Hina seperti ku.." ucap Mahendra dengan lembut

Evelyn yang mendengar itu pun tersenyum dan menyentuh wajah Mahendra dan mengecup bibir pria itu

"aku sama sekali tidak keberatan karena sudah menerima mu, dan aku juga beruntung.." ucap Evelyn dengan tenang

"baiklah jika begitu aku akan pergi terlebih dahulu untuk mengurus perusahaan ku.." ucap Evelyn dengan ringan

setelah mengatakan itu dia pun pergi meninggalkan Mahendra

"keadilan siapkan latihan tembak untukku.."

Ding Dong!!

[ Simulasi latihan menembak telah diterapkan...]

Mahendra yang sedang berada di ruangan tamu pun langsung dipindahkan ke sebuah ruangan yang dimana akan dijadikan latihan oleh sistem, Dalam sekejap, pandangan Mahendra berubah.

Ruangan yang sebelumnya ia tempati menghilang dan digantikan oleh sebuah lapangan yang sangat luas. Di hadapannya terdapat berbagai macam target dengan jarak yang berbeda-beda. Beberapa berada hanya beberapa meter di depannya, sementara sebagian lainnya bahkan hampir tidak terlihat.

Mahendra melihat ke sekeliling dengan penuh rasa ingin tahu. “Jadi ini tempat latihannya?”

Ding Dong!!

[ Benar, Tuan...]

[ Simulasi latihan menembak akan dimulai..]

Sebuah senapan tiba-tiba muncul di tangan Mahendra. Ia memeriksa senjata tersebut dan kemudian melihat ke arah target pertama.

“Baiklah... mari kita mulai.”

Dor!!

Peluru meleset. Mahendra terdiam. “........” Ia melihat lubang peluru yang berada cukup jauh dari titik tengah target.

“Sepertinya aku terlalu meremehkan latihan ini.”

Ding Dong!!

[ Kesalahan pertama: posisi tubuh tidak stabil…]

Mahendra mengangguk kecil. “Kalau begitu ulangi.”

Dor! Dor! Dor!

Beberapa tembakan kembali dilepaskan. Kali ini dua peluru mengenai target, tetapi belum mengenai bagian tengah. Mahendra tidak menyerah.

Hari demi hari ia terus berlatih. Ia belajar mengatur posisi tubuh, cara menggenggam senjata, mengendalikan nafas, hingga memperkirakan arah pergerakan target. Awalnya ia hanya mampu mengenai target yang diam.

Kemudian target mulai bergerak. Jaraknya pun semakin jauh. Mahendra kembali menarik pelatuk.

Dor!!

Tepat mengenai sasaran.

Ding Dong!!

[ Keakuratan meningkat...]

Mahendra hanya tersenyum tipis. “Masih jauh dari sempurna.”

Latihan kembali dimulai. Target semakin kecil. Jarak semakin jauh.

Kecepatan semakin tinggi. Bahkan sistem mulai memberikan kondisi yang berbeda seperti hujan, kabut, kegelapan, dan angin kencang. Namun Mahendra tetap berlatih. Ia tidak lagi menghitung berapa kali dirinya gagal. Yang ia pikirkan hanya satu. Menjadi lebih kuat.

Waktu di dalam ruang simulasi terus berlalu. Tubuhnya semakin terbiasa dengan senjata. Tangannya semakin stabil. Pendengarannya semakin peka. Bahkan tanpa melihat target secara langsung, Mahendra mulai mampu memperkirakan posisi sasaran hanya melalui suara.

Namun sistem masih belum menghentikan latihan. Setiap kali Mahendra merasa dirinya telah mencapai batas, sistem kembali memberikan latihan yang lebih sulit. Mahendra pun hanya menghela napas.

“Kalau begitu... kita lanjutkan.”

Dan latihan kembali dimulai.

Dor!

Dor!

Dor!

Suara tembakan terus menggema di dalam ruang simulasi. Hari berganti. Bulan berganti. Tahun pun berlalu. Sepuluh tahun berlalu di dalam ruangan simulasi

Ding Dong!!

[ Kemampuan tembakan tuan sudah mencapai puncak..]

Mahendra yang sekarang sedang duduk dengan tenang dan memegang senapan runduk kini melihat ke arah target yang mencapai tujuh kilometer

Dor..!!

Ding Dong!!

[ Patung dengan kecepatan seratus delapan puluh telah tepat sasaran dan dapat nilai sempurna dengan bagian kepala sebagai target...]

Mahendra yang mendengar itu hanya menghela nafas dan kemudian dia pun langsung meletakan senapan runduk itu dengan tenang

"dengan begini istri ku tidak akan malu jika aku masuk kepolisian.." ucap Mahendra dengan tenang

"keadilan bagaimana menurutmu dengan keahlian menembak ku..?" tanya Mahendra dengan tenang

Ding Dong!!

[ Tuan kemampuan anda sudah termasuk sangat bagus dan tidak akan memalukan nyonya besar...]

Duo bodoh yang menganggap kemampuan dan uang milik Mahendra adalah hal yang biasa, bukan hanya tuan nya yang tidak tahu apa apa namun sistem nya juga sama sungguh kedua sosok yang konyol [><]

"Keadilan sudah berapa lama aku berada di tempat simulasi ini..?" tanya darius

Ding Dong!!

[ Tuan anda telah berlatih selama sepuluh tahun di ruang simulasi dan jika dihitung di dunia luar maka tuan sudah satu jam berlalu...]

-------------

TERIMAKASIH

1
Not men
apakah ada yang merasa kecewa disini😗
Not men
Hyohhh kalian langsung berpikir seperti apa🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!