NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:38.1k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Al. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Empat

Malam itu berakhir lebih cepat dari yang Chelsea bayangkan. Setelah makan malam selesai, mereka bertiga keluar dari restoran. Udara malam terasa dingin, tapi justru hati Chelsea terasa lebih sesak dari sebelumnya.

El berjalan di samping Zoya, sementara Chelsea berada sedikit di belakang mereka. Pemandangan biasa bagi pasangan kekasih itu seharusnya tidak menyakitkan, karena memang sudah seharusnya seperti itu.

El bersama kekasihnya. Bukan bersamanya. Namun entah kenapa, melihat El yang kini lebih sering menoleh pada Zoya membuat Chelsea merasa kehilangan sesuatu yang bahkan tidak pernah ia miliki.

Sampai di mobil, El membukakan pintu untuk Chelsea seperti biasanya. “Masuk, Chel.”

Chelsea menatap pintu mobil itu sebentar. Kebiasaan kecil yang selalu El lakukan sejak dulu. Dulu, ia akan tersenyum bahagia hanya karena El masih mengingat hal-hal kecil tentang dirinya.

Tapi malam ini berbeda. “Bang El, aku bisa sendiri.”

El terdiam. Chelsea tersenyum kecil lalu masuk ke dalam mobil. Sementara El hanya menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya menutup pintu.

Zoya yang berdiri di sampingnya memperhatikan perubahan kecil itu. “Kamu kenapa?”

El menoleh. “Emang aku kenapa?” Bukannya menjawab pertanyaan Zoya, El justru bertanya balik.

“Kamu terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.”

El menggeleng. “ Aku rasa nggak ada.”

Zoya tidak langsung percaya, tapi ia memilih diam. Perjalanan pulang terasa lebih sunyi dari perjalanan berangkat tadi. Chelsea duduk di kursi belakang.

Biasanya ia akan duduk di depan bersama El. Mereka akan berbicara tentang banyak hal, tertawa, atau bahkan saling mengejek seperti anak kecil.

Tapi malam ini ia memilih diam. El beberapa kali melihat ke kaca tengah. Ia melihat Chelsea yang menatap keluar jendela. Ada sesuatu yang berbeda. Dan anehnya, itu membuat El merasa tidak nyaman.

Sesampainya di rumah, Chelsea langsung turun setelah El memarkirkan mobil. “Aku masuk dulu ya.”

El mengernyit. “Chel.”

Chelsea berhenti. “Iya?”

“Kamu marah sama Abang?”

Pertanyaan itu membuat Chelsea terdiam. Marah? Bagaimana mungkin ia marah? El tidak melakukan kesalahan apa pun. Ia hanya mencintai seseorang. Sesuatu yang memang berhak ia lakukan. Tapi semua hanya Chelsea ucapkan dalam hati.

Chelsea tersenyum. “Nggak kok.”

“Tapi kamu beda.”

Chelsea menunduk sebentar. “Itu perasaan Abang saja. Mungkin aku cuma capek.”

Jawaban yang sama. Jawaban yang tadi ia berikan juga di perjalanan. El tahu Chelsea sedang menghindar. Tapi ia tidak tahu alasannya.

“Kamu tahu kan, kalau ada apa-apa cerita sama Abang. Jangan di pendam sendiri."

Lagi-lagi kalimat sederhana dan biasa dari El itu membuat Chelsea hampir kehilangan pertahanannya. Karena bagaimana ia bisa mengatakan semuanya? Bagaimana ia bisa berkata bahwa alasan ia berubah adalah karena pria di depannya?

Bahwa setiap perhatian kecil yang El berikan membuatnya semakin sulit melepaskan perasaan yang dirasakan. Chelsea hanya mengangguk.

“Iya, Bang.” Lalu ia masuk ke dalam rumah, meninggalkan El yang masih berdiri di tempatnya.

Di kamar, Chelsea duduk di tepi tempat tidur. Ia membuka ponselnya. Ada foto lama dirinya dan El. Foto saat mereka masih kecil.

El yang saat itu berusia lebih tua dua bulan berdiri sambil tersenyum, sementara Chelsea kecil memegang tangannya erat. Walau perbedaan usia mereka tak begitu jauh, badan Chelsea yang kecil membuat umurnya seperti jauh dibawah El.

Di bawah foto itu ada tulisan dari El. “Adik yang akan selalu Abang lindungi.”

Chelsea tersenyum sedih. Dulu kalimat itu membuatnya bahagia. Sekarang justru membuatnya sadar. Ia memang hanya akan menjadi adik bagi El. Tidak lebih.

Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh. “Kenapa harus kamu, El?”

Suara Chelsea bergetar. “Kenapa harus orang yang selalu membuat aku merasa dicintai?”

Chelsea menghapus air matanya. Ia kembali berkata dalam hatinya, "Aku yang salah. Seharusnya perasaan ini tak boleh ada. Aku yang memulai dan aku yang harus mengakhiri perasaan ini."

Sementara itu di ruang keluarga, El masih belum tidur. Ia duduk bersama Arsaka dan Hana.

Arsaka yang sejak tadi memperhatikan anaknya akhirnya bertanya. “Kamu kenapa?”

El menoleh. “Tak ada apa-apa. Emang kenapa Daddy bertanya begitu?"

“Dari tadi kamu terlihat melamun.”

El diam. Kemudian ia menghela napas. “Aku merasa Chelsea berubah.”

Hana yang sedang membaca sesuatu langsung menatapnya. “Berubah bagaimana?”

“Entahlah.”

El mengingat kembali bagaimana Chelsea malam ini lebih diam. Bagaimana ia menolak bantuan kecilnya. Bagaimana senyumnya terlihat berbeda.

“Dia seperti menjaga jarak.”

Hana dan Arsaka saling melihat. Mereka tidak mengatakan apa-apa. Karena sebagai orang tua, mereka tahu terkadang ada hal-hal yang bahkan anak mereka sendiri belum siap ungkapkan.

“Chel mungkin merasa sudah dewasa, El.”

Ucapan Hana membuat El menatap ibunya.

“Mungkin dia sedang belajar punya dunianya sendiri.”

El mengerutkan kening. “Tapi dia tetap Chelsea.”

Hana tersenyum kecil. “Iya. Tapi Chelsea bukan anak kecil lagi.”

Kalimat itu membuat El diam. Karena tanpa ia sadari, selama ini ia memang selalu melihat Chelsea sebagai gadis kecil yang harus ia jaga. Padahal Chelsea sudah tumbuh menjadi wanita dewasa. Dan sebenarnya usia mereka sama.

Dan mungkin suatu hari nanti, akan ada seseorang yang menggantikan posisinya untuk menjaga Chelsea. Pikiran itu entah kenapa membuat El merasa aneh.

Keesokan paginya, meja makan keluarga Arsaka kembali ramai seperti biasa. Namun Chelsea terlihat berbeda. Ia tersenyum, berbicara, dan tertawa. Tapi El tahu senyum itu tidak sama.

“Kamu mau ke kampus?” tanya El.

Chelsea mengangguk. “Iya.” Gadis itu saat ini sedang melanjutkan Pascasarjana.

“Aku antar.”

Chelsea langsung menggeleng. “Nggak perlu, Bang. Aku bisa pergi sendiri.”

El terdiam. Tidak biasanya gadis itu menolak bantuan dan tawaran darinya. Karena selama ini Chelsea selalu berkata, “Iya, Abang.”

Bukan menolaknya. El lalu berkata lagi, “Chel .…”

Chelsea tersenyum. “Abang jangan khawatir. Aku bukan anak kecil lagi. Aku harus belajar mandiri. Lagi pula usia kita sama. Abang saja yang mengganggap aku kecil."

Dan entah kenapa, kalimat itu membuat El terdiam. Karena baru kali ini Chelsea mengingatkannya bahwa gadis kecil yang dulu selalu menggenggam tangannya, sudah mulai melepaskan tangannya.

"Bang, suatu hari nanti jika kamu telah berkeluarga aku tak mungkin akan terus minta bantuan. Aku harus belajar mandiri. Jangan kuatir. Usiaku saat ini justru seharusnya sudah memiliki anak yang harus dilindungi."

Chelsea lalu pamit setelah mengucapkan itu pada El. Tanpa menunggu jawaban dari pria itu.

1
Sugiharti Rusli
oh sepertinya Farhan sudah mencium sesuatu rencana dari istri dan putri sambungnya yah,,,
Lisa Halik
chelsea kamu dalam dilema..perusahaan arsaka kan bersaing dengan kamu,
Nandi Ni
Daddy Arsaka pasti ikhlas dan bangga dg kamu meski harus tempur dan berhadapan langsung,bukan sebagai seseorang yg tdk tahu balas budi,menentang ayah angkatmu sendiri.Tunjukkan bahwa didikan Daddy memang pantas dan membanggakan
ken darsihk
Wehhh gimana ini perusahaan dady Arsaka yng harus di hadapi 🤦‍♀️🤦‍♀️
Oma Gavin
chelsea kamu harus profesional dalam bekerja daddy mu pasti juga tau dan tidak akan kecewa kalau kamu yg memenangkan tender tsb
Rahma Inayah
dilema chelsea hrs mju atau mundur hrs mengalah or ttp berjuang .sdkt byk chelsea SDH bljr bisnis dr sang Daddy .lbh baik km cerita Dady dan momy dengar kn apa kputsn mrk. kurasa Dady mu profesional TDK. melibatkn. antra urusan pekerjaan dan keluarga
Radya Arynda
tlpn sama dady mu chelse,,mintak saran biar nanti ngak kaget,,,,,semogah malah jadi sahabat,,,😃😃😃😃😃
Patrick Khan: dan jg jadi calon mantu kak😁😁😁
total 1 replies
Lisa Halik
baru sikit dady arsaka buat itu el..kamu sudah nyerah,huhuh zoya juga sudah tinggal kamu,kamu kira zoya benar2 tulus pada hal dia cinta hartamu
Dcy Sukma
Daddy Arsaka..🔥🔥
Mundri Astuti
Daddy arshaka tau ngga yak 🤔
mimief
iy kan...makan tu perempuan yg akan menemanimu dalam suka dan duka
suka iy lah
duka ..maaf yee🤣
Apriyanti
nah lihat kan kamu El baru segitu aja Zoya sdh pergi meninggal kan mu,,kata nya mau menemani apapun yg terjadi bulsyit
Radya Arynda
👏👏👏👏👏👏Alhamdulillah sudah mulai kelihatan busuk nya si zoya,,,,rasakan kamu el,,kamu menghina dan membeci orang yang tidak pernah menyakiti mu,kamu bela dia sampai ber tengkar dengan bpk mu,,,lihat sekarang,,,masih ada ke lanjutanya👏👏👏👏👏
Wiwi Sukaesih
br awl El SD kliatan sift Zoya spt ap
Nandi Ni
heemmmmm...itu belum seberapa,,watak dan karakter sesekorang akan nampak jika dihadapkan dg uang dan harta.
Mahendra Sari Anwar
itu blm seberapa el,,,,tgu sampai topeng nya kerbuaka km akan lebih skt lagi,,,karna udh ngecewain chel..juga deddyvn mommy km..😌😌
jd ga sbr ngu hari itu el🤣🤣
tia
syukur el qmu jahat sama chelsa
Patrick Khan
el belom sadar kyk e..masih harus di obrak abrik lagi .biar zoya kelihatan sifat asli nya..el km bodoh bgttttt😏😏
Rahma Inayah
baru secuil Dady arsaka menguji pacar mu SDH kelihatan sifat aslinya dmn yg kt mu dia mau trm mu dlm suka dan duka hanya Zoya yg ada yg BS di saat km terpuruk bukti nya sekrg km mnt bantuannya dgn meminjam bukan meminta tp Zoya Langs marah2 dan bilg bukan urusan nya lng pergi tnp pamit .hrs nya km SDR El mn yg tulus dan pura2 tulus
Rahma Inayah: benar kak baru se ujung kuku di uji SDH keliatan sifat aslinya .arsaka mau di lawan
total 2 replies
Heni Fitoria
makanya dengerin penjelasan orangtuamu ttng chelsea, diresapi...
jangan asal membenarkan omongan pacar yg notabene tidak tau apa" ttng keluargamu. mamam tuh...
udah keluarin uang bnyk buat pacar begitu km susah g mau bantu...
sudah jatuh tertimpa tangga..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!