NovelToon NovelToon
Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi 2

Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Fantasi / Bertani / Slice of Life
Popularitas:37k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

⚠️ PERHATIAN PEMBACA! ⚠️ Ini adalah Part 2 (Season 2) dari novel Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi. Sangat disarankan untuk membaca Part 1 terlebih dahulu guna memahami alur cerita, intrik karakter, dan sepak terjang sang Petani Sultan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Manajer Peternakan

Pada malam itu juga, sebuah berita sensasional menyebar bagai api liar yang melahap rumput kering di seluruh penjuru Kota Wharton. Kabar itu menceritakan tentang sepak terjang "Banyu si Jago Kungfu" pemilik peternakan terbesar di kota, pemuda beruntung yang berhasil merebut hati primadona Jessica, dan pahlawan yang meremukkan si gorila Willy hanya dalam satu pukulan. Dan kini, prestasi terbarunya sukses membuat semua orang ternganga: pemuda Asia itu ternyata berhasil menjinakkan Iblis Hitam dan menjadikannya tunggangan pribadinya!

Jika kabar pembelian lahan raksasa sebelumnya hanya membuat warga lokal terkejut, berita penjinakan Iblis Hitam ini benar-benar menciptakan kehebohan epik. Di Kota Wharton, reputasi Iblis Hitam sangatlah melegenda. Kuda liar itu telah membuat banyak koboi veteran babak belur, hingga namanya saja sudah cukup membuat para penduduk bergidik ngeri. Oleh karena itu, fakta bahwa Banyu mampu menaklukkan monster tersebut otomatis menobatkannya sebagai pahlawan di mata warga lokal. Kekaguman mereka pada pemuda Asia itu meroket tajam; di mata mereka, Banyu adalah sosok dewa yang serba bisa.

Sebenarnya, saat Banyu pertama kali memborong lahan raksasa tersebut, tidak sedikit warga Wharton yang bersikap apatis. Di mata mereka, Banyu hanyalah crazy rich Asia yang kelebihan duit, orang kaya baru yang hobi foya-foya membeli properti di luar negeri. Tidak ada yang istimewa dari hal itu.

Namun sekarang, situasinya berbeda drastis. Di daerah koboi seperti Wharton, keahlian menunggang kuda adalah mata uang tertinggi untuk mendapatkan kehormatan. Keberhasilannya menaklukkan Iblis Hitam adalah bukti nyata bahwa Banyu bukanlah sekadar bos berdompet tebal, melainkan seorang penunggang kuda kelas kakap yang layak dihormati.

Tentu saja, selalu ada pihak-pihak skeptis yang nyinyir. Mereka tidak percaya bahwa orang asing dari Asia sanggup menjinakkan Iblis Hitam. Mereka menuduh bahwa itu hanyalah berita hoaks yang sengaja disebar untuk mendongkrak reputasi Banyu. Saking penasarannya, keesokan harinya gerombolan orang-orang julid ini nekat datang beramai-ramai ke Peternakan Lilian untuk mengecek kebenarannya. Namun, saat mata kepala mereka sendiri melihat si kuda jantan beringas itu sedang berjalan santai dan patuh mengikuti Banyu bak anak anjing peliharaan, mereka tak punya pilihan selain menelan ludah dan mengakui fakta tersebut.

Hanya dalam waktu dua puluh empat jam, status Banyu di Kota Wharton mengalami evolusi drastis: dari sekadar "Orang Asing Kaya Raya" bertransformasi menjadi "Koboi Legendaris yang Dihormati".

Banyu sendiri sama sekali tidak memedulikan desas-desus tentang dirinya. Pagi-pagi sekali, ia dan Mark sudah meluncur ke Toko Agrikultur Rule, dengan niat memborong benih rumput pakan dan sayuran. Pemilik toko itu bernama Anthony, seorang pria tua ramah dengan janggut putih yang terawat rapi. Anthony, yang tentu saja sudah mendengar kabar bahwa Banyu memborong lahan Yayasan Jami, menyambut sang pelanggan VVIP dengan sangat antusias.

Begitu mengetahui kebutuhan Banyu, Anthony langsung merekomendasikan sederet varietas benih unggul. Di perjalanan tadi, Banyu dan Mark sudah sepakat untuk memfokuskan penanaman pada dua jenis rumput pakan: Alfalfa dan Perennial Ryegrass. Keduanya merupakan rekomendasi langsung dari Jessica, karena varietas tersebut adalah yang paling adaptif dan mampu tumbuh subur di tanah Peternakan Lilian.

Sementara itu, untuk pemilihan bibit sayuran, Mark yang hanya paham urusan peternakan angkat tangan. Namun beruntung, Banyu punya Jessica! Sebagai mantan jurnalis majalah kuliner ternama, Jessica sangat hafal dengan selera makan orang Amerika. Berbeda dengan orang Asia yang doyan sayuran hijau untuk ditumis, orang Amerika lebih memuja sayuran yang cocok dijadikan salad. Mengikuti panduan Jessica, Banyu akhirnya memborong benih bayam, selada, kembang kol, brokoli, tomat, mentimun, hingga wortel.

Mengingat ia tidak mungkin mondar-mandir Amerika-Indonesia setiap bulan, Banyu sengaja membeli benih dalam kuantitas raksasa. Rencananya, benih-benih itu akan ia rendam terlebih dahulu di dalam kolam Kendi Penyuling Jiwa selama satu hari satu malam, lalu dijemur hingga kering sebelum disimpan. Dengan stok sebanyak itu, ia tidak perlu pusing memikirkan bibit untuk setengah tahun ke depan.

Setelah masalah gerombolan kuda liar tersingkirkan, roda pembangunan peternakan kembali berputar kencang. Pemasangan pagar perbatasan sudah memasuki tahap finishing, yang artinya pembangunan infrastruktur dasar nyaris rampung total. Di saat yang bersamaan, lahan pertanian di bantaran Sungai Wharton telah dibajak secara mendalam dan ditanami bibit sayuran super yang baru saja dibeli. Akhirnya, imperium sayuran Banyu resmi menancapkan taringnya di tanah Amerika!

Sejalan dengan proyek pertanian, penanaman rumput pakan ternak juga dieksekusi serentak. Karena semua bibit rumput itu telah melalui proses "baptisan" di dalam Kendi Penyuling Jiwa, Banyu sangat yakin pertumbuhannya akan melesat drastis dan kandungan gizinya akan meroket tajam mengalahkan rumput pakan mana pun di dunia.

Berdiri di tepi padang rumput yang tanahnya baru saja dibajak dan ditaburi benih, dada Banyu dipenuhi oleh keyakinan yang membara. Meskipun saat ini tanah di depannya masih terlihat gersang kecokelatan, benih-benih sakti itu tak akan butuh waktu lama untuk bertunas. Dalam waktu singkat, hamparan ini akan berubah menjadi lautan hijau zamrud yang akan menjadi lumbung pakan bergizi dewa bagi seluruh ternaknya.

Banyu punya rencana tersembunyi di balik penanaman rumput pakan skala raksasa ini: ia sedang mempersiapkan karpet merah untuk kedatangan sapi Wagyu Kobe. Bayangkan saja, bibit sapi kasta tertinggi di dunia dipadukan dengan rumput pakan ajaib hasil budidaya dimensi gaib! Daging sapi yang dihasilkan nantinya dijamin akan menciptakan gempa bumi di industri fine dining global. Strategi ini sangat selaras dengan visi bisnis Banyu yang selalu berfokus pada produk agrikultur ultra-premium.

Di kejauhan, Mark tampak sedang mengemudikan traktor untuk menyemai benih di petak lahan lainnya. Begitu melihat Banyu, pemuda koboi itu segera mematikan mesin, melompat turun dari traktor, dan berlari menghampiri bosnya.

"Bos! Beberapa hari ini saya, Bob, dan kawan-kawan sudah merampungkan penanaman sayuran seluas dua belas Ekar (sekitar 4,8 Hektare), plus tujuh puluh Ekar (sekitar 28 Hektare) untuk rumput pakan!" lapor Mark dengan bangga.

Laporan Mark membuat Banyu kembali berdecak kagum. Sistem mekanisasi pertanian di negara maju memang luar biasa mengerikan. Dengan mengandalkan mesin traktor raksasa, produktivitas kerja melesat tajam dengan kebutuhan tenaga manusia yang sangat minimal. Banyu menepuk bahu Mark dan tersenyum hangat, "Kalian bekerja sangat keras beberapa hari ini. Tenang saja, aku tidak akan pernah melupakan jerih payah kalian."

Mark dulunya adalah pegawai di peternakan ayah Jessica. Karena peternakan itu sudah berpindah tangan, otomatis kini Banyu adalah majikan barunya. Namun, karena mereka belum terlalu lama saling mengenal, ada hal-hal yang membuat Mark merasa sungkan untuk mengutarakannya secara blak-blakan.

Melihat raut ragu di wajah Mark yang seolah menyimpan sesuatu di ujung lidahnya, Banyu tertawa kecil. "Mark, kalau ada yang mengganjal, sampaikan saja. Semakin lama kita bekerja sama, kau akan semakin tahu bahwa aku ini tipe orang yang suka bicara to the point. Karena kita ini satu tim, silakan sampaikan ide atau keluhanmu kapan saja."

Karena bosnya sudah memberikan lampu hijau, Mark akhirnya menghela napas lega dan menyusun kata-katanya. "Begini, Bos... Dulu waktu Tuan Taylor yang memegang kendali, beliau punya empat koboi untuk mengurus peternakan. Sekarang, luas peternakan kita sudah meraksasa, belum lagi kita punya lahan pertanian baru. Tapi anehnya, sampai detik ini jumlah pekerja kita belum juga ditambah. Saya khawatir..."

"Astaga! Aku benar-benar lupa soal itu!" Banyu menepuk jidatnya dengan raut wajah menyesal. "Saking banyaknya urusan pembangunan beberapa hari terakhir, masalah krusial ini malah luput dari pikiranku. Kalau begitu... bagaimana kalau aku serahkan urusan rekrutmen ini padamu, Mark?"

"S-Saya yang bertanggung jawab merekrut?!" Mark terbelalak kaget.

"Tentu saja!" jawab Banyu santai seolah itu bukan masalah besar. "Kau kan warga lokal yang lahir dan besar di kota ini, kau pasti hafal betul karakter dan reputasi setiap orang. Siapa lagi yang lebih pantas mengurus ini selain kau? Menurut kalkulasimu, kita butuh tambahan berapa pekerja?"

Mendapat kepercayaan penuh dari sang bos, dada Mark berdesir penuh semangat. Otaknya berputar cepat menghitung kebutuhan. "Hmm... kalau Bos berencana memaksimalkan seluruh potensi lahan ini, kita butuh tambahan minimal tujuh atau delapan koboi berpengalaman. Selain itu, karena sekarang kita juga punya lahan sayuran berskala masif, kita butuh setidaknya empat atau lima petani purnawaktu untuk mengurusnya."

Dalam beberapa minggu terakhir, Banyu perlahan mulai memahami sistem manajerial peternakan di wilayah Texas. Operasional mereka memadukan sistem gembala lepas dan kandang komunal. Menjadi koboi bukanlah profesi santai yang kerjaannya cuma naik kuda menggiring sapi ke sana kemari. Daftar tugas harian mereka sangat menguras fisik: mulai dari memanen rumput pakan, membersihkan limbah di area kandang, memberikan vaksinasi rutin, hingga bertindak sebagai bidan saat ada indukan ternak yang melahirkan. Jadi, mempekerjakan selusin koboi untuk meng- handle peternakan raksasa ini sama sekali tidak berlebihan; malah jatuhnya sangat understaffed. Belum lagi urusan lahan sayuran; meski dibantu mesin canggih sekalipun, empat atau lima petani jelas merupakan batas minimal untuk merawat ladang seluas itu.

Tanpa banyak mikir, Banyu langsung mengesahkan proposal tersebut. "Deal! Kita rekrut delapan koboi dan lima petani dulu sebagai gelombang pertama. Kalau dirasa masih kurang, kita bisa buka lowongan lagi."

Melihat bosnya yang tidak pelit dan gampang diajak diskusi, Mark merasa sangat antusias. Ia segera beralih ke pertanyaan paling krusial, "Lalu, bagaimana dengan standar gajinya, Bos?"

Banyu tahu betul karakter pekerja Amerika yang sangat pragmatis, blak-blakan, dan melek hukum. Mereka selalu memastikan soal uang dan kontrak sejelas mungkin di awal agar tidak ada konflik di belakang hari. Banyu sangat menyukai budaya kerja profesional yang transparan seperti ini. Setelah berpikir sejenak, ia memberikan keputusannya.

"Begini saja, untuk para pekerja yang baru bergabung, berikan mereka standar gaji normal yang biasa ayah Jessica berikan dulu. Sedangkan untuk kalian berempat gaji kalian aku naikkan 20% mulai bulan ini! Nanti kalau keuntungan peternakan kita sudah meledak, aku janji akan meninjau ulang dan memberikan bonus besar untuk kalian semua!"

Kebijakan Banyu yang super royal itu sukses membuat Mark kegirangan luar biasa. Ia mengangguk semangat. "Wah, keputusan yang sangat bijak, Bos! Saya jamin anak-anak pasti akan bersorak kegirangan mendengarnya. Kalau begitu, saya permisi ke kota sekarang juga untuk menyebarkan lowongan ini!"

"Tunggu sebentar, Mark!" Banyu buru-buru menahan langkah pemuda itu. "Sudah berapa lama kau mengabdi di peternakan ini?"

Mark menghitung dalam hati sejenak. "Sejak lulus SMA saya sudah bekerja di sini. Kalau dihitung-hitung... sudah hampir delapan tahun, Bos."

Banyu mengangguk pelan. "Jessica sering memujimu. Dia bilang kau adalah koboi paling brilian yang bisa menangani segala urusan peternakan dengan sempurna. Selama berinteraksi denganmu, aku juga menilai bahwa karakter dan integritasmu sangat baik. Jadi... aku ingin menunjukmu secara resmi sebagai Manajer Peternakan ini."

Kali ini, Mark benar-benar shock berat. Ia sampai tergagap, "S-Saya... jadi Manajer?! Apa saya... pantas, Bos?"

"Tentu saja kau pantas," senyum Banyu merekah lebar. "Aku tidak mungkin menetap selamanya di Amerika, jadi aku sangat membutuhkan tangan kanan yang bisa kupercaya penuh untuk mengelola kerajaan agrikulturku di sini. Tentu saja, itu kalau kau bersedia..."

"SAYA BERSEDIA, BOS!" Mark langsung menyela dengan nada nyaring, matanya berkaca-kaca menahan haru. "Terima kasih banyak atas kepercayaan Anda! Saya bersumpah akan menjaga dan mengelola peternakan ini dengan seluruh jiwa dan raga saya!"

"Selamat atas jabatan barumu, Manajer Mark!" Banyu tertawa pelan. "Sebagai Manajer, gaji pokokmu akan dinaikkan 50% dari gaji koboi standar. Dan di akhir tahun, aku akan memberimu persentase bonus khusus dari total profit bersih peternakan. Bekerjalah dengan baik!"

Rentetan promosi dan kenaikan gaji fantastis itu membuat Mark merasa seakan baru saja kejatuhan bulan. Baginya, jabatan manajer bukan hanya sekadar soal uang, tetapi bentuk validasi dan kepercayaan tingkat tinggi dari bosnya. Saking terharunya, Mark sampai kesulitan merangkai kata.

"B-Bos... sungguh, saya pasti akan berjuang keras! Kalau begitu... saya... saya harus segera ke kota untuk merekrut orang! Ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan!"

Banyu tersenyum maklum dan memberikan gestur tangan mempersilakannya pergi. Saking excited-nya, koboi itu berlari tunggang langgang menuju pikapnya, sampai-sampai ia mengabaikan sosok Jessica yang sedang berjalan menghampiri dari arah berlawanan.

Melihat tingkah Mark yang melonjak-lonjak kegirangan bak anak kecil dapat permen, Jessica menghampiri Banyu dengan raut penasaran. "Ada apa dengan Mark? Tumben banget dia girang begitu?"

"Baru saja kuangkat jadi Manajer Peternakan, wajar kan kalau dia senang?" Banyu menjawab santai, lalu menatap gadis Amerika itu sambil tersenyum. "Ada apa mencariku?"

"Hmph, kau pintar sekali ya mengambil hati anak buah," dengus Jessica dengan senyum menggoda, namun detik berikutnya senyum itu memudar. "Tapi ya, aku memang mencarimu. Aku datang... untuk pamit."

1
Noor hidayati
kayaknya authornya ini memang menyukai free sex
Sri Murtini
Sesuai takdir Siska adalah isteri pertamamu banyu ...mslh dayang lainya ikuti mengalir saja tp dgn pertimbangan istri pertama ya !!
Yusup Surya
sialan plot twist dalam plot twist
Sri Murtini
Banyu segera nikahi Siska siapa tahu ada banyu yunior yg singgah dirahim siska sblm zina berlanjut💪😍😍
wan auw
ahhh kurang bnyak thorrr
isnaini naini
stlh beratus ratus episode...akhirnys....emang author satu ini pnuh kjutan
Memyr 67
𝗆𝖾𝗇𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗍𝗎 𝖻𝖺𝗇𝗒𝗎. 𝖽𝖺𝗁 𝖻𝖾𝗋𝗁𝖺𝗌𝗂𝗅 𝗆𝖾𝗇𝗃𝖾𝖻𝗈𝗅 𝗄𝖾𝗉𝖾𝗋𝖺𝗐𝖺𝗇𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗌𝗄𝖺, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗆𝖺𝗎 𝗆𝖾𝗇𝗃𝖾𝖻𝗈𝗅 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗉𝖾𝗋𝖺𝗐𝖺𝗇 𝗒𝗀 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂? 𝗍𝖺𝗇𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝖺𝗇? 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗉𝗅𝖺𝗒𝖻𝗈𝗒 𝖼𝖺𝗉 𝗄𝖺𝗉𝖺𝗄.
Hardware Solution
akhirnyaaaa.....
Memyr 67
𝗉𝗎𝖺𝗌𝗒, 𝗒𝗎𝖽𝗈 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖻𝖺𝗅𝖺𝗌𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗍𝗂𝗆𝗉𝖺𝗅
Gege
akhirnya banyu pecah prewi...dan ular kadutnya pun berevolusi bukan buat kencing ajah...🤭🤣
Cui Lan Seng
hahaha emang benar novel terjemahan berarti emang indonesia bukan asia ya
Zamo: Anjirr, aku ampe mikir apa maksudnya ini? tapi bener juga ya, dikiranya Indonesia benua sendiri🤭
total 1 replies
Endro Budi Raharjo
lalu crita ditangkep polisi gmn kelanjutannya ???
Riyanganz
seperti biasa dramanya 4 chapter ga selesai selesai😄
Was pray: biasa .... muter2 kayak gangsing, satu konflik gak kelar2.. .. 🤭
total 1 replies
Memyr 67
𝗉𝖾𝗆𝗎𝖽𝖺 𝖺𝗌𝗂𝖺. 𝗄𝖺𝗇 𝗉𝗈𝗌𝗂𝗌𝗂 𝖻𝖺𝗇𝗒𝗎 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖽𝗂 𝖺𝗌𝗂𝖺 𝗍𝗁𝗈𝗋.
asammanis
wkwk bosen hidup🤣🤣
BaksoEnak
hahahah kayaknya ini novel terjemahan Da Xia yaa ketahuan kamu🤭🤭🤭
Was pray
jadi tersangka penganiayaan itu Rendi biar banyu mikir dulu kalau mau bertindak, udah jelas menganiaya Rendi di tempat publik( rumah sakit)itu udah veruko tinggi
Gege
othor berusaha membuat konflik yang memicu emosi pembacanya, ..🤣
asammanis
wkwk kekuatan amplop emang paling top🤣
asammanis
wkwk susternya kena mental 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!