NovelToon NovelToon
Sembilan Tahun Pelarian

Sembilan Tahun Pelarian

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Lari Saat Hamil
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Demi menyelamatkan diri dan bayinya, Arin memilih pergi dari suaminya dan mengubur rapat masa lalu kelam mereka. Ia mengungsi ke sebuah kampung terpencil dan menyambung hidup sebagai tukang cuci keliling demi membesarkan putra semata wayangnya.

Tapi, Takdir membawa Arin berhadapan kembali dengan laki-laki dari masa lalu yang paling ia benci dan tak ingin ia temui lagi seumur hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

Arin menurunkan keranjang besar berisi baju bersih Bu Tini. Tangannya terasa pegal dan kebas setelah seharian bekerja mulai dari mencuci, menjemur sampai menyetrikanya. Niatnya, nanti sore akan Arin antar ke tempat Bu Tini.

Menjadi tukang cuci adalah pekerjaan satu-satunya yang bisa Arin lakukan untuk mengisi dapur mereka agar tak kosong. Meski tak banyak orang mau mencucikan pakaian mereka pada Arin, tapi masih ada juga walau satu sampai lima orang dalam per Minggu. Itu saja sudah cukup bagi Arin.

Tiba-tiba pintu rumah kayu Arin terbuka dan muncul sosok Zayyan, putranya yang masih kelas dua SD. Penampilannya berantakan dan baju seragamnya tampak kotor, yang membuat hati Arin sesak adalah melihat wajah putranya yang sembab.

“Zayyan…..” panggil Arin segera mendekat dan berlutut di depan Zayyan.

“Zayyan kenapa? Siapa yang nakal sama kamu. Bilang sama ibu!!” mencoba mencari alasan kenapa naknya ini menangis pulang sekolah.

Secara mengejutkan, Zayyan langsung menepis tangan Arin dengan kasar. Dan menatap tajam ke arah ibunya.

“Jangan sentuh-sentuh Zayyan.” teriak Zayyan di depan muka Arin.

Arin terkejut, tidak biasanya Zayyan bersikap seperti ini. Pasti ada sesuatu yang menyakiti putranya.

“Zayyan kenapa marah saat ibu. Ibu ada salah. Bilang sama ibu. Biar ibu bisa tahu gimana caranya minta maaf sama Zayyan "

“Zayyan benci sama ibu!. Zayyan benci semua orang. Semua orang jahat sama zayyan. Ngga ada yang sayang.” Bocah itu kembali berdiri dengan nafas memburu, dan air mata yang luruh membasahi pipinya.

"kenapa bilang gitu, ibu sayang kok sama Zayyang. Sayang banget."

“Taoi kenapa Teman-teman Zayyan di sekolah ngga ada yang mau main sama Zayyan. Mereka usir Zayyan”.

“Kenapa mereka usir Zayyan, bilang sama ibu. Biar nanti ibu bilang sama orang tua mereka.” Bujuk Arin sembari menghapus air mata Zayyan.

“Gak usah. Ibu nggak usah sok peduli. Ibu juga jahat sama Zayyan.” Jari kecil Zayyan menunjuk Arin dengan gemetar.

“Mereka bilang Zayyan anak haram….mereka bilang Zayyan ngga punya ayah karena ibu perempuan ngga benar. Ibu yang bikin Zayyan dihina. Ibu yang bikin Zayyan ngga punya teman. Semua salah ibu.” Ucapnya dengan nafas ngos-ngosan diiringi Isak tangisnya.

Arin menahan sesak yang mendalam di hatinya, membuat ulu hatinya sakit. " Siapa bilang Zayyan ngga punya ayah. Zayyan punya ayah kok. Ayah Zayyan lagi kerja jauh sekali"

" Ngga usah bohongi Zayyan, kalo ayah pergi kerja kenapa ngga pernah pulang, ibu juga kenapa harus kerja lagi."

“Ini semua salah ibu, kenapa Zayyan harus lahir kalo mau dibuat bahan ejekan. Ibu senang kan Zayyan di ejek anak haram. Zayyan malu punya ibu”

Deg.

Kata-kata itu meluncur seperti belati menusuk hati Arin. Rasa malu, perih dan sesak bercampur menjadi satu. Arin tak menginginkan takdir seperti ini. Dia juga ingin putranya ini tumbuh dengan sosok ayah yang bertanggungjawab, tapi takdir berkata lain.

Untuk pertama kalinya, Arin tak tahan menghadapi sikap putranya itu. Apalagi kata-kata Zayyan yang menyakitkan.

“Zayyan jaga bicara kamu ya,.... Ibu ngga pernah ngajarin kamu ngomong kayak gitu. Siapa yang ngajarin hah. Siapa yang ngajarin kamu bicara gitu ke ibu, ada ibu ajarin hah.” Bentak Arin kelepasan.

Zayyan terlonjak kaget mendengar bentakan ibunya yang biasanya lemah lembut. Bukannya takut bocah itu semakin marah. Dia sama sekali takut melihat wajah marah Arin.

“Ngga ada yang ngajarin, Zayyan yang dengar sendiri.” Teriak Zayyan suaranya melengking menantang Arin.

“Zayyan tahu karena semua orang bilang gitu sama Zayyan. Ibu yang egois, ibu yang ngga pernah ngertiin perasaan Zayyan.”

“Zayyan udah ya, jangan marah lagi.” Bujuk Arin, sembari mendekat dan memegang pundak putranya.

“Jangan pegang-pegang Zayyan. Zayyan benci ibu.” Bocah itu mengamuk dan menyambar semua yang ada di sekitarnya buku tulis di atas menjadi, botol minum pelastik lalu melemparkannya ke segala arah Samapi menabrak dinding.

“Zayyan udah ya…..” bujuk Arin bahkan air matanya sudah mengalir, dia berusaha memegang tangan putranya agar tak bergerak liar.

“Ngga mau. Kenapa ibu lahiran zayyan ke dunia ini. Lebih baik dulu ibu bunuh Zayyan aja.”

Dengan kemarahan yang memuncak Zayyan menendang keranjang yang berisi baju bersih milik Bu Tini sampai berguling, dan isinya berserakan di atas lantai yang kasar.

“Zayyan malu punya kayak ibu. Zayyan benci sama ibu…”

Setelah meneriakkan kalimat yang menyakitkan itu Zayyan langsung masuk ke dalam kamar dan menutupnya dengan kasar, hingga menimbulkan suara keras.

BRAKK…

Arin langsung terpaku, marahnya tadi langsung menguap entah kemana, digantikan rasa hancur dan gagal. Dia hancur mendengar semua ucapan yang keluar dari mulut putranya. Dia tak menutup telinga, Arin tahu semua yang dikatakan putranya. Dia sadar akan hal itu. Bahkan dia juga sudah mendapatkan julukan sebagai perempuan tak benar di kampung ini. Tapi, dia hanya bisa diam saja dan menganggap angin lalu.

Arin juga merasa gagal. Gagal karena dulu menjadi perempuan bodoh. Gagal menjadi ibu yang baik dan memberi kehidupan yang layak untuk putranya. Sampai putranya juga jadi korban ucapan orang lain.

Zayyan adalah alasan satu-satunya untuk hidup.

“Zayyan ibu minta maaf….ibu minta maaf.” Ucap Arin di depan pintu yang baru saja ditutup keras, bahkan isak tangis juga lolos dari tenggorokannya.

Ia harus mencuci ulang semua baju ini. Bu Tari orang yang sangat pembersih dan cerewet, jika melihat ada noda sedikit saja, Arin tidak akan dibayar, atau worse, ia bisa kehilangan langganan satu-satunya yang paling royal di kampung ini. Dengan sisa tenaga yang ada, Arin memasukkan kembali baju-baju kotor itu ke dalam keranjang, lalu membawanya ke arah sumur di belakang rumah. Pikirannya kalut, namun tangannya tetap bergerak karena tuntutan hidup.

Setelah merendam kembali baju-baju itu, Arin melangkah mendekati pintu kamar sang putra. Ia meletakkan telapak tangannya di permukaan pintu kayu.

"Zayyan..." panggil Arin, suaranya parau dan habis.

"Zayyan sudah makan? Ibu tadi bawakan kue cucur dari rumah Bu tini. Ibu taruh di meja, ya?"

Tidak ada jawaban. Hanya keheningan yang melempar balik pertanyaan Arin.

"Zayyan... Ibu minta maaf ya. Ibu ngga bermaksud membentakmu tadi," lanjut Arin, air matanya menetes lagi, membasahi pipinya yang kuyu.

"Zayyan jangan benci ibu yaa... Ibu cuma punya Zayyan di dunia ini. Kalo Zayyan benci sama ibu, ibu ngga akan punya siapa-siapa lagi di dunia ini"

Di dalam kamar, Zayyan yang meringkuk di bawah kolong tempat tidur sebenarnya mendengar suara ibunya. Bocah itu membekap mulutnya sendiri dengan bantal, menangis sejadi-jadinya, terombang-ambing antara rasa bersalah karena telah membentak ibunya dan rasa benci serta malu karena omongan teman-temannya di sekolah.

1
Anonim
ANJING PENGEN BUNUH REGAN ... DEMI TUHAN PENGEN BUNUH REGAN
Lina Asm
lanjut kak
falea sezi
lanjut donk
falea sezi
🤣🤣 didikan mu jelek rin 🤣 pantes anak mu berontak harusnya klo ada yg nginjak lawan. bego bukan diem😒 di bully diem. ya bloon
falea sezi
lagian goblok nya harusnya pergi dr suami bawa uang banyak biar anak mu gk menderita bawa fto nikah di pajang gede biar orang kampung tau lu bersuamii😒 begooo MC nya menye
falea sezi
anak g tau diri😒 baru baca uda kesel anak gk pernah di didik. ya gini
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🌹
Mutaharotin Rotin
mampir thor 🌹🌹🌹🌹🥰🥰🥰😭😭
Mutaharotin Rotin
karya baru ya🥰🥰🥰 mampir ya 🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!