NovelToon NovelToon
Cinta Dan Gairah

Cinta Dan Gairah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa / Model / Obsesi / CEO / Romantis
Popularitas:219
Nilai: 5
Nama Author: Li Qiqiu

Hidup Angel yang semula tenang berubah menjadi menakutkan setelah melihat sesuatu yang tak seharusnya. Setiap malam, tidur nyenyaknya harus terganggu oleh mimpi-mimpi aneh yang membuatnya terbangun tengah malam. Anehnya, mimpi itu hilang setelah ia bertemu William, generasi ke-3 dari Xun Yi Group tempat ia bersekolah dan bekerja. Sebagai tokoh utama di mimpinya, apakah ini ada kaitannya dengan berakhirnya mimpi yang ia alami selama ini? Meskipun William tidak melakukan apapun terhadapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Li Qiqiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

Di tengah cuaca yang terik, Angel dan rekan model lainnya harus melakukan pemotretan dan syuting iklan untuk salah satu brand minuman segar. Memakai kostum semi bikini berwarna merah yang kontras dengan kulit putihnya.

Demi profesionalitas, Angel tak masalah meski dari lubuk hatinya yang paling dalam, ia merasa sedikit tak nyaman. Apalagi melihat rekan model yang lain, yang memiliki tubuh molek nan indah. Membuat Angel merasa rendah diri. Tapi, bukankah itu wajar? Karena ia masih remaja. Akan aneh jika remaja tetapi bentuk tubuh seperti gadis dewasa.

Satu hal yang Angel tak tahu, bahwa di mata orang lain, saat ini ia begitu menawan. Rambut sebahu dengan beberapa tetesan keringat di lehernya membuat William-yang ikut menyaksikan proses syuting- menatapnya tanpa henti. Dan siapa yang memilih helaian kain warna merah itu? Bukankah itu begitu mencolok dan seksi? Oh ayolah, William yakin bukan hanya dia yang berpikir seperti itu.

Akan tetapi jika dibandingkan yang lainnya, William mengakui bahwa Angel masih kalah. Hanya saja, entah bagaimana satu atau dua tahun ke depan. Angel akan menjadi gadis yang begitu mempesona. Tuhan, rasanya William ingin menculik anak itu dan membungkusnya dengan kain tebal agar tak seorangpun melihatnya.

Tunggu, apa tadi dia bilang?

Anak?

Ah iya, Angel tentu saja masih tergolong anak remaja, usianya belum genap 18 tahun. Apakah ia waras? Dia menyukai anak di bawah umur? Padahal selama ini, ia hanya melakukannya pada wanita-wanita dewasa. Namun, sejak saat itu ia jatuh cinta pada mata bulat yang menatapnya tanpa takut. Binar yang menganggu hari-harinya, hingga membuatnya melakukan sesuatu di luar akal sehatnya.

William masih duduk di samping sutradara sambil memperhatikan Angel dari kejauhan. Ia melihat jam di pergelangan tangannya, pukul 4 sore.

"Apakah masih lama?" tanyanya pada sang sutradara.

Sutradara yang tengah fokus, terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba William. "Tidak, pak. Sebentar lagi selesai. Kami berencana untuk menunggu sunset, agar gambar yang diambil lebih estetik."

"Bukankah itu berarti lama? Sekarang masih pukul 4. Apa mereka tidak perlu istirahat?"

"B-baik pak. Setelah ini mereka akan istirahat dan syuting dilanjutkan pukul 5.30."

Setelah itu, sutradara mengumumkan untuk istirahat. Sebenarnya, ia juga akan melakukannya, tapi ia merasa tak nyaman dengan kehadiran William, sehingga ia tidak memperhatikan kondisi para model. Ah, sungguh dilema.

***

Lagi-lagi Angel memutuskan untuk tidak bergabung dengan yang lainnya, mereka berencana akan menghabiskan malam ini di club yang juga milik Xun Yi. Beberapa dari mereka pernah datang sebelumnya dan mengatakan bahwa banyak laki-laki menarik sesuai keinginan. Tentu saja Angel menolak ajakan mereka. Lagipula, jika orang itu tidak lupa, ia akan kedatangan tamu malam ini.

Angel merapatkan kimononya, ia baru saja selesai berendam. Meskipun malam hari, namun saat ini musim kemarau, dan ia merasa sangat kepanasan.

"Bulan sangat indah," bisiknya pada diri sendiri. Satu tangannya memegang gelas berisi air putih.

Papa, mama, aku merindukan kalian.

Suara pintu diketuk membuyarkan lamunan Angel.

Ahh, jadi ia tak lupa dan menepati janjinya untuk datang.

Namun, Angel belum mengganti bajunya. Apakah ia ganti pakaian atau membuka pintu terlebih dulu? Tapi, jika ia berpakaian dulu, William pasti masuk dengan kartu aksesnya. Baiklah, ia akan membuka pintu terlebih dahulu.

"Aku membawakanmu makan malam, kau belum makan, kan?" William menunjukkan tangannya yang membawa paperbag berisi makanan.

Angel menggeleng, ia tersenyum tipis. "Masuklah, aku baru selesai mandi. Kuharap bapak tidak keberatan untuk menungguku berganti pakaian."

"Tidak keberatan, hanya saja bolehkah aku melihatnya?" Angel tanpa sadar melotot, sedang William tersenyum menggoda,

"Baiklah, kau selesaikan urusanmu. Lalu kita makan, aku tahu kau sangat lapar."

***

Angel tak memiliki pantangan dalam makanan. Ia menyukai semua jenis masakan, hanya saja profesi melarangnya untuk makan yang mengandung banyak kalori. Namun, untuk kali ini saja Angel akan menyenangkan diri sendiri. Pasalnya, William membawa udang asam manis kesukaannya. Juga beberapa cemilan yang sayang jika dilewatkan.

"Rasanya sudah lama aku tak makan udang," lirihnya, matanya penuh binar menatap makanan yang ada di depannya.

"Makanlah, ini semua untukmu." William menyeruput kopi, ia sengaja menyuruh Dimas untuk membeli makanan kesukaan Angel. "Aku akan menelpon seseorang sebentar," ucapnya lalu berdiri menuju balkon sambil memegang gawainya.

Angel tak peduli, ia hanya akan fokus pada makanannya. Terima kasih pada Pak William atas kebaikannya. Meski ia tak tahu apa maksud dari semua kebaikan ini.

William menelpon cukup lama hingga Angel selesai dengan makanannya. Ia membereskan meja, membersihkannya, lalu membuangnya ke tempat sampah.

Karena bosan menunggu William yang tak kunjung selesai, Angel memainkan hpnya, melihat beberapa video pendek namun tak menarik. Tentu saja, karena ada yang lebih menarik, keberadaan William di kamarnya dengan tanpa alasan yang jelas.

Angel bangkit dari duduknya, berjalan menuju balkon, memperhatikan bagaimana pria ini berpakaian sangat rapi, memakai kemeja hitam dan dilapisi jas hitam pula. Dari atas sampai bawah semua serba hitam. Apakah ia percaya dengan begini kharismanya akan semakin menguar?

"Ok, lakukan saja seperti itu. Aku tunggu kabar selanjutnya." William mematikan telponnya. Sadar diperhatikan sedari tadi, ia mengulas senyum hangat. "Apakah kau sudah menunggu lama?"

Angel mengangguk tanpa sadar, lalu menggeleng keras. Mencipta tawa kecil William.

"Baiklah.... Mari kita duduk, udara malam tak bagus untuk kesehatan," ajaknya sambil merangkul pundak Angel.

Angel mencoba melepaskan diri, namun gagal. "Aku hanya ingin memelukmu. Apa tak boleh?"

"Pak, saya rasa ini kurang pantas. Ada baiknya jika kita berdua menjaga jarak. Apalagi di sini hanya ada kita berdua."

"Loh, bukankah itu bagus? Hanya ada kita berdua, jadi tidak ada yang tahu apa yang kita lakukan." William semakin merapatkan dirinya pada Angel.

Jantung Angel berdebar semakin cepat, tangannya mulai gemetar. Sejujurnya ia takut sekali, namun ia tak bisa berbuat apapun. Pak William dapat memengaruhi masa depannya. Jadi ia tak boleh bertindak sembarangan. Namun bagaimana dengan harga dirinya?

"Pak, saya mohon..." rintih Angel, matanya berkaca-kaca, sedikit lagi ia yakin akan tumpah.

William merenggangkan pelukannya, Angel akhirnya dapat bernafas sedikit lega.

"Angel, Aku tidak akan melakukan sesuatu yang merugikanmu, aku akan melindungimu baik dari orang lain ataupun dari diriku sendiri. Hanya saja, aku selalu ingin berada di dekatmu dan aku sulit mengendalikannya ketika aku tahu bahwa kau ada di sini. Lalu apa yang harus kulakukan?"

Angel terpaku dengan penuturan William. Ia juga bingung harus bagaimana. Menurutnya, hal yang dilakukan William adalah salah.

"Baiklah, ini sudah larut. Kau tidurlah, bukankah besok pagi kau ada penerbangan?" Angel mengangguk.

Tapi, bagaimana ia bisa tidur jika di dalam kamarnya ada pria asing yang memiliki niat tak jelas terhadapnya?

"Aku tidak akan melakukan apapun padamu, Angel. Percayalah."

Hal yang paling tidak Angel percayai adalah perkataan laki-laki.

Dan benar saja, tak lama setelah Angel terlelap. William naik ke ranjangnya, lalu tidur sambil memeluk Angel semalaman.

Hanya memeluknya, tidak lebih.

Oh iya, sesekali mengecupnya.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!