NovelToon NovelToon
Petualangan Dua Bersaudara

Petualangan Dua Bersaudara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:254
Nilai: 5
Nama Author: LanLan.CNL

membalas dendam atas kematian keluarga dari seorang penghianat.

bercerita tentang Kenzie Laurent dan Reinzie Laurent yang telah menjadi yatim piatu, dua sosok saudara yang memiliki sifat yang berbanding terbalik Kenzie memiliki selera humor yang teramat konyol dan santai sedangkan Reinzie memiliki sifat normal dan sangat serius.

mereka berdua melakukan petualangan di dunia. Kaka beradik ini ingin membalas nyawa pada seorang penghianat yang telah membunuh orang tua mereka.

dan keduanya diseguhkan oleh petualangan yang mengubah takdir dari yang konyol menjadi sosok yang sangat di hargai serta di agungkan dan yang satunya akan menjadi seorang pendekar hebat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanLan.CNL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 23

...23: MENYEBUT JANJI! WULAN TSUYOKI...

...****************...

Setelah Helena selesai dengan keserakahannya memilih Kenzie, Ryujin, dan Snowy, suasana di podium kembali memanas namun kini lebih teratur. Keempat Guru Agung mulai melakukan seleksi akhir berdasarkan gaya bertarung para jenius yang tersisa.

Master Zephyrus melangkah maju dengan jubah yang berkibar tertiup angin. Dengan tatapan tajam, ia menunjuk Arthur Vance dan Kira. "Kalian berdua, miliki kecepatan dan presisi yang mematikan. Ikutlah denganku, akan kuajarkan kalian bagaimana mengendalikan elemen alam menjadi senjata yang tak terlihat."

Master Goro Hyuga menyambut Hyugul Taeju dan Renji dengan tawa menggelegar. "Kalian punya otot dan nyali yang cukup besar! Di bawah bimbinganku, kalian akan menjadi benteng hidup yang tidak bisa dihancurkan!"

Master Kaelen Vane menatap Cordro dan Kenjiro Sato dengan tenang. "Kekuatan tanpa taktik hanyalah kesia-siaan. Kalian berdua punya potensi untuk menjadi komandan di medan perang, bukan sekadar petarung. Ikutlah denganku."

Master Isamu Sato akhirnya berdiri, menunjuk Shang Chen dan Daiki. "Keheningan adalah senjata terhebat. Ikutlah denganku, kalian akan belajar bahwa satu ayunan pedang yang tenang jauh lebih mematikan daripada seribu teriakan."

Di sisi lain, nama-nama seperti Lopes Howk, Jasson Mops, Kyujiro Misasi, Ji-Joon, dan Kael Marpis harus rela terdepak dari daftar murid unggulan. Kondisi fisik mereka yang masih terluka parah dan babak belur akibat hantaman energi Kenzie membuat mereka tidak mampu menyaingi performa peserta lain dalam ujian *Crystal Magic*, memaksa mereka kembali ke barisan murid biasa.

...****************...

Kini, di dalam area dalam Akademi Gunung Langit, fokus berpindah ke wilayah kekuasaan Guru Agung tertinggi. Di atas puncak gunung pribadi milik Helena, tampak halaman kediaman sang Master begitu luas, asri, namun kental dengan aura spiritual yang padat. Di sudut-sudut halaman, terlihat banyak murid pembantu yang sedang sibuk menyapu daun kering dan membersihkan area kediaman.

Para murid itu bukanlah murid langsung Helena, melainkan murid berstatus biasa yang masih belajar di kelas umum akademi. Karena tidak memiliki guru pribadi yang membimbing mereka secara langsung, para murid tersebut masih berada dalam tahap belajar mandiri. Sebagai bagian dari kedisiplinan akademi, dalam masa tahapan ini mereka diwajibkan melakukan pekerjaan domestik, termasuk membereskan setiap kediaman para guru, terutama kediaman megah milik Guru Agung tertinggi seperti Helena.

Di tengah halaman yang luas itu, berkumpullah faksi baru Helena. Wulan Tsuyoki, Rava, dan Liera kini bertindak sebagai mentor senior untuk membantu membimbing tiga murid baru Helena, yaitu Kenzie, Ryujin, dan Snowy.

Kenzie berdiri sembari berkacak pinggang, menatap malas ke arah pemandangan gunung yang indah sebelum akhirnya menoleh ke arah Helena yang sedang duduk anggun di koridor rumahnya.

"Hei, nenek cantik—maksudku, Master Helena," panggil Kenzie, hampir saja salah menyebut nama panggilan Helena untungnya helena tidak terlalu mendengarnya. "Daripada membuang waktu dengan latihan dasar yang membosankan, bagaimana kalau biarkan aku saja yang melatih mereka semua? Aku akan menjadi mentor untuk melatih Ryujin, Snowy, Rava, Liera, termasuk si nona cantik Wulan ini."

Mendengar ucapan lancang dari murid yang baru masuk beberapa jam lalu itu, Helena menaikkan satu alisnya. Ia terkekeh meremehkan. "Kau ingin melatih mereka semua? Lancang sekali bicaramu, Kenzie. Sifat sombongmu itu benar-benar minta dijewer."

Helena kemudian bangkit berdiri, menatap Kenzie dengan senyuman penuh tantangan. "Baik, aku akan memberimu kesempatan. Jika kau memang ingin mengambil alih posisiku sebagai guru untuk melatih dan memberi arahan, maka syaratnya adalah kau harus mampu mengalahkan Wulan, Rava, dan Liera sekaligus dalam pertarungan persahabatan di halaman ini!"

Mendengar syarat dari Helena, wajah Rava dan Liera seketika berubah pucat pasi. Tubuh mereka mendadak gemetaran. Tanpa menunggu aba-aba, keduanya langsung mundur tiga langkah ke belakang dan menggelengkan kepala dengan panik.

"T-TIDAK! Mohon maaf, Master Helena, saya menolak keras! Saya tidak berani melawan Tuan Kenzie!" seru Rava dengan suara melengking ketakutan.

Liera pun ikut mengangguk cepat dengan wajah cemas. "Benar, Master! Kami tidak mau mencari penyakit dengan melawannya!"

Bagaimana mereka bisa berani? Rava dan Liera adalah saksi hidup yang melihat sendiri dengan mata kepala mereka betapa mengerikannya Kenzie di Gunung Celestara saat menghabisi tiga ekor banteng bertanduk baja dalam sekejap. Belum lagi beberapa jam yang lalu di atas arena, Kenzie menumbangkan tujuh puluh peserta ujian hanya dengan satu ayunan tangan asal-asalan. Melawan Kenzie sama saja dengan menyerahkan nyawa secara sukarela.

Melihat Rava dan Liera yang langsung menciut seperti kerupuk disiram air, Kenzie tidak bisa menahan diri untuk tidak menyeringai lebar. Sebuah ide licik mendadak melintas di dalam benak jeniusnya. Ia menatap ke arah Wulan Tsuyoki yang masih berdiri tegak di tempatnya dengan tatapan mata yang menantang.

Kenzie tertawa nakal di dalam hati. *Heh... Sempurna. Ini kesempatan bagus untuk membuat nona manis ini berhutang budi padaku,* batin Kenzie penuh kelicikan.

Kenzie melangkah maju, menatap langsung ke dalam manik mata Wulan. "Bagaimana, Nona Wulan? Dua adik juniormu sudah menyerah sebelum bertanding. Apakah kau berani maju sendirian melawanku? Tapi tentu saja, pertarungan ini harus memiliki taruhan yang adil."

Wulan Tsuyoki, yang sejak di tribun tadi sudah sangat penasaran dengan tingkat kekuatan Kenzie, langsung tersenyum menantang. Harga dirinya sebagai murid unggulan tingkat atas tidak membiarkannya mundur begitu saja.

"Taruhan? Menarik. Katakan, apa taruhanmu, Murid Baru?" tanya Wulan sembari melipat tangan di dada, menantang balik.

Kenzie menyeringai semakin lebar, memperlihatkan deretan giginya yang rapi dengan ekspresi menyebalkan. "Mudah saja. Jika aku berhasil mengalahkanmu dalam waktu singkat, kau harus berjanji akan mengabulkan satu permintaanku di masa depan, dan itu akan dihitung sebagai utang budi yang wajib kau bayar berserta bunganya! Bagaimana? Berani?"

Wulan tertegun sejenak melihat tingkat kepercayaan diri Kenzie yang begitu masif, namun egonya sebagai pendekar wanita jenius langsung tersulut. "Baik! Aku setuju! Jika kau memang mampu mengalahkanku di depan Master Helena, aku berjanji akan mengabulkan apa pun permintaanmu nanti. Tapi jangan harap kau bisa menang dengan mudah dariku, Kenzie!" sahut Wulan tegas, menyanggupi taruhan licik tersebut tanpa menyadari bahwa ia sedang berjalan masuk ke dalam perangkap narsistik Kenzie.

Atmosfer di halaman kediaman Helena seketika menegang. Ryujin dan Snowy langsung mundur ke tepi halaman untuk menonton, sementara Kenzie mulai mengendurkan otot lehernya dengan senyuman licik yang tak pernah pudar dari wajahnya.

"Baiklah... Apakah kita akan memulainya atau!.. Menunggu sampai dirimu siap?." celetuk Kenzie merayu wulan dengan provokasi yang menyebalkan

"anak baru sebaiknya kamu diam dan jangan terlalu percaya diri yang terlampau tinggi." utas wulan kesal pada kenzie.

...****************...

1
LanLan.CNL
Tolong dong setelah membaca novelnya berikan tanggapan kalian agar aku sebagai author bisa menjadi lebih semangat lagi updatenya🙏🙏

setiap bab yang kalian baca berikan tanggapan kalian agar author tau apa yang kurang dari novelnya /Grievance//Whimper//Whimper/
Ibar, {iba'rat Askar}
Dari sini kita tahu bahwa kebaikan seseorang bisa jadi adalah?...
Ibar, {iba'rat Askar}: @Abdul Halim @💕NEKO DES!🐈 @Mystorios _ Writer @Yedija Agung@أسوين سي @knovitriana @Yedija Agung @nia♡ @zichani @Gaizra
total 1 replies
LanLan.CNL
berbagi pengalaman itu adalah kebaikan.. jadi sering seringlah menerima kebaikan Kenzie ya🤣🤣
Ibar, {iba'rat Askar}
gue komentar pertama disini..
jadi ingat untuk memberi like yaa😄..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!