NovelToon NovelToon
Kembali Hidup

Kembali Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pelakor / Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ganendra Badrika

Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.

Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Kristi

   Pemulihan bunga semakin baik dan cepat karena dukungan lingkungan yang selalu mendukung nya, bunga sudah bisa berjalan dengan baik dan bisa kembali melakukan aktifitas nya seperti biasa, walau belum di perbolehkan untuk bekerja hanya dirumah.

   Hati nya pun sudah membaik menerima yang sudah terjadi sebelum nya, mental yang pernah rusak karena hubungan yang tidak sehat membuat diri nya menjadi lebih memilih dalam bergaul dan mengenal orang baru di hidup nya.

   Walau memilih masih memiliki sifat yang luges, santun dan ramah kepada siapa saja, membatasi diri sendiri untuk tidak terlalu dekat dengan lingkungan baru tapi menjalin hubungan baik.

Hari hari nya kembali cerita seperti sebelum nya, berani mengekspresikan perasaan dan pikiran nya, ikhlas memang sulit kalau terus mencari tau letak salah dan mencari kebenaran.

   "Bagaimana kabar anak anak kristi ya Bu? Jauh dari ibu nya beberapa bulan ini?"

bunga memikirkan orang yang sudah merugikan nya banyak hal, tidak bisa di pungkiri memang hati nya lembut welas asih pada sesama nya.

"Mereka belum memberikan kabar apapun, mungkin belum bisa melunasi sisa yang kamu minta nak, mereka begitu malu karena ulah keluarga nya sendiri"

"oh begitu, tapi aku memikirkan anak anak nya bu, tapi ya sudah biarkan dia merasakan nya belajar dari kesalahan nya juga"

   tidak lama setelah ibu dan anak mengobrol setelah makan siang, pak darmo datang memberitahu ada tamu datang, permisi bu, keluarga chandra datang lagi apa mau menemuinya?".

"di persilakan pak bawalah ke ruang tamu, saya akan kesana nanti, minta buatkan minuman bibi ada di dapur ya pak"

"baik bu" pak darmo berlalu pergi meninggalkan ratna menjamu tamu yang datang atas perintah sang tuan rumah.

"Nak, semua keputusan ada di tangan mu, kami ngak akan mencampuri apa yang menjadi keputusan mu"

ratna meninggalkan bunga di meja makan sendiri,

   "Selamat siang tante, maaf kami mengganggu waktu nya datang ke sini kami ada keperluan menyambung pembicaraan yang beberapa bulan lalu, tapi ini ini tentang Kristi" arma menyapa ratna yang sudah ada di ruang tamu

"oh silakan duduk, sudah makan siang kalian ? bagaimana kabar kalian semua nya?"

"sudah tante ngak usah repot repot, kabar kami baik"

"cantik cantik nya, siapa nama mu nak?" Ratna melihat anak kecil yang ikut bersama rombongan keluarga yang Arma bawa"

"Vania Oma"

Ratna tersenyum membelai pucuk kepala anak itu yang mencium punggung tangan ratna.

"Maaf tante, ini anak dari Kristi ikut bersama kami dan ini suami dari Kristi" Arma memperkenalkan keluarga Kristi"

Ratna menyambut salam dari keluarga Kristi "duduklah kalian"

Ratna menghampiri asisten rumah tangga nya meminta menyiapkan makan siang untuk tamu nya, karena jam makan siang bohong rasa nya mereka sudah makan, ratna selalu memuliakan tamu yang datang kerumah nya walau datang dengan segudang masalah yang mau di selesaikan

"Tante, kami kesini ingin melunasi sisa yang harus di kembalikan dari istri saya, maaf atas sikap yang sangat memalukan ini, selebih nya apapun yang menjadi keputusan keluarga tante kami terima"

Suami Kristi menyerahkan uang tunai ke ratna, perempuan paruh bawa itu menerima nya tanpa menghitung, tapi memanggil bunga.

 "iya ibu, ada apa ?" bunga datang menghampiri nya berdiri di samping tempat dimana ratna duduk bersama tamu nya.

"duduklah nak, ini sisa yang di berikan keluarga kristi, mengganti rugi kemarin"

Bunga menerima nya, lalu memberikan pada anak kecil yang ada di dekat mereka. "nih aku kasih untuk kamu, pakai untuk keperluan sekolah mu ya anak kecil"

Semua yang ada di ruang tamu melihat nya dengan tidak percaya bukan uang yang sedikit untuk mereka mencari itu, sampai harus menjual benda benda berharga milik mereka untuk mengganti kan nya.

"terima kasih tante cantik tapi ini banyak sekali, Vania masih kecil"

"simpanlah minta buatkan tabungan di bank untuk mu ingat hanya di pakai untuk keperluan sekolah mu, jadi anak yang baik, rajin belajar supaya besar bisa mandiri dan sukses"

"Ibu, bunga mau keluar di tinggal dulu ya"

Ratna mengangguk kepala dan melihat bunga berlalu pergi keluar dari rumah nya.

"Tante, tapi uang ini ?"

"Sudahlah pakailah untuk sekolah anak mu, seperti yang di sampaikan tadi, Ayuk kita makan siang kalian pasti belum makan perjalan jauh untuk sampai ke sini"

Arma dan istri semakin malu dengan perlakuan keluarga Ratna yang memang memanusiakan manusia, tidak bisa berkata kata lagi selain berterima kasih.

mereka di bawa ke meja makan oleh ratna, Vania tampak senang di manjakan ratna.

    "Oma ini untuk vania ? banyak sekali kue dan coklat di meja vania, makasih ya oma" anak itu tersenyum girang

    "iya untuk kamu, tapi makan dulu ya baru coklat, nanti bawa pulang boleh kok, tante bunga yang berikan tadi bukan oma"

     "Papa, vania jadi cucu oma boleh? Oma baik banget, vania senang, tante cantik juga baik sekali padahal nia baru aja ketemu sekali ini"

    Anak kecil tidak bisa berbohong pada hati nya perlakukan manis yang di terima nya jarang sekali di dapat di rumah, karena orang tua nya sibuk dengan kegiatan masing masing.

Sementara bunga pergi keluar menuju lapas dimana kristi di tahan, ia tidak sendiri dia meminta revo menemani nya sebelum keluar menemui keluarga chandra gadis itu sudah menghubungi revo terlebih dulu, pesan teks yang di kirimkan "hei sibuk hari ini ? Temani aku keluar boleh ngak ?"

"ngak sibuk, boleh jam berapa aku jemput nga?" revo yang memang sedang bersantai di cafe nya membalas respon kilat.

"aku ke cafe aja jadi ngak tunggu lama, aku jalan kesana ya"

"oke hati hati ya, aku di cafe"

...****************...

    Mereka tiba di lapas tempat dimana kristi di tahan, vandy menemui nya di parkiran, merasa heran ada apa bunga mau datang ketempat Kristi di tahan tanpa basa basi pun langsung menanyakan "tumben ada apa kamu ke sini? aku perlu bantu apa nge?"

"aku cuma mau bertemu perempuan itu van, temani kami ya"

Vandy langsung membawa dua teman nya berjalan tanpa harus menunggu jam besuk karena jam besuk sudah lewat dan harus menunggu esok, gadis itu pun tau maka nya langsung meminta vandy yang pasti bisa membantu nya.

Petugas langsung mendampingi mereka dan menunggu di ruang besuk, menunggu perempuan itu di bawa oleh petugas lain, sampai kristi datang yang membesuk nya adalah bunga ada hati yang kesal karena yang datang bunga orang yang sudah membuat nya menderita di dalam jeruji besi itu, jauh dari keluarga dan anak nya.

"Ada apa kau datang kesini?" kristi begitu angkuh menyapa mereka, tapi dia sadar tidak bisa berbuat banyak.

"Awal nya kedatangan aku kesini ingin berbicara dengan mu, tapi kau begitu angkuh, kalau kau tidak membutuhkan ya sudah kami akan pergi, aku hanya ingin memberi mu ini saja" bunga memberikan foto anak nya yang datang kerumah tadi.

"aku tau sejak dua minggu awal kau masuk ngak ada keluarga yang datang, kasian bahkan keluarga mu menyesali perbuatan dirimu sendiri"

Bunga bangkit dari bangku nya, ingin berlalu pergi meninggalkan perempuan angkuh itu, tapi kristi memanggil nya "tunggu..... anak ku ada dirumah mu ?"

"ya betul, mungkin akan tinggal bersama kami kalau aku menginginkan nya"

Kristi tertunduk tak berani menatap bahkan berkata apapun lagi. "untuk apa kau angkuh, ngak akan berguna untuk ku, sekarang atau nanti, aku awal nya kesini ingin membawa mu sebentar untuk melihat anak mu dirumah ku, tapi sayang kau begitu munafik ngak belajar merenungi kesalahan mu selama disini, kalau kau masih mau bertemu dengan anak mu perbaiki lah dirimu"

Di parkiran tadi, bunga menjelaskan ke vandy untuk mendapatkan ijin membawa Kristi sampai malam nanti dengan di dampingi pengawalan polisi melihat anak nya, karena tau ibu mana yang tidak rindu pada anak nya.

Vandy mengurus nya dengan mudah, saat vandy mengurus ijin tersebut revo menemani gadis itu menemui kristi. "Unge, sudah selesai ayo" dia masuk keruang besuk memberitahu kan semua sudah selesai.

"Oke, yuk vo" bunga berlalu meninggalkan Kristi, dan petugas membawa kristi, perempuan itu tampak bingung karena bukan kembali ke ruang tahanan tapi di bawa ke dalam mobil dengan pengawalan polisi, tidak bisa membantah hanya menuruti saja.

Mereka bertiga melaju dengan satu mobil yang di bawa revo, kerumah gadis itu "kenapa dia masih aja angkuh, ngak cape ya dengan sifat nya itu, harus nya bisa merenungi nya mengubah sedikit sifat nya" gadis itu gerutu sepanjang jalan, dua lelaki yang bersama nya malas menjawab karena kalau di jawab pasti tambah panjang.

Tiba di rumah bunga melihat keluarga chandra ingin berpamitan "untung belum terlambat kamu ngak bilang ke ibu untuk menahan mereka dulu?" Revo kaget melihat semua yang di kerjakan bunga, "Engak lah.... kalo bilang mana sempat, itungan jam ku pas kok, terbukti kan?"

"Tunggu... Jangan pulang dulu" vandy teriak dari depan pintu mobil yang baru terparkir, mereka melihat dengan takut karena yang di ingat Arma dan keluarga vandy adalah polisi yang membawa saudari nya ada rasa takut di mata mereka dengan kedatangan vandy.

Tak lama mobil polisi datang parkir bersebelahan dengan mereka, bunga pun turun dari dalam mobil nya, menunggu kristi keluar, vania berlari menghampiri gadis itu "tante, nia mau pulang dulu nanti boleh main ke sini lagi ngak?" anak itu memeluk dan di sambut bunga langsung berjongkok supaya sejajar dengan vania.

"Tentu boleh kapan pun kamu mau, kalau ngak ada yang antar telepon tante aja ya, kamu punya ponsel kan? Boleh tante pinjam sayang?"

Vania memberikan ponsel nya ke gadis itu, dengan senang bunga langsung menyimpan nomor telepon nya dan memberitahukan "ini nomor tante kamu boleh telepon kapan pun atau mengirimkan pesan teks, seperti nya kamu udah pintar mengaplikasikan nya" Nia menganggukkan kepalanya

"Sebelum pulang kamu harus bertemu seseorang dulu ya, baru boleh pulang" bunga memeluk anak kecil itu lagi dengan hangat, karena tau pasti rindu pelukan hangat karena dirumah harus membantu mengurus adik adik nya dan bersekolah.

"Vand, boleh bawa dia keluar sekarang" bunga menatap vandy memberi arahan.

Tampak perempuan dengan baju tahanan keluar dari dalam mobil di dampingi polisi berjaga, vandy sendiri yang membawa nya keluar dari dalam mobil.

"Mamahhhh........."

anak itu berlari menghampiri ibu nya, memeluk rindu melihat sang ibu ada di hadapan nya sekarang setelah beberapa bulan tidak bertemu tanpa kabar, mereka selalu bilang sang ibu sedang pergi belum bisa pulang kerumah.

"Masih mau angkuh kau? lihat lah anak mu begitu cantik dan pintar, bijaksana menyikapi situasi kehidupan nya karena ulah mu anak anak ku harus menanggung susah beban hidup mu" bunga bersuara begitu lantang, suami kristi semakin tertunduk malu

Kristi menanggis menggapai anak itu yang memeluk nya, dengan tangan terborgol. "maafkan mama nak, mama lama ngak mengurus nia jaga adik adik ya, kesehatan Nia juga, sekolah yang rajin ya nak" air mata terus mengalir membasahi pipinya,

"mama kenapa tangan nya di ikat besi? Kita pulang ya mah bareng bareng"

"mama belum bisa pulang nia, nanti mama menyusul ya ingat pesan mama ya nak"

Bunga mengambil anak itu dari pelukan kristi mengkode ke vandy sudah selesai. "mama pergi lagi, nia sama tante aja ya disini?" Kristi dengan mata melotot menatap bunga "kurang cukup dirimu membuat ku hancur sekarang kau mau mengambil anak ku?"

"hei aku ngak ambil anak mu, untuk apa ku ambil belajar lah disana untuk berubah sifat mu sungguh buruk, oiya vandy aku ngak jadi mencabut perkara biarkan dia disana sampai selesai"

Gadis itu jauh lebih tenang menanggapi masalah yang ada di depan nya, revo berjalan menghampiri nya berdiri bersisihan dengan nya.

"Bang, uruslah anak anak mu yang masih kecil, biarkan vania tinggal disini kami akan menanggung pendidikan nya, nanti helen yang akan mengurus semua nya dan tolong untuk ngak di negosiasi, mental anak ini jauh lebih penting dari ego kalian"

Mereka tidak bisa berkata banyak hanya bisa menjawab iya, karena ngak mau memperpanjang masalah dan memang benar yang di katakan bunga, mental nia sudah mulai terganggu karena kondisi saat ini.

Tidak ada satupun yang menghampiri kristi hanya bisa memandang nya, ada rasa kecewa satu sama lain tapi karena egois dan angkuh Kristi yang membuat mereka malas untuk berbasa basi.

"Bawa benalu ini vand, malas aku melihat nya terlalu lama, thank you ya udah bantu kami berdua, nanti malam pulang kesini jemput helen"

"Oke Tuan Puteri, Bye" vandy dan rekan polisi nya berlalu masuk kedalam mobil membawa kristi kembali ke lapas dimana perempuan itu di tahan, air mata terus mengalir kristi tidak bisa berkata apapun, sampai vandy akhir nya membuka suara "Andai kau ngak angkuh dan melembutkan dirimu, mungkin bunga akan meringankan mu sebagai tahanan wajib lapor masih bisa melihat dan mengurus anak mu yang di bawah umur"

Air mata kristi semakin deras sampai sesegukan di dalam mobil, "Nona itu penuh pertimbangan sudah banyak yang sama seperti mu, dia hanya mau orang belajar dari kesalahan nya bukan sombong dan egois, berubah lah mungkin ketika dia datang lagi melihat mu berubah akan meringankan mu"

Suasana mobil kembali hening hanya suara tangihan perempuan itu yang meratapi nasib nya, sampai kembali ke dalam ruang tahanan masih terus menanggis semakin meraung, memang kristi di beri ruangan khusus hanya dia sendiri tidak ada lagi tahanan lain, kalau ada tahanan lain mungkin pasti akan habis di bully di dalam ruangan itu.

1
laesposadehoseok💅
Mengajak merenung
Towa_sama
Tambahin lagi adegan romantisnya, thor. Aku suka banget sama chemistry antara tokoh utama 😍
Jen Nina
Ngakak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!