NovelToon NovelToon
Become Mafia Family

Become Mafia Family

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Teen
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: nanastar

Tiba-tiba jadi keluarga mafia?!!!

Itulah yang dirasakan oleh seorang gadis cantik bernama Lily. Takdirnya secara mendadak membawanya pada dunia gelap yang tak pernah ia tahu sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nanastar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Racun

BRUAK!!

Pintu kamar itu terbuka lebar dengan cepat.

"LILY!"

Sang gadis yang tengah duduk meringkuk itu pun menoleh lalu langsung berlari memeluk tubuh pemuda itu erat.

"Kak! Tadi laptop aku tiba-tiba nyala! Terus muncul joker bawa pisau! Jokernya kayak dikolong ranjang aku kak!" Tunjuknya pada tempat bawah tidurnya. Ia gemetaran takut. Memang tidak seperti biasanya, namun entah mengapa Zevan malah menyukai sikap Lily yang penakut dan bergantung ini. Seakan hanya bersama dialah gadis itu akan aman. Tapi, bisakah ia melindungi gadis kecil ini? Zevan mengusap surai kepalanya lembut seakan memberikan ketenangan bahwa ada dirinya disini, ia tak sendirian. Kenapa ia harus repot-repot melakukan itu?!

"Biar gue cek" Zevan berusaha tenang.

"Jangan kak! Takutnya entar joker itu muncul terus nyerang kakak!" Cemasnya mempererat pelukan. Masa bodo dengan urat malu gadis itu.

"Lily, biar gue cek dulu, ya?" Zevan sedikit melonggarkan pelukannya. Lily pun melepaskannya dan beralih sembunyi kebelakang Zevan dengan takut.

Langkah Zevan seakan berat, kenapa dirinya ikut takut? Ia bukan takut seseorang yang berada dibawah ranjang itu, tapi ia takut tidak bisa melindungi Lily. Ia tidak menjamin bisa terus ada untuknya. Apalagi saat ditinggal sedetik saja dirinya sudah dalam bahaya. Tapi mengapa sesuatu mengincar Lily? Gadis itu hutang cerita padanya.

"Kak?" Panggil Lily ketika melihat Zevan termenung.

"Ah ya, mari kita lihat" Zevan yang tersadar pun membuka seprai pink corak bunga-bunga itu perlahan. Ia menarik nafasnya dalam seakan oksigen diruangannya menyempit.

Blam!!

Dengan sekali tarik seprai itu terangkat. Tak ada apapun disana. Tentu saja Zevan sebenarnya sudah tau semua ini pasti jebakan awal. Tapi kenapa Zevan rasanya marah? Apalagi jika sampai Lily ketakutan. Jika dibiarkan lama, gadis itu bisa depresi. Ia juga yang akan kerepotan nantinya.

"Liat, gak ada apa-apa kan?" Zevan bangkit dan menghampiri Lily lagi.

"Kak, dirumah ini ada hantunya ya?" Tanya Lily polos yang membuat Zevan menahan tawanya. Melihat ekspresi wajahnya, entah kenapa terlihat menggemaskan dibanding dulu.

"Gak ada hantu! Terkadang manusia lebih menyeramkan dari hantu" Zevan yang tidak tahan pun mencubit kedua pipi Lily gemas.

"Ih kak! Awuh tau!" Lily mengusap pipi merahnya akibat cubitan.

"Lo ngerasa mual, sakit kepala atau hal lain?" Tanya Zevan memastikan kondisinya setelah tadi Lily sudah diperiksa oleh dokter.

"Hm gak tuh! Aku ngerasa..." Saat hendak mengatakan baik-baik saja, tiba-tiba pandangannya memburam dan tubuhnya terlihat sempoyongan.

"Lily!" Untungnya Zevan sempat menahan tubuhnya sehingga Lily tidak tergeletak begitu saja dilantai.

"Racunnya pasti mulai bereaksi" Monolognya dengan tenang. Ia mengeratkan rahangnya ketika melihat wajah dan bibir Lily memucat. Siapapun yang telah melakukan semua ini pada Lily, Zevan tidak akan pernah memaafkannya! Ini pasti bentuk gertakan dari seseorang yang ditujukan untuknya. Kenapa gadis ini begitu lemah?! Sangat merepotkan!

. . .

"Lily! Jangan bermain ketempat itu lagi!"

"Lily cuman mau main kak! Jangan ngurung Lily mulu!"

"Lily! Jangan banyak makan pedes! Nanti sakit lo Kambuh lagi!"

"Kakak lebay deh! Terserah Lily lah!"

"Lily! Jangan bicara pada orang asing!"

"Dia temen Lily!"

"Lily! Jangan bilang lo punya pacar!"

"Udahlah kak jangan ngatur Lily terus!"

"Lily, gue ngelakuin ini semua karena papa. Harusnya lo tau diri kalo posisi lo itu cuma anak pungut!"

Plak!

"Lily benci kakak!"

"Kalau gitu, lakukanlah sesuka hati lo!"

"Kalau lo bukan adik tiri gue, udah gue bunuh saat ini juga"

BLAM!

Sepasang mata indah itu terbuka lebar menatap keatas langit-langit bercat putih. Ia terengah-engah setelah mimpi itu. Kata-kata terakhir pemuda itu... Mungkin alasanya yang langsung begitu saja menembak kepala adiknya sendiri. Entah kenapa hatinya terasa sakit mengingat kejadian itu. Mungkinkah mimpi tadi adalah serpihan ingatan dari gadis ini? Figuran yang digambarkan berkarakter nakal. Mungkin karena Lily yang dulu merasa kesepian dan ia mencari perhatian orang-orang disekitarnya.

"Kak Zevan..." Entah kenapa mulutnya mengatakan hal itu. Matanya terasa memanas dan buliran-buliran cairan bening pun turun dengan lembut di pipi halusnya. Kenapa badanya terasa kaku? Apa yang berada dimulutnya ini? Alat pembantu pernafasan? Dan... Tanganya sakit seakan ada air yang mengalir pada tubuhnya.

Tapi, kenapa ruangan putih ini seperti kosong? Kemana kak Zevan? Bi Iroh? Lily paling tidak suka sendirian ditempat sunyi. Ia takut monster. Namun sekuat tenaga pun ia mencoba bergerak, rasanya sia-sia. Tubuhnya terlalu lemah.

'Kak Zevan, Lily takut...' Batinya lalu menutup matanya kembali. Harapannya ia bisa hidup lebih lama dan tenang ternyata tidak semudah itu. Ada apa dengan keluarga Zevan? Kenapa rasanya baru saja masuk ia sudah mendapati hal-hal yang mengerikan dinovel ini? Ahk sayangnya Lily tidak terlalu tau latar belakang keluarga Zevan ini. Karena hanya diceritakan sebagian, itu pun diakhir cerita. Yang Lily tau keluarga Zevan itu termasuk keluarga mafia terkuat, sudah pasti akan mendapat banyak musuh bukan? Tapi hanya diterangkan sampai situ, hanya untuk menambah sensasi kengerian dari sosok Zevan yang berdarah dingin.

. . .

"Lily..." Panggil seseorang lembut sembari mengusap rambutnya pelan. Setelah tiga hari lamanya akhirnya Lily dapat diobati dari racun berbahaya itu.

"Semua ini gue lakuin demi papa gue yang sayang sama lo, gue udah janji buat jagain lo... Padahal awalnya gak kayak gini..." Tuturnya lagi. Lily nampak masih setia menutup matanya.

"Lily, dulu lo itu nyebelin. Lo selalu aja ngerepotin gue sama sikap bandel lo, gue harap sekarang lo berubah agar gak terus buat masalah. Gue cape Li..." Ucapnya dengan lirih. Ia sudah cukup lelah mengurus satu adiknya ini yang dirasa seperti anak kecil?

"Dok, apa racun itu benar-benar sudah sepenuhnya hilang?" Tanyanya pada seorang dokter yang masuk.

"Kita akan periksa lagi, hanya untuk berjaga-jaga" Jawab sang dokter tenang. Ia nampak mengetes detak jantungnya.

"Sepertinya kadar racun digoxinnya cukup besar. Seperti yang kita tahu, bahwa digoxin memang obat untuk penderita gagal jantung. Tapi untuk orang yang sehat rasanya itu malah membuatnya berpenyakit. Detak jantung normalnya berubah menjadi lambat. Padahal seharusnya cepat. Semoga dirinya bisa melawan rasa sakit itu." Ujar dokter itu kemudian memberikan beberapa kapsul obat untuk diminumkan pada Lily bila sudah bangun.

"Pastikan dia meminum obat itu agar cepat pulih, saya permisi, semoga lekas sembuh!" Dokter itu pun pergi. Pemuda itu hanya menatap kosong obat-obatan yang berada ditanganya.

Bersambung

. . . . .

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!