Kristella Duan tak menyangka jika pekerjaannya sebagai penulis novel erotis membawanya terjebak dalam pusaran obsesi mafia kejam Dominic Stralerr. Ketua klan mafia terbesar yang hanya bisa bergairah karena membaca novel yang dia buat.
Bagaimana Kristella di tekan untuk membuat cerita- cerita hanya untuknya, dan demi membangkitkan gairahnya yang telah mati. Hingga sebuah ide gila muncul yang Kristella kira bisa membuatnya lepas dari tekanan tersebut, namun justru membuatnya semakin terjerat dan tak bisa lepas.
"Bagaimana kalau kita praktekan saja secara langsung, Tuan?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tertangkap
Dominic stralerr, pengusaha kaya sekaligus pemimpin sebuah klan mafia terbesar, dan di kenal sebagai manusia yang tak kenal takut pada apapun dan siapapun.
Usianya 30 tahun, namun hingga kini dia belum menikah. Bukan masalah sebenarnya, toh dia juga tak ingin menikah. Namun Kakeknya bersikeras ingin agar dia memiliki keturunan untuk menjadi penerus keluarga mereka sekaligus menjadi pewaris sah klan mereka.
Dan masalah terbesarnya adalah dia sama sekali tak mampu melakukan itu bahkan sekedar untuk membuat intinya berdiri.
Meski dia melihat para wanita telanjang bulat dan bergerak menggoda memamerkan kelembutan mereka yang siap di masuki dia tetap tidak tertarik.
Tidak ada yang tahu tentang hal ini kecuali asisten kepercayaannya, Bobby. Selama 30 tahun hidupnya dia berhasil menyembunyikan kebenaran itu dan menutupi kelemahannya, jika dia pria yang tak berdaya di atas ranjang. Beberapa kali juga dia melakukan pengobatan demi bisa membangunkan pilar kehidupannya. Namun hasilnya nihil.
Tapi, beberapa hari lalu saat tanpa sengaja dia menemukan sebuah situs novel online ada yang menarik dan membuatnya sedikit bergerak hanya dengan membaca beberapa bab saja. Meski tidak sempurna namun dia merasa gerakan itu terasa signifikan saat dengan perlahan intinya bisa bangun.
Dan demi membaca kelanjutan novel tersebut dia memberi hadiah setara 500 ribu dengan koin 1 juta yang dia beli. Hal yang dia anggap remeh. Saat orang itu berhasil memberi kepuasan dengan alur selanjutnya dia berjanji akan memberikan tambahan hadiah satu juta.
Dan benar saja untuk bab selanjutnya dia merasa semakin bergairah. Meski tidak lama karena setelah babnya habis dia kembali ... layu. Jadi Dominic menepati janjinya untuk memberi satu juta dengan jumlah koin dua juta.
Andai di sana tersedia pilihan hadiah 100 juta tentu akan dia berikan sebab bagaimana pun berkat novel tersebut Dominic bisa merasakan jika intinya tidak mati sepenuhnya. Dia masih bisa tegak berdiri, dan itu artinya dia bisa sembuh.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" Bobby muncul dengan terburu-buru saat Dominic memanggilnya beberapa saat lalu.
"Cari tahu siapa penulisnya!" Dominic menunjuk layar tabletnya membuat perhatian Bobby teralihkan.
Melihat beberapa bait atasnya Bobby tak bisa tak mengernyit. Untuk apa Tuannya mencari penulis novel erotis?
Meski begitu dia juga tak bisa bertanya lebih jauh. "Baik, Tuan."
Bukan hal yang sulit bagi mereka mendapat informasi tersebut. Bahkan meski ini adalah sebuah rahasia negara mereka bisa mendapatkannya dengan mudah.
Apalagi hanya informasi seorang penulis, dan hanya menggunakan nama pena asal. Untuk mencari informasi tersebut Bobby hanya perlu meretas situs platform tersebut lalu mengambil data diri si penulis.
Jadi dalam waktu singkat Bobby telah kembali dengan data- data yang dia dapatkan termasuk ID si penulis yang terdapat di akun penulisnya.
Informasi yang harusnya menjadi rahasia si penulis dan platform menulis online tersebut kini sudah berada di tangan Bobby.
Dan Pria itu kini sudah kembali ke hadapan Dominic membacakan informasi penulis yang di cari Dominic.
"Kristella Duan dengan nama penulis Ella D. 24 tahun berjenis kelamin perempuan, alamat rumah..."
Informasi benar-benar lengkap dengan status dimana penulis tersebut belum menikah.
Bukan hanya itu dari identitas tersebut Bobby juga sudah menemukan silsilah keluarga.
"Orang tuanya meninggal dalam kecelakaan tiga tahun lalu, seharusnya Dia tinggal bersama paman dan Bibinya di ketahui jika orang tuanya meninggalkan beberapa aset untuknya, namun..."
Informasi akurat itu mengalir dari Bobby.
Bibir Dominic tertarik sudutnya, dengan mata tajam yang menyala. "Bawa dia padaku!"
Bobby mengangguk patuh lalu segera pergi untuk melakukan.
....
Ella menyusuri jalanan ibu kota dengan sekantung bahan makanan di tangannya.
Hari ini dia keluar rumah untuk mengunjungi makam orang tuanya, tepat di hari ke tiga tahun kematian orang tuanya.
Seharian duduk di dekat makam orang tuanya. Dia berceloteh dan bercerita apa saja, meski tahu dia nampak seperti orang gila yang hanya bicara sendiri. Tapi Ella menyukainya seolah dia tengah bicara langsung di hadapan mereka.
Tapi akibatnya dia jadi pulang malam sebab terlalu lupa waktu. Dan malam ini kembali bersalju, dimana suasana jalanan menuju kamar kosnya menjadi sedikit sepi.
Ella menghentikan langkahnya saat merasa ada seseorang di belakangnya. Namun ketika dia menoleh tak ada orang satu pun.
Dahi Ella mengernyit, ingatannya tertuju pada berita kriminal dimana akhir- akhir ini banyak penculikan wanita. Langkahnya yang awalnya tenang berubah menjadi lebih cepat, lalu berlari saat merasa benar-benar ada yang mengikutinya sebab suara langkah sepatu di belakangnya.
Ella berbelok ke arah gang berharap dia bisa menggunakan jalur itu agar lebih cepat menuju kosannya, saat hendak mencapai jalan raya kembali, kakinya terpeleset sebab jalanan bersalju.
Brugh!
Tubuhnya terhempas ke tanah yang berlapis salju.
Ella berusaha untuk bangun saat melihat pria yang mengejarnya melangkah semakin dekat.
"Siapa kau? Mau apa kau?" Suara Ella bergetar ketakutan. Matanya menelisik mencoba melihat siapa pria di balik topi dan masker yang menyembunyikan wajahnya.
Bukan menjawab pertanyaan Ella, orang itu hanya terkekeh dan menarik kaki Ella yang hendak merangkak pergi.
"Tidak! Lepas! Tolooong!" Ella berteriak berharap ada seseorang yang mendengar dan menolongnya. Tubuhnya terseret di atas lapisan salju dengan belanjaan yang berserakan.
"Toloooong!" Ella terus meraung dan berteriak, tangannya menggapai salju dan melemparkannya ke arah wajah pria itu hingga tangannya di kakinya terlepas.
Ella bangun hendak berdiri, memanfaatkan waktu lengah pria itu, namun kali ini rambutnya tertarik hingga dia kembali terjerembab tubuhnya kembali tertarik dengan bagian kepala yang tertarik sebab rambutnya yang kini di tarik.
"Toloooong! Tolong aku ... akh!!!" Ella kembali berteriak, hingga tubuhnya tiba-tiba terhenti dengan cengkraman di rambutnya terlepas.
Ella mendongak dan melihat pria yang sejak tadi menarik rambutnya tertegun.
"Jadi ini yang selama ini menculik para wanita dan membuat nama kelompok kita tercemar?"
"Siapa kalian?"
Ella bergerak mundur perlahan saat pria itu mengeluarkan sebilah pisau.
"Aku tak peduli kelakuanmu. Tapi wanita itu pengecualian." Ella menghentikan gerakannya saat melihat telunjuk dari seseorang di kelompok orang itu menunjuknya.
"Ke— napa denganku?"
"Karena bos kami menginginkanmu."
"Hah?" Ella masih kebingungan saat tiba-tiba pria yang tadi menariknya mengarahkan pisau itu padanya. Matanya terbelalak sebab terkejut saat merasa ujung mata pisau hampir mengenai lehernya.
"Kalau aku tidak mau?" tantangnya.
Ketua kelompok itu terkekeh lalu melangkah tenang. "Maka kami tak perlu berbasa-basi." Jarinya bergerak di udara dan dalam hitungan detik sebuah peluru menembus kepala pria itu.
Dor!
"Akh!"
Ella terkejut bahkan menjerit saat tiba-tiba tubuh pria itu terjatuh dengan pisau yang hampir mengenai lehernya.
Ludahnya terasa tiba-tiba kering saat ketua kelompok itu mendekat padanya. "Ma—u apa kalian?" Ella kembali berusaha mundur, namun tiba-tiba tubuhnya tertahan dua orang di belakangnya.
"Apa- apaan kalian ... Lepaskan aku!" Tubuhnya terangkat tak peduli meski dia terus berteriak orang-orang itu terus membawanya ke arah sebuah mobil dan membawanya pergi.
kan kamu yg ngawalin....
jadi ketagihan kan itu Dom..🤭
ada musuh atau emang sengaja diledakin sama Dom buat ngehapus jejak 🤔🤔
kamu malah bikin Ella jadi takut sama kamu..
bakal kangen dunks kak ....
aq dah vote kamu nih..
semoga retensi kamu bagus ya..