NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Bintang

Takdir Kaisar Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Langit Azure, kekuatan bela diri dan kedalaman Qi menentukan segalanya. Ye Chen, seorang jenius dari keluarga cabang klan Ye, dikhianati dan "Akar Roh" miliknya dicuri oleh saudara sepupunya sendiri demi ambisi klan utama. Menjadi cacat dan dibuang ke pinggiran desa, nasibnya berubah ketika sebuah meteorit hitam jatuh di dekatnya. Meteorit tersebut menyimpan warisan dari "Kaisar Kekosongan" dari era kuno, memberikannya seni kultivasi terlarang yang tidak membutuhkan Akar Roh, melainkan menyerap energi bintang. Ye Chen kini harus merangkak dari bawah, bersembunyi dari musuh-musuh kuat, dan menapaki jalan kultivasi untuk membalas dendam serta mencari kebenaran di balik hancurnya para Dewa Kuno

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Ujian Alkemis dan Wajah yang Pucat Pasi

​Su Yue masih duduk mematung di tanah, matanya menatap tajam ke arah Lin Chen seolah ingin menguliti pemuda itu hidup-hidup untuk melihat apa isinya.

​"Alasan macam apa itu, kurang ditepuk-tepuk?!" Su Yue mendengus kesal, pipinya menggembung. "Jujur padaku, Lin Chen! Rahasia apa yang kau sembunyikan? Tidak mungkin seorang pelayan tanpa Qi bisa membuang racun api dari tanaman tingkat dua!"

​Lin Chen menggaruk kepalanya, memasang wajah sepolos anak desa yang baru pertama kali melihat kota besar.

​"Aku benar-benar tidak tahu, Kakak Senior," kata Lin Chen santai. "Tapi selama di Puncak Pandai Besi, badanku terbiasa menyerap hawa panas dari tungku. Tadi saat memegang tanahnya, aku merasa ada hawa panas yang aneh, jadi aku serap saja ke badanku. Mungkin itu yang membuat bunganya segar lagi?"

​Mendengar penjelasan konyol tapi masuk akal itu, Su Yue terdiam. Tubuh Fana Kasar memang keajaiban mutan yang aneh. Beberapa orang dengan fisik khusus memang kebal terhadap elemen tertentu.

​"Baiklah, aku pegang ucapanmu untuk saat ini," Su Yue berdiri dan menepuk debu dari gaunnya. Wajahnya kembali serius. Ia memotong Bunga Bulan Biru itu dengan hati-hati dan menyimpannya di dalam kotak giok. "Kita tidak punya waktu lagi. Bawa keranjang bahan obatnya. Ikut aku ke Aula Ujian sekarang!"

​"Siap, Kakak Senior!" jawab Lin Chen patuh. Di dalam hati, ia tersenyum tipis. Rahasianya aman untuk sementara waktu.

​Aula Ujian Alkemis terletak di puncak tertinggi Puncak Alkimia. Ruangannya sangat megah, dipenuhi oleh deretan tungku perunggu raksasa. Di kursi utama, duduk seorang pria tua berjanggut putih panjang. Dia adalah Penatua Alkimia, guru dari Su Yue dan Chen Fei.

​Saat Su Yue masuk membawa Lin Chen di belakangnya, banyak murid yang sudah berkumpul. Mata Lin Chen langsung menangkap sosok Chen Fei yang berdiri dengan dada dibusungkan, tampak sangat percaya diri.

​Begitu melihat Su Yue, Chen Fei langsung berjalan menghampiri dengan senyum palsu yang memuakkan.

​"Ah, Kakak Senior Su Yue! Senang melihatmu datang," sapa Chen Fei dengan nada dibuat-buat sedih. "Kudengar semalam ada energi aneh di sekitar paviliunmu. Apakah kebun obatmu baik-baik saja? Kalau misalnya Bunga Bulan Biru milikmu layu dan kau gagal ikut ujian hari ini... jangan terlalu sedih ya. Aku berjanji akan menggantikan posisimu sebagai murid utama dengan sangat baik!"

​Su Yue mendengus dingin. Matanya menatap Chen Fei dengan jijik. "Simpan air mata buayamu, Chen Fei. Kau pasti sangat berharap aku gagal, kan?"

​"Kakak Senior, kenapa bicara begitu? Aku ini peduli padamu," balas Chen Fei sambil melirik mengejek ke arah kotak giok di tangan Su Yue. Ia sangat yakin bunga di dalam kotak itu sudah hangus menjadi arang karena Racun Api Hitam miliknya.

​"Kalau kau peduli, maka buka matamu lebar-lebar!"

​Trak!

​Su Yue membuka kotak gioknya. Seketika, cahaya biru es yang sangat terang memancar keluar, diiringi oleh hawa dingin dan aroma wangi yang memenuhi seluruh aula. Bunga Bulan Biru di dalamnya bukan saja tidak mati, tapi malah terlihat dua kali lipat lebih subur dari bunga normal!

​Mata Chen Fei hampir melompat keluar dari rongganya. Mulutnya ternganga lebar hingga bisa dimasukkan sebutir telur bebek.

​"M-Mustahil!" Chen Fei berseru panik, wajahnya langsung pucat pasi. "Aku sudah menaruh— eh, maksudku... bagaimana bisa bunganya seindah ini?!"

​Lin Chen yang berdiri di belakang Su Yue hanya tersenyum tipis melihat wajah bodoh Chen Fei. Makan itu senjatamu sendiri, idiot, batin Lin Chen.

​Penatua Alkimia di depan mengangguk puas melihat kualitas bunga tersebut. "Luar biasa, Su Yue. Bunga Bulan Birumu dirawat dengan sangat sempurna. Baiklah, berhenti berbasa-basi. Ujian Alkemis Resmi dimulai sekarang! Kalian berdua, naik ke panggung dan mulai racik Pil Beku Hati Tingkat Dua!"

​Ujian pun dimulai. Su Yue dan Chen Fei duduk bersila di depan tungku masing-masing. Lin Chen berdiri diam di belakang area Su Yue sebagai asisten.

​Meracik pil bukanlah hal mudah. Mereka harus menggunakan api Qi untuk melelehkan bahan obat, membuang ampasnya, lalu memadatkannya menjadi pil bulat. Chen Fei tampak kesulitan. Keringat membasahi dahinya, tapi ia akhirnya berhasil memadatkan pilnya menjadi tiga butir pil berwarna biru pucat. Kualitas menengah.

​Di sisi lain, Su Yue melakukan prosesnya dengan sangat anggun. Bunga Bulan Biru miliknya dilelehkan dengan sempurna. Namun, tiba-tiba...

​Blup! Wusss!

​Api Qi di bawah tungku Su Yue tiba-tiba bergejolak liar! Ini adalah hal fatal dalam alkimia. Jika suhu tidak stabil di tahap pemadatan, pil akan meledak!

​Wajah Su Yue seketika memucat. "Gawat... energi es dari Bunga Bulan Biru ini terlalu kuat! Api Qi milikku tidak bisa menyeimbangkannya!"

​Chen Fei yang melihat itu langsung tertawa sinis dalam hati. Hahaha! Senjata makan tuan! Bungamu terlalu bagus, sekarang kau tidak kuat mengendalikannya!

​Tepat saat Su Yue hampir menyerah dan pasrah tungkunya akan meledak, Lin Chen melangkah maju setengah langkah.

​Ia pura-pura mengambil lap untuk membersihkan meja di dekat Su Yue. Tapi sebenarnya, Lin Chen mengalirkan seutas energi kosmis yang sangat murni dari Teratai Api Inti Bumi melalui telapak kakinya, merambat ke lantai batu, dan langsung menusuk masuk ke dalam dasar tungku Su Yue.

​Zrrtt...

​Dalam sekejap mata, api yang tadinya bergejolak liar langsung tunduk dan jinak seperti anak kucing yang ketakutan saat bertemu harimau! Suhu tungku menjadi stabil mutlak.

​Su Yue terkesiap kaget, tapi ia tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Ia langsung membentuk segel tangan terakhirnya.

​BAM!

​Tutup tungku Su Yue terbuka. Sebuah pendaran cahaya biru es memancar terang menembus atap aula, diiringi oleh kabut putih wangi yang berbentuk seperti awan kecil.

​"Awan Pil! Astaga, itu fenomena Awan Pil!" teriak salah satu murid yang menonton dengan histeris. Awan Pil hanya muncul jika pil yang dihasilkan memiliki kemurnian 100 persen!

​Penatua Alkimia melompat dari kursinya, tangannya gemetar saking bahagianya. Tiga butir Pil Beku Hati sebening kristal melayang keluar dari tungku Su Yue.

​"Kualitas Sempurna! Tanpa cacat sedikit pun!" Penatua Alkimia tertawa terbahak-bahak. "Su Yue, mulai hari ini kau resmi menjadi Alkemis Resmi tingkat dua, dan kau akan tetap menjadi murid utama di Puncak Alkimia!"

​Sorak sorai langsung meledak di dalam aula.

​Di sisi lain, kaki Chen Fei lemas. Ia jatuh terduduk di lantai, wajahnya berubah dari pucat menjadi hijau seperti orang yang baru saja menelan lalat mentah. Semua rencana liciknya hancur lebur!

​Su Yue menoleh ke belakang, menatap Lin Chen yang sedang santai mengelap meja. Meskipun ia tidak tahu bagaimana api tungkunya tiba-tiba menjadi stabil, instingnya mengatakan bahwa pelayan di depannya ini adalah jimat keberuntungan terbesarnya.

​Sementara itu, mata Lin Chen tidak menatap Su Yue atau Chen Fei. Pandangannya menembus ke luar jendela aula ujian, menatap ke arah Puncak Utama Sekte Pedang Awan.

​"Urusan dengan lalat-lalat kecil ini sudah selesai," gumam Guru Lin Tian di kepala Lin Chen. "Kini saatnya kita mengincar sumber daya yang lebih besar."

1
nanonano
kapan gelutnya nih
Arinto Ario Triharyanto
joss gandozzz 💪
Gege
mantabb...💪👍
Gege
hancurkan lawan, sita harta rampasan, pergi...💪🤣
Gege
biar nambah kosakatanya "dan tak lupa cincin ruang penyimpanan segera diamankan" lumayan buat genapin 10k kata Thor...🤣
Arinto Ario Triharyanto
mantaappp... ga usah malu-malu, yg pamer sok kuat sok keras, tenggelam kan saja, ga pake lama 😎
Arinto Ario Triharyanto
Yoi joss gandozzz💪
Arinto Ario Triharyanto
joosss Thor 💪👍
Arinto Ario Triharyanto
bagus 👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
lanjut ya Thor, jangan berhenti di tengah jalan 😎
Arinto Ario Triharyanto
bagus bagus, sekalian biji nya di cabut 🤭
Arinto Ario Triharyanto
cabut aje, ambil lagi
Arinto Ario Triharyanto
bantai... kagak usah basa-basi
Gege
mantap Thor... gass teroos 10k kata tiap update
Nanik S
Keren sekali Tor👍👍👍
Nanik S
Bijih Api Surgawi
Nanik S
Akhirnya naik menjadi penunggu Api
Nanik S
Lin Chen.... menarik sekali dengan kekuatan Fisiknya
Nanik S
Shiiiiiip
Nanik S
Masuk Sekte pedang awan walau sebagai murid Luar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!