NovelToon NovelToon
Mati

Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Queenvyy27

Sarti gadis cantik berasal dari Desa Lengi, di saat usia nya yang baru saja lima belas tahun, ia terpaksa merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib,

" ibu neng berangkat dulu ya, Ibu sama Bapak jangan khawatir neng pasti baik baik saja." ucap Sarti seraya memeluk wanita paruh baya dan berpakaian lusuh bahkan kain jarik nya pun sudah robek.

" lya neng Hati Hati ya, maaf kan Ibu belum mampu membahagiakan kamu nak."

" tidak apa apa Ibu neng akan kerja ke kota, untuk masa depan kita Ibu." ucap Sarti seraya menyeka bawah mata nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membawa Fani Berguru

" Dengan alasan apa aku tidak yakin, aku yakin sepenuh hati." ucap fani, tanpa melihat kesiapan pun tatapan nya masih kosong.

" Fani kamu pikir kan lagi, jangan gegabah ingat dosa fani." ucap ica.

" Dosa kata mu, ibu ku mati di depan mata ku, kamu sekarang mau bahas dosa di depan ku, aku hampir Gila di buat nya mikir." tiba tiba saja fani teriak,

" Desa ini rusak karena ulah dia." sambung fani, Sukma hanya terpaku, terlihat jelas di wajah fani menyimpan dendam begitu kuat.

Beberapa hari kemudian fani pun di bawa tapi bukan di bawa oleh sukma melain kan di bawa oleh topan, dan bukan di bawa ke guru topan dan sukma tapi di bawa ke rumah ki harun, dukun teluh paling sakti di desa cukup jauh dari Desa Lengi.

" Ki saya titip fani." ucap topan.

" Masuk lah gadis cantik." ucap ki harun tanpa menoleh kepada fani.

" Fani aku harus pulang suatu saat aku akan menjemput mu lagi." ucap topan.

" Iya bang terima kasih." sahut Fani.

" Kamu ngapain di situ sini kita ngobrol." Ucap Doni saat melihat ica sedang duduk di samping rumah sukma, Sedang kan sukma dan satria dari kemarin belum pulang.

" Bang kak sukma sama bang satria ke mana sih ??."

" Mereka sedang berguru, biasa tiga hari gak pulang awal nya aku juga mau ikut tapi tidak di ijin kan sama sukma."

" Terus kak Sarti belum di temukan sampai saat ini bang."

" Belum ca maka nya aku sampai nekat datang ke hutan di mana Sarti hilang, harus nya anak kami sudah lahir ca." ucap Doni sedih.

" Sabar ya bang semoga saja kak Sarti baik baik saja dan bisa pulang ke sini lagi, jujur saja bang awal nya aku pikir kuntilanak merah itu kak Sarti."

" Itu bukan Sarti tapi mariam penghuni kebun jati "

" Terus kuntilanak putih itu siapa ya bang ???."

" Awal nya aku pikir itu Sarti soal nya dia bawa bayi, tapi saat lihat wajah nya itu bukan Sarti, dia masih sering kok datang kesini tapi di ujung sana, rumah ini sudah di pagari jadi roh jahat gak akan bisa masuk ke rumah ini." ucap Doni.

" Assalamualaikum."

" Waalaikumsalam." sahut Doni dan ica serempak,

" Ayah." ucap ica saat melihat yang datang pak asep.

" Ini ayah mau anter beras dan makanan lain nya, mana fani." tanya pak asep, Doni dan ica saling tatap.

" Oh fani sedang di obati sama topan pak." Doni buru buru jawab.

" Oh syukur lah semoga fani cepat sembuh." ucap pak asep tanpa berpikir yang aneh aneh,

Ica dan Doni pun lega.

" Ayah jangan sering sering kesini nanti ada warga yang lihat beras yang satu minggu Ayah kirim masih utuh, yang makan hanya aku dan bang Doni bang satria dan kak sukma jarang ada di rumah."

" Benar pak jangan sering sering kesini ini demi keselamatan ica dan fani." ucap Doni.

" Baik lah nak, oh iya Desa Merlin kini semakin tidak aman, anak nya tarjo sudah dua yang mati dari kedua istri nya, dan kematian mereka sama seperti Merlin tubuh nya biru."

" Innalillahi, Ayah apa yakin itu semua ulah Paman tarjo."

" Ayah juga tidak tahu nak karena kita tidak punya bukti, Desa kita juga masih di teror oleh kuntilanak putih, tadi subuh ibu mu hampir saja di serang."

" Hah ibu di serang bukan nya wanita yang sedang hamil saja yang di serang."

" Ayah juga tidak tahu nak, bahkan buk eti tadi pagi di bawa ke rumah sakit, ia jatuh seperti nya patah tulang karena di serang kuntilanak itu, ica Desa kita sekarang semakin mencekam, Ayah penasaran kuntilanak siapa itu kenapa dia balas dendam ke Desa kita."

" Awal nya aku pikir itu Sarti, tapi saat lihat wajah nya bukan wajah Sarti." ucap Doni.

" Bapak ikut berduka ya nak Doni."

" Iya pak terima kasih, tapi aku berharap Sarti masih hidup, dan pulang membawa bayi kami." ucap Doni seraya menyeka bawah matanya,

" Ya allah bang Doni begitu cinta nya sama kak Sarti, tapi kenapa takdir baik tidak berpihak kepada mereka." batin ica seraya sesekali menatap wajah Doni.

" Ya sudah Ayah pulang dulu ya ca."

" Iya ayah tolong jaga ibu ayah aku takut ibu kenapa kenapa."

" Iya nak ayah juga khawatir sama ibu mu, kini ia ketakutan gara gara kuntilanak itu." ucap pak asep,

" Sudah sore aku masak dulu ya bang semoga saja bang satria dan kak sukma pulang."

" Iya ca mau di bantu tidak."

" Tolong masukin kayu bakar saja bang."

" Okey." ucap Doni.

Doni berusaha tegar walau pun hati nya menjerit dan tidak mampu menerima atas hilang nya sang istri, tapi ia hanya bisa pasrah diam di rumah, nunggu kabar baik dari dua adik ipar nya.

" Sudah bang cukup itu kayu nya." ucap ica.

" Okey." sahut Doni seraya menuju sumur tidak terlalu jauh dari dapur.

" Coba aku punya suami seperti bang Doni." gumam ica.

" Ya kita makan berdua lagi ca." ucap Doni.

" Iya bang bang satria, bang topan kak sukma belum juga pulang, kalau boleh tahu mereka berguru di mana sih, oh iya bang aku pernah melihat wanita cantik, cantik banget."

" Aku tidak tahu di mana, aku gak faham soal ilmu ilmu, Oh nama nya zia dia memang sangat cantik biasa nya suka datang sama sukma tapi sudah lama juga aku tidak lihat."

" Tapi seperti nya dia bukan manusia soalnya baju nya pun beda dari kita." ucap ica,

" Aku pun sepemikiran dengan mu, ica sebetul nya Desa ini seperti apa sih.?."

" Maksud nya bang ??."

" Desa ini banyak misteri nya." ucap Doni.

" Desa ini emang agak lain bang, dulu banyak penduduk nya, tapi entah kenapa mereka pada pindah, dengar dengar sih gara gara Paman tarjo, semua lahan ia kuasai siapa pun yang melawan meraka akan mati dengan mengenaskan, maka dari itu Paman tarjo terkenal dengan santet nya, belum lagi kelakuan Paman yang tukang kawin, semua gadis ia paksa agar mau dia nikahi, jujur saja aku malu bang punya Paman seperti itu untung saja ayah ku gak seperti Paman tarjo walau pun mereka adik kaka." ucap ica.

" Oh ayah mu itu kakak beradik sama pak tarjo.

" Iya bang, Ayo habis kan nasi mu." ucap ica

Malam hari nya ica dan Doni duduk di teras,

Malam ini angin nya kencang sekali ya bang apa mau hujan." ucap ica.

" Mungkin juga wah kalau hujan jalan ke arah Desa mu pasti licin."

" Sudah pasti bang."

" Eh ada Zea." ucap Doni.

" Siapa Zea itu bang." tanya ica.

" Kuntilanak juga tapi dia baik." Zea sini panggil Doni.

" Kenapa kangen luh sama gua." ucap Zea.

" Woi ngapain lo tutup wajah." ucap Zea saat melihat ica menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya,

" Aku takut." sahut ica.

" Takut emang nya gua gigit lo, dede gigit nih Aaarrgghhh." Ucap Zea seraya mengulur kan kedua tangan nya ke wajah ica.

" Jangan gitu Zea ica beneran takut sama kamu." ucap Doni.

1
Sisca Melyan
notbad
Allxandya
halo kak saya baru aja baca bab 1. menurutku udah dapet atmofer seremnya, tapi adegan pas belanja langsung lompat ke adegan pulang kampung terasa buru-buru banget. padahal bisa di tambah adegan antagonistik majikanya, jadi motivasi sarti buat pulang kampung bisa kerasa lebih kuat. semangat kak💪
Queen vyy: Hallo kak, trimaksih banyak ya masukannya🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!