NovelToon NovelToon
PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Sistem
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Enam tahun lalu, Alisha Husnah melangkah keluar dari kediaman mewah keluarga Raffasyah dengan hati hancur. Sebuah skandal menjijikkan yang dirancang rapi memaksanya percaya bahwa suaminya, Fardan, telah berkhianat. Alisha pergi, membawa rahasia besar tentang janin yang dikandungnya.

Kini, takdir membawa mereka bertemu dalam sebuah proyek besar. Fardan, sang CEO dingin yang menyimpan dendam atas kepergian istrinya, memberikan ultimatum kejam: kembali padanya atau kehilangan hak asuh atas putra mereka, Ghifari.

Namun, baik Fardan maupun keluarga besar Raffasyah tidak menyadari satu hal. Ghifari bukan sekadar bocah biasa. Dibalik wajah imutnya, tersimpan kecerdasan genius yang ia warisi dari ayahnya. Sementara orang tuanya terjebak dalam perang dingin dan sisa-sisa cinta yang luka, Ghifari mulai bergerak dibalik layar.

Dia bukan hanya ingin menyatukan Ayah dan Ibunya saja. Tapi misinya ingin membongkar topeng busuk para penghuni "istana" yang memisahkan keluarganya. Si kecil siap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTANYAAN YANG MENGHENTAKKAN.

Layar proyektor menampilkan desain arsitektur modern yang memukau, namun fokus Fardan Raffasyah sudah lama hilang. Suara lembut Alisha yang menjelaskan setiap detail ruang terdengar seperti melodi dari masa lalu yang menghantuinya. Fardan menatap sosok di depannya. Hijab itu tidak menyembunyikan kecantikannya, justru memberikan kesan berkelas dan bercahaya yang tidak bisa ia definisikan dengan kata-kata.

Ada getaran aneh di dada Fardan, sebuah rasa kagum yang hampir membuatnya lupa akan kebenciannya. Namun, sedetik kemudian, bayangan rekaman CCTV enam tahun lalu melintas. Wajah Alisha yang tampak dingin saat menandatangani surat cerai dan kata-kata penghinaannya yang ia dengar di video editan itu membuat rahang Fardan mengeras kembali.

"Cukup, Nyonya Alisha. Saya rasa penjelasan Anda sudah cukup jelas," potong Fardan dengan nada dingin, memutus presentasi Alisha di tengah jalan.

Mata Fardan beralih ke sofa. Di sana, Ghifari masih menatapnya dengan tatapan yang sama persis dengan miliknya: dingin, penuh selidik, dan tidak gentar. Kemiripan itu bukan lagi sekadar kebetulan; itu adalah sebuah tantangan visual yang mengusik jiwanya.

Setelah pertemuan yang penuh ketegangan itu berakhir, Fardan melangkah lebar menuju ruang kerjanya di lantai atas gedung Raffasyah Group. Ia mengabaikan semua sapaan karyawannya. Begitu pintu tertutup, ia langsung menoleh pada Dewa yang setia mengekor di belakangnya.

"Dewa, selidiki setiap detik kehidupan Alisha selama enam tahun ini. Aku tahu dia di London. Cari tahu siapa pria yang bersamanya di sana," perintah Fardan, suaranya parau namun penuh penekanan.

Dewa membungkuk hormat. "Baik, Tuan. Saya akan segera mencari informasinya."

Tiga puluh menit berlalu seperti selamanya bagi Fardan. Ia mencoba memeriksa beberapa berkas, namun pikirannya terus kembali pada bocah kecil bernama Ghifari itu. Pintu ruangan terbuka, Dewa kembali dengan sebuah map hitam di tangannya.

"Lapor, Tuan. Hasil penyelidikan awal sudah keluar," ujar Dewa.

"Bicaralah. Jangan membuatku menunggu," sahut Fardan tajam.

Dewa berdehem, membuka map tersebut. "Nyonya Alisha tinggal di London sebagai ibu tunggal. Dia tidak memiliki hubungan asmara dengan lelaki mana pun selama di sana. Dari informasi yang saya dapat, beliau sempat mengalami masa-masa sulit pasca kepindahannya. Namun, keberuntungan berpihak padanya saat bertemu dengan Henry, pemilik Henry Corp. Henry dan istrinya yang tidak memiliki keturunan akhirnya mengangkat Nyonya Alisha sebagai anak mereka."

Mendengar kata menderita, jantung Fardan terasa diremas. Rasa sakit yang tajam menghujam dadanya, membuatnya refleks memegang area jantungnya yang terasa nyeri. Bagaimana mungkin wanita yang ia cintai harus berjuang sendirian di negeri orang dalam keadaan hamil? Namun, rasa iba itu segera tertutup oleh kabut dendam.

"Menderita?" Fardan tertawa sinis, meski matanya menyiratkan luka. "Itu adalah karma yang harus ia tanggung karena telah berkhianat pada keluargaku. Dia memilih pergi, dia memilih melepaskan kemewahan di sini."

Fardan terdiam sejenak. Jika Alisha tidak memiliki pria lain di London, lalu siapa Ghifari? Usia bocah itu sekitar lima tahun, sangat pas dengan waktu kepergian Alisha.

"Dewa, jika dia tidak punya lelaki lain, artinya bocah sombong itu adalah anakku," gumam Fardan. Matanya berkilat penuh tekad baru. "Aku tidak butuh asumsi. Selidiki bocah itu. Ambil sampel rambutnya atau apa pun yang bisa digunakan untuk tes DNA. Lakukan dengan rapi, jangan sampai Alisha atau pengawal campuran itu menyadarinya."

"Baik, Tuan. Saya akan mengaturnya segera," jawab Dewa sebelum melangkah pergi.

Di saat yang sama, suasana di kantor cabang Henry Corp tidak kalah tegang. Alisha duduk di kursi kebesarannya, menatap kosong ke arah jendela besar yang menampilkan kemacetan Jakarta. Pikirannya kacau. Kehadiran Fardan yang tiba-tiba merusak semua pertahanan mental yang ia bangun selama enam tahun.

"Lucas, aku tidak tenang. Fardan menatap Ghifari dengan cara yang berbahaya," ujar Alisha pada asisten setianya yang sedang berdiri di dekat pintu.

Lucas mengerutkan kening. "Dia mencurigai sesuatu, Al. Wajah Ghifari adalah bukti hidup yang tidak bisa disembunyikan."

"Aku ingin kau membawa Ghifari kembali ke London besok pagi. Katakan pada Ayah Henry bahwa aku butuh Ghifari berada di lingkungan yang aman. Aku akan menyelesaikan proyek ini sendirian," ucap Alisha dengan nada mendesak.

Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka sedikit. Ghifari masuk dengan langkah tenang, tablet masih berada di pelukannya. Ia berdiri tepat di depan meja Alisha, menatap ibunya dengan mata jernih namun dalam.

"Bunda ingin mengirimku pulang karena takut pada pria itu?" tanya Ghifari tanpa basa-basi.

Alisha tersentak. "Bukan takut, Sayang. Bunda hanya ingin kau sekolah dengan tenang di sana."

Ghifari menggeleng pelan. Ia meletakkan tabletnya di atas meja, menampilkan layar yang berisi profil lengkap Fardan Raffasyah beserta silsilah keluarga besarnya. "Dia pria yang ada di foto lama yang Bunda simpan di laci bawah, kan? Dia pria yang tadi. Dia Ayahku, kan Bunda?"

Pertanyaan itu meluncur seperti anak panah yang tepat sasaran. Alisha membeku. Ia tidak pernah menyangka Ghifari akan bertanya sejelas itu di usia lima tahun. Ia menatap Lucas, meminta bantuan melalui tatapan mata, namun Lucas hanya bisa terdiam.

"Ghifari, dengarkan Bunda," ujar Alisha dengan suara bergetar, mencoba meraih tangan kecil putranya.

"Bunda tidak perlu berbohong. Aku sudah membandingkan biometrik wajahku dengan fotonya di database publik Raffasyah Group. Tingkat kemiripan kami 98 persen," potong Ghifari datar. "Tapi Bunda jangan khawatir. Aku tidak butuh Ayah yang membuat Bundaku menangis di hari pertama kita kembali."

Alisha merasa dadanya sesak. Ia menarik Ghifari ke dalam pelukannya, mendekap erat tubuh kecil yang ternyata jauh lebih dewasa daripada usianya. "Bunda hanya ingin melindungimu, Nak. Keluarga mereka... mereka sangat jahat."

"Aku tahu. Aku sudah meretas server pribadi nenek tua yang tinggal bersamanya," sahut Ghifari di balik pelukan Alisha. "Aku melihat beberapa file video yang dihapus dari tahun 2020. Mereka sedang membicarakan skenario hotel. Aku sedang mencoba memulihkan audio aslinya yang sengaja dihilangkan."

Alisha melepaskan pelukannya, menatap Ghifari dengan tidak percaya. "Kau melakukan apa?"

"Aku sedang mencari kebenaran, Bunda. Jika pria itu adalah Ayahku, aku ingin tahu kenapa dia membiarkan Bunda pergi sendirian," ujar Ghifari. Matanya kini berkilat penuh tekad. "Dan jika dia memang bersalah, aku sendiri yang akan memastikan perusahaannya bangkrut minggu depan."

Lucas hanya bisa melongo mendengar ucapan bocah lima tahun itu. "Al, anakmu bukan lagi seorang genius. Dia adalah monster kecil yang sangat protektif."

Alisha tidak tahu harus merasa bangga atau takut. Di satu sisi, kebenaran mulai terungkap melalui tangan anaknya sendiri. Di sisi lain, ia tahu Fardan tidak akan tinggal diam. Pria itu sudah mulai mengendus keberadaan Ghifari, dan tes DNA yang direncanakan Fardan akan menjadi awal dari badai yang lebih besar.

"Kita tidak boleh kalah cepat dari mereka, Lucas. Jaga Ghifari lebih ketat lagi. Jangan biarkan siapa pun mendekatinya, terutama orang-orang Fardan," perintah Alisha tegas.

Sementara di markas Raffasyah Group, Dewa mulai menjalankan misinya. Ia mendapatkan informasi bahwa Ghifari akan mengunjungi taman bermain di area mall besok pagi bersama Sarah. Itu adalah kesempatan emas untuk mendapatkan sampel DNA yang diminta Fardan.

Pertarungan antara kecanggihan teknologi seorang bocah genius dan ambisi seorang ayah yang penuh luka telah dimulai. Siapa yang akan mengungkap kebenaran lebih dulu?

1
Amy
coba ganti panggilannya kaka othor, masa suami istri tdak ada romantis2nya
Lali Omah: iy betul ganti donk thorrr sedikit romantis gt biar seneng bacanya
total 1 replies
Lia siti marlia
wel wel wel di tunggu pa alex🤣
Linda Muslimah: Seru lanjut kak 🤭
total 1 replies
Tata Hayuningtyas
jgn kelamaan up nya thor 🤭
Tata Hayuningtyas
cerita nya bagus dan ga bertele2
Amy
Cobalah terbuka alisha, karna seapik apapun kau menyembunyikan masalah, ada anakmu yg super, bisa membaca setiap masalah🤭
Lia siti marlia
untung ada gifari apapun yang di sembunyikan ibunya pasti akan ketahuan olehnya 😄👍
Lia siti marlia
sayng banget yah ayah hrnry sama alisha dan gifari saking sayang nya semua sudah di persiapkan secara matang👍
Lia siti marlia
lucu kamu fardan .....aduh gifari sampai kamar mamjmu di sadapnya nanti kalau mamahmu sama ayahmu lagi bikin adek buat kamu kamu jangan ngintpnya 🤭
Lia siti marlia
semangat fatdan💪
Uba Muhammad Al-varo
karma dibayar lunas dan langsung di terima Maya dan ibunya
Uba Muhammad Al-varo
Fardan........ inilah perjuangan sesungguhnya baru dimulai

perjuangan
Uba Muhammad Al-varo
Fardan ditinggal pergi oleh Alisa dan Ghifari 😭😭😭
Uba Muhammad Al-varo
good 👍👍👌 Fardan kamu tegas jangan kamu mau dikibulin melulu oleh ibu dan kakak mu
Uba Muhammad Al-varo
baru deh melek matanya Fardan setelah selama ini merem karena diselimuti kelicikan ibu dan Sherly
Uba Muhammad Al-varo
good job Ghifari........👍👍👌
Uba Muhammad Al-varo
kemenangan sementara ditangan Ghifari tapi perang ini belum usai /Hey//Hey/
Uba Muhammad Al-varo
pertarungan akan dimulai antara bocah dan CEO dingin 🤔🤔🤔
ceuceu
Anak Maya berapa kok ga ada?
tapi di sebutkan anak anak maya
Uba Muhammad Al-varo
Ghifari.........👍👍👌
Uba Muhammad Al-varo
fardan kata CEO tapi kena ogeb 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!