NovelToon NovelToon
M.U.A Modern Di Zaman Kuno

M.U.A Modern Di Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Sistem
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Aurielle Veyra (25 tahun), seorang Make Up Artist kelas dunia, dikenal mampu mengubah wajah biasa menjadi sebuah 'Mahakarya'.

Namun setelah tertidur usai bekerja tanpa henti, dia terbangun … bukan di Apartemen mewahnya.

Melainkan di raga seorang gadis yatim piatu miskin di desa terpencil dalam Kekaisaran Shang Agung, yang bernama Lin Yue. Yang meninggal karena menyerah menjalani kehidupan di dunia itu.

Di dunia tanpa kosmetik modern, Aurielle terikat dengan sebuah ruang dimensi misterius berisi resep kecantikan kuno yang telah lama hilang dari sejarah.

Dari bunga liar, mutiara, hingga ramuan rahasia, dia menciptakan kosmetik yang mampu membuat siapa pun terlihat memukau.

Namun, di balik kecantikan yang dia ciptakan …
tersembunyi rahasia racun halus, dan permainan kekuasaan yang mematikan.

Karena di dalam dunia Kekaisaran~

Sebuah wajah yang sempurna bisa menjadi sebuah 'senjata' yang mematikan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 04: Tiba Di dalam 'Penjara Mewah' Milik Kaisar!

***

Kereta kuda yang membawa keenam gadis itu akhirnya melambat, pertanda bahwa mereka sudah mendekati Istana Kekaisaran.

Suara roda kayu yang bergesekan dengan batu jalan halus, terdengar jelas dari dalam kereta kuda itu.

Grrrk ... Grrrk ...

Mei Fang menyingkap sedikit tirai jendela kereta kuda itu.

Srak!

Dan napasnya langsung tercekat.

"Lin Yue ... Lin Yue ..." panggilnya sambil menyenggol lengan gadis itu.

Lin Yue yang masih memejamkan matanya, langsung membuka matanya sedikit.

"Ada apa sih, Fang-Fang? Berisik sekali!" sahut Lin Yue dengan sedkit kesal karena tidurnya terganggu.

"Kita sudah sampai ..." jawabnya sambil menunjuk keluar dengan jari gemetar.

Lin Yue ikut menyingkap tirai jendela di dekatnya.

Srak!

Dan untuk pertama kali di dalam hidupnya, dia melihat langsung bentuk sebuah Istana Kekaisaran yang megah di dalam dunia kuno dengan mata kepalanya sendiri.

Tembok raksasa itu setinggi puluhan meter, dan berdiri kokoh layaknya sebuah gunung batu.

Di atasnya berkibar banyak bendera hitam dengan lambang Naga yang dilukis oleh tinta emas.

Dan gerbang raksasa yang terbuat dari besi itu perlahan terbuka, menyambut kedatangan rombongan kereta kuda mereka.

GROOOOM!

Puluhan orang prajurit Istana berjajar rapi di kedua sisi jalannya, membuat baju zirah yang mereka pakai memantulkan cahaya matahari pagi.

"Aku merasa seperti masuk ke dalam dunia lain ..." bisik salah satu gadis dengan wajah pucat.

"Benar! Tempat ini terlihat sedikit ... menakutkan ..." sahut Mei Fang sambil memeluk lengan Lin Yue.

Lin Yue melepaskan tangan Me Fang dari lengannya, lalu dia menyanggah dagunya di atas kedua tangannya.

"Apanya yang menakutkan? Menurutku, semua ini terlihat semakin menarik ..." ujar Lin Yue sambil tersenyum tipis.

Kereta kuda itu akhirnya berhenti, dan pintunya dibuka kasar oleh salah satu prajurit Istana di sana.

BRAK!

"Kalian semua ... TURUN!" perintahnya dengan nada tegas.

"Tsk! Jangan galak-galak, Bro! Kita semua adalah calon Selir Kaisar! Tolong sopan sedikit, oke?!" keluh Lin Yue dengan nada kesal.

Prajurit itu menatap Lin Yue dengan wajah datar, dan Lin Yue kembali menatapnya dengan nyalang.

"Apa lihat-lihat?! Aku colok langsung buta itu mata! Dan kamu akan jadi manusia sampah karena tidak bisa melihat, huh?!" ujar Lin Yue, yang mulai 'barbar' mode ON.

"Sudah, hentikan! Ayo, turun semuanya!" perintah Kasim Istana dengan lantang.

Keenam gadis itu akhirnya turun dari atas kereta kuda dengan kepala terangkat.

Begitu kaki mereka menyentuh jalanan di dalam Istana itu, mereka langsung terpikat dengan keindahan yang disuguhkan oleh Istana itu.

Sebuah tangga yang terbuat dari batu marmer putih, terbentang sampai menuju ke arah Istana Utama.

Di setiap sudut jalan itu, berdiri beberapa prajurit penjaga yang membawa sebuah tombak panjang.

Mei Fang si penakut langsung menundukkan kepalanya dengan tubuh gemetar.

"Aku tidak berani mengangkat kepalaku kembali, Yue-Yue ... Ini terlalu menakutkan ..." bisik Mei Fang dengan suara bergetar.

Berbeda dengan para gadis lain yang ketakutan, Lin Yue malah asik mengamati pemandangan disekelilingnya.

Arsitektur yang simetris ... Penjagaan yang sangat ketat ... Dan keindahan yang belum pernah dia lihat dalam kehidupan sebelumnya.

Tempat ini benar-benar sebuah pusat kekuasaan yang sebenarnya!

Dia benar-benar sangat menikmati pemandangan itu, sampai suara Kasim Istana yang lantang membuyarkan semuanya.

"Berhenti di sini!"

Kasim Istana menatap keenam gadis itu dengan wajah serius.

"Mulai dari sekarang, setiap langkah kalian akan diawasi. Jadi, jangan pernah berpikir untuk berbuat macam-macam di dalam sini, paham?!" ujarnya denga mata menatap tajam ke arah mereka.

"Kami paham, Tuan!"

"Bagus!"

"Apakah kita akan menghadap Yang Mulia Kaisar sekarang, Tuan?" tanya salah satu gadis itu.

Kasim itu melihat ke arahnya, lalu dia tertawa.

"Hahahahahaha! Kalian ternyata terlalu naif ..." jawabnya sambil mengibaskan kipasnya.

"Bukan hanya kalian saja yang berharap untuk bertemu dengan Yang Mulia Kaisar, Selir Istana yang terpilih saja, sudah bertahun-tahun belum pernah melihat wajah Kaisar kami!" lanjut Kasim itu menjelaskan.

Wajah para gadis itu langsung memucat, kecuali Lin Yue.

Dia tidak perduli 'Kaisar Murahan' itu akan melihatnya atau tidak, yang pasti ... dia akan mulai bersiap untuk pertarungan Hareem yang sesungguhnya.

Dimana dia akan mulai mempercantik dirinya dan meracik berbagai macam 'skincare' yang ajaib, lalu menemukan seorang pelayan yang setia untuknya, agar dia dapat melakukan penjualan di luar Istana.

Dia membutuhkan poin untuk membeli barang-barang ajaib yang ada di mall sistemnya, agar dapat bertahan hidup di dunia asing ini.

Suara Kasim Istana kembali memecah lamunan Lin Yue.

"Sebelum kalian dianggap 'layak' untuk bertemu dengan Yang Mulia Kaisar, kalian harus menjalani beberapa pelatihan dan pemeriksaan oleh Selir Kehormatan," ujar Kasim itu.

Tidak lama kemudian, muncul beberapa pelayan wanita berpakaian sutra warna biru dengan rambut yang disanggul rapi dari arah Paviliun.

Salah satu dari mereka melangkah maju, tatapannya dingin dan penuh dengan perhitungan.

Dia membungkukkan badannya sedikit ke arah Kasim Istana, sebelum akhirnya dia berkata:

"Kami diperintahkan oleh yang Mulia Selir Kehormatan untuk menerima para gadis ini ..." ujarnya dengan sopan.

Kasim itu menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

"Baik. Sekarang mereka menjadi tanggung-jawab kalian ..." jawab Kasim Istana.

Pelayan itu menoleh ke arah keenam gadis itu dengan tatapan dingin, lalu menilai mereka dari ujung kepala sampai ujung kaki.

"Kalian akan ditempatkan sementara di Paviliun Pelatihan khusus Selir," ujar pelayan itu dengan wajah datar.

"P-Paviliun pelatihan selir ...??" gumam Mei Fang gugup.

Pelayan yang mungkin saja adalah 'Kepala Pelayan' itu ternyata mendengar gumaman Mei Fang.

"Benar!" jawab Kepala Pelayan itu singkat.

"Kalian semua akan belajar Etika Istana, cara berbicara dan berjalan ... serta cara melayani Yang Mulia Kaisar," lanjut kepala pelayan itu dengan nada tegas.

Beberapa orang gadis itu langsung merona mendengarnya, kecuali Lin Yue ...

Dia hanya tersenyum kecil saat mendengarnya.

"Oh, jadi ini seperti sekolah khusus untuk menjadi Selir Kaisar, ya ..." gumamnya pelan.

Kepala pelayan itu sepertinya tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Lin Yue, dia langsung menunjuk ke arah sebuah jalan batu disana.

"Kalian semua ... Ikuti kami!" perintahnya.

"Baik,"

--

Keenam gadis itu berjalan dibelakang barisan para pelayan, mengikuti langkah mereka memasuki jalan lain yang terasa seperti sebuah labirin.

Paviliun demi Paviliun yang mereka lewati, berdiri kokoh dengan bermacam arsitektur yang megah.

Kolam Teratai, jembatan batu, dan taman bunga yang berada di setiap sudutnya, terlihat indah menghiasi keseluruhan Istana itu.

"Tempat ini terlihat seperti ... Surga," gumam Mei Fang penuh rasa kagum.

"Ya, surga yang penuh dengan Intrik dan racun ..." sahut Lin Yue.

Tubuh Mei Fang langsung merinding, saat dia mendengar ucapan Lin Yue.

Kepala pelayan itu tiba-tiba berhenti di depan sebuah Paviliun.

"Kalian semua akan tinggal sementara di sini ..." ujarnya dengan nada dingin.

Di hadapan mereka berdiri sebuah Paviliun besar dengan halaman yang sangat luas, dan di dalamnya juga terlihat beberapa orang gadis lainnya, yang mungkin berjumlah puluhan di dalam sana.

"Apakah mereka juga para calon Selir Istana?" tanya salah satu gadis.

Kepala pelayan itu menganggukkan kepalanya.

"Ya. Setiap beberapa bulan sekali, Istana akan menerima para gadis baru untuk menjadi Selir Istana," jawab Kepala Pelayan itu.

Mei Fang melihat ke arah sekeliling Paviliun Pelatihan itu dengan raut wajah miris.

"Jumlahnya sangat banyak sekali ..."

"Namun hanya sedikit yang bisa bertahan di dalam pelatihan ini ..." sahut Kepala Pelayan itu dengan wajah datar.

Lin Yue hanya tersenyum tipis, saat mendengar jawaban Kepala Pelayan itu.

"Ya, seleksi alam ... Yang kuat, yang bertahan ..." gumam Lin Yue pelan.

Kepala pelayan itu menatap ke arah Lin Yue dengan tajam.

"Kamu sepertinya terlihat percaya diri sekali, ya?!" sindirnya dengan wajah tidak suka.

Lin Yue hanya mengendikkan bahunya dengan acuh.

"Aku hanya mengatakan sesuatu yang realistis saja, apakah itu salah?" balas Lin Yue dengan nada santai.

Namun di dalam hatinya dia sudah mencatat, jika dia berhasil nanti ... pelayan ini akan dia singkirkan dari dunia ini.

Kepala pelayan itu tidak menjawabnya, namun di hanya berkata dengan singkat.

"Masuk!"

--

Di sisi lain, Kasim Istana yang baru datang membawa keenam gadis itu berjalan cepat ke arah Aula Naga Hitam untuk melaporkan semuanya.

Dia dihadang oleh dua orang penjaga elit Kaisar di depan pintu Aula.

"Kasim terlihat sangat terburu-buru sekali, urusan apa yang Anda bawa untuk Yang Mulia?" tanya penjaga itu.

"Saya ingin melaporkan perjalanan saya kemarin kepada Yang Mulia Kaisar Agung ..." jawab Kasim itu.

"Baiklah, silahkan masuk!"

Saat pintu Aula terbuka, Kasim itu segera melangkah masuk ke dalam sebuah ruangan besar yang sangat sunyi.

Di ujung ruangan itu, terlihat seorang pria tampan berwajah dingin yang duduk di atas singgasananya dengan tenang.

Matanya bahkan tidak terbuka, saat mendengar suara langkah kaki yang masuk ke dalam ruangan itu.

"Salam kepada Matahari Kekaisaran, semoga Yang Mulia hidup seribu tahun lagi!" ujar Kasim itu sambil bersujud.

"Bangkitlah! Salammu Zhen terima. Bagaimana dengan perjalanan Anda, Kasim?" ujar pria itu dengan suara rendah yang sangat tenang.

"Perjalanan lancar, Yang Mulia. Hamba membawa enam orang gadis unggulan dari desa Gaolin," jawab Kasim itu dengan lugas.

Kaisar Shang Longhui mengangkat sedikit alisnya.

"Hanya enam orang ...???" tanya Kaisar.

"Ampuni Hamba, Yang Mulia ... Desa Gaolin itu kecil, sehingga tidak banyak gadis yang lahir di desa itu ..." jawab Kasim itu.

Kaisar Longhui menyesap teh yang disuguhkan oleh Kasim kepercayaannya, yang bernama Kasim Zhang itu dengan tenang.

"Jika mereka tidak layak, buang saja semuanya ..." ujar Kaisar tanpa beban.

"Ada salah satu gadis yang menarik perhatian Hamba, Yang Mulia ..."

"Bagaimana maksudnya, Kasim? Bicara yang jelas!" perintah Kaisar Longhui sambil menatap tajam ke arah Kasim itu.

"Ampuni Hamba, Yang Mulia ... Gadis itu bernama Lin Yue, dia terlihat berbeda dari para gadis lainnya," jawab Kasim itu dengan kepala tertunduk.

"Apa yang membuat gadis itu berbeda di mata Anda, Kasim?" tanya Kaisar Longhui dengan tatapan mata yang tajam.

"Walaupun dia berasal dari sebuah desa yang terbilang miskin, wajahnya sangat halus dan sangat berani ..." jawab Kasim itu.

Kaisar Longhui menunjukkan riak ketertarikan pada wajah dinginnya, saat mendengar laporan Kasim itu.

"Hamba merasa ... jika gadis ini adalah bibit unggul yang akan menjadi hebat di masa depan. Andaikan dia terpilih untuk masuk ke dalam Hareem Istana, maka keseimbangan di dalam sana akan berubah ..." lanjut Kasim itu.

Ruangan besar itu terasa sangat hening sejenak, saat Kaisar Longhui terdiam sambil memutar-mutar cangkir tehnya perlahan.

"Apakah dia cantik, Kasim?" tanya Kaisar Longhui.

Kasim itu langsung menjawabnya tanpa ragu.

"Jika dirawat dan dipoles dengan benar, maka kecantikannya akan mengguncang seluruh DInasti ini, Yang Mulia ..."

"Hahahahaha ..."

""Hareem Zhen ini sudah cukup berisik, Kasim. Namun Zhen cukup penasaran dengan gadis yang Anda ceritakan ini," ujar Kaisar Longhui, setelah dia menghentikan tawanya.

"Apakah Yang Mulia ingin melihatnya?" tanya Kasim itu.

Kaisar Longhui terlihat berpikir sejenak, lalu dia memutuskan dengan nada santai.

"Biarkan dia berada di dalam Paviliun Pelatihan itu dulu, jika dia benar-benar berbeda ... dia pasti akan bertahan dengan baik di sana. Jika takdir berpihak kepadanya, maka dia akan bertemu Zhen dengan sendirinya ..." ujar Kaisar Longhui dengan mata berkilat dingin.

Kasim itu menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Hamba akan mematuhi semua perintah Yang Mulia Kaisar ..."

“Perintah Yang Mulia akan hamba patuhi.”

--

Sementara itu di dalam Paviliun Naga Perak, rencana kejam sedang berputar di benak Selir Kehormatan Lan.

Dia telah menerima laporan rahasia dari pengawal bayangannya, jika Kaisar akan membiarkan Lin Yue masuk ke dalam Hareem-nya.

Kecantikan gadis itu jauh diatas dirinya, sehingga membuat dia merasa terancam.

Pelayan kepercyaannya yang bernama Akiew pun masuk, dan langsung berlutut di depan Selir Lan yang sedang menyesap tehnya.

"Gadis bernama Lin Yue itu sudah masuk ke dalam Paviliun Pelatihan, Yang Mulia Selir ..." lapor Akiew dengan kepala tertunduk.

"Apakah kita akan mulai rencananya sekarang, Yang Mulia?" tanya Akiew.

Lan Xingsheng meletakkan cangkir tehnya dengan anggun, namun matanya berkilat licik.

"Ya."

"Buat sebuah 'kecelakaan' kecil di area Paviliun Pelatihan, dan gadis itu adalah target utamanya!"

"Jika dia mati sebelum bertemu dengan Yang Mulia Kaisar ..."

"Maka itu akan menghemat kerja otakku! Hahahaha!"

"Hamba akan segera melaksanakan perintah Anda, Yang Mulia ..."

⚛⚛⚛

1
Herma Irwan
lanjut Thor
Herma Irwan
Maha karya yg luar biasa , saya paling suka cerita seperti ini yg kuno ada yg modern ada apalagi ada sistem 👍 kereeen Thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih dukungannya, Kak Herma ... 🙏🏻😊🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
月亮星星 ( yueliang xingxing )🌟🌙
dan author nya ngetik smbil nyemil wafer tango
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤯🤯🤯🤯🤯 🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
terimakasih thor ini baru bagus pasangan mcnya setia dingin kepada lain tapi tidak kepada mcnya tidak seperti Kaisar itu yang mempunyai banyak selir cih lebih baik Kaisar muda yang setia
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke2, Kak ... tapi gak cepat2, yak ... biar lin Yue mengembara dulu setelah perang ... 🤣🤣🤣🤣.

Btw, Kk juga penulis ya? aku cek profile, tapi kok gak ada novelnya?
total 4 replies
Fajar Fathur rizky
semangat thor di tunggu Kaisar tua mati oleh Kaisar muda thor hahahaha
Fajar Fathur rizky: bikin alur cerita pas linyue ke luar dari istana itu tidak sengaja ketemu Kaisar muda itu yang sedang menyamar
total 7 replies
月亮星星 ( yueliang xingxing )🌟🌙
seneng nih klo sistem nya kyk gini..
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih banyak, Kak ... 😊🙏🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
aku
namanya estetik bgt tor 😁 xialan 🤣🤣🤣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Udah pusing cari nama yang gak pasaran, Kak ... Eh, malah nemunya nama itu ...🤣🤣🤣🤣🤣. Terima kasih dukungannya, Kak ... 🙏🏻😊🤗💖💖💖
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
jangan bikin hamil anak Kaisar itu thor kapan bikin Kaisar itu tewas thor sama Kaisar muda thor yang belum punya selir dan setia agar sama linyue
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Sabar, Kak Fajar ... Karena permintaan Kk, alur yang sudah aku buat jadi dirombak semuanya nih ... Otak aku mau meledak mikirnya biar nyambung ...😅😅😅. Kasihanilah aku, Kak ... Author juga manusia soalnya, harus berpikir dengan otak mungilku ini ... 🙏🏻😁😊.
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Bunda ... 🙏🏻🤗💖💖💖
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
setiap niat yang mulia pasti di ijabah sama Allah kak..
jadi semangat dalam menjalani niat yang mulia itu, terutama untuk kucing² manis itu..
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞: sama² kak 🤗
total 4 replies
Fajar Fathur rizky
thor bikin linyue makan pil lagi yg buat dia kembali perawan thor
Fajar Fathur rizky
thor bikin Kaisar itu tewas thor dalam peperangan oleh Kaisar muda Kekaisaran lain bikin Kekaisaran Kaisar itu di taklukkan oleh Kekaisaran lain thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Tunggu Sistemnya naik level dulu, ya kak ... 😅😅😅🙏🏻🙏🏻🙏🏻.
total 9 replies
Fajar Fathur rizky
thor bikin Kaisar itu tewas thor bikin pasangan mcnya hanya punya dia aja tidak punya selir thor
🌷🌸 Clarissa 🌸🌷: akhhh seruu nyaa, lanjutkann thorrr oh ya semoga tercapai yaa bikin rumah kucingnya, semangat!!!/Determined/
total 5 replies
Atalia
jadi menegangkan yaa author

pokoknya semangat ya 🥰

ditunggu yaa kelanjutannya author🤭
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Atalia ...🙏🏻🤗💖💖💖
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Bunda ... 😊🙏🏻🤗💖💖💖
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
setuju, musuh yang paling nyata adalah sesama manusia itu sendiri
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Benar sekali, Kak Elle ...🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 7 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
wahh, hewan beast bisa narsis juga ternyata /Facepalm/
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ... pamer ... pamer ... 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ashiaaap, Bunda ... 😊🙏🏻🤗💖💖💖
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
secepatnya, ayo tingkat kan lagi kekuatan mu Yue sampai maksimal
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Elle ... 🙏🏻🤗💖💖💖
total 5 replies
Atalia
makin penasaran aja

pokoknya semangat ee author

ditunggu yaa kelanjutannya author🥰
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Thank You, Kak Atalia ... 🙏🏻🤗😊🫰🏻🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!