Dara Kaylie Virginia, gadis muda, Cantik Dan berprestasi dibidang akademik berusia 18 tahun, mahasiswi arsitektur semester awal yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi bergengsi di Jakarta. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga Adiguna Wiratama seorang pengusaha, senator dan politisi ternama. Sejak umur 5 tahun ia ditinggal meninggal oleh ibunya karena menderita sakit kanker.
Keenan Aldrich William, 25 tahun, seorang CEO muda, tampan , lelaki blasteran Indo- Inggris-Turkey Dan ambisius terkenal bertangan dingin dalam dunia Bisnis. Ia merupakan pewaris Dari keluarga konglomerat terkaya di Asia William Abraham.
Awal pertemuannya dengan Dara tanpa disengaja karena ia telah menyelamatkan nyawa gadis muda korban kecelakaan maut . Sejak kejadian malam itu entah mengapa ia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia selalu teringat pada wajah gadis cantik itu dan perasaan ingin selalu melindunginya.
Kisah cinta yang romantis antara Dara Keenan ditengah konspirasi dan balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tracy Marie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Sedan mewah yang ditumpangi oleh Keenan dan Bram melaju membelah jalanan ibukota Jakarta yang sudah basah karena guyuran hujan yang cukup lebat.
"Bos malam ini mau menginap di penthouse atau pulang kerumah tuan Aldrich " ujar Bram.
"Sepertinya malam ini saya istirahat di penthouse". " Bram besok kamu langsung ke kantor saja soalnya saya besok saya mau sarapan pagi dirumah papa" ujar Keenan.
Jalanan sudah mulai sepi ditambah hujan yang agak lebat, mobil sedan mewah itu meluncur membelah jalanan kota Jakarta menuju ke penthouse Keenan.
\=\=\=\=\=\=
Jam sudah menunjukan pukul 23.30 wib, hujan masih mengguyuri seluruh kota Jakarta.
Sementara di kediaman rumah mewah tampak tuan Adiguna menelpon anak semata wayangnya ponselnya aktif tetapi tetap tidak ada jawaban. Sore tadi Dara menelpon ayahnya untuk meminta izin bahwa ia dan sahabatnya Kyra dan Tody akan shopping di mall.
Ia mulai khawatir karena Dara tidak pernah pulang selarut malam ini. Ditambah ia menyetir mobil sendiri dalam kondisi cuaca hujan lebat.
Tuan Adiguna sudah menyediakan sopir dan asisten pribadi untuk putri kesayangannya itu.
Untuk beraktifitas sehari-hari Dara diantar jemput oleh sopir pribadi. Sejak istrinya meninggal dunia ia sangat protektif terhadap anak gadisnya itu.
Entah dapat bisikan dari mana pada hari ini Dara berangkat kuliah sendirian ditambah ia mengendarai mobil sport baru ayahnya. Tuan Adiguna sudah menegur sopir dan asisten pribadi Dara mengapa anak semata wayangnya dibiarkan pergi sendirian.
Hari ini mereka benar-benar kecolongan dengan ulah Dara. Seisi rumah semua khawatir akibat ulah nekat gadis muda itu.
Saking khawatirnya Tuan Adiguna sampai meminta asistennya untuk melacak GPS mobil sport mewah itu. Tetapi anehnya sinyalnya tidak terlacak.
Sementara di pintu keluar bioskop tampak Dara dan kedua sahabatnya tertawa riang. Mereka masih membahas film komedi yang mereka tonton tadi.
"Oke Dara...Tody, gue pulang duluan ya..mobil jemputan ku udah kelamaan nunggu di parkiran dari tadi" ujar Kyra berpamitan kepada kedua sahabatnya itu.
" Iya gakpapa kok..hati-hati dijalan ya..sampai ketemu dikampus besok" ujar Dara dan Tody.
"Eh Tod..lu yakin gak mau nebeng gue?" ujar Dara kepada Tody.
"Gak usah Dar.. Makasih...ini udah malem..sepupu gue udah deket sini kok..buruan gih pulang udah malem banget ntar orang rumah pada khawatir" ujar Tody.
Mendengar ocehan Tody Dara langsung ingat ia buru-buru mengecek ponselnya. Ternyata benar ada belasan kali panggilan tak terjawab dari orang rumahnya.
" Bener kate lu Tod...gawat bokap gue udah nelpon gue tapi gak keangkat pasti mereka khawatir" ujar Dara setengah panik.
Dara langsung menelpon ayahnya, dalam hitungan detik panggilannya sudah tersambung.
"Ha-halo papa...ini Dara" ujar Dara sambil nada cemas.
" Halo Dara kamu dimana??Cepat pulang ini sudah larut malam, papa khawatir banget telpon kamu kok gak diangkat-angkat" ." mana pake mobil papa gak bilang-bilang kamu Dara" oceh ayahnya.
"Iya pa maaf tadi Dara udah telat kekampusnya jadi asal ambil kunci mobil aja", Ini Dara sama Kyra dan Tody abis nonton bioskop pa..ponselnya didalam tas jadi gak tau deh klo papa nelpon" ujar Dara menjelaskan kepada ayahnya.
"Iya udah buruan langsung pulang..papa tunggu dirumah, gak baik anak gadis pulang malam-malam , mana hujan lagi" ujar ayahnya.
"Iya..iya Siap pa!" jawab Dara dari ponselnya.
"Tod..gue pulang duluan ya..bokap udah ngomel-ngomel pan berabe kalo tuan besar murka bisa-bisa uang jajan gue distop" ujar Dara sambil bercanda dengan Tody.
"Iya udah buruan pulang gih..ntar orang rumah pada khawatir loh..hati-hati dijalan jangan ngebut-ngebut nyetirnya" ujar sahabat kentalnya itu.
"Jangan lupa kasih kabar klo udah nyampe rumah" ujar Tody.
Iya..iya..gue pamit duluan ya" ujar Dara sambil cipika-cipiki dengan Tody.
Dara melambaikan tangan kepada sahabatnya sambil bergegas menuju kearah parkiran mobilnya.
Bersambung...
coba mampir di cerita aku ya kak.
aku ga butuh like cuma butuh saran🙏🙏🙏🙏🙏