NovelToon NovelToon
JIWA YANG TERTUKAR

JIWA YANG TERTUKAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:17.7k
Nilai: 5
Nama Author: enny76

Rania saraswati seorang mahasiswi jenius, membuat riset tentang mati suri. Gadis periang dan tomboi ini mengalami kejadian yang aneh. Tiba-tiba jiwanya tertukar dengan seorang gadis kaya raya yang tertindas

Rania menolong gadis yang telah di siksa dan di perlakukan tidak manusiawi oleh ibu, paman dan saudara tirinya. Rania yang telah bertukar jiwa dengan gadis bernama Clara berusaha melawan orang-orang yang telah menindasnya.

Masalah tidak sampai disitu, Clara telah di jodohkan oleh pria kaya raya bernama Radit manggala putra, pria dingin dan angkuh. Pria ini sulit jatuh cinta dengan lawan jenisnya bahkan menolak mentah-mentah bila di jodohkan oleh sang kakek. Namun, siapa sangka ia tertarik dengan wanita bar-bar bernama Clara, yang telah bertukar jiwa dengan Rania.

Lalu bagaimana kah kehidupan Clara dan Rania setelah tertukar jiwa?'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Clara

"Clara...!"

"Clara cepatlah turun, jangan lama-lama di dalam kamar!" teriak Ratih sang ibu tiri.

"Iya mah sebentar lagi!" sahut Clara. Gadis ini memoles wajahnya dengan tangan gemetar, sebab hari ini adalah kencan buta oleh pilihan sang kakek. Namun, yang membuat Clara takut dan trauma. Sikap kakak tiri dan Ronald sang paman yang akan merusak kencan nya.

"Semoga kali ini tidak akan gagal, dan aku bisa keluar dari rumah ini." ucapnya lirih.

"Om Ronald dan Tante Monica memiliki Vidio diriku yang sudah mereka rekam. perbuatan mereka sungguh menjijikkan!" tukas Clara sambil mengepal kuat jemarinya. "Andaikan malam itu aku tidak menerima minuman dari Tante Ratih, pasti semua itu tidak akan terjadi. Mereka merampas hak ku dengan melepaskan seluruh pakaian ku dan merekamnya."

Airmata Clara mulai berjatuhan. ia membiarkan butiran kristal membasahi pipinya yang merona.

"Bagaimana bisa aku mengadu pada kakek? tentang perbuatan Tante Ratih dan om Ronald. Mereka selalu mengancam akan menyebarkan rekaman video itu dan mengirimkan pada kakek. Pasti Kakek akan murka dan membenci ku, sudah pasti aku akan di buang dari kelurga Darwin Wills. Aku tidak ingin seluruh keluarga besar Ayah ku membenci ku dan menganggap aku wanita kotor." hiks...

"Kenapa nasib ku harus seperti ini!" seru Clara seraya memukul meja rias. "Tuhan... ambil saja nyawa ku! daripada aku terus menderita!" hiks..

"Tuhan tidak akan pernah mendengar doa mu!" sahut Monic yang tiba sudah berdiri di Amba pintu.

Clara menatap Monic dari cermin, wajah ejekan penuh kemenangan tercetak jelas di wajah wanita berusia 23 tahun tersebut. "Sampai kapan kamu terus jadi orang jahat Monic!"

"Apa kamu tidak takut karma!"

Monica berjalan mendekat dan menarik tangan Clara kasar. "Takut karma katamu?! Hahahaha.. "Hanyalah orang bodoh yang percaya akan karma!"

"Tidak usah banyak tingkah, ayo cepat pergi!" seru Monica sambil terus menyeret tubuh Clara.

"Lepaskan Monic! Aku bisa jalan sendiri!"

"Cepat! lelet sekali jalan mu!" bentak wanita tinggi langsing itu.

"Awas Monic, kita akan jatuh bersama-sama kalau kamu terus menarik ku!" Clara memberikan peringatan.

Baru saja Clara mengucapkan, kecelakaan itu benar-benar terjadi. Kaki Monica melewati tangga satunya hingga ia terkejut dan tubuh keduanya terguling kebawah tangga.

"Aaaaaaaaaa...." pekik Monic yang berakhir di lantai.

Clara juga merasa sakit pada punggung dan kepalanya yang terbentur lantai marmer.

"Ya Tuhan...!!! Monica...." seru Ratih, ia berlari dan memeluk sang anak dengan ketakutan.

"Mana yang sakit... kepala kamu terbentur kah? Katakan dimana yang sakit?" Ratih langsung periksa seluruh tubuh anaknya.

"Ada apa in!" seru Ronald yang terkejut mendengar teriakan keponakannya.

"Ronald, Monic baru saja terjatuh dari tangga!"

"Katakan siapa yang melakukannya? Tidak mungkin Kamu terjatuh kalau tidak ada yang mendorong!" tanya Ronald penuh selidik

Monica menatap tajam kearah Clara yang masih terduduk di lantai marmer. Lalu menunjuk wajah Clara. "Dia yang telah mendorong ku paman, aku bilang untuk cepat-cepat pergi, tapi Clara marah dan mendorong tubuh ku dari tangga!"

Mendapatkan tuduhan dari saudara tirinya, Clara terkejut. ia menggelengkan kepala. "Tidak! aku tidak mendorong mu Monic! justru kau yang menarik lenganku dan menyeret tubuhku. Aku bilang biar aku jalan sendiri, tapi Kau tidak mendengarkan aku. Akhirnya kita jatuh bersamaan."

"Dasar pembohong! jelas-jelas kau yang mendorong tubuhku ke bawah." tuduh Monic

"Kalau aku yang mendorong mu, tidak mungkin kita jatuh bersama-sama." sahut Clara membela diri.

"Itu karena aku berhasil menarik baju mu! Aku tidak mau jatuh sendirian!" hiks...

"Badan ku sakit semua mah, Clara sengaja mendorong tubuh ku agar aku cacat!" hiks...

Tiba-tiba Ronald mendekati Clara, wanita itu sudah waspada. Ia mendorong tubuhnya ke belakang, tiba-tiba. "PLAK-PLOK!"

Tamparan demi tamparan menghantam wajah Clara tanpa ampun. Wanita berusia 22 tahun itu menjerit kesakitan. Ia terus meminta ampun pada sang paman yang Kejam.

"Ampun Om..." hiks.. Hiks... "Sudah om, jangan pukul aku lagi...!"

Darah segar bercucuran dari hidung dan pelipis Clara, gadis itu mengusap hidungnya yang penuh darah.

Monica dan Ratih tidak terkejut, mereka sudah seringkali melihat pemandangan seperti itu. Ronald sudah pasti akan menjadi garda terdepan buat ibu dan anaknya. Sedikit saja Clara membuat kesalahan, sudah pasti bayarannya berlipat-lipat.

"Masih mau menyangkal, hah?! Bentak Ronald.

"Tidak om ampun." hiks

"Katakan, kalau kamu yang sudah mendorong keponakan ku Monic!"

Clara menggeleng cepat "Sumpah om, aku tidak melakukannya."

Ronald menjambak rambut Clara "Masih juga membantah!"

"Ampun om sakit..!" jerit Clara

"Apa kamu mau om pukul pakai gesper seperti kemaren!"

Tubuh Clara mengigil "Jangan Om, iya aku mengaku salah, aku yang mendorong Monic." hiks... Hiks..

Clara terpaksa harus mengakui perbuatan yang tidak pernah ia lakukan, daripada ia akan terus mendapatkan siksa yang pedih dari adik ibu tirinya. Ronald adalah sosok laki-laki kejam yang baru setahun keluar dari penjara, lalu penumpang hidup dengan kakaknya.

"Mengaku lebih baik bukan?! Ucapnya datar, namun terdengar berbahaya.

Clara seperti anak itik yang kehilangan induknya, ia membekap tubuhnya karena ketakutan. Darah masih mengucur dari hidungnya.

"Cepat bersihkan wajah mu itu! Dan ganti pakaian mu. Dalam waktu sepuluh menit kau tidak kembali kehadapan ku. Aku tidak akan segan memukuli lagi.'

Clara yang ketakutan buru-buru berdiri, meskipun seluruh tubuhnya sakit bekas terjatuh dan wajahnya babak belur akibat pukulan dari Ronald, ia memaksakan diri menaiki anak tangga dengan langkah cepat. Lalu masuk kedalam kamar dan membersihkan wajahnya di wastafel, lalu mengganti dress baru. Dadanya begitu sesak dan tangisannya tertahan saking syok nya.

Sementara Monic tersenyum penuh kemenangan, ia sangat bersyukur sang paman selalu membela dirinya dan akan memberikan pelajaran untuk Clara, wanita yang sudah menjadi saingannya.

Sepuluh menit kemudian Clara sudah rapih, gegas ia turun kelantai bawah dan berdiri dengan tatapan ketakutan.

"Cepatlah pergi, mobil sudah menunggu mu di carport!" tukas Ratih.

Gadis berparas cantik berkulit putih itu, melangkah kedepan halaman. Ronaldo sudah berdiri di depan pintu mobil. ia membukakan pintu untuk Clara masuk. Gadis itu hanya menurut tanpa bisa membantah.

Di setiap kecan butanya, Ronald akan selalu mendampingi Clara dan menggagalkan perjodohan itu. Namun, kali ini ia akan meminta tolong pada pria yang ingin ia temuin dan membawanya serta pergi.

JANGAN LUPA TERUS DUKUNG KARYA NOVEL TERBARU INI. BANTU LIKE, VOTE/GIFT, RATE BINTANG 5 DAN SERTAKAN KOMENTAR KALIAN.💜💜💜💜💜💜

1
Foeah
Lanjut bubda up nya
Terima kasih
Foeah
Masih menikmati alurnya 😘
Irma Juniarti
lanjut semangat lagi bunda 💪💪💪
Irma Juniarti
ok bunda👍
Irma Juniarti
di kira Clara sekarang penakut dengan ancamanmu.
Irma Juniarti
kasihan Anne,emang kurang ajar si Ratih ini,perlu di basmi.
Irma Juniarti
wajar binggung lah yg di dlm raganya Rania jiwanya Clara.
Dahlia Kartono
bunda cantik up nya bnykan doonkk🤭🙏💛
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Ratih pengen dihajar Clara lagi sepertinya 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mungkin fisik sama tapi kelakuan/sifat berbeda , Rania Clara 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Rania Clara kembar apa kaka adik ya 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
lanjut bunda 💪💪💪
LANY SUSANA
tiap hr up donk bun.... jgn bolong2🤣bolong2
lg seru soalnya 🤣🤣😍
Bunda Enny novelis: siap kak 🤗
total 1 replies
Irma Juniarti
lanjut lagi bunda 💪💪
Irma Juniarti
gimana mau ikut lah si Rania als Clara orangnya peminim dan lemah lembut,gak bisa tekwondo.
Irma Juniarti
memang bukan cuma raganya aja itu.
Irma Juniarti
ngeles aja,kalah bilang aja bosss🤪
Irma Juniarti
namanya mukzizat
Irma Juniarti
setuju,gak sabar melihat mereka terlempar dari rumah itu.semangat rania💪💪💪💪
Irma Juniarti
yg kalian ketawakan itu si Ronald tau,rasakan mampus aja kalian di buat Rania.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!