NovelToon NovelToon
System Penyihir Terhebat

System Penyihir Terhebat

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Sistem / Fantasi Isekai
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: MR. IRA

Aarav Elias Kayler terbangun di sebuah dunia yang tak dikenal, tanpa ingatan apapun tentang dirinya. Semua yang dia tahu adalah bahwa dunia ini dipenuhi dengan sihir, dan dia merasa seolah-olah ada sesuatu yang hilang dalam dirinya. Ketika mencoba menggunakan sihir, tak ada hasil yang muncul, membuatnya merasa terjebak dalam kebingungannya.
Namun, tak lama setelahnya, Aarav menemukan sebuah rumah tua yang misterius, yang mengarah pada sebuah kejadian tak terduga yang mengubah segalanya. Di dunia yang penuh dengan rahasia dan kekuatan yang belum ia pahami, Aarav harus menghadapi takdir yang tersembunyi di balik masa lalunya yang terlupakan.
Dengan tekad untuk menguasai dunia sihir dan meraih kekuatan yang selama ini hilang, Aarav harus menavigasi sebuah dunia yang penuh dengan bahaya, misteri, dan konflik. Apakah dia akan menemukan jalan menuju kekuasaannya, atau justru terjerumus dalam kekuatan yang tak dapat ia kendalikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MR. IRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Rumah Baru?

Mata Aarav masih melongo saat melihat bekas dari apa yang di lakukan tadi, matanya terus memandangi tangan kanannya yang kosong.

Dan sorak-sorai dari masyarakat terus terdengar dengan meriah, mereka melontarkan pujian untuk Aarav.

Wanita yang jadi korban tadi, dia mendekat ke Aarav. Berlutut di depannya, dan membuat semua orang hening.

Aarav melihat ke wanita yang baru tadi dia tolong, wanita itu berlutut tepat di hadapannya.

Wanita itu dengan suara yang berkaca-kaca, "Terima kasih... Terima kasih, taun!!"

Aarav menoleh ke sekeliling, dia bingung harus berbuat apa, "Bu, ayo berdiri. Berdiri, aku bukan siapa-siapa di sini!!" ucapnya sambil membantu wanita itu untuk berdiri.

Wanita itu berdiri, lalu dengan spontan langsung memeluk Aarav sebagai tanda terima kasih.

Wajah Aarav terlihat sedikit canggung, "Sudah, bu!!" ucapnya sambil dengan lembut melepaskan pelukan wanita itu.

Nuril yang berdiri di pinggir, pikirannya campur aduk. Tapi, dia juga terkesima dengan kemampuan Aarav tadi.

Nuril tersenyum, "Hebat banget yah, udah kuduga kalau dia penyihir tingkat S!!" serunya lirih sambil menggelengkan kepalanya.

Nuril lalu berjalan mendekat ke Aarav, "Aarav, ayo kita pergi. Lanjut ke rumah aku!!"

Aarav mengangguk, "Ayo!!" ucapnya.

Saat Aarav hendak pergi, wanita itu tiba-tiba langsung memberikan sekantong penuh buah apel untuk Aarav.

"Tuan, tolong terima. Sebagai tanda terima kasih ku!!" ucap wanita itu sambil menyodorkan sekantong penuh buah.

Aarav tersenyum manis, dia dengan senang hati langsung menerima hadiah yang diberikan wanita itu, "Terima kasih, bu!!"

Aarav dan Nuril pergi dari pasar, mereka mulai berjalan menuju ke rumah Nuril.

Aarav berjalan sambil menikmati apel yang diberikan wanita itu, tapi dia terus berpikir soal kekuatannya tadi. Soal kenapa dia bisa melakukan semua itu tanpa mengucap mantra sedikit pun.

Nuril menatap Aarav yang sedang makan apel itu dengan tatapan kagum, dan terkesima.

Aarav melirik ke Nuril yang berjalan di sampingnya, "Mau apel kah?!" tanya Aarav sambil memberikan apel bekas gigitannya.

Nuril langsung memalingkan pandangannya, "Nggak usah, udah bekas juga!!" serunya.

Aarav langsung menyodorkan sekantong penuh apel itu ke Nuril, "Masih banyak nih, beneran nggak mau?!" tanya Aarav.

Dengan wajah lucunya, tangan kanannya langsung meraih dan merebut kantong itu.

"Yeeeeeuuu!!" ucap Aarav yang heran.

Selama perjalanan ke rumah Nuril, mereka berdua terus berbincang-bincang soal sesuatu. Dan juga mereka berjalan sambil terus diperhatikan oleh masyarakat, terutama Aarav.

Setelah beberapa saat berjalan, mereka berdua akhirnya sampai di rumah Nuril. Rumahnya sederhana, tidak terlalu mewah dan tidak terlalu buruk.

Aarav dan Nuril langsung masuk ke dalam rumah, di dalam rumahnya. Mereka berdua langsung di sambut oleh ibu Nuril yang sangat baik.

"Ibu, aku pulang. Bawa teman juga!!" ucap Nuril saat baru masuk ke dalam rumah.

Aarav lalu duduk di kursi, dan tak lama kemudian ibu Nuril datang. Saat ibu Nuril melihat Aarav, matannya langsung melongo dan sedikit kaget.

"TUAN? Ini... Tuan yang tadi membantu teman saya di pasar ya?!" tanya ibu Nuril saat melihat Aarav.

"Ibu... Minta tolong bikin minum dulu buat aku sama temen aku dong!!" seru Nuril yang duduk di depan Aarav.

Ibu Nuril sekali lagi dibuat kaget dan tercengang, "APA? Penyihir tingkat S, tuan kita temenan sama kamu?!" ucap Ibu Nuril yang tidak percaya.

Aarav sedikit tersenyum, dan wajah Nuril sepertinya sedikit canggung, "Ayo, Ibu. Buatin minum!!" minta Nuril.

Ibu Nuril langsung kembali ke dalam dapur untuk membuatkan minum. Aarav dan Nuril duduk berhadapan.

Tiba-tiba sesuatu terlintas di kepala Nuril, "Aarav, kamu jadi penyihir tingkat S udah lama?!" tanya Nuril tiba-tiba.

Aarav bingung untuk menjawabnya, "Nuril... Bukannya tadi udah aku kasih tau yah, kalo aku itu cuman budak!!" ucap Aarav.

Nuril tidak percaya dengan ucapan Aarav, "Nggak mungkin, mana ada budak yang bisa mentalin orang sampek tujuh meter gitu!!"

Aarav menggaruk kepalanya, dia bingung untuk menjawab pertanyaan Nuril, "Aku jujur juga nggak tau, bingung!!" jawab Aarav.

Tiba-tiba Ibu Nuril datang, membawakan dua gelas. Yang satu berisikan air putih, lalu diletakkan di depan Nuril. Dan satunya berisi anggur, lalu diletakkan di depan Aarav.

"Selamat dinikmati, Tuan!!" ucap Ibu Nuril ke Aarav.

Aarav yeng mendengar sebutan tuan itu, "Bu, panggil nama aja. Namaku Aarav!!" ucapnya.

"Iyaa, panggil nama aja!!" sahut Nuril.

"Lalu, ini kenapa gelas aku isinya anggur. Sementara gelas Nuril isinya air putih ya?!" tanya Aarav yang penasaran.

"Maaf, Ibu nggak berhak panggil nama tuan secara langsung. Itu lancang, sementara untuk airnya. Memang, untuk tuan itu harus yang enak!!" ucap Ibu Nuril.

Aarav hanya tersenyum saat mendengarnya, "Ibu, ayo duduk dulu. Aku mau cerita soal Aarav!!" ucap Nuril.

Ibunya lalu duduk di samping Nuril, dan dia pun mulai menceritakan semuanya soal Aarav ke ibunya.

"Ohhh, jadi gitu ya? Jadi... Tuan ingin tinggal sementara di sini?!" seru Ibu Nuril.

"Boleh kan, bu?!" mohon Nuril.

Ibu Nuril melihat ke Aarav, lalu tersenyum lebar, "Tentu, bolehhh. Dengan senang hati malahan, tapi sebelumnya maaf tuan. Rumah ini sempit dan agak jelek!!" ucap Ibu Nuril.

Aarav tersenyum mendengarnya, "Nggak papa, sebelumnya terima kasih banyak!!" ucap Aarav.

Nuril langsung tersenyum lebar, "Wahhh, Aarav. Kamu bakal jadi temen serumah aku!!!" ucap Nuril yang bahagia.

Nuril berdiri, dan langsung menarik tangan Aarav untuk diajaknya berjalan-jalan ke suatu tempat. Aarav yang tengah menikmati secangkir anggur itu langsung tertarik, dan membuat gelasnya jatuh.

Tapi, saat tangan kanan Aarav seperti menunjuk ke gelas yang jatuh itu. Tiba-tiba, gelas itu langsung berpindah ke atas meja.

"Hebat... Penyihir tingkat S memang beda!!" ucap Ibu Nuril yang terkesima dengan apa yang dia lihat barusan.

Aarav dan Nuril berlari, sambil Nuril menggandeng tangan kiri Aarav.

"Nuril, mau kemana emangnya?!" tanya Aarav yang penasaran.

Nuril sedikit tersenyum, "Ada deh, nanti kamu juga tahu!!" ujar Nuril.

Mereka berdua berlari bersama melewati desa, melewati orang-orang yang berlalu lalang. Dengan angin sepoi-sepoi yang terus berhembus, dan kicauan burung yang terus terdengar dengan merdu.

Bersambung...

1
Anjar Sutrisno
mantap bre.. lanjut.. 👍 mampir punyaku juga ya..
IRAWAN: siap breee👍👍
total 1 replies
IRAWAN
Kasih pendapat juga dongg, jangan cuman baca🗿
IRAWAN
Hai semuaaaa, jangan lupa likenya yahhhh🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!