NovelToon NovelToon
Untuk Kehidupan Kedua Kami

Untuk Kehidupan Kedua Kami

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Isekai / Fantasi / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: sila

Kalista, seorang food blogger dengan ribuan penggemar dimana mana.
setiap konten yang di upload nya di media sosial akan selalu mendapat jutaan views.
tentu saja hobinya yang paling jelas adalah makan.

Aruna, putri dari seorang paruh baya pemilik restoran terkenal, dia bekerja ditempat ibunya sebagai latihan karena setelah lulus SMA dia akan meneruskan usaha ibunya itu.
salah satu kebiasaan nya adalah melakukan beatbox.

Luna, anak dari seorang petani, didesa nya orang tuanya adalah yang paling kaya.
mereka punya banyak tanah yang dijadikan kebun buah dan sayur, padi dan juga dijadikan tempat ternak hewan yang salah satunya adalah sapi dan kambing.
Luna sendiri punya satu sapi kesayangan yang dia berikan nama blackmoo, sapi nya hitam dan selalu lapar hingga terus berisik.

secara tidak terduga ketiga gadis itu mati dan berpindah ke masa lalu dijaman kuno, abad pertengahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

Memikirkan tentang eksekusi, Caily teringat tentang kematian nya sendiri.

"Gua hidup lagi karena apa ya?" Gumamnya lirih.

Jelas saja ia bingung, dia mati tapi malah hidup lagi, dan itu didunia lain?

"Apa tuhan kasihan karena gua matinya disundul sapi?"

"Halah! sapi ireng itu emang gak tau diri banget! gua bela belain nyuri sayur diladang nenek malah disundul, sapi asu emang!"

Dia terus mendumel mengumpati sapi kesayangan nya itu.

Dia tidak terima karena kematian nya kerena disundul sapi.

Saat ini dia tengah berada di taman belakang kediaman.

Ingat tentang sapi peliharaannya dia malah tiba tiba merindukan sapi hitam itu, dia memutuskan untuk melihat lihat kandang kuda.

Dalam perjalanan nya ia malah berpapasan dengan salah satu saudaranya, dia Christofer si kulkas seribu pintu.

Tapi Caily menganggap laki laki mirip hantu karena tinggi badannya, selain itu wajahnya yang selalu datar semakin menambah kesan menyeramkan pada dirinya.

Tanpa mengatakan apapun Caily tetap melanjutkan langkah kakinya bahkan tidak berniat menatap wajahnya.

Tapi Christofer terdiam ditempatnya, kepalanya berputar untuk melihat kebelakang pada punggung kecil Caily, tatapan nya semakin tajam.

Disisi lain, Caily yang kini sudah sampai ditempat kandang kuda segera mendekatinya penjaga agar segera membukakan pintu untuk nya.

tapi penjaga kuda itu menatap sinis padanya untuk sesaat.

Caily mengerutkan keningnya, dia tahu dia dibenci.

Tapi mau bagaimana pun dia masih tetap seorang putri pemilik kediaman ini, seseorang yang menggaji pekerjaan mereka, kebencian apapun tidak seharusnya mereka perlihatkan secara langsung seperti itu.

"Pintu tidak ingin dibuka untuk ku?" Tanya Caily yang sudah beradaptasi untuk mengubah bahasa nya.

Tapi penjaga itu masih diam dengan tatapan sinis.

Karena merasa kesal akhirnya Caily menginjak kaki penjaga kandang kuda itu dengan keras, tangannya yang ramping dan kecil terulur menarik kerah bajunya.

"Kau hanya penjaga kandang, ditempat ini! Meskipun aku tidak memiliki kekuatan, kau tetap lebih rendah dariku!" Tekannya dengan lebih sinis.

Tapi penjaga itu merasa terhina, sebuah cahaya tercipta dari telapak tangannya dan dia arahkan pada tubuh Caily hingga tubuh gadis itu terhuyung mundur.

Caily membulatkan matanya menatap penuh kejengkelan pada penjaga kandang itu, mata merahnya bersinar akan kemarahan yang menunjukkan betapa ia benci dengan keadaannya saat ini.

Sekilas, seberkas cahaya aneh terlintas dimanik mata merahnya namun setelahnya ia merasa kepalanya berdenyut.

"Sshh! taik!" Umpatnya sembari menekan kepalanya.

Penjaga kandang kuda itu tertawa pelan, mengejek ketidak berdayaan gadis itu.

"Pergilah, aku tidak mau berurusan dengan sampah seperti dirimu!" Ucap penjaga itu dengan hinaan.

Menggeram tertahan pada akhirnya Caily hanya bisa berbalik melangkah pergi, ia tidak bisa melawan orang yang memiliki sihir.

Namun baru beberapa langkah, Caily merasakan seseorang menyentuh pundaknya, saat ia menoleh, ia melihat penjaga kandang kuda yang tadi.

"Apa?" Tanya Caily sambil menepis tangan penjaga itu dengan kasar.

Tapi penjaga itu hanya terkekeh geli dengan betapa marahnya gadis itu, tangannya bergerak mencengkram pergelangan tangan Caily dan menarik gadis itu dalam dekapannya yang seketika membuat Caily menjadi sangat jijik.

"Asu! Lepasin gua!!" Teriak Caily berusaha melepaskan diri.

Tapi penjaga itu tidak mengerti dengan bahasanya namun ia mengerti kalau Caily tengah emosi dan ingin melepaskan cengkraman tangannya.

Cengkraman pada pinggang Caily semakin kuat hingga terasa sakit, gadis itu meringis pelan dan terus berusaha melepaskan diri.

Saat penjaga itu hendak melecehkannya lebih jauh, Caily teringat jika di kepalanya ada perhiasan yang memiliki ujung runcing, itu cukup untuk menyelamatkan nya jika digunakan dengan benar.

Tangannya yang ramping bergerak melepas perhiasan dikepalanya lalu mengarahkan ujung runcing perhiasan itu ke arah mata penjaga kandang.

Begitu ujung runcing perhiasan menancap kuat dimatanya, penjaga kandang berteriak keras dan melepas cengkraman tangannya dari tubuh Caily dan terhuyung mundur.

Kesempatan itu diambil oleh Caily untuk melarikan diri, namun tak sengaja pandangan matanya bertemu dengan manik biru laut milik Christofer yang ternyata sudah sedari tadi berdiri dilorong itu dan melihat semua yang terjadi pada Caily.

Gadis itu menggeram tertahan dan hanya berlari tanpa berniat mengatakan apapun, pada awalnya ia hanya menganggap mereka sebagai orang asing yang cuma perlu didiami, tapi sekarang ia benar benar benci dengan semua orang dikediaman ini.

Apa sebegitu bencinya mereka pada Caily yang asli hingga hal seperti ini tidak layak mereka tolong? Pikir Luna yang kini menggantikan jiwa Caily.

.

.

.

Disisi lain, Aruna/Rosetta kini tengah duduk diantara keluarga kerajaan, makan dimeja makan yang sama.

(Catatan: Aruna panggil Rosetta.)

Namun meskipun Rosetta berusaha mengabaikan keadaan disekitarnya, tapi ia tetap terganggu dengan beberapa tatapan tajam yang mengarah padanya.

Ia menaruh sendok dengan kasar dan menatap mereka satu persatu dengan mata menyipit.

"Apakah ada sesuatu yang ingin kalian katakan?" Tanyanya dengan nada datar.

Pada awalnya mereka tersentak karena merasa kaget, ada tatapan tidak percaya meskipun hanya sekilas.

Keterdiaman mereka semua membangkitkan kekesalan dalam diri Rosetta.

"Kakak sedikit berbeda, kakak baik baik saja?" Celetuk seorang gadis berambut pirang dengan manik mata berwarna coklat madu.

Dia adalah Shania Arandelle, anak pertama raja dengan selir agung.

Manik matanya menurun dari ibunya sedangkan semua anak raja bersama mendiang permaisuri memiliki manik mata berwarna emas yang khas milik mendiang permaisuri.

Rosetta mendengus pelan, bermain polos dan lugu didepan semua orang, apa semua gadis didalam dunia paralel akan selalu menjadi teratai putih? Pikirnya kesal.

Karena demi apapun, gadis teratai putih adalah yang paling menyebalkan baginya.

"Hm."

Dan yang bisa Rosetta katakan hanya itu, sungguh membuatnya harus membuang waktu.

Tetapi Shania diam diam mengerutkan keningnya merasa tidak suka, jadi dia mengulurkan tangannya menawarkan daging dalam mangkuk putih kearahnya.

"Kak, itu adalah daging sapi khas dari desanya kak Ben, katanya daging sapi dari desa itu terkenal paling lezat, cobalah!"

Tapi Rosetta langsung mendorong mangkuk itu tanpa menoleh sedikitpun kearah Shania.

"Kak?" Shania memasang tampang sedih dan memelas.

"Aku tidak suka daging dalam mangkuk itu, makan saja." Balas Rosetta dengan wajah datar dan kembali menatap makanan di piring nya sendiri.

Namun tangan besar seseorang mengganggu ketenangan yang berusaha Rosetta bangun.

Dia adalah Chalios putra kedua raja dengan mendiang permaisuri, yang artinya adalah saudara kandung Rosetta.

"Jangan terus menerus menyebar kebencianmu Rose, Shania hanya berusaha berlaku baik denganmu." Ujar Chalios dengan dingin.

Ditelusuri dari ingatan Rosetta yang asli, kedua kakaknya hanya menyukai Shania sedangkan Rosetta hanya diasingkan sejak bayi.

Rosetta mendengus sinis, sendoknya jatuh ke piring dengan dentingan keras.

"Bisakah kau tidak mencampuri setiap urusan ku?"

Chalios terdiam sesaat, tidak menyangka akan melihat Rosetta yang selalu suram dan tidak pernah berani membuka suaranya kini malah balik menjawab tegurannya.

"Jika kau merasa kasihan, kau saja yang makan." Ucap Rosetta yang membuat Chalios tersadar.

Dahi pria itu mengerut merasa tidak suka.

"Apa sekarang kau mencoba membantah?" Tekan Chalios menatap tajam pada Rosetta.

Tapi Rosetta hanya diam sambil memindahkan daging yang tadi Chalios taruh di piringnya kembali ke dalam mangkuk.

Dan itu sukses membuat Chalios marah saat melihat raut wajah Shania kembali murung.

Dia bangkit dan menarik kearah baju Rosetta dengan kasar.

"Berhentilah bertingkah menjijikkan seperti membenci semua orang, dasar sialan! Seharusnya kau menyadari siapa dirimu, dasar pembu-"

"Chalios!!"

Kemarahan Chalios terhenti saat suara raja yang penuh dengan tekanan terdengar.

Dengan kasar Chalios melepas cengkraman tangannya dan kembali duduk ditempatnya.

"Rose, pergilah ke ruang bawah tanah dan renungi kesalahan mu." Ucap raja tanpa mengalihkan pandangan dari piring sedikitpun.

Tapi Rosetta hanya mendengus sinis dan mendorong piringnya, nafsu makannya menguap begitu saja.

"Seorang raja, seharusnya memiliki otak." katanya tanpa menahan kata kata meskipun yang ia ejek adalah seorang raja yang bisa saja membunuhnya.

"Jaga bicaramu, pembunuh!" Tekan Charlos, putra pertama raja dengan mendiang permaisuri.

Tapi Rosetta tidak terkejut dengan kata pembunuh yang ia dengar, sebab ingatan dari pemilik aslinya telah menjelaskan semuanya.

"Menghukum ku hanya karena menolak daging yang diberikan oleh anak selir itu? apa aku salah kalau aku menyebut raja itu tidak punya otak?" Balas Rosetta tanpa menahan kata katanya, ejekan sangat jelas dari nada bicaranya.

Charlos bangkit dan menampar pipi Rosetta dengan keras hingga sudut bibir gadis itu sobek.

"Aku bilang jaga bicaramu, sialan!" Tekan Charlos dengan tatapan dingin.

Rosetta menggertakkan giginya, amarah memenuhi otaknya, yang ia pikirkan harus segera memberi pelajaran pada laki laki itu.

Dengan gerakan cepat, Rosetta menendang perut Charlos dengan kekuatan penuh hingga laki laki itu terhuyung mundur.

Belum sempat bereaksi lebih jauh ia terdorong dan jatuh ke lantai, pelakunya adalah Rosetta yang kini mencengkram rahangnya dan memasukkan semua daging dalam mangkuk ke dalam mulut Charlos dengan paksa.

"Telan!" Ujar Rosetta penuh dengan tekanan sambil menutup mulut Charlos hingga mau tak mau laki laki itu menelan semua daging yang masuk ke dalam mulutnya.

Semua itu terlalu cepat hingga siapapun tidak sempat merespon, Chalios tersadar lalu bangkit dan menendang punggung Rosetta hingga gadis itu terhuyung kesamping.

Semua orang terkejut saat melihat Charlos menjadi pucat dan terlihat lemas, pria itu juga terus terbatuk keras tanpa henti.

"Kau! apa kau juga akan membunuh saudaramu?!" Teriak Chalios sambil memeriksa denyut nadi milik Charlos.

"Penjaga! tangkap pembunuh itu!" Titah raja yang segera bangkit mendekati Charlos.

"Kak, kenapa kau tega melakukannya? dia saudara kakak!" Teriak Shania dengan air mata bercucuran.

Saat dua penjaga mendekati Rosetta, gadis itu hanya terkekeh geli dan melempar mangkuk ditangannya didepan Raja dan Chalios hingga mangkuk itu pecah berkeping-keping.

"Jika kalian tidak buta, kalian bisa melihat mangkuk itu."

Lalu ia pergi begitu saja saat dua prajurit membawanya keluar dari ruangan yang tentu saja ia akan dibawa keruang bawah tanah dimana jeruji besi menanti.

Disisi lain, Raja dan Charlos terdiam saat melihat mangkuk pecah itu, mereka ingat jika mangkuk itu adalah mangkuk yang berisi daging yang sempat disodorkan oleh Shania pada Rosetta.

Meskipun mereka terkejut tapi mereka harus segera membawa Charlos ke kamarnya dan memanggil tabib kerajaan agar segera diperiksa.

1
Dewiendahsetiowati
kapan ketahuan belangnya si biang kerok Alisa
UMMI HABIBAH
lanjut thorrr
Dewiendahsetiowati
gak ada jari emas kah untuk salah satu MC nya
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Dia Fitri
/Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!